bisnis e-commerce 1

 



E-commerce merupakan proses membeli, menjual, atau memperdagangkan 

data, barang, atau jasa melalui internet E-commerce 

didefinisikan sebagai transaksi komersial yang melibatkan pertukaran nilai 

yang dilakukan melalui atau memakai  tekonologi digital antara individu . Media e-commerce melibatkan pemakaian  

internet, world wide web, dan aplikasi atau browser pada perangkat selular 

atau mobile untuk bertransaksi bisnis. Platform mobile yaitu  pengembangan 

terbaru dalam infrastruktur Internet dari berbagai perangkat mobile seperti 

smartphone dan tablet melalui jaringan nirkabel (wifi) atau layanan telepon 

seluler. Pada awal berkembangnya e-commerce, satu-satunya media digital 

yaitu  web browser, namun saat ini media yang lebih banyak digunakan 

yaitu  melalui aplikasi mobile (Laudon dan Traver, 2017). 

E-commerce juga dapat didefinisikan sebagai proses bisnis dengan 

memakai  teknologi elektronik yang menghubungkan perusahaan, 

konsumen dan warga  dalam bentuk transaksi elektronik dan 

pertukaran/penjualan barang, jasa, dan informasi secara elektronik 

 

Sedangkan makna E-commerce merupakan pembelian, penjualan dan 

pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik. Seperti televisi, radio 

dan komputer atau jaringan internet. Transaksi bisnis yang terjadi di jaringan 

elektronik seperti internet. Siapa pun yang memiliki koneksi internet dapat 

berpartisipasi dalam kegiatan E-commerce.  

Suyanto (2003) melihat E-commerce dapat dilihat dari beberapa perspektif, 

yaitu: 

1. Dari perspektif komunikasi, e-commerce yaitu  pengiriman barang, 

layanan, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer atau 

melalui peralatan elektronik lainnya. 

2. Dari perspektif proses bisnis, e-commerce yaitu  aplikasi teknologi 

yang mengarah pada otomatisasi transaksi bisnis dan alur kerja. 

3. Dari perspektif layanan, e-commerce yaitu  alat yang memenuhi 

kebutuhan perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memangkas 

biaya layanan (biaya layanan) sambil meningkatkan kualitas barang 

dan meningkatkan kecepatan layanan pengiriman. 

Dari perspektif online, e-commerce menyediakan kemampuan untuk membeli 

dan menjual barang atau informasi melalui internet dan sarana online lainnya. 

E-commerce yaitu  penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan 

jasa melalui sarana elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan 

komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, 

pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem 

pengumpulan data otomatis. Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-

commerce ini sebagai aplikasi dan aplikasi e-bisnis (e-bisnis) yang terkait 

dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana elektronik, SCM 

(manajemen rantai pasokan), pemasaran elektronik, pemrosesan transaksi 

online, pertukaran data elektronik (EDI), dan sejenisnya. Riwayat terjemahan 

akan tersedia saat kita masuk dan akan dikelola secara terpusat. E-commerce 

merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, 

tidak hanya sekadar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra 

bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dan lain-lain. Selain teknologi 

jaringan www, e-commerce juga memerlukan teknologi basisdata atau 

pangkalan data (databases), surat elektronik(e-mail), dan bentuk teknologi non 

komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat 

pembayaran untuk e-dagang ini. 


 

1.2 Komponen dalam Bisnis E-

commerce 

Istilah e-commerce mulai muncul pada 1990-an melalui inisiatif untuk 

mengubah paradigma transaksi jual beli dari cara konvensional menjadi bentuk 

digital elektronik berbasis komputer dan jaringan internet. Berikut komponen 

kegiatan umum dan komponen utama dalam E-commerce.  

E-commerce memiliki alur kegiatan secara umum yang meliputi: 

1. Penjual 

Pihak penjual dapat berupa pemilik toko online bersangkutan atau 

sejumlah pelaku usaha. 

2. Konsumen 

Konsumen merupakan pihak yang memegang peran penting di dalam 

jalannya sebuah E-commerce. Sebagaimana pasar dan transaksi 

langsung di dunia nyata, pada E-commerce konumen yaitu  raja. 

3. Teknologi 

Teknologi mencakup semua Teknologi Informasi terkini yang 

digunakan di dalam jalannya E-commerce. Dimulai dari teknologi 

web, aplikasi mobile, keamanan transaksi, dukungan Cloud 

Computing, ERP, CRM, POS, dukungan kurs mata uang dan bahasa 

seluruh Negara di dunia, Geographic Information System (GIS), Near 

Field Communication, dan sebagainya. 

4. Jaringan Komputer (Internet) 

Ketersediaan jaringan, khususnya internet yang mampu melayani 

seluruh pengguna di seluruh dunia. Cukup dengan sebuah komputer 

dan koneksi internet, siapapun dapat menjadi penjual maupun 

pembeli serta melakukan transaksi jual beli dengan cepat, mudah, 

murah dan lebih hemat. Jaringan komputer yaitu  komponen 

terpenting. 

 

 

4 Strategi Bisnis E-commerce 

 

Adapun komponen utama dalam suatu e-commerce yaitu  sebagai berikut: 

1. (EDI) Electronic Data Interchange 

EDI didefinisikan sebagai pertukaran data komputer antar berbagai 

bidang organisasi atas suatu informasi terstruktur dalam format yang 

standar dan bisa diolah oleh komputer. EDI merupakan bentuk e-

commerce sesuai definisinya, dan telah ada bentuk yang sama selama 

lebih dari 20 tahun. Saat ini teknologi dan implementasi EDI sudah 

sangat berkembang. Tujuan EDI yaitu  untuk memfasilitasi 

perdagangan dengan cara mengikat bisnis antar partner dagang, EDI 

meningkatkan proses manual untuk mempertukarkan informasi 

dengan bidang bisnis lainnya dalam berbagai cara, misalnya data 

hanya perlu untuk dimasukkan satu kali saja, kemudian data ini  

bisa digunakan oleh pihak pengirim barang, manager kantor, dan 

lain-lainnya. Hal ini akan menurangi tenaga entry data. Pada 

dasarnya, data bisa dikirimkan dengan lebih efisien dengan 

memakai  EDI. Komponen utama dari EDI standar yaitu  

sebagai berikut: 

a. Data Element: merupakan potongan data seperti tanggal, harga 

atau nama organisasi. Setiap data element diidentifikasikan 

dengan nomor referensi tertentu yang berisi judul, keterangan, 

jenis, nomor, dan panjang minimum/maximum. 

b. Data Segment: dalam suatu baris data disebut dengan segment 

dan setiap item di dalam segmen mewakili satu elemen. Misalnya 

segmen baris pesanan pembelian terdiri atas nomor barang, 

keterangan, jumlah, unit pengukuran, dan harga barang. Setiap 

segmen memiliki satu identifier, satu data elemet delimiter, 

element diagrams, data segmen terminator dan notes. 

c. Transaction Set: suatu transation set merupakan dokumen khusus 

seperti dokumen pesanan pembelian. Di dalam transaction set, 

ada 3 area utama: area header, area detail dan area summary. 

d. Functional Group: merupakan sekelompok transaction set yang 

sejenis. Transation set di dalam functional group dikelompokkan 

berdasar  functional identifier yang sama. 


 

Untuk mengirimkan transaksi EDI pada konsumen, diperlukan 4 

fungsi dasar yaitu Mapping elemen dalam suatu database, Extraction 

atas data yang belum diidentifikasi dari database, Transalation atas 

data yang sudah diekstrak ke format EDI, dan Transmisi pesan dalam 

format EDI melalui media komunikasi.  

Berikut ini yaitu  penjelasan singkat dari masing-masing fungsi 

ini : 

a. Mapping 

Merupakan proses identifikasi elemen di dalam database yang 

diperlukan untuk membuat pesan dalam format EDI. Mapping 

yaitu  pekerjaan yang hanya satu kali dilakukan pada saat 

diperlukan transaksi EDI baru. Software EDI tidak bisa 

melaksanakan pekerjaan ini. 

b. Extraction 

Merupakan proses pengumpulan data yang belum diidentifikasi 

dan menempatkannya ke dalam format tertentu. Secara umum, 

data extract dari database dan dijadikan dalam bentuk flat file. 

Struktur dari flat file biasanya ditentukan oleh pembuat 

translation software. 

c. Translation 

Untuk mengirimkan pesan keluar, ketika data yang diperlukan 

masih dalam bentuk flat file, pembentukan pesan EDI bisa 

dilakukan memakai  software translasi atau formatting. 

Software translasi akan mengatur data menjadi struktur tertentu 

yang sesuai dengan kebutuhan transaksi EDI. 

d. Communication 

Pengiriman/transmisi atas pesan EDI dikendalikan oleh software 

komunikasi, yang akan mengatur dan memelihara: nomor telepon 

partner dagang, menjalankan automatic dialing dan 

up/downloading, juga membuat activity log. Setiap pesan EDI 

dibungkus dengan amplop khusus yang bertuliskan alamat 

tujuan, serta jenis transaksi EDI sebagai header dan error 


 

checking codes sebagai tambahan di bawahnya. Untuk keperluan 

penerimaan pesan EDI, proses ini  tinggal dibalik. 

2. Digital Currency 

Digital currency dimaksudkan untuk memungkinkan user untuk 

memindahkan dananya secara elektronik dalam lingkungan kerja 

tertentu. Saat ini, digital currency dirancang untuk versi elektronik 

dari uang kertas, di mana memiliki atribut yang sama dengan media 

fisik sebenarnya baik secara anatomis maupun dari segi likuiditasnya. 

Karakteristik digital currency yaitu  sebagai berikut:  

a. Mewakili suatu nilai moneter tertentu 

b. Bisa ditukarkan sebagai alat pembayaran untuk barang dan jasa, 

mata uang dan koin serta token lainnya  

c. Bias disimpan dan diambil lagi.  

d. Sulit diduplikasi atau dipalsukan. 

Jenis-jenis digital currency antara lain: 

a. Electronic Cash.  

Sistem electronic cash telah terintegrasi sepenuhnya dengan 

software web browser untuk memudahkan pembelian barang 

melalui internet. Sistem electronic cash bisa menunjukkan saldo 

terakhir pada user tertentu sesuai permintaan. Electronic cash 

pada umumnya memerlukan infrastruktur public key dan 

mekanisme enkripsi tertentu. Saat ini electronic cash belum 

sepopuler pengunaan smart card atau model pembayaran lainnya.  

b. Micropayments.  

Micropayments yaitu  pembayaran untuk item dengan nilai 

relative rendah, misalnya informasi atau hiburan on-line yang 

biayanya bervariasi antara 1 cent sampai 10 cent. Sedangkan 

Minipayment yaitu  pembayaran untuk item dengan nilai antara 

$ 0,25 sampai $ 10. ada beberapa skema yang mampu menangani 

micropayments yaitu: Milicent, eCash, CyberCoin, Mondex, 

VisaCash dan NetBill. 

 


 

3. Electronic Catalogs 

Electronic Catalogs (e-catalogs) telah berada pada aplikasi komersil 

yang dirancang untuk internet dan merupakan komponen utama dari 

sistem e-commerce. E-catalogs merupakan antar muka grafis 

(Graphical User Interface) yang umumnya berbentuk halaman WWW 

di mana menyediakan informasi tentang penwaran produk dan jasa. 

E-catalog umumnya mendukung on line shopping dan kemampuan 

pemesanan dan pembayaran barang. Suatu web site bias juga 

merupakan suatu koleksi catalog, misalnya electronik mall 

merupakan suatu catalog atas catalog. Aplikasi e-catalog sebaiknya 

memiliki karakteristik seperti: bersifat interaktif, maampu 

diperbaharui secara dinamis, hypertextuality dan global presence. 

4. Intranet Dan Extranet 

Pada umumnya intranet digambarkan hanya sebagai web server di 

dalam perusahaan (internal), padahal sebenarnya intranet hanyalah 

kumpulan web site yang dimiliki oleh suatu kelompok (biasanya 

perusahaan) yang bisa diakses hanya oleh anggota kelompok 

ini . Sedangkan extranet merupakan area tertentu dari intarnet 

yang bias diakes oleh kelompok di luar anggota kelompok intanet, 

tapi dengan otorisasi tertentu. Fitur intranet standar dalam suatu 

organisasi memiliki 4 kemamapuan dasar: e-mail, on line publishing, 

on line searches dan application distribution. Sedangkan extranet 

memperluas fitur ini ke partner bisnis jika dimungkinkan. 

Keuntungan menggunalkan intranet di dalam suatu organisasi:  

a. Mempercepat prose bisnis  

b. Memfasilitasi pertukaran informasi  

c. Meningkatkan komunikasi dan kolaborasi. 

  

 

1.3 Klasifikasi Model Bisnis E-commerce 

E-commerce yaitu  suatu bentuk aktivitas atau aktivitas transaksi pembelian 

dan penjualan barang atau jasa melalui internet. Pesatnya perkembangan 

internet, membuat jumlah pengguna internet semakin meningkat. Industri 

perdagangan digital juga berkembang, sehingga situs web e-commerce terus 

muncul dan membuat bisnis online penuh dengan persaingan. Namun, di 

tengah perkembangan dunia digital, dunia e-commerce juga mengalami 

perkembangan. Jadi jika kita berbicara tentang e-commerce, maka kita tidak 

hanya berbicara tentang toko online yang menjual produk atau layanan. 

Konsep e-commerce saat ini tidak sesederhana itu. Mari kita mengenal lebih 

jauh tentang jenis situs web e-commerce berdasar  bisnis mereka.  

Berikut jenis bisnis yang diterapkan pada E-commerce: 

1. Bisnis-ke-Bisnis (B2B) 

B2B yaitu  transaksi elektronik dan fisik antara satu bisnis dan 

lainnya. Konsumen dari penjualan barang dan jasa yaitu  kelompok 

atau kelompok yang menjalankan bisnis dan bukan konsumen 

perorangan. Salah satu contoh sederhana yaitu  jika bisnis kita 

yaitu  produsen bahan baku kulit sintetis untuk bisnis pembuatan tas 

dan sepatu. Tipe B2B menyediakan sejumlah besar kebutuhan barang 

dan jasa sehingga pelaku membutuhkan banyak biaya untuk 

menjalankan bisnisnya. Dan tentu saja risikonya juga cukup besar. 

Oleh sebab  itu, pemilik bisnis B2B biasanya memakai  EDI 

(Electronic Data Interchange) dan email dalam proses transaksi, 

memberikan informasi dan konsultasi terkait dengan barang atau 

layanan yang ditawarkan. EDI (Electronic Data Interchange) yaitu  

proses transfer data terstruktur, dalam format stkitar yang disetujui, 

dari satu sistem komputer ke sistem lainnya. Jurnal yaitu  salah satu 

bentuk B2B, di mana target pembaca Jurnal yaitu  pengusaha atau 

pemilik bisnis yang membutuhkan jasa pembukuan dan akuntansi. 

Dengan Jurnal, pengusaha dapat lebih mudah mengelola keuangan 

bisnis kapan saja dan di mana saja, serta membuat laporan keuangan 

lebih mudah, lebih aman, dan lebih dapat dikitalkan. 

 

 

2. Bisnis-ke-Konsumen (B2C) 

Bisnis-ke-Konsumen (B2C) yaitu  jenis bisnis e-commerce yang 

paling umum dan paling terkenal. Jika B2B memasarkan barang dan 

jasa ke perusahaan lain maka B2C yaitu  proses transaksi yang 

dilakukan antara produsen barang atau jasa langsung ke konsumen 

akhir. Bisnis-ke-Konsumen seperti toko ritel yang memiliki produk 

ritel untuk dijual dan gudang untuk stok. Apa yang membedakannya 

dari toko ritel biasa yaitu  bahwa proses transaksi ini dilakukan 

secara online. B2C lebih mudah dan lebih dinamis sehingga dapat 

tumbuh sangat cepat. Kemudahan membangun situs web 

menciptakan begitu banyak toko virtual yang tersebar di dunia maya. 

Ini menyebabkan persaingan dalam bisnis e-commerce jenis ini 

menjadi sangat ketat dan cenderung tidak merata. Namun, 

dibandingkan dengan toko ritel biasa, B2C menyediakan lebih 

banyak informasi, harga lebih murah, dan proses pembelian dan 

penjualan yang lebih cepat bagi konsumen. Contoh bisnis B2C yang 

cukup populer di Indonesia yaitu  Lazada, Amazon, Ebay, 

Traveloka, Berrybenka dan lainnya. 

3. Konsumen-ke-Konsumen (C2C) 

Selain B2C, Consumer-to-Consumer juga merupakan jenis bisnis e-

commerce yang populer. C2C yaitu  transaksi barang atau jasa yang 

dibuat dari konsumen ke konsumen. C2C dibagi menjadi dua model 

yaitu marketplace dan classifed. Dalam model pasar, konsumen 

sebagai penyedia barang dan jasa membutuhkan platform sebagai 

wadah untuk transaksi. Di dalam platform, konsumen yang bertindak 

sebagai penjual dapat memposting berbagai produk untuk dibeli oleh 

konsumen lain. Contoh platform C2C yang sudah terkenal di 

Indonesia yaitu  Tokopedia, Bukalapak, Shopee dan sebagainya. 

Untuk model yang memberi penjual dan pembeli kebebasan untuk 

bertransaksi secara langsung. Situs web yang tersedia hanya 

berfungsi untuk menyatukan penjual dan pembeli tetapi tidak 

memfasilitasi transaksi pembelian dan penjualan online. Metode 

transaksi yang sering tersedia melalui cash on delivery atau COD.  

 

4. Konsumen-ke-Bisnis (C2B) 

Ini yaitu  kebalikan dari tipe B2C yang dijelaskan di atas. Dalam tipe 

ini individu menawarkan produk atau layanan kepada perusahaan 

yang membutuhkannya dan siap untuk membelinya. Contoh 

sederhana yaitu  penulis konten yang menawarkan kemampuan 

mereka untuk menulis kepada perusahaan yang membutuhkan. Situs 

e-commerce adopsi C2B yang populer yaitu  freelancer.com. Ini 

yaitu  situs web yang merupakan platform untuk freelancer dari 

berbagai bidang untuk menawarkan keahlian mereka. Di situs web ini 

perusahaan akan menyebutkan kebutuhan mereka, memberikan 

kualifikasi dan upah yang diperlukan. Setelah itu, freelancer yang 

berkualitas dapat mempromosikan kemampuan mereka dan 

melakukan penawaran upah. Selanjutnya perusahaan memilih siapa 

pun yang menarik bagi mereka. 

5. Bisnis-ke-Administrasi (B2A) dan Konsumen-ke-Administrasi (C2A) 

Business-to-Administration (B2A) atau apa yang dikenal sebagai 

Business-to-Government (B2G) yaitu  jenis e-commerce yang 

menjual produk atau layanan ke lembaga pemerintah. Nantinya bisnis 

akan menawarkan berbagai jenis produk yang dibutuhkan untuk 

operasi dan proyek pemerintah. Dan jenis transaksi ini dilakukan 

dengan mengajukan penawaran. Selain itu, ada juga jenis Consumer-

to-Administration (C2A) atau Consumer-to-Governemnt (C2G) yang 

merupakan proses transaksi elektronik yang dilakukan oleh individu 

ke lembaga pemerintah. Contohnya yaitu  pembayaran pajak, biaya 

BPJS dan sebagainya dari individu ke pemerintah. Kedua jenis bisnis 

e-commerce ini memiliki tujuan yang sama untuk meningkatkan 

efisiensi dan kemudahan pemakaian  layanan pemerintah dan 

individu dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi. 

6. Online-to-Offline (O2O) 

Ini yaitu  jenis bisnis baru di mana produsen memakai  kedua 

saluran baik online maupun offline. Produsen akan mempromosikan, 

menemukan konsumen, menarik konsumen dan meningkatkan 

kesadaran mereka akan produk dan layanan melalui jaringan online. 


 

Yang kemudian diikuti dengan melakukan pembelian di toko offline. 

Selain itu, jenis O2O juga dikaitkan dengan aktivitas pemesanan 

online dan mengambil barang di toko offline. Tipe ini banyak 

digunakan di sektor transportasi seperti Gojek dan Grab serta 

akomodasi seperti Airbnb, Airy, dan lainnya. 

 

1.4 Keuntungan dan Kerugian Berbisnis 

E-commerce 

Ada beberapa keuntungan dan kerugian yang bisa anda dapatkan bila 

menjalankan bisnis di e-commerce. Berikut, beberapa poinnya: 

1. Keuntungan 

a. Menghemat waktu dalam transaksi, tidak perlu menunggu lama 

atau mengantre layaknya bisnis tradisional yang umumnya terjadi 

b. Memungkinkan untuk bertransaksi dengan perusahaan atau toko 

yang jaraknya jauh, bahkan lintas benua 

c. Tidak membutuhkan persiapan dan investasi besar dalam 

membuka toko secara fisik 

d. Tersedia banyak sekali pilihan, hal ini terkait dengan variasi 

produk yang ditawarkan 

e. Tidak ada batasan atau larangan terkait waktu belanja bagi 

customer, orang-orang dapat berbelanja kapan saja mereka mau 

f. Dengan adanya internet sebagai media penghubung, setiap 

pelaku bisnis dapat dengan leluasa menjual ke satu sama lain 

lewat berbagai platform memudahkan yang sudah banyak 

tersedia 

g. Terkait dengan produk-produk digital, pembelian dapat 

berlangsung instan serta tak perlu menunggu lama untuk proses 

pengiriman 

h. Tidak ada batasan space di sini, Anda bisa menampilkan barang 

di online display sebanyak apapun barang yang Anda mau (sesuai 

12 Strategi Bisnis E-commerce 

 

lokasi penyimpanan tentunya), ini juga berarti makin banyaknya 

variasi dibandingkan dengan toko fisik. 

2. Kerugian 

a. Ada sebuah tuntutan yang mendesak dari customer atau calon 

customer di mana semua harus berjalan dengan sangat cepat dan 

aman, maka layanan internet yang cepat dan aman sangat 

dibutuhkan 

b. Ada pula kebutuhan perangkat (gadget) yang mampu 

memberikan akses ke online store itu sendiri, pengguna dapat 

mengaksesnya melalui smartphone atau laptop 

c. Pengalaman berbelanja dengan e-commerce bagi pelanggan 

terasa tidak personal atau kurang bersifat emosional, bisa jadi 

kurang memuaskan layaknya transaksi langsung antar muka 

d. Pada e-commerce memang tidak ada kesempatan untuk 

menyentuh atau mencoba produk sebelum transaksi sudah 

dilakukan dan barang sudah sampai di tangan 

e. Ada risiko membahayakan yang muncul seperti pembobolan 

kartu kredit atau pencurian data terkait cyber security 

f. Untuk dapat memakai  produk, pelanggan atau customer 

perlu menunggu hingga barang sampai sehingga ada delay tak 

seperti pada pembelian barang di physical store yang bisa 

langsung dipakai 

g. Ada pula kemungkinan pihak-pihak yang bertransaksi mengalami 

kebingungan sebab  perbedaan hukum jual beli yang berbeda 

tergantung pada lokasi masing-masing 

 

2.1 Definisi Manajemen Strategi 

Jika bicara perihal Strategi sudah menjadi pembicaraan yang sangat umum, 

dan digambarkan sedemikian bentuk untuk satu tujuan perusahaan ataupun 

organisasi guna mencapai sesuatu. Komponen yang dimaksud di dalamnya 

yaitu  kelompok cara yang dirancang untuk sesuai antara kemampuan 

perusahaan dan faktor eksternal pada satu bidang kerja. sehingga mendorong 

harus terciptanya susunan strategi yaitu  untuk mencapai tujuan perusahaan, 

baik pada jangka menengah maupun jangka panjang. Strategi akan menjamin 

perusahaan dapat bertahan atau berkembang pada masa yang akan datang 

(Johannes, 2009). 

Sedangkan manajemen berasal dari to manage yang berarti mengatur, 

mengelola atau mengurusi. Ungkapan yang menarik mengenai manajemen 

yaitu  manajemen sering diartikulasikan sebagai ilmu, seni dan profesi. 

Menurut para ahli manajemen yaitu  proses perencanaan, pengorganisasian, 

pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan 

pengguna sumber-sumber daya organisasi lainnya agar dapat mencapai tujuan 

organisasi yang telah ditetapkan. Sedangkan strategi yaitu  rencana yang 

cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Kata strategi secara 

etimologi berasal dari bahasa Yunani yaitu “strato” yang artinya pasukan dan 


 

“agenis” yang artinya pemimpin. Jadi strategi berarti hal yang berhubungan 

dengan pasukan perang 

Selanjutnya dapat dijelaskan bahwa manajemen Strategis merupakan istilah 

yang sangat dekat dengan teori ekonomi dan atau bisnis atau manajemen 

bisnis. Akan tetapi, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi 

saat ini, manajemen strategis sudah mulai banyak dan biasa diaplikasikan pada 

sektor-sektor publik. Sektor publik menginginkan keberhasilan yang dicapai 

dalam organisasi bisnis berupa efektivitas dan efisiensi dapat terwujud pada 

organisasi publik/pemerintahan.  

Banyak definisi tentang manajemen strategi yang dikemukakan oleh para ahli. 

Definisi ini  terdapat perbedaan dan persamaan satu dengan yang lainnya 

serta terus mengalami perkembangan sesuai dengan sudut pandang masing-

masing. Berikut ini akan dikemukakan beberapa definisi tentang manajemen 

strategis dari Arnoldo C Hax dan Nicholas S Majluk dalam bukunya “Strategic 

Management” mendefinisikan manajemen strategis sebagai cara menuntun 

organisasi/perusahaan pada sasaran utama pengembangan nilai korporasi, 

kapabilitas manajerial, tanggung jawab organisasi, dan sistem administrasi 

yang menghubungkan pengambilan keputusan strategis dan operasional pada 

seluruh tingkat hierarki, dan melewati seluruh lini bisnis dan fungsi otoritas 

perusahaan. Manajemen strategis dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu 

pengetahuan yang merumuskan (memformulasikan), mengimplementasikan, 

dan menilai keputusan-keputusan yang cross-functional yang 

memungkinkannya suatu organisasi mencapai tujuan-tujuannya (objectives). 

Istilah manajemen strategis digunakan di banyak perguruan tinggi dan 

universitas-universitas sebagai anak judul (subtitle) untuk mata kuliah penutup 

(capstone course) pada jurusan administrasi bisnis, Kebijakan Bisnis (Business 

Policy), yang mengintegrasikan materi dari semua disiplin ilmu bisnis. Definisi 

yang lain dari manajemen strategis yaitu  serangkaian keputusan dan tindakan 

mendasar yang dibuat oleh manajemen puncak dan diimplementasikan oleh 

seluruh jajaran suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi 

ini .  

Manajemen strategi dapat didefenisikan sebagai seni dan pengetahuan dalam 

merumuskan, mengimplementasikan, serta mengevaluasi keputusan-keputusan 

lintas fungsional yang memampukan sebuah organisasi mencapai tujuannya. 

Sebagaimana disyaratkan oleh definisi ini. Manajemen strategis berfokus pasa 

usaha untuk mengintegrasikan manajemen, pemasaran, keuangan/akutansi, 

produksi, penelitian dan pengembangan, serta sistem informasi komputer 


 

untuk mencapai keberhasilan organisasional. Tujuan manajemen strategi 

yaitu  untuk mengeksploitasi serta menciptakan berbagai peluang baru dan 

berbeda untuk esok 

Selanjutnya Manajemen strategi dapat didefinisikan juga sebagai gabungan 

antara seni dan ilmu dalam hal mengformulasikan, mengimplementasikan dan 

mengevaluasi keputusan–keputusan lintas fungsi, yang memungkinkan suatu 

organisasi untuk mencapai tujuannya di masa datang. Secara tidak langsung 

definisi manajemen strategi yaitu  menyatukan atau menggabungkan 

manajemen pemasaran, keuangan, produksi, penelitian dan pengembangan 

serta sistem informasi komputer untuk mencapai keberhasilan suatu organisasi 


 

Gambar 2.1: Penjabaran dari Definisi Manajemen Strategis 

Dari definisi-definisi di atas dapat diambil beberapa unsur manajemen 

strategis, yaitu adanya sebuah keputusan, manajemen puncak, lingkungan 

organisasi, hierarki organisasi, dan tujuan organisasi. Manajemen strategis 

pada prinsipnya yaitu  sebuah proses di mana informasi/data masa lalu, 

kondisi saat ini dan ramalan atau proyeksi masa datang dari internal dan 

eksternal organisasi publik/perusahaan publik mengalir melalui tahap-tahap 

yang saling berkaitan ke arah pencapaian tujuan organisasi. Informasi/data 

internal menyangkut operasional dan potensi/sumber daya yang ada, 

sedangkan variabel eksternal yang diperhatikan dan dijadikan pertimbangan di 


 

antaranya: perubahan lingkungan bisnis, gerakan yang dilakukan atau langkah 

yang diambil oleh pesaing, perubahan selera konsumen, perkembangan 

teknologi, isu-isu strategis di bidang pemerintahan, politik, lingkungan hidup, 

dan sebagainya. 

 

2.2 Implementasi Manajemen Strategi 

Implementasi Strategi Sering disebut juga tahapan dari aktivitas manajemen 

strategi. Dalam tahap mengimplementasikan strategi ini perusahaan 

menetapkan tujuan atau sasaran perusahaan tahunan, menyusun kebijakan, 

memotivasi para karyawan dan mengalokasikan sumber daya agar strategi 

yang telah disusun bisa dijalankan. Implementasi strategi ini meliputi budaya 

yang mendukungg pengembangan perusahaan, menyiapkan anggaran, 

memanfaatkan system informasi, memotivasi sumber daya manusia supaya 

mau menjalankan dan bekerja sebaik mungkin. Implementasi strategi 

membutuhkan disiplin dan kinerja yang tinggi serta imbalan jasa yang 

mencukupi. Strategi yang jelas dan pendukung yang matang mungkin tidak 

akan bermanfaat, jika perusahaan gagal melaksanakannya dengan cermat.  

Menurut Mckinsey Consuling Firm, strategi hanyalah satu dari tujuh unsur 

yang ditunjukan oleh perusahaan yang dikelola dengan baik. Kerangka 

keberhasian usaha 7-S dari Mckinsey. Tiga Unsur pertama strategy, struktur, 

dan sistem dianggap sebagai “perangkat keras” keberhasilan. Empat unsur 

selanjutnya gaya, staf, keterampilan, dan nilai bersama yaitu  perangkat 

lunaknya. Unsur lunak pertama, gaya, artinya perusahaan memiliki cara 

berfikir dan bersikap sama. Sehingga semua karyawan McDonald tersenyum 

pada pelanggan dan karyawan IBM sangat profesianal dalam hubungan 

dengan pelanggan. Yang kedua, staf, artinya perusahaan telah memperkerjakan 

orang yang cakap, melatih mereka dengan baik, dan menugaskan mereka pada 

tugas yang sesuai. Yang ketiga, kemampuan, berarti semua karyawan 

memiliki kemampuan untuk menjalani strategi perusahaan. Yang keempat, 

nilai bersama, berarti semua karyawan memiliki nilai-nilai panduan yang 

sama. Kala unsur „lunak” ini ada, perusahaan biasanya lebih berhasil dalam 

pelaksanaan strategi.  

Hitt, Ireland, dan Hokisson (2000), menekankan bahwa serangkaian tindakan 

strategis yang disebut formulasi trategi dan implementasi strategis harus 

disatukan dengan hati-hati jika perusahaan ingin mencapai daya saing strategis 


 

dan menghasilkan pendapat diatas ratarata. Kesuksesan persainagan terjadi 

ketika perusahaan memakai  perangkat dan tindakan implementasi secara 

konsisten dengan strategi-strategi level bisnis, level-level perusahaan, akuisisi, 

internasional, dan kerjasama yang sebelumnya dipilih 

Perusahaan strategi dan implementasi strategi harus sesuai dengan tujuan 

strategis dan misi strategi. Tujuan strategis dan misi strategis disusun 

berdasar  informasi yang diperoleh dari analisisi lingkungan eksternal dan 

lingkungan internal. Perusahaan mempelajari lingkungan eksternal dan internal 

agar dapat mengidentifikasi peluang-peluang dan ancaman pasarnya dan 

menentukan bagaimana memakai  kompetensi-kompetensi intinya dalam 

usaha mendapatkan dasil strategisnya yang diinginkan. Dengan pengetahuan 

ini, perusahaan mebentuk tujuan-tujuan strategis, misi strategis mensertifikasi, 

secara tertulis, produk-produk yang ingin diproduksi oleh perusahaan ini  

dan pasar yang ingin dilayani ketikamendayagunakan sumber daya, 

kapabilitas, dan kopentensi-kompetensinya. Penerapan atau implementasi 

strategi mencakup (1) penguasaan perusahaan (corporate Governance), (2) 

struktur dan kontrol organisasi (Organizationa structure and control) (3) 

kepemimpinan strategis (strategic leadership), dan kewirausahaan dan inovasi 

perusahaan (entrepreneurship & innovation) (Sri, 2015). 

Implementasi Manajemen Strategi Dalam Menghadapi Era Globalisasi Saat ini 

dunia bisnis menghadapi beberapa tantangan besar, jarak geografis, dan 

budaya yang telah menyempit dengan munculnya pesawat udara, mesin fax, 

sambungan telepon dan komputer global serta siaran televisi satelit, kemajuan-

kemajuan ini telah merangkul seluruh negara di dunia ke dalam satu ekonomi 

global, Dalam ekonomi global, perusahaan harus menanggapi kecenderungan 

pasar seraya tetap bertanggungjawab melindungi lingkungan. Mereka juga 

harus memusatkan perhatian pada pelanggan jika mereka ingin berhasil di 

pasar global.  

Proses manajemen strategis membantu organisasi mengidentifikasi apa yang 

ingin mereka capai, dan bagaimana seharusnya mereka mencapai hasil yang 

bernilai, besarnya peranan manajemen strategis semakin banyak diakui pada 

masa-masa ini dibanding masamasa sebelumnya. Oleh sebab itu, perlu 

diuraikan strategi-strategi yang selayaknya dilakukan perusahaan-perusahaan 

dalam menyongsong era globalisasi. Manajemen strategik dapat didefinisikan 

sebagai gabungan antara seni dan ilmu dalam hal mengformulasikan, 

mengimplementasikan dan mengevaluasi keputusan-keputusan lintas fungsi, 

yang memungkinkan suatu organisasi untuk mencapai tujuannya di masa 


datang. Secara tidak langsung definisi manajemen strategi yaitu  menyatukan 

atau menggabungkan manajemen pemasaran, keuangan, produksi, penelitian 

dan pengembangan serta sistem informasi computer untuk mencapai 

keberhasilan suatu organisasi.  

 

2.3 Peran Penting Manajemen Strategi 

Menurut Taufiqurokhman (2016) ada 8 (delapan) hal penting dalam 

manajemen strategik, yaitu:  

1. Pejabat Strategi.  

Pejabat strategi yaitu  personal yang paling bertanggungjawab atas 

berhasil atau gagalnya suatu organisasi. Pejabat strategi bias 

menyandang berbagi title jabatan seperti kepala eksekutif, presiden, 

pemilik, ketua dewan pengurus, direktur eksekutif, ketua 

penanggungjawab, ketua atau pengusaha.  

2. Misi Perusahaan.  

Misi perusahaan yaitu  suatu pernyataan yang bertujuan 

membedakan suatu bidang usaha dari perusahaan sejenisnya yang 

lain. Suatu misi perusahaan didefinisikan dalam ruang lingkup 

operasional perusahaan yang meliputi bidang produksi dan 

pemasaran.  

3. Peluang dan Ancaman Eksternal  

Peluang dan ancaman eksternal meliputi bidangbidang ekonomi, 

sosial, budaya, demografi, lingkungan politik, pemerintahan, 

teknologi, dan perkembangan yang kompetitif yang secara signifikan 

sangat memengaruhi organisasi pada masa yang akan datang.  

4. Kekuatan dan Kelemahan Internal  

Kekuatan dan kelemahan internal yaitu  aktivitas organisasi yang 

harus selalu dikendalikan untuk mengetahui kelebihan dan 

kekurangannya. Mengidentifikasi dan mengevaluasi kekuatan dan 

kelemahan organisasi di bidang fungsional atau bisnis yaitu  

aktivitas manajemen strategi. Organisasi berusaha mengikuti strategi 

Bab 2 Manajemen Strategi 19 

 

mempergunakan kekuatan internal dan memperbaiki kelemahan 

internal.  

5. Tujuan Jangka Panjang  

Tujuan jangka panjang dapat didefinisikan sebagai hasil spesifik di 

mana sebuah organisasi merumuskan hal ini  pada misi dasar 

perusahaan. Jangka panjang diartikan lebih dari satu tahun. Tujuan 

yaitu  penting bagi suksesnya organisasi sebab  mereka membantu 

evaluasi, menciptakan sinergi, mengkoordinasikan secara fokus dan 

menetapkan dasar untuk mengefektifkan perencanaan, organising, 

motivasi, dan aktivitas kontroling. Tujuan yang dimaksud dalam arti 

adanya tantangan bisa diukur konsisten, masuk akal dan jelas.  

6. Strategi.  

Strategi yaitu  berarti bahwa tujuan jangka panjang akan bias 

dicapai. Strategi bisnis mengandung unsur-unsur ekspansi geografis, 

difersifikasi, akuisisi, pengembangan produk, penetrasi pasar, 

likuidasi dan joint venture.  

7. Tujuan Tahunan.  

Tujuan tahunan yaitu  tujuan jangka pendek di mana organisasi 

harus mencapai hal ini  untuk melangkah ke tujuan jangka 

panjang. Seperti tujuan jangka panjang, tujuan tahunan dapat diukur 

secara kuantitatif, realistis, konsisten dan prioritas. Tujuan tahunan 

yaitu  penting untuk implementasi strategi, sedang tujuan jangka 

panjang yaitu  penting dalam formulasi strategi.  

8. Policy.  

Policy yaitu  suatu upaya agar tujuan tahunan bisa dicapai. Policy 

meliputi: petunjukpetunjuk, aturan-aturan dan prosedur yang dibuat 

untuk menunjang usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.  

  

 

2.4. Manajemen Strategi Menyongsong 

Era Globalisasi 

Secara umum, globalisasi didefinisikan sebagai semua proses yang mengarah 

pada penyatuan seluruh warga dunia menajadi sebuah kelompok warga  

global. Globalisasi merupakan suatu proses yang terbentuk dari tatanan, aturan, 

atau sstem tertentu. Aturan ini  di berlakukan bagi seluruh bangasa 

didunia sehingga batas wilayah suatu negara semangkin bias dan luruh.  

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (2008), globalisasi merupakan proses 

masuk ke ruang lingkup dunia. Globalisasi yaitu  proses tentang berbagai 

peristiwa, keputusan, dan kegiatan dibelahan dunia yang lain. Menurut 

Anthony Giddens, globalisasi merupakan suatu proses dalam kehidupan 

sehari-hari yang membawa berbagai konsekuensi mobernitas dan mendorong 

perubahan kehidipan warga  dari tradisional menuju modern 

Jadi dapat disimpulkan, globalisasi merupakan kecenderungan warga  

untuk menyatu dengan dunia dalam berbagai bidang kehidupan.  

Era globalisasi merupakan perubahan global yang melanda seluruh dunia. 

Dampak yang terjadi sangatlah besar terhadap berbagai aspek kehidupan 

manusia di semua lapisan warga . Baik di bidang ekonomi, sosial, politik, 

teknologi, lingkungan, budaya, dan sebagainya. Hal ini disebabkan adanya 

kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan mengubah pola perilaku 

konsumsi warga . Globalisasi merupakan sebuah konsep kebudayaan 

yang menjadi wacana sentral dalam disiplin ilmu-ilmu sosial saat ini. 

Globalisasi yaitu  proses kebudayaan yang ditandai dengan adanya 

kecenderungan wilayah-wilayah di dunia, baik geografis maupun fisik, 

menjadi seragam dalam format sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Dalam 

kehidupan sosial proses global telah menciptakan egalitarianisme, di bidang 

budaya memicu munculnya “internationalization of culture”, di bidang 

ekonomi menciptakan saling ketergantungan dalam proses produksi dan 

pemasaran, dan di bidang politik menciptakan “liberalisasi”. 

Dalam menyongsong era globalisasi maka strategi-strategi yang dapat 

dilakukan:  

1. Persaingan global dengan lini yang luas  

Strategi ini diarahkan untuk bersaing di seluruh dunia dengan lini 

produk industri yang lengkap dengan memanfaatkan sumber 


 

keunggulan bersaing global guna mencapai diferensiasi atau posisi 

biaya rendah secara keseluruhan. Penerapan strategi ini menuntut 

tersedianya sumber daya yang besar dan cakupan waktu yang 

panjang 

2. Fokus global  

Strategi ini membidik suatu segmen tertentu dari industri di mana 

perusahaan bersaing di seluruh dunia. Segmen dipilih bila mana 

rintangan terhadap persaingan dunia rendah dan posisi perusahaan 

pada segmen ini  dapat dilindungi dari serbuan pesaing global. 

Hasil dari strategi ini yaitu  biaya yang rendah akan terdiferensiasi 

dalam segmennya 

3. Fokus nasional  

Strategi ini memanfaatkan perbedaan pasar nasional untuk 

menciptakan pendekatan fokus pada suatu pasar nasional tertentu 

yang memungkinkan perusahaan mengungguli perusahaan global. 

Variasi dari strategi fokus ini bertujuan mencapai diferensiasi atau 

biaya rendah dalam melayani kebutuhan khusus suatu pasar nasional, 

atau segmensegmen di dalamnya yang paling dipengaruhi oleh 

rintangan ekonomis terhadap persaingan dunia 

4. Ceruk (celah) yang terlindung  

Strategi ini mencari negara-negara di mana pemerintah menghalangi 

pesaing-pesaing tingkat dunia dengan cara mengharuskan 

pemakaian  komponen lokal yang banyak pada satu produk, 

mengenakan tarif yang tinggi dan sebagainya. Perusahaan 

membangun strategi ini agar dapat menangani secara efektif pasar-

pasar tertentu yang mempunyai pembatasan seperti ini dan 

memusatkan perhatian yang sangat besar pada pemerintah negara 

tuan rumah guna memastikan bahwa perlindungan ini  tetap 

berlaku 

5. Analisa lingkungan eksternal  

Lingkungan eksternal perusahaan seringkali bersifat menantang dan 

kompleks, perusahaan harus mengembangkan kemampuan yang 

dibutuhkan untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman yang ada 


 

dalam lingkungan eksternal mereka. Lingkungan eksternal ada dua 

bagian yaitu lingkungan umum mencakup lima segmen: demografi, 

ekonomi, politik hukum, sosial budaya dan teknologi. Bagian ke dua 

yaitu lingkungan industri: faktor-faktor ancaman masuknya 

peserta/pelaku baru, kekuatan Mengenal Manajemen Strategik posisi 

pemasok, kekuatan posisi pembeli, ancaman produk pengganti dan 

intensitas persaingan. Manajer harus mengerti posisi perusahaan 

mereka, relatif terhadap pesaing, dalam hal dimensi strategi yang 

penting. industri yaitu  kelompok 

perusahaan yang menghasilkan produk yang mirip atau merupakan 

pengganti satu sama lain. Dalam hal persaingan, perusahaan ini 

saling memengaruhi. Biasanya industri terdiri atas berbagai ragam 

strategi bersaing yang digunakan perusahaan dalam mengejar daya 

saing strategis dan profitabilitas tinggi. Di banding dengan 

lingkungan umum, lingkungan industry memiliki efek yang lebih 

langsung terhadap daya saing strategis dan profitabilitas. Intensitas 

bersaing dalam industri dan potensi laba industry ini  merupakan 

fungsi lima kekuatan persaingan.  

6. Analisis Lingkungan Internal  

sebab  perekonomian global, sumber keunggulan bersaing 

tradisional, mencakup biaya, tenaga kerja, biaya modal dan bahan 

baku menjadi tidak efektif secara relatif. Para manajer dievaluasi 

dalam hal kemampuan mereka untuk mengidentifikasikan, 

memelihara dan memakai  kompetensi inti perusahaan mereka. 

Baik lingkungan internal maupun eksternal memengaruhi usaha 

perusahaan untuk mencapai daya saing strategi dan laba di atas rata-

rata. Akan tetapi dalam perekonomian global, mungkin kompetensi 

inti, sifat lingkungan umum, industri dan bersaing, harus dipandang 

sebagai dasar utama untuk perumusan dan penerapan strategi. 

Seringkali, pesaing mempelajari bagaimana untuk meniru manfaat 

strategi suatu perusahaan. Dengan demikian, setiap perusahaan 

ditantang untuk memakai  keunggulan bersaing yang dimiliki 

saat ini sementara secara bersamaan juga memakai  sumber daya, 


 

kemampuan dan kompetensinya untuk mengembangkan keuntungan 

yang relevan di masa depan. Sebagai hasil analisis dari lingkungan 

internal dan eksternal perusahaan yaitu  informasi yang dibutuhkan 

untuk membentuk suatu strategi intent dan mengembangkan strategi 

mission. (Hitt, Ireland, & Hoskisson, 1997). Strategi intent yaitu  

pendayagunaan sumber daya internal, kemampuan serta kompetensi 

inti perusahaan untuk melakukan apa yang semula dianggap sebagai 

tujuan yang tidak dapat dicapai dalam lingkungan yang bersaing. 

Strategi mission merupakan pernyataan tujuan 124 Mengenal 

Manajemen Strategik unik perusahaan dan lingkup operasinya dalam 

hal produk dan pemasaran.  

7. Strategi Tingkat Bisnis  

Strategi tingkat bisnis (business level strategy) menekankan tindakan 

yang harus diambil untuk menyediakan nilai bagi konsumen dan 

mendapatkan keunggulan bersaing melalui pendayagunaan 

kompetensi inti dalam pasar suatu produk tertentu. Kompetensi inti 

merupakan sumber daya dan kemampuan yang telah ditentukan 

sebagai sumber keunggulan bersaing bagi perusahaan terhadap 

pesaingnya. Strategi tingkat bisnis, yang merupakan tindakan 

terkoordinasi dalam pasar produk tertentu. Keunggulan biaya, 

pembedaan, biaya rendah terfokus, pembedaan terfokus dan biaya 

rendah/pembedaan terintegrasi merupakan lima strategi yang harus 

dilakukan . Strategi keunggulan 

biaya mengharuskan perusahaan menyediakan produk yang dapat 

diterima konsumen pada harga serendah mungkin yang tetap 

bersaing. Strategi pembedaan mengharuskan perusahaan 

menyediakan produk yang dianggap konsumen sebagai satu yang 

unik sehingga penting bagi mereka. Strategi terfokus mengharuskan 

perusahaan melakukan spesialisasi yaitu menyediakan pelayanan 

yang lebih untuk merampingkan segmen pasar melalui pembedaan 

atau keunggulan biaya. Dengan strategi biaya rendah/pembedaan 

terintegrasi, perusahaan bermaksud untuk menyediakan produk 

secara terdiferensiasi yang dihargai konsumen, dengan biaya rendah.  


 

8. Strategi Tingkat Perusahaan  

Strategi tingkat perusahaan (corporate level strategy) yaitu  tindakan 

yang diambil untuk mendapatkan keunggulan bersaing melalui 

pemilihan dan pengolahan sejumlah bisnis/usaha yang bersaing 

dalam beberapa industri atau pasar produk. Strategi tingkat 

perusahaan berhubungan dengan dua pertanyaan: usaha apa yang 

harus dipilih perusahaan dan bagaimana perusahaan harus mengolah 

seluruh usahanya

9. Strategi Akuisisi dan Restrukturisasi Akuisisi yaitu  transaksi di 

mana seluruh perusahaan membeli pengendalian atau 100% 

kepemilikan perusahaan lain agar bisa lebih efektif memakai  

kompetensi intinya dengan menjadikan perusahaan yang diakuisisi 

sebagai perusahaan yang mendukung portfolio bisnisnya. Akuisisi 

merupakan strategi yang populer selam beberapa tahun, tetapi akhir-

akhir ini jumlah dan ukuran akuisisi meningkat pesat melakukan 

akuisisi. Di antaranya yaitu  membangun kekuatan pasar, mengatasi 

hambatan masuk, menghindari biaya yang berkaitan dengan 

pengembangan produk baru dan pemasarannya, mempercepat 

kepemilikan perusahaan baru, mengurangi risiko memasuki bisnis 

baru, mendisfersifikasi perusahaan dengan lebih mudah dan 

menghindari tekanan persaingan, sering dari perusahaan asing. 

Akuisisi juga menimbulkan masalah bagi perusahaan yang 

mengakuisisi. Sering sulit mencapai integrasi yang efektif antara 

perusahaan yang mengakuisisi dan yang diakuisisi. Restrukturisasi 

yaitu  perubahan komposisi bisnis perusahaan dan atau struktur 

keuangan. Restrukturisasi menjadi tindakan strategi yang umum dan 

penting. Sering restrukturisasi ini dilakukan untuk merampingkan 

perusahaan. Pendekatan ini mensyaratkan pemutusan hubungan kerja 

dan juga mengurangi jumlah jenjang hirarki organisasi. Meskipun hal 

ini  mengurangi pengendalian perilaku formal, masalahnya tetap 

problematis sebab  korporasi tidak mempunyai hak menahan 

karyawan yang ingin keluar. sebab  itu perusahaan mungkin 

kehilangan banyak karyawan yang berprestasi. Pendekatan 


 

restrukturisasi lain yaitu  downscoping, yaitu pelepasan pengecilan 

atau penghapusan bisnis yang tidak berkaitan dengan bisnis utama 

perusahaan. Bentuk populer lain dari restrukturisasi lain yaitu  

Leverage Buy Out (LBO). Dalam LBO manajemen atau pihak 

eksternal membeli 100% saham perusahaan, yang sebagian besar 

dibiayai dengan hutang dan menjadikannya perusahaan pribadi. 

10. Strategi Internasional  

Strategi internasional berhubungan dengan penjualan produk kepada 

pasar diluar pasar domestik perusahaan. Strategi internasional 

biasanya berusaha memanfaatkan empat peluang penting: potensi 

peningkatan ukuran pasar, peluang pengembalian investai yang besar, 

skala ekonomis dan pengetahuan dan potensi keunggulan lokasi. 


11. Kepemimpinan Strategi  

Kepemimpinan strategis efektif diperlukan untuk merumuskan dan 

menerapkan strategi dengan sukses. Kepemimpinan strategis 

mencakup kemampuan untuk mengantisipasi, memiliki visi dan 

mempertahankan fleksibilitas, memberi wewenang kepada orang-

orang lain dalam menciptakan perubahan strategis. Tim manajemen 

puncak Mengenal Manajemen Strategik terdiri dari manajer kunci 

yang merumuskan dan menerapkan strategi perusahaan. Umumnya 

manajer yaitu  pejabat korporasi dan atau anggota dalam dewan 

direktur. Manajer menentukan arah strategis perubahan dan dengan 

demikian memengaruhi daya saing strategis dan kemampuannya 

memperoleh keuntungan di atas rata-rata. Kepemimpinan strategis 

mencakup penentuan arah strategis, pemanfaatan dan pemeliharaan 

kompetensi inti, pengembangan modal manusia, pemeliharaan 

budaya korporat yang efektif, penekanan praktik–praktik etis, dan 

pembangunan pengendalian strategis 



 

 

 

3.1 Transaksi Online Pertama 

Belanja online ditemukan dan dirintis pada tahun 1979 oleh Michael Aldrich 

di Inggris. Dia menghubungkan televisi domestik yang dimodifikasi melalui 

saluran telepon ke komputer pemrosesan transaksi multi-pengguna waktu-

nyata. Sistem ini dipasarkan mulai tahun 1980 dan menawarkan sistem bisnis-

ke-bisnis yang dijual di Inggris, Irlandia, dan Spanyol. Salah satu pengalaman 

belanja konsumen yang paling awal yaitu  Book Stacks Unlimited, toko buku 

online yang dibuat oleh Charles M. Stack pada tahun 1992. Toko Stack 

dimulai sebagai papan buletin dial-up dua tahun sebelum Amazon didirikan 

oleh Jeff Bezos. Pada tahun 1994, Book Stacks Unlimited pindah ke Internet 

sebagai Books.com dan akhirnya diakuisisi oleh Barnes & Noble. 

Transaksi online pertama yaitu , oleh beberapa laporan, ganja dijual oleh 

siswa Stanford kepada siswa MIT melalui akun Arpanet di laboratorium 

kecerdasan buatan mereka pada tahun 1972. Namun, transaksi belanja online 

pertama di Internet berlangsung sekitar 22 tahun kemudian. Dengan tajuk "The 

Internet is Open", edisi 12 Agustus 1994, New York Times mencatat 

penjualan antara dua teman dari CD Sting. The Times mengatakan, "Tim 

 

wirausahawan dunia maya muda merayakan apa yang tampaknya merupakan 

transaksi ritel pertama di Internet memakai  versi perangkat lunak enkripsi 

data kuat yang tersedia yang dirancang untuk menjamin privasi." 

Pada 1990 Tim Berners Lee, bersama dengan temannya Robert Cailliau, 

menerbitkan proposal untuk membangun "proyek Hypertext" yang disebut, 

"WorldWideWeb." Inspirasi untuk proyek ini dimodelkan setelah pembaca 

Dynatex SGML dilisensikan oleh CERN. Pada tahun yang sama, Lee, 

memakai  NeXTcomputer menciptakan server web pertama dan menulis 

browser web pertama. Tak lama kemudian, ia melanjutkan debut web pada 

Agustus. 6, 1991 sebagai layanan yang tersedia untuk umum di Internet. 

Ketika Berner's Lee memutuskan dia akan mengambil tugas mengawinkan 

hypertext ke Internet, dalam melakukan hal itu, proses membawanya ke 

pengembangan URL, HTML dan HTTP. 

Ketika National Science Foundation mencabut pembatasan pemakaian  

komersial NET pada tahun 1991, Internet dan belanja online melihat 

pertumbuhan yang luar biasa. Pada bulan September 1995, NSF mulai 

memungut biaya untuk mendaftarkan nama domain. 120.000 nama domain 

terdaftar hadir pada waktu itu dan dalam 3 tahun jumlah itu bertambah menjadi 

lebih dari 2 juta. Pada saat ini, peran NSF di Internet berakhir dan banyak 

pengawasan bergeser ke sektor komersial. “Selama ratusan tahun pasar telah 

tumbuh lebih kompleks dan lebih membingungkan bagi konsumen untuk 

bernavigasi. Diterbitkan pada tahun 1992, jauh sebelum Internet menjadi kata 

yang populer. Future Shop berpendapat bahwa teknologi informasi baru, 

dikombinasikan dengan kebijakan publik yang inovatif, dapat membantu 

konsumen mengatasi kebingungan itu. Sebuah manifesto masa kini dari 

revolusi yang akan datang dalam e-commerce, visi Future Shop tentang 

pemberdayaan konsumen masih bergema hingga hari ini. " 

Sejak awal, ada banyak keraguan dan kekhawatiran dengan belanja online 

tetapi pengembangan protokol keamanan-Secure Socket Layers (SSL)-

sertifikat enkripsi oleh Netscape pada tahun 1994 memberikan cara yang aman 

untuk mengirimkan data melalui Internet. Peramban web dapat memeriksa dan 

mengidentifikasi apakah suatu situs memiliki sertifikat SSL terotentikasi dan 

berdasar  itu, dapat menentukan apakah suatu situs dapat dipercaya atau 

tidak. 


 

Sekarang, protokol enkripsi SSL yaitu  bagian penting dari keamanan web 

dan versi 3.0 telah menjadi standar untuk sebagian besar server web saat ini. 

Pasar, Pembayaran, dan Seluler, Pertengahan ‘90an untuk Hadir. 

Dari pertengahan tahun sembilan puluhan ada kemajuan besar dalam 

pemakaian  komersial Internet. Salah satu situs e-commerce pertama yaitu  

Amazon yang diluncurkan pada 1995 sebagai toko buku online dan telah 

berkembang menjadi pengecer online terbesar di dunia. Toko buku bata-dan-

mortir terbatas pada sekitar 200.000 judul dan Amazon, menjadi toko online 

saja, tanpa batasan fisik mampu menawarkan lebih banyak produk secara 

eksponensial kepada pembelanja. Rentang Amazon sekarang mencakup tidak 

hanya buku tetapi juga unduhan musik dan video, elektronik, pakaian, furnitur, 

makanan, dan mainan. Amazon yaitu  salah satu pengecer online pertama 

yang menambahkan ulasan pengguna dengan skala penilaian untuk produk. 

Ulasan pelanggan sekarang dianggap sebagai taktik media sosial paling efektif 

untuk mendorong penjualan. 

Kisah sukses pasar e-commerce lainnya termasuk Ebay, sebuah situs lelang 

online yang memulai debutnya pada tahun 1995 dan Etsy, yang diluncurkan 

pada tahun 2005 dan pada Q2 2018 melihat total penjualan barang dagangan 

bruto $ 901,7 juta secara global. Akhir 1990-an juga melihat opsi platform e-

niaga baru untuk pedagang. Produk e-commerce berbasis katalog pertama 

Miva diluncurkan pada tahun 1997, mencapai distribusi luas pada akhir 1990-

an. 

Pada tahun 2005, Amazon mengumumkan pembuatan Amazon Prime, 

keanggotaan yang menawarkan pengiriman dua hari gratis di Amerika Serikat 

yang berdekatan pada semua pembelian yang memenuhi syarat dengan biaya 

tahunan yang tetap. Keanggotaan dengan cepat menjadi populer, memberi 

tekanan pada pedagang lain untuk menawarkan opsi pengiriman cepat dan 

murah. Pada 2016, Stamps.com mengakuisisi ShippingEasy sebesar $ 50 juta, 

setelah sebelumnya membeli ShipStation dan ShipWorks pada 2014. 

  

 

3.2 Timeline E-commerce 

3.2.1 1960-1982 

1. Membuka jalan bagi perdagangan listrik yaitu  pengembangan 

Electronic Data Interchange (EDI). EDI menggantikan pengiriman 

surat dan faks tradisional dengan transfer data digital dari satu 

komputer ke komputer lainnya. 

2. Mitra dagang dapat mentransfer pesanan, faktur, dan transaksi bisnis 

lainnya memakai  format data yang memenuhi ANSI ASC X12, 

seperangkat standar utama di Amerika Utara. 

3. Setelah pesanan dikirim, itu kemudian diperiksa oleh VAN (Jaringan 

Nilai Tambah) dan akhirnya diarahkan ke sistem pemrosesan pesanan 

penerima. EDI memungkinkan transfer data dengan mulus tanpa 

campur tangan manusia. 

4. Michael Aldrich, seorang penemu, inovator dan wirausahawan 

Inggris dikreditkan dengan mengembangkan pendahulunya untuk 

belanja online. Gagasan itu muncul saat berjalan-jalan dengan istri 

dan Labrador ketika Aldrich menyesali ekspedisi belanja supermarket 

mingguan mereka. Pembicaraan ini memunculkan ide untuk 

menghubungkan televisi ke supermarket mereka untuk mengantarkan 

bahan makanan. Segera setelah diskusi, Aldrich dengan cepat 

merencanakan dan mengimplementasikan idenya. 

5. Pada tahun 1979 Aldrich menghubungkan satu set televisi ke 

komputer pemrosesan transaksi dengan saluran telepon dan 

menciptakan apa yang ia ciptakan, "teleshopping," yang berarti 

belanja jarak jauh. 

3.2.2 1982-1990 

1. Jelas dari awal bahwa belanja online B2B akan menguntungkan 

secara komersial tetapi B2C tidak akan berhasil sampai pemakaian  

PC dan World Wide Web yang kemudian menyebar luas, juga 


 

dikenal sebagai, Internet. Pada tahun 1982, Perancis meluncurkan 

prekursor ke Internet yang disebut, Minitel. 

2. Layanan online memakai  mesin terminal Videotex yang diakses 

melalui saluran telepon. Minitel gratis untuk pelanggan telepon dan 

menghubungkan jutaan pengguna ke jaringan komputer. 

3. Pada tahun 1999, lebih dari 9 juta terminal Minitel telah 

didistribusikan dan menghubungkan sekitar 25 juta pengguna dalam 

jaringan mesin yang saling berhubungan ini. Sistem Minitel 

memuncak pada tahun 1991 dan perlahan-lahan menemui 

kehancurannya setelah keberhasilan Internet 3 tahun kemudian. 

Akhirnya, pada 2011, France Telecom mengumumkan penutupan 

sistem layanan Minitel. Sayangnya, itu tidak menjadi seperti yang 

diharapkan, Internet. 

 

3.3 Pembayaran Online Berkembang 

Perusahaan e-commerce global, PayPal, memulai layanannya pada tahun 1998 

dan saat ini beroperasi di 202 pasar. Perusahaan yaitu  bank yang diakuisisi 

yang melakukan pemrosesan pembayaran untuk vendor online, situs lelang, 

dan pengguna komersial lainnya. Mereka memungkinkan pelanggan mereka 

untuk mengirim, menerima, dan menyimpan dana dalam 24 mata uang di 

seluruh dunia. Saat ini, PayPal mengelola lebih dari 244 juta akun, lebih dari 

100 juta di antaranya aktif. Ketika semakin banyak orang mulai melakukan 

bisnis online, kebutuhan akan komunikasi dan transaksi yang aman menjadi 

jelas. Pada tahun 2004, Dewan Standar Keamanan Industri Kartu Pembayaran 

(PCI) dibentuk untuk memastikan bisnis memenuhi kepatuhan dengan 

berbagai persyaratan keamanan. 

Organisasi ini dibuat untuk pengembangan, peningkatan, penyimpanan, 

penyebaran dan penerapan standar keamanan untuk perlindungan data akun. 

Pada 2010, platform pembayaran Square memungkinkan usaha kecil 

menerima kartu debit dan kredit pada perangkat seluler. Pada Q4 2017, 

volume pembayaran kotor Square yaitu  $ 17,9 miliar.  

  

 

3.4 Perluasan E-Commerce Pada 

Perangkat Seluler 

Pada tahun 2001, Amazon.com meluncurkan situs perdagangan mobile 

pertamanya. Perdagangan seluler memperoleh kecepatan selama dua dekade 

berikutnya, sebab  semakin banyak pengguna membeli dari telapak tangan 

mereka. Lebih dari sepertiga A.S. penjualan e-commerce dilakukan pada 

perangkat seluler pada tahun 2017, menurut eMarketer Inc. Perusahaan riset 

itu memperkirakan penjualan ponsel akan meningkat sepertiga pada 2018-

mencapai lebih dari $ 200 miliar-dan memperkirakan bahwa pada 2020 

penjualan ponsel akan mencapai 50%. Baik konsumen dan pembeli bisnis 

beralih ke perangkat seluler untuk penelitian produk dan kupon, dengan 

keterlibatan melalui media sosial menjadi semakin populer. Sementara 

pembeli bisnis mengharapkan fitur konsumen seperti desain responsif yang 

bergerak dari desktop ke laptop ke tablet ke ponsel dengan fitur yang 

konsisten, pembeli B2B menuntut fokus yang lebih kuat untuk menemukan 

detail produk, harga, dan membantu dengan cepat. 

 

 

  

 

 

 

4.1 E-Bisnis 

Begitu banyak definisi tentang e-business yang terdapat dalam literatur dan 

internet. Berikut ini yaitu  beberapa di antaranya:  

1. E-business yaitu  praktek pelaksanaan dan pengelolaan proses bisnis 

utama seperti perancangan produk, pengelolaan pasokan bahan baku, 

manufaktur, penjualan, pemenuhan pesanan, dan penyediaan servis 

melalui pemakaian  teknologi komunikasi, komputer, dan data yang 

telah terkomputerisasi 

2. E-business meliputi semua hal yang harus dilakukan memakai  

teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk melakukan kegiatan 

bisnis antar organisasi maupun dari organisasi ke konsumen 

3. pemakaian  internet dan teknologi digital lainnya untuk komunikasi, 

koordinasi, dan manajemen organisasi 

4. E-business yaitu  mengenai pemakaian  teknologi internet untuk 

melakukan transformasi proses bisnis yang dilakukan. Bentuk e-


 

business yang paling mudah terlihat yaitu  pembelian barang secara 

online baik retail maupun grosir (Shurety, 1999). 

5. Definisi e-business menurut IBM yaitu  sebuah pendekatan yang 

aman, fleksibel, dan terintegrasi untuk memberikan nilai bisnis yang 

berbeda dengan mengkombinasikan system dan proses yang 

menjalankan operasi bisnis utama dengan pemanfaatan teknologi 

internet (Stoole, 2000). 

Dengan kata lain, e-business merupakan aktivitas dalam menjalin relasi 

dengan konsumen dan pertukaran data dalam satu perusahaan dengan 

memanfaatkan jaringan internet. E-business bisa juga disebut sebagai 

perluasan e-commerce, sebab  di dalamnya tidak hanya melakukan pembelian 

dan pembayaran barang, tetapi juga pelayanan konsumen, sehingga dapat 

diartikan juga sebagai kolaborasi dengan konsumen dengan memakai  

elektronik sebagai alat transaksinya. 

 

4.2 Content dan Manfaat E-Bisnis 

Berikut content pada E-business di perusahaan yang berbisnis memakai  

digital sebagai ujung tombak sebagai berikut: 

1. Customer Relationship Management (CRM) 

Sistem kustomisasi real time yang memanajemen kustomer dan 

melakukan personalisasi produk dan servis berdasar  keinginan 

customer atau menyangkut hubungan antara perusahaan dengan 

konsumen yang meliputi: Sales, pemasaran, data-data penjualan dan 

pelayanan, anggapan dari konsumen. 

2. Enterprise Resource Planning (ERP) 

Sistem informasi pendukung e-business, yang menyediakan berbagai 

macam kebutuhan perusahaan seperti supply chain, CRM, marketing, 

warehouse, shipping, dan payment, serta mampu melakukan 

otomatisasi proses bisnis atau menyangkut hubungan dalam-internal 

perusahaan ini , yang meliputi: Production planning, integrated 


 

logistics, Accounting and Finance, Human Resource, Sales and 

distribution, order management. 

3. Enterprise Aplication Program (EAI) 

Merupakan konsep integrasi berbagai proses bisnis dengan 

memperbolehkan mereka saling bertukar data berbasis message. EAI 

berfungsi sebagai penghubung ERP dengan SCM atau ERP dengan 

CRM. 

4. Supply Chain Management (SCM) 

Manajemen rantai supply secara otomatis terkomputerisasi. SCM 

menyangkut hubungan antara perusahaan dengan supplier. 

Adapun manfaat dari implementasi pada sebuah e-business yaitu  sebagai 

berikut: 

1. Meningkatkan kinerja operasional perusahaan. 

2. Meningkatkan peluang akses ke pasar, pemasok dan pendanaan yang 

sangat luas. 

3. Meningkatkan efisiensi perusahaan. 

4. Mempermudah pengelolaan asset perusahaan. 

5. Meningkatkan kualitas layanan terhadap pelanggan. 

6. Meningkatkan komunikasi seluruh stakeholders. 

7. Mengatasi kesenjangan digital. 

8. Media mempromosikan kompetensi perusahaan. 

9. Memperlancar transaksi bisnis. 

10. Sarana penyebaran informasi secara luas. 

 

4.3 Model Bisnis Lazada vs Tokopedia 

Beberapa perusahaan e-commerce yang hadir di Indonesia, sama-sama 

menampilkan produk dagangan di website mereka. Namun, tahukah Anda 

bahwa terdapat bisnis model yang berbeda dari perusahaan e-commerce 

ini . Sebut saja Lazada, perusahaan ini menawarkan produk yang dijual 

secara retail online atau Business To Consumer (B2C), dengan memiliki 

gudang barang sendiri. Sedangkan untuk bisnis model Consumer to Consumer 

36 Strategi Bisnis E-commerce 

 

(C2C), perusahaan e-commerce hanya menyediakan platform atau sebagai 

jembatan bertemunya penjual dan pembeli dalam satu platform. 

C2C konsep yang diusung beberapa perusahaan e-commerce seperti 

Tokopedia dan Bukalapak. Baik B2C maupun C2C, masing-masing e-

commerce ini  tentu memiliki kelebihan serta layanan unggulan yang 

ditawarkan oleh perusahaan Sebastian Sieber, Chief Marketing Officer (CMO) 

Lazada mengatakan, kelebihan B2C ialah perusahaan memiliki kontrol yang 

kuat terhadap barang yang akan dijual hingga menyediakan layanan 

pengiriman sendiri. Apabila terjadi hal-hal yang tidak diharapkan pada saat 

transaksi, misalnya kesalahan dalam pengiriman barang, maka perusahaan 

bertanggungjawab untuk me-replace barang ini . Seperti yang terjadi pada 

akhir Juni lalu, seorang pelanggan kedapatan mendapatkan salah satu merk 

sabun, padahal ia memesan iPhone 6 Plus di Lazada. Lazada menyampaikan 

bahwa hal itu merupakan kesalahan individu atau human error pada 

operasional rantai suplai. "Kami bertanggungjawab, kami melindungi 

konsumen dengan mengganti produk ini ," kata Sebastian. Lazada juga 

memiliki layanan marketplace, yang memungkinkan pengguna untuk 

berjualan melalui platform Lazada, tentunya dengan menyertakan identitas 

secara jelas untuk keamanan konsumen. Lazada Indonesia mengakui bila 

beberapa barang memang didatangkan dari negara luar, misalnya China. 

Meskipun barang impor, perusahaan memastikan bahwa pelanggan tidak akan 

terkena biaya tambahan yang membebani pihak konsumen. 

 

4.4 Aplikasi di dalam E-Business 

Evolusi warga  informasi sering dibandingkan dengan Revolusi Industri 

dalam hal konsekuensinya. pemakaian  teknologi informasi dan komunikasi 

memberikan kesempatan untuk memperluas kemampuan individu dan 

organisasi untuk bertindak, untuk memperkuat kontak lintas batas, dan untuk 

mengembangkan warga  terbuka dengan orisinalitas dan variasi budaya. 

sebab  perubahan teknologi dan perkembangan ekonomi, faktor informasi 

menjadi lebih signifikan daripada faktor produksi. Banyak perusahaan dan 

organisasi telah memindahkan proses bisnis mereka ke Web dan mewujudkan 

hubungan pelanggan dengan bantuan sarana elektronik informasi dan 

komunikasi, yang mengarah ke bisnis elektronik jangka. 

Bab 4 E-Commerce & E-Bisnis 37 

 

E-business berarti memulai, mengatur, dan menjalankan proses bisnis 

elektronik; dengan kata lain, bertukar layanan dengan bantuan jaringan 

komunikasi publik atau pribadi, termasuk Internet, untuk mencapai nilai 

tambah baik di dalam perusahaan (bisnis), lembaga publik (administrasi), serta 

orang-orang (konsumen) dapat menjadi penyedia layanan dan konsumen 

layanan. Yang penting yaitu  hubungan e-business menghasilkan nilai 

tambah, yang dapat berbentuk kontribusi moneter. 

4.4.1 Faktor yang Mendorong Berkembangnya E-Business 

Tuntutan customer dewasa ini akan pelayanan yang lebih baik dalam proses, 

kinerja dan harga telah mendorong e-business dalam meningkatkan transaksi 

pembelian dan penjualan.  

Garret dan Parrot (2005) menyebutkan ada 10 (sepuluh) trend utama yang 

mendorong e-business, yaitu: 

1. Kebutuhan akan kecepatan. 

2. Keinginan untuk melayani diri sendiri (self service). 

3. Kebutuhan akan nilai terbaik. 

4. Keinginan untuk peningkatan proses visibilitas. 

5. Kebutuhan customer servis yang sempurna. 

6. Fokus pada arsitektur usaha terpadu. 

7. Keinginan untuk aplikasi wireless. 

8. Kebutuhan akan pemusatan infrastruktur. 

9. Fokus pada kemitraan dan outsorcing. 

10. Keinginan untuk distribusi virtual. 

Saat ini telah berkembang banyak software yang mendukung e-business dalam 

membantu mengelola perusahaan. Secara garis besar sistem pengelolaan e-

business perusahaan terdiri dari Enterprise Business System dan Functional 

Business System. 

4.4.2 Enterprise Business System 

Enterprise business system terdiri dari Customer Relationship Management 

(CRM), Supply Chain Management (SCM), Enterprise Resource Planning 

(ERP), Enterprise Collaboration Systems (ECS), Enterprise Application 

Integration (EAI) dan Transaction Processing System (TPS). Arsitektur 

38 Strategi Bisnis E-commerce 

 

aplikasi perusahaan menggambarkan hubungan internal dari aplikasi major 

cross-functional perusahaan yang saat ini sudah banyak diterapkan di 

perusahaa-perusahaan.  

1. Customer Relationship Management (CRM) 

Tujuan utama dari CRM yaitu  untuk lebih mengenal dan mengerti setiap 

konsumen sehingga dapat diketahui tindakan/perlakuan apa yang perlu 

diberikan untuk dapat lebih meningkatkan royalitas konsumen dan keuntungan 

perusahaan. CRM menjadi sangat penting sebab  berhubungan langsung 

dengan konsumen untuk mendapatkan dana dari kegiatan penjualan baik 

barang maupun jasa. Saat ini konsumen dapat dengan sangat mudah untuk 

mencari informasi perusahaan lain dalam industri yang sama dan berpindah ke 

pesaing. Sehingga CRM tidak hanya bagaimana perusahaan mendapatkan 

pelanggan baru, tetapi lebih kepada bagaimana meningkatkan kepuasan 

pelanggan dan mempertahankannya. Keunggulan dalam CRM merupakan 

keunggulan kompetitif bagi suatu perusahaan. CRM yaitu  pendekatan 

terintegrasi dalam mengelola hubungan konsumen melalui kombinasi tiga 

komponen pent


Posting Komentar

0 Komentar