E-commerce merupakan proses membeli, menjual, atau memperdagangkan
data, barang, atau jasa melalui internet E-commerce
didefinisikan sebagai transaksi komersial yang melibatkan pertukaran nilai
yang dilakukan melalui atau memakai tekonologi digital antara individu . Media e-commerce melibatkan pemakaian
internet, world wide web, dan aplikasi atau browser pada perangkat selular
atau mobile untuk bertransaksi bisnis. Platform mobile yaitu pengembangan
terbaru dalam infrastruktur Internet dari berbagai perangkat mobile seperti
smartphone dan tablet melalui jaringan nirkabel (wifi) atau layanan telepon
seluler. Pada awal berkembangnya e-commerce, satu-satunya media digital
yaitu web browser, namun saat ini media yang lebih banyak digunakan
yaitu melalui aplikasi mobile (Laudon dan Traver, 2017).
E-commerce juga dapat didefinisikan sebagai proses bisnis dengan
memakai teknologi elektronik yang menghubungkan perusahaan,
konsumen dan warga dalam bentuk transaksi elektronik dan
pertukaran/penjualan barang, jasa, dan informasi secara elektronik
Sedangkan makna E-commerce merupakan pembelian, penjualan dan
pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik. Seperti televisi, radio
dan komputer atau jaringan internet. Transaksi bisnis yang terjadi di jaringan
elektronik seperti internet. Siapa pun yang memiliki koneksi internet dapat
berpartisipasi dalam kegiatan E-commerce.
Suyanto (2003) melihat E-commerce dapat dilihat dari beberapa perspektif,
yaitu:
1. Dari perspektif komunikasi, e-commerce yaitu pengiriman barang,
layanan, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer atau
melalui peralatan elektronik lainnya.
2. Dari perspektif proses bisnis, e-commerce yaitu aplikasi teknologi
yang mengarah pada otomatisasi transaksi bisnis dan alur kerja.
3. Dari perspektif layanan, e-commerce yaitu alat yang memenuhi
kebutuhan perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memangkas
biaya layanan (biaya layanan) sambil meningkatkan kualitas barang
dan meningkatkan kecepatan layanan pengiriman.
Dari perspektif online, e-commerce menyediakan kemampuan untuk membeli
dan menjual barang atau informasi melalui internet dan sarana online lainnya.
E-commerce yaitu penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan
jasa melalui sarana elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan
komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik,
pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem
pengumpulan data otomatis. Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-
commerce ini sebagai aplikasi dan aplikasi e-bisnis (e-bisnis) yang terkait
dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana elektronik, SCM
(manajemen rantai pasokan), pemasaran elektronik, pemrosesan transaksi
online, pertukaran data elektronik (EDI), dan sejenisnya. Riwayat terjemahan
akan tersedia saat kita masuk dan akan dikelola secara terpusat. E-commerce
merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas,
tidak hanya sekadar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra
bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dan lain-lain. Selain teknologi
jaringan www, e-commerce juga memerlukan teknologi basisdata atau
pangkalan data (databases), surat elektronik(e-mail), dan bentuk teknologi non
komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat
pembayaran untuk e-dagang ini.
1.2 Komponen dalam Bisnis E-
commerce
Istilah e-commerce mulai muncul pada 1990-an melalui inisiatif untuk
mengubah paradigma transaksi jual beli dari cara konvensional menjadi bentuk
digital elektronik berbasis komputer dan jaringan internet. Berikut komponen
kegiatan umum dan komponen utama dalam E-commerce.
E-commerce memiliki alur kegiatan secara umum yang meliputi:
1. Penjual
Pihak penjual dapat berupa pemilik toko online bersangkutan atau
sejumlah pelaku usaha.
2. Konsumen
Konsumen merupakan pihak yang memegang peran penting di dalam
jalannya sebuah E-commerce. Sebagaimana pasar dan transaksi
langsung di dunia nyata, pada E-commerce konumen yaitu raja.
3. Teknologi
Teknologi mencakup semua Teknologi Informasi terkini yang
digunakan di dalam jalannya E-commerce. Dimulai dari teknologi
web, aplikasi mobile, keamanan transaksi, dukungan Cloud
Computing, ERP, CRM, POS, dukungan kurs mata uang dan bahasa
seluruh Negara di dunia, Geographic Information System (GIS), Near
Field Communication, dan sebagainya.
4. Jaringan Komputer (Internet)
Ketersediaan jaringan, khususnya internet yang mampu melayani
seluruh pengguna di seluruh dunia. Cukup dengan sebuah komputer
dan koneksi internet, siapapun dapat menjadi penjual maupun
pembeli serta melakukan transaksi jual beli dengan cepat, mudah,
murah dan lebih hemat. Jaringan komputer yaitu komponen
terpenting.
4 Strategi Bisnis E-commerce
Adapun komponen utama dalam suatu e-commerce yaitu sebagai berikut:
1. (EDI) Electronic Data Interchange
EDI didefinisikan sebagai pertukaran data komputer antar berbagai
bidang organisasi atas suatu informasi terstruktur dalam format yang
standar dan bisa diolah oleh komputer. EDI merupakan bentuk e-
commerce sesuai definisinya, dan telah ada bentuk yang sama selama
lebih dari 20 tahun. Saat ini teknologi dan implementasi EDI sudah
sangat berkembang. Tujuan EDI yaitu untuk memfasilitasi
perdagangan dengan cara mengikat bisnis antar partner dagang, EDI
meningkatkan proses manual untuk mempertukarkan informasi
dengan bidang bisnis lainnya dalam berbagai cara, misalnya data
hanya perlu untuk dimasukkan satu kali saja, kemudian data ini
bisa digunakan oleh pihak pengirim barang, manager kantor, dan
lain-lainnya. Hal ini akan menurangi tenaga entry data. Pada
dasarnya, data bisa dikirimkan dengan lebih efisien dengan
memakai EDI. Komponen utama dari EDI standar yaitu
sebagai berikut:
a. Data Element: merupakan potongan data seperti tanggal, harga
atau nama organisasi. Setiap data element diidentifikasikan
dengan nomor referensi tertentu yang berisi judul, keterangan,
jenis, nomor, dan panjang minimum/maximum.
b. Data Segment: dalam suatu baris data disebut dengan segment
dan setiap item di dalam segmen mewakili satu elemen. Misalnya
segmen baris pesanan pembelian terdiri atas nomor barang,
keterangan, jumlah, unit pengukuran, dan harga barang. Setiap
segmen memiliki satu identifier, satu data elemet delimiter,
element diagrams, data segmen terminator dan notes.
c. Transaction Set: suatu transation set merupakan dokumen khusus
seperti dokumen pesanan pembelian. Di dalam transaction set,
ada 3 area utama: area header, area detail dan area summary.
d. Functional Group: merupakan sekelompok transaction set yang
sejenis. Transation set di dalam functional group dikelompokkan
berdasar functional identifier yang sama.
Untuk mengirimkan transaksi EDI pada konsumen, diperlukan 4
fungsi dasar yaitu Mapping elemen dalam suatu database, Extraction
atas data yang belum diidentifikasi dari database, Transalation atas
data yang sudah diekstrak ke format EDI, dan Transmisi pesan dalam
format EDI melalui media komunikasi.
Berikut ini yaitu penjelasan singkat dari masing-masing fungsi
ini :
a. Mapping
Merupakan proses identifikasi elemen di dalam database yang
diperlukan untuk membuat pesan dalam format EDI. Mapping
yaitu pekerjaan yang hanya satu kali dilakukan pada saat
diperlukan transaksi EDI baru. Software EDI tidak bisa
melaksanakan pekerjaan ini.
b. Extraction
Merupakan proses pengumpulan data yang belum diidentifikasi
dan menempatkannya ke dalam format tertentu. Secara umum,
data extract dari database dan dijadikan dalam bentuk flat file.
Struktur dari flat file biasanya ditentukan oleh pembuat
translation software.
c. Translation
Untuk mengirimkan pesan keluar, ketika data yang diperlukan
masih dalam bentuk flat file, pembentukan pesan EDI bisa
dilakukan memakai software translasi atau formatting.
Software translasi akan mengatur data menjadi struktur tertentu
yang sesuai dengan kebutuhan transaksi EDI.
d. Communication
Pengiriman/transmisi atas pesan EDI dikendalikan oleh software
komunikasi, yang akan mengatur dan memelihara: nomor telepon
partner dagang, menjalankan automatic dialing dan
up/downloading, juga membuat activity log. Setiap pesan EDI
dibungkus dengan amplop khusus yang bertuliskan alamat
tujuan, serta jenis transaksi EDI sebagai header dan error
checking codes sebagai tambahan di bawahnya. Untuk keperluan
penerimaan pesan EDI, proses ini tinggal dibalik.
2. Digital Currency
Digital currency dimaksudkan untuk memungkinkan user untuk
memindahkan dananya secara elektronik dalam lingkungan kerja
tertentu. Saat ini, digital currency dirancang untuk versi elektronik
dari uang kertas, di mana memiliki atribut yang sama dengan media
fisik sebenarnya baik secara anatomis maupun dari segi likuiditasnya.
Karakteristik digital currency yaitu sebagai berikut:
a. Mewakili suatu nilai moneter tertentu
b. Bisa ditukarkan sebagai alat pembayaran untuk barang dan jasa,
mata uang dan koin serta token lainnya
c. Bias disimpan dan diambil lagi.
d. Sulit diduplikasi atau dipalsukan.
Jenis-jenis digital currency antara lain:
a. Electronic Cash.
Sistem electronic cash telah terintegrasi sepenuhnya dengan
software web browser untuk memudahkan pembelian barang
melalui internet. Sistem electronic cash bisa menunjukkan saldo
terakhir pada user tertentu sesuai permintaan. Electronic cash
pada umumnya memerlukan infrastruktur public key dan
mekanisme enkripsi tertentu. Saat ini electronic cash belum
sepopuler pengunaan smart card atau model pembayaran lainnya.
b. Micropayments.
Micropayments yaitu pembayaran untuk item dengan nilai
relative rendah, misalnya informasi atau hiburan on-line yang
biayanya bervariasi antara 1 cent sampai 10 cent. Sedangkan
Minipayment yaitu pembayaran untuk item dengan nilai antara
$ 0,25 sampai $ 10. ada beberapa skema yang mampu menangani
micropayments yaitu: Milicent, eCash, CyberCoin, Mondex,
VisaCash dan NetBill.
3. Electronic Catalogs
Electronic Catalogs (e-catalogs) telah berada pada aplikasi komersil
yang dirancang untuk internet dan merupakan komponen utama dari
sistem e-commerce. E-catalogs merupakan antar muka grafis
(Graphical User Interface) yang umumnya berbentuk halaman WWW
di mana menyediakan informasi tentang penwaran produk dan jasa.
E-catalog umumnya mendukung on line shopping dan kemampuan
pemesanan dan pembayaran barang. Suatu web site bias juga
merupakan suatu koleksi catalog, misalnya electronik mall
merupakan suatu catalog atas catalog. Aplikasi e-catalog sebaiknya
memiliki karakteristik seperti: bersifat interaktif, maampu
diperbaharui secara dinamis, hypertextuality dan global presence.
4. Intranet Dan Extranet
Pada umumnya intranet digambarkan hanya sebagai web server di
dalam perusahaan (internal), padahal sebenarnya intranet hanyalah
kumpulan web site yang dimiliki oleh suatu kelompok (biasanya
perusahaan) yang bisa diakses hanya oleh anggota kelompok
ini . Sedangkan extranet merupakan area tertentu dari intarnet
yang bias diakes oleh kelompok di luar anggota kelompok intanet,
tapi dengan otorisasi tertentu. Fitur intranet standar dalam suatu
organisasi memiliki 4 kemamapuan dasar: e-mail, on line publishing,
on line searches dan application distribution. Sedangkan extranet
memperluas fitur ini ke partner bisnis jika dimungkinkan.
Keuntungan menggunalkan intranet di dalam suatu organisasi:
a. Mempercepat prose bisnis
b. Memfasilitasi pertukaran informasi
c. Meningkatkan komunikasi dan kolaborasi.
1.3 Klasifikasi Model Bisnis E-commerce
E-commerce yaitu suatu bentuk aktivitas atau aktivitas transaksi pembelian
dan penjualan barang atau jasa melalui internet. Pesatnya perkembangan
internet, membuat jumlah pengguna internet semakin meningkat. Industri
perdagangan digital juga berkembang, sehingga situs web e-commerce terus
muncul dan membuat bisnis online penuh dengan persaingan. Namun, di
tengah perkembangan dunia digital, dunia e-commerce juga mengalami
perkembangan. Jadi jika kita berbicara tentang e-commerce, maka kita tidak
hanya berbicara tentang toko online yang menjual produk atau layanan.
Konsep e-commerce saat ini tidak sesederhana itu. Mari kita mengenal lebih
jauh tentang jenis situs web e-commerce berdasar bisnis mereka.
Berikut jenis bisnis yang diterapkan pada E-commerce:
1. Bisnis-ke-Bisnis (B2B)
B2B yaitu transaksi elektronik dan fisik antara satu bisnis dan
lainnya. Konsumen dari penjualan barang dan jasa yaitu kelompok
atau kelompok yang menjalankan bisnis dan bukan konsumen
perorangan. Salah satu contoh sederhana yaitu jika bisnis kita
yaitu produsen bahan baku kulit sintetis untuk bisnis pembuatan tas
dan sepatu. Tipe B2B menyediakan sejumlah besar kebutuhan barang
dan jasa sehingga pelaku membutuhkan banyak biaya untuk
menjalankan bisnisnya. Dan tentu saja risikonya juga cukup besar.
Oleh sebab itu, pemilik bisnis B2B biasanya memakai EDI
(Electronic Data Interchange) dan email dalam proses transaksi,
memberikan informasi dan konsultasi terkait dengan barang atau
layanan yang ditawarkan. EDI (Electronic Data Interchange) yaitu
proses transfer data terstruktur, dalam format stkitar yang disetujui,
dari satu sistem komputer ke sistem lainnya. Jurnal yaitu salah satu
bentuk B2B, di mana target pembaca Jurnal yaitu pengusaha atau
pemilik bisnis yang membutuhkan jasa pembukuan dan akuntansi.
Dengan Jurnal, pengusaha dapat lebih mudah mengelola keuangan
bisnis kapan saja dan di mana saja, serta membuat laporan keuangan
lebih mudah, lebih aman, dan lebih dapat dikitalkan.
2. Bisnis-ke-Konsumen (B2C)
Bisnis-ke-Konsumen (B2C) yaitu jenis bisnis e-commerce yang
paling umum dan paling terkenal. Jika B2B memasarkan barang dan
jasa ke perusahaan lain maka B2C yaitu proses transaksi yang
dilakukan antara produsen barang atau jasa langsung ke konsumen
akhir. Bisnis-ke-Konsumen seperti toko ritel yang memiliki produk
ritel untuk dijual dan gudang untuk stok. Apa yang membedakannya
dari toko ritel biasa yaitu bahwa proses transaksi ini dilakukan
secara online. B2C lebih mudah dan lebih dinamis sehingga dapat
tumbuh sangat cepat. Kemudahan membangun situs web
menciptakan begitu banyak toko virtual yang tersebar di dunia maya.
Ini menyebabkan persaingan dalam bisnis e-commerce jenis ini
menjadi sangat ketat dan cenderung tidak merata. Namun,
dibandingkan dengan toko ritel biasa, B2C menyediakan lebih
banyak informasi, harga lebih murah, dan proses pembelian dan
penjualan yang lebih cepat bagi konsumen. Contoh bisnis B2C yang
cukup populer di Indonesia yaitu Lazada, Amazon, Ebay,
Traveloka, Berrybenka dan lainnya.
3. Konsumen-ke-Konsumen (C2C)
Selain B2C, Consumer-to-Consumer juga merupakan jenis bisnis e-
commerce yang populer. C2C yaitu transaksi barang atau jasa yang
dibuat dari konsumen ke konsumen. C2C dibagi menjadi dua model
yaitu marketplace dan classifed. Dalam model pasar, konsumen
sebagai penyedia barang dan jasa membutuhkan platform sebagai
wadah untuk transaksi. Di dalam platform, konsumen yang bertindak
sebagai penjual dapat memposting berbagai produk untuk dibeli oleh
konsumen lain. Contoh platform C2C yang sudah terkenal di
Indonesia yaitu Tokopedia, Bukalapak, Shopee dan sebagainya.
Untuk model yang memberi penjual dan pembeli kebebasan untuk
bertransaksi secara langsung. Situs web yang tersedia hanya
berfungsi untuk menyatukan penjual dan pembeli tetapi tidak
memfasilitasi transaksi pembelian dan penjualan online. Metode
transaksi yang sering tersedia melalui cash on delivery atau COD.
4. Konsumen-ke-Bisnis (C2B)
Ini yaitu kebalikan dari tipe B2C yang dijelaskan di atas. Dalam tipe
ini individu menawarkan produk atau layanan kepada perusahaan
yang membutuhkannya dan siap untuk membelinya. Contoh
sederhana yaitu penulis konten yang menawarkan kemampuan
mereka untuk menulis kepada perusahaan yang membutuhkan. Situs
e-commerce adopsi C2B yang populer yaitu freelancer.com. Ini
yaitu situs web yang merupakan platform untuk freelancer dari
berbagai bidang untuk menawarkan keahlian mereka. Di situs web ini
perusahaan akan menyebutkan kebutuhan mereka, memberikan
kualifikasi dan upah yang diperlukan. Setelah itu, freelancer yang
berkualitas dapat mempromosikan kemampuan mereka dan
melakukan penawaran upah. Selanjutnya perusahaan memilih siapa
pun yang menarik bagi mereka.
5. Bisnis-ke-Administrasi (B2A) dan Konsumen-ke-Administrasi (C2A)
Business-to-Administration (B2A) atau apa yang dikenal sebagai
Business-to-Government (B2G) yaitu jenis e-commerce yang
menjual produk atau layanan ke lembaga pemerintah. Nantinya bisnis
akan menawarkan berbagai jenis produk yang dibutuhkan untuk
operasi dan proyek pemerintah. Dan jenis transaksi ini dilakukan
dengan mengajukan penawaran. Selain itu, ada juga jenis Consumer-
to-Administration (C2A) atau Consumer-to-Governemnt (C2G) yang
merupakan proses transaksi elektronik yang dilakukan oleh individu
ke lembaga pemerintah. Contohnya yaitu pembayaran pajak, biaya
BPJS dan sebagainya dari individu ke pemerintah. Kedua jenis bisnis
e-commerce ini memiliki tujuan yang sama untuk meningkatkan
efisiensi dan kemudahan pemakaian layanan pemerintah dan
individu dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi.
6. Online-to-Offline (O2O)
Ini yaitu jenis bisnis baru di mana produsen memakai kedua
saluran baik online maupun offline. Produsen akan mempromosikan,
menemukan konsumen, menarik konsumen dan meningkatkan
kesadaran mereka akan produk dan layanan melalui jaringan online.
Yang kemudian diikuti dengan melakukan pembelian di toko offline.
Selain itu, jenis O2O juga dikaitkan dengan aktivitas pemesanan
online dan mengambil barang di toko offline. Tipe ini banyak
digunakan di sektor transportasi seperti Gojek dan Grab serta
akomodasi seperti Airbnb, Airy, dan lainnya.
1.4 Keuntungan dan Kerugian Berbisnis
E-commerce
Ada beberapa keuntungan dan kerugian yang bisa anda dapatkan bila
menjalankan bisnis di e-commerce. Berikut, beberapa poinnya:
1. Keuntungan
a. Menghemat waktu dalam transaksi, tidak perlu menunggu lama
atau mengantre layaknya bisnis tradisional yang umumnya terjadi
b. Memungkinkan untuk bertransaksi dengan perusahaan atau toko
yang jaraknya jauh, bahkan lintas benua
c. Tidak membutuhkan persiapan dan investasi besar dalam
membuka toko secara fisik
d. Tersedia banyak sekali pilihan, hal ini terkait dengan variasi
produk yang ditawarkan
e. Tidak ada batasan atau larangan terkait waktu belanja bagi
customer, orang-orang dapat berbelanja kapan saja mereka mau
f. Dengan adanya internet sebagai media penghubung, setiap
pelaku bisnis dapat dengan leluasa menjual ke satu sama lain
lewat berbagai platform memudahkan yang sudah banyak
tersedia
g. Terkait dengan produk-produk digital, pembelian dapat
berlangsung instan serta tak perlu menunggu lama untuk proses
pengiriman
h. Tidak ada batasan space di sini, Anda bisa menampilkan barang
di online display sebanyak apapun barang yang Anda mau (sesuai
12 Strategi Bisnis E-commerce
lokasi penyimpanan tentunya), ini juga berarti makin banyaknya
variasi dibandingkan dengan toko fisik.
2. Kerugian
a. Ada sebuah tuntutan yang mendesak dari customer atau calon
customer di mana semua harus berjalan dengan sangat cepat dan
aman, maka layanan internet yang cepat dan aman sangat
dibutuhkan
b. Ada pula kebutuhan perangkat (gadget) yang mampu
memberikan akses ke online store itu sendiri, pengguna dapat
mengaksesnya melalui smartphone atau laptop
c. Pengalaman berbelanja dengan e-commerce bagi pelanggan
terasa tidak personal atau kurang bersifat emosional, bisa jadi
kurang memuaskan layaknya transaksi langsung antar muka
d. Pada e-commerce memang tidak ada kesempatan untuk
menyentuh atau mencoba produk sebelum transaksi sudah
dilakukan dan barang sudah sampai di tangan
e. Ada risiko membahayakan yang muncul seperti pembobolan
kartu kredit atau pencurian data terkait cyber security
f. Untuk dapat memakai produk, pelanggan atau customer
perlu menunggu hingga barang sampai sehingga ada delay tak
seperti pada pembelian barang di physical store yang bisa
langsung dipakai
g. Ada pula kemungkinan pihak-pihak yang bertransaksi mengalami
kebingungan sebab perbedaan hukum jual beli yang berbeda
tergantung pada lokasi masing-masing
2.1 Definisi Manajemen Strategi
Jika bicara perihal Strategi sudah menjadi pembicaraan yang sangat umum,
dan digambarkan sedemikian bentuk untuk satu tujuan perusahaan ataupun
organisasi guna mencapai sesuatu. Komponen yang dimaksud di dalamnya
yaitu kelompok cara yang dirancang untuk sesuai antara kemampuan
perusahaan dan faktor eksternal pada satu bidang kerja. sehingga mendorong
harus terciptanya susunan strategi yaitu untuk mencapai tujuan perusahaan,
baik pada jangka menengah maupun jangka panjang. Strategi akan menjamin
perusahaan dapat bertahan atau berkembang pada masa yang akan datang
(Johannes, 2009).
Sedangkan manajemen berasal dari to manage yang berarti mengatur,
mengelola atau mengurusi. Ungkapan yang menarik mengenai manajemen
yaitu manajemen sering diartikulasikan sebagai ilmu, seni dan profesi.
Menurut para ahli manajemen yaitu proses perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan
pengguna sumber-sumber daya organisasi lainnya agar dapat mencapai tujuan
organisasi yang telah ditetapkan. Sedangkan strategi yaitu rencana yang
cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Kata strategi secara
etimologi berasal dari bahasa Yunani yaitu “strato” yang artinya pasukan dan
“agenis” yang artinya pemimpin. Jadi strategi berarti hal yang berhubungan
dengan pasukan perang
Selanjutnya dapat dijelaskan bahwa manajemen Strategis merupakan istilah
yang sangat dekat dengan teori ekonomi dan atau bisnis atau manajemen
bisnis. Akan tetapi, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
saat ini, manajemen strategis sudah mulai banyak dan biasa diaplikasikan pada
sektor-sektor publik. Sektor publik menginginkan keberhasilan yang dicapai
dalam organisasi bisnis berupa efektivitas dan efisiensi dapat terwujud pada
organisasi publik/pemerintahan.
Banyak definisi tentang manajemen strategi yang dikemukakan oleh para ahli.
Definisi ini terdapat perbedaan dan persamaan satu dengan yang lainnya
serta terus mengalami perkembangan sesuai dengan sudut pandang masing-
masing. Berikut ini akan dikemukakan beberapa definisi tentang manajemen
strategis dari Arnoldo C Hax dan Nicholas S Majluk dalam bukunya “Strategic
Management” mendefinisikan manajemen strategis sebagai cara menuntun
organisasi/perusahaan pada sasaran utama pengembangan nilai korporasi,
kapabilitas manajerial, tanggung jawab organisasi, dan sistem administrasi
yang menghubungkan pengambilan keputusan strategis dan operasional pada
seluruh tingkat hierarki, dan melewati seluruh lini bisnis dan fungsi otoritas
perusahaan. Manajemen strategis dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu
pengetahuan yang merumuskan (memformulasikan), mengimplementasikan,
dan menilai keputusan-keputusan yang cross-functional yang
memungkinkannya suatu organisasi mencapai tujuan-tujuannya (objectives).
Istilah manajemen strategis digunakan di banyak perguruan tinggi dan
universitas-universitas sebagai anak judul (subtitle) untuk mata kuliah penutup
(capstone course) pada jurusan administrasi bisnis, Kebijakan Bisnis (Business
Policy), yang mengintegrasikan materi dari semua disiplin ilmu bisnis. Definisi
yang lain dari manajemen strategis yaitu serangkaian keputusan dan tindakan
mendasar yang dibuat oleh manajemen puncak dan diimplementasikan oleh
seluruh jajaran suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi
ini .
Manajemen strategi dapat didefenisikan sebagai seni dan pengetahuan dalam
merumuskan, mengimplementasikan, serta mengevaluasi keputusan-keputusan
lintas fungsional yang memampukan sebuah organisasi mencapai tujuannya.
Sebagaimana disyaratkan oleh definisi ini. Manajemen strategis berfokus pasa
usaha untuk mengintegrasikan manajemen, pemasaran, keuangan/akutansi,
produksi, penelitian dan pengembangan, serta sistem informasi komputer
untuk mencapai keberhasilan organisasional. Tujuan manajemen strategi
yaitu untuk mengeksploitasi serta menciptakan berbagai peluang baru dan
berbeda untuk esok
Selanjutnya Manajemen strategi dapat didefinisikan juga sebagai gabungan
antara seni dan ilmu dalam hal mengformulasikan, mengimplementasikan dan
mengevaluasi keputusan–keputusan lintas fungsi, yang memungkinkan suatu
organisasi untuk mencapai tujuannya di masa datang. Secara tidak langsung
definisi manajemen strategi yaitu menyatukan atau menggabungkan
manajemen pemasaran, keuangan, produksi, penelitian dan pengembangan
serta sistem informasi komputer untuk mencapai keberhasilan suatu organisasi
Gambar 2.1: Penjabaran dari Definisi Manajemen Strategis
Dari definisi-definisi di atas dapat diambil beberapa unsur manajemen
strategis, yaitu adanya sebuah keputusan, manajemen puncak, lingkungan
organisasi, hierarki organisasi, dan tujuan organisasi. Manajemen strategis
pada prinsipnya yaitu sebuah proses di mana informasi/data masa lalu,
kondisi saat ini dan ramalan atau proyeksi masa datang dari internal dan
eksternal organisasi publik/perusahaan publik mengalir melalui tahap-tahap
yang saling berkaitan ke arah pencapaian tujuan organisasi. Informasi/data
internal menyangkut operasional dan potensi/sumber daya yang ada,
sedangkan variabel eksternal yang diperhatikan dan dijadikan pertimbangan di
antaranya: perubahan lingkungan bisnis, gerakan yang dilakukan atau langkah
yang diambil oleh pesaing, perubahan selera konsumen, perkembangan
teknologi, isu-isu strategis di bidang pemerintahan, politik, lingkungan hidup,
dan sebagainya.
2.2 Implementasi Manajemen Strategi
Implementasi Strategi Sering disebut juga tahapan dari aktivitas manajemen
strategi. Dalam tahap mengimplementasikan strategi ini perusahaan
menetapkan tujuan atau sasaran perusahaan tahunan, menyusun kebijakan,
memotivasi para karyawan dan mengalokasikan sumber daya agar strategi
yang telah disusun bisa dijalankan. Implementasi strategi ini meliputi budaya
yang mendukungg pengembangan perusahaan, menyiapkan anggaran,
memanfaatkan system informasi, memotivasi sumber daya manusia supaya
mau menjalankan dan bekerja sebaik mungkin. Implementasi strategi
membutuhkan disiplin dan kinerja yang tinggi serta imbalan jasa yang
mencukupi. Strategi yang jelas dan pendukung yang matang mungkin tidak
akan bermanfaat, jika perusahaan gagal melaksanakannya dengan cermat.
Menurut Mckinsey Consuling Firm, strategi hanyalah satu dari tujuh unsur
yang ditunjukan oleh perusahaan yang dikelola dengan baik. Kerangka
keberhasian usaha 7-S dari Mckinsey. Tiga Unsur pertama strategy, struktur,
dan sistem dianggap sebagai “perangkat keras” keberhasilan. Empat unsur
selanjutnya gaya, staf, keterampilan, dan nilai bersama yaitu perangkat
lunaknya. Unsur lunak pertama, gaya, artinya perusahaan memiliki cara
berfikir dan bersikap sama. Sehingga semua karyawan McDonald tersenyum
pada pelanggan dan karyawan IBM sangat profesianal dalam hubungan
dengan pelanggan. Yang kedua, staf, artinya perusahaan telah memperkerjakan
orang yang cakap, melatih mereka dengan baik, dan menugaskan mereka pada
tugas yang sesuai. Yang ketiga, kemampuan, berarti semua karyawan
memiliki kemampuan untuk menjalani strategi perusahaan. Yang keempat,
nilai bersama, berarti semua karyawan memiliki nilai-nilai panduan yang
sama. Kala unsur „lunak” ini ada, perusahaan biasanya lebih berhasil dalam
pelaksanaan strategi.
Hitt, Ireland, dan Hokisson (2000), menekankan bahwa serangkaian tindakan
strategis yang disebut formulasi trategi dan implementasi strategis harus
disatukan dengan hati-hati jika perusahaan ingin mencapai daya saing strategis
dan menghasilkan pendapat diatas ratarata. Kesuksesan persainagan terjadi
ketika perusahaan memakai perangkat dan tindakan implementasi secara
konsisten dengan strategi-strategi level bisnis, level-level perusahaan, akuisisi,
internasional, dan kerjasama yang sebelumnya dipilih
Perusahaan strategi dan implementasi strategi harus sesuai dengan tujuan
strategis dan misi strategi. Tujuan strategis dan misi strategis disusun
berdasar informasi yang diperoleh dari analisisi lingkungan eksternal dan
lingkungan internal. Perusahaan mempelajari lingkungan eksternal dan internal
agar dapat mengidentifikasi peluang-peluang dan ancaman pasarnya dan
menentukan bagaimana memakai kompetensi-kompetensi intinya dalam
usaha mendapatkan dasil strategisnya yang diinginkan. Dengan pengetahuan
ini, perusahaan mebentuk tujuan-tujuan strategis, misi strategis mensertifikasi,
secara tertulis, produk-produk yang ingin diproduksi oleh perusahaan ini
dan pasar yang ingin dilayani ketikamendayagunakan sumber daya,
kapabilitas, dan kopentensi-kompetensinya. Penerapan atau implementasi
strategi mencakup (1) penguasaan perusahaan (corporate Governance), (2)
struktur dan kontrol organisasi (Organizationa structure and control) (3)
kepemimpinan strategis (strategic leadership), dan kewirausahaan dan inovasi
perusahaan (entrepreneurship & innovation) (Sri, 2015).
Implementasi Manajemen Strategi Dalam Menghadapi Era Globalisasi Saat ini
dunia bisnis menghadapi beberapa tantangan besar, jarak geografis, dan
budaya yang telah menyempit dengan munculnya pesawat udara, mesin fax,
sambungan telepon dan komputer global serta siaran televisi satelit, kemajuan-
kemajuan ini telah merangkul seluruh negara di dunia ke dalam satu ekonomi
global, Dalam ekonomi global, perusahaan harus menanggapi kecenderungan
pasar seraya tetap bertanggungjawab melindungi lingkungan. Mereka juga
harus memusatkan perhatian pada pelanggan jika mereka ingin berhasil di
pasar global.
Proses manajemen strategis membantu organisasi mengidentifikasi apa yang
ingin mereka capai, dan bagaimana seharusnya mereka mencapai hasil yang
bernilai, besarnya peranan manajemen strategis semakin banyak diakui pada
masa-masa ini dibanding masamasa sebelumnya. Oleh sebab itu, perlu
diuraikan strategi-strategi yang selayaknya dilakukan perusahaan-perusahaan
dalam menyongsong era globalisasi. Manajemen strategik dapat didefinisikan
sebagai gabungan antara seni dan ilmu dalam hal mengformulasikan,
mengimplementasikan dan mengevaluasi keputusan-keputusan lintas fungsi,
yang memungkinkan suatu organisasi untuk mencapai tujuannya di masa
datang. Secara tidak langsung definisi manajemen strategi yaitu menyatukan
atau menggabungkan manajemen pemasaran, keuangan, produksi, penelitian
dan pengembangan serta sistem informasi computer untuk mencapai
keberhasilan suatu organisasi.
2.3 Peran Penting Manajemen Strategi
Menurut Taufiqurokhman (2016) ada 8 (delapan) hal penting dalam
manajemen strategik, yaitu:
1. Pejabat Strategi.
Pejabat strategi yaitu personal yang paling bertanggungjawab atas
berhasil atau gagalnya suatu organisasi. Pejabat strategi bias
menyandang berbagi title jabatan seperti kepala eksekutif, presiden,
pemilik, ketua dewan pengurus, direktur eksekutif, ketua
penanggungjawab, ketua atau pengusaha.
2. Misi Perusahaan.
Misi perusahaan yaitu suatu pernyataan yang bertujuan
membedakan suatu bidang usaha dari perusahaan sejenisnya yang
lain. Suatu misi perusahaan didefinisikan dalam ruang lingkup
operasional perusahaan yang meliputi bidang produksi dan
pemasaran.
3. Peluang dan Ancaman Eksternal
Peluang dan ancaman eksternal meliputi bidangbidang ekonomi,
sosial, budaya, demografi, lingkungan politik, pemerintahan,
teknologi, dan perkembangan yang kompetitif yang secara signifikan
sangat memengaruhi organisasi pada masa yang akan datang.
4. Kekuatan dan Kelemahan Internal
Kekuatan dan kelemahan internal yaitu aktivitas organisasi yang
harus selalu dikendalikan untuk mengetahui kelebihan dan
kekurangannya. Mengidentifikasi dan mengevaluasi kekuatan dan
kelemahan organisasi di bidang fungsional atau bisnis yaitu
aktivitas manajemen strategi. Organisasi berusaha mengikuti strategi
Bab 2 Manajemen Strategi 19
mempergunakan kekuatan internal dan memperbaiki kelemahan
internal.
5. Tujuan Jangka Panjang
Tujuan jangka panjang dapat didefinisikan sebagai hasil spesifik di
mana sebuah organisasi merumuskan hal ini pada misi dasar
perusahaan. Jangka panjang diartikan lebih dari satu tahun. Tujuan
yaitu penting bagi suksesnya organisasi sebab mereka membantu
evaluasi, menciptakan sinergi, mengkoordinasikan secara fokus dan
menetapkan dasar untuk mengefektifkan perencanaan, organising,
motivasi, dan aktivitas kontroling. Tujuan yang dimaksud dalam arti
adanya tantangan bisa diukur konsisten, masuk akal dan jelas.
6. Strategi.
Strategi yaitu berarti bahwa tujuan jangka panjang akan bias
dicapai. Strategi bisnis mengandung unsur-unsur ekspansi geografis,
difersifikasi, akuisisi, pengembangan produk, penetrasi pasar,
likuidasi dan joint venture.
7. Tujuan Tahunan.
Tujuan tahunan yaitu tujuan jangka pendek di mana organisasi
harus mencapai hal ini untuk melangkah ke tujuan jangka
panjang. Seperti tujuan jangka panjang, tujuan tahunan dapat diukur
secara kuantitatif, realistis, konsisten dan prioritas. Tujuan tahunan
yaitu penting untuk implementasi strategi, sedang tujuan jangka
panjang yaitu penting dalam formulasi strategi.
8. Policy.
Policy yaitu suatu upaya agar tujuan tahunan bisa dicapai. Policy
meliputi: petunjukpetunjuk, aturan-aturan dan prosedur yang dibuat
untuk menunjang usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
2.4. Manajemen Strategi Menyongsong
Era Globalisasi
Secara umum, globalisasi didefinisikan sebagai semua proses yang mengarah
pada penyatuan seluruh warga dunia menajadi sebuah kelompok warga
global. Globalisasi merupakan suatu proses yang terbentuk dari tatanan, aturan,
atau sstem tertentu. Aturan ini di berlakukan bagi seluruh bangasa
didunia sehingga batas wilayah suatu negara semangkin bias dan luruh.
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (2008), globalisasi merupakan proses
masuk ke ruang lingkup dunia. Globalisasi yaitu proses tentang berbagai
peristiwa, keputusan, dan kegiatan dibelahan dunia yang lain. Menurut
Anthony Giddens, globalisasi merupakan suatu proses dalam kehidupan
sehari-hari yang membawa berbagai konsekuensi mobernitas dan mendorong
perubahan kehidipan warga dari tradisional menuju modern
Jadi dapat disimpulkan, globalisasi merupakan kecenderungan warga
untuk menyatu dengan dunia dalam berbagai bidang kehidupan.
Era globalisasi merupakan perubahan global yang melanda seluruh dunia.
Dampak yang terjadi sangatlah besar terhadap berbagai aspek kehidupan
manusia di semua lapisan warga . Baik di bidang ekonomi, sosial, politik,
teknologi, lingkungan, budaya, dan sebagainya. Hal ini disebabkan adanya
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan mengubah pola perilaku
konsumsi warga . Globalisasi merupakan sebuah konsep kebudayaan
yang menjadi wacana sentral dalam disiplin ilmu-ilmu sosial saat ini.
Globalisasi yaitu proses kebudayaan yang ditandai dengan adanya
kecenderungan wilayah-wilayah di dunia, baik geografis maupun fisik,
menjadi seragam dalam format sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Dalam
kehidupan sosial proses global telah menciptakan egalitarianisme, di bidang
budaya memicu munculnya “internationalization of culture”, di bidang
ekonomi menciptakan saling ketergantungan dalam proses produksi dan
pemasaran, dan di bidang politik menciptakan “liberalisasi”.
Dalam menyongsong era globalisasi maka strategi-strategi yang dapat
dilakukan:
1. Persaingan global dengan lini yang luas
Strategi ini diarahkan untuk bersaing di seluruh dunia dengan lini
produk industri yang lengkap dengan memanfaatkan sumber
keunggulan bersaing global guna mencapai diferensiasi atau posisi
biaya rendah secara keseluruhan. Penerapan strategi ini menuntut
tersedianya sumber daya yang besar dan cakupan waktu yang
panjang
2. Fokus global
Strategi ini membidik suatu segmen tertentu dari industri di mana
perusahaan bersaing di seluruh dunia. Segmen dipilih bila mana
rintangan terhadap persaingan dunia rendah dan posisi perusahaan
pada segmen ini dapat dilindungi dari serbuan pesaing global.
Hasil dari strategi ini yaitu biaya yang rendah akan terdiferensiasi
dalam segmennya
3. Fokus nasional
Strategi ini memanfaatkan perbedaan pasar nasional untuk
menciptakan pendekatan fokus pada suatu pasar nasional tertentu
yang memungkinkan perusahaan mengungguli perusahaan global.
Variasi dari strategi fokus ini bertujuan mencapai diferensiasi atau
biaya rendah dalam melayani kebutuhan khusus suatu pasar nasional,
atau segmensegmen di dalamnya yang paling dipengaruhi oleh
rintangan ekonomis terhadap persaingan dunia
4. Ceruk (celah) yang terlindung
Strategi ini mencari negara-negara di mana pemerintah menghalangi
pesaing-pesaing tingkat dunia dengan cara mengharuskan
pemakaian komponen lokal yang banyak pada satu produk,
mengenakan tarif yang tinggi dan sebagainya. Perusahaan
membangun strategi ini agar dapat menangani secara efektif pasar-
pasar tertentu yang mempunyai pembatasan seperti ini dan
memusatkan perhatian yang sangat besar pada pemerintah negara
tuan rumah guna memastikan bahwa perlindungan ini tetap
berlaku
5. Analisa lingkungan eksternal
Lingkungan eksternal perusahaan seringkali bersifat menantang dan
kompleks, perusahaan harus mengembangkan kemampuan yang
dibutuhkan untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman yang ada
dalam lingkungan eksternal mereka. Lingkungan eksternal ada dua
bagian yaitu lingkungan umum mencakup lima segmen: demografi,
ekonomi, politik hukum, sosial budaya dan teknologi. Bagian ke dua
yaitu lingkungan industri: faktor-faktor ancaman masuknya
peserta/pelaku baru, kekuatan Mengenal Manajemen Strategik posisi
pemasok, kekuatan posisi pembeli, ancaman produk pengganti dan
intensitas persaingan. Manajer harus mengerti posisi perusahaan
mereka, relatif terhadap pesaing, dalam hal dimensi strategi yang
penting. industri yaitu kelompok
perusahaan yang menghasilkan produk yang mirip atau merupakan
pengganti satu sama lain. Dalam hal persaingan, perusahaan ini
saling memengaruhi. Biasanya industri terdiri atas berbagai ragam
strategi bersaing yang digunakan perusahaan dalam mengejar daya
saing strategis dan profitabilitas tinggi. Di banding dengan
lingkungan umum, lingkungan industry memiliki efek yang lebih
langsung terhadap daya saing strategis dan profitabilitas. Intensitas
bersaing dalam industri dan potensi laba industry ini merupakan
fungsi lima kekuatan persaingan.
6. Analisis Lingkungan Internal
sebab perekonomian global, sumber keunggulan bersaing
tradisional, mencakup biaya, tenaga kerja, biaya modal dan bahan
baku menjadi tidak efektif secara relatif. Para manajer dievaluasi
dalam hal kemampuan mereka untuk mengidentifikasikan,
memelihara dan memakai kompetensi inti perusahaan mereka.
Baik lingkungan internal maupun eksternal memengaruhi usaha
perusahaan untuk mencapai daya saing strategi dan laba di atas rata-
rata. Akan tetapi dalam perekonomian global, mungkin kompetensi
inti, sifat lingkungan umum, industri dan bersaing, harus dipandang
sebagai dasar utama untuk perumusan dan penerapan strategi.
Seringkali, pesaing mempelajari bagaimana untuk meniru manfaat
strategi suatu perusahaan. Dengan demikian, setiap perusahaan
ditantang untuk memakai keunggulan bersaing yang dimiliki
saat ini sementara secara bersamaan juga memakai sumber daya,
kemampuan dan kompetensinya untuk mengembangkan keuntungan
yang relevan di masa depan. Sebagai hasil analisis dari lingkungan
internal dan eksternal perusahaan yaitu informasi yang dibutuhkan
untuk membentuk suatu strategi intent dan mengembangkan strategi
mission. (Hitt, Ireland, & Hoskisson, 1997). Strategi intent yaitu
pendayagunaan sumber daya internal, kemampuan serta kompetensi
inti perusahaan untuk melakukan apa yang semula dianggap sebagai
tujuan yang tidak dapat dicapai dalam lingkungan yang bersaing.
Strategi mission merupakan pernyataan tujuan 124 Mengenal
Manajemen Strategik unik perusahaan dan lingkup operasinya dalam
hal produk dan pemasaran.
7. Strategi Tingkat Bisnis
Strategi tingkat bisnis (business level strategy) menekankan tindakan
yang harus diambil untuk menyediakan nilai bagi konsumen dan
mendapatkan keunggulan bersaing melalui pendayagunaan
kompetensi inti dalam pasar suatu produk tertentu. Kompetensi inti
merupakan sumber daya dan kemampuan yang telah ditentukan
sebagai sumber keunggulan bersaing bagi perusahaan terhadap
pesaingnya. Strategi tingkat bisnis, yang merupakan tindakan
terkoordinasi dalam pasar produk tertentu. Keunggulan biaya,
pembedaan, biaya rendah terfokus, pembedaan terfokus dan biaya
rendah/pembedaan terintegrasi merupakan lima strategi yang harus
dilakukan . Strategi keunggulan
biaya mengharuskan perusahaan menyediakan produk yang dapat
diterima konsumen pada harga serendah mungkin yang tetap
bersaing. Strategi pembedaan mengharuskan perusahaan
menyediakan produk yang dianggap konsumen sebagai satu yang
unik sehingga penting bagi mereka. Strategi terfokus mengharuskan
perusahaan melakukan spesialisasi yaitu menyediakan pelayanan
yang lebih untuk merampingkan segmen pasar melalui pembedaan
atau keunggulan biaya. Dengan strategi biaya rendah/pembedaan
terintegrasi, perusahaan bermaksud untuk menyediakan produk
secara terdiferensiasi yang dihargai konsumen, dengan biaya rendah.
8. Strategi Tingkat Perusahaan
Strategi tingkat perusahaan (corporate level strategy) yaitu tindakan
yang diambil untuk mendapatkan keunggulan bersaing melalui
pemilihan dan pengolahan sejumlah bisnis/usaha yang bersaing
dalam beberapa industri atau pasar produk. Strategi tingkat
perusahaan berhubungan dengan dua pertanyaan: usaha apa yang
harus dipilih perusahaan dan bagaimana perusahaan harus mengolah
seluruh usahanya
9. Strategi Akuisisi dan Restrukturisasi Akuisisi yaitu transaksi di
mana seluruh perusahaan membeli pengendalian atau 100%
kepemilikan perusahaan lain agar bisa lebih efektif memakai
kompetensi intinya dengan menjadikan perusahaan yang diakuisisi
sebagai perusahaan yang mendukung portfolio bisnisnya. Akuisisi
merupakan strategi yang populer selam beberapa tahun, tetapi akhir-
akhir ini jumlah dan ukuran akuisisi meningkat pesat melakukan
akuisisi. Di antaranya yaitu membangun kekuatan pasar, mengatasi
hambatan masuk, menghindari biaya yang berkaitan dengan
pengembangan produk baru dan pemasarannya, mempercepat
kepemilikan perusahaan baru, mengurangi risiko memasuki bisnis
baru, mendisfersifikasi perusahaan dengan lebih mudah dan
menghindari tekanan persaingan, sering dari perusahaan asing.
Akuisisi juga menimbulkan masalah bagi perusahaan yang
mengakuisisi. Sering sulit mencapai integrasi yang efektif antara
perusahaan yang mengakuisisi dan yang diakuisisi. Restrukturisasi
yaitu perubahan komposisi bisnis perusahaan dan atau struktur
keuangan. Restrukturisasi menjadi tindakan strategi yang umum dan
penting. Sering restrukturisasi ini dilakukan untuk merampingkan
perusahaan. Pendekatan ini mensyaratkan pemutusan hubungan kerja
dan juga mengurangi jumlah jenjang hirarki organisasi. Meskipun hal
ini mengurangi pengendalian perilaku formal, masalahnya tetap
problematis sebab korporasi tidak mempunyai hak menahan
karyawan yang ingin keluar. sebab itu perusahaan mungkin
kehilangan banyak karyawan yang berprestasi. Pendekatan
restrukturisasi lain yaitu downscoping, yaitu pelepasan pengecilan
atau penghapusan bisnis yang tidak berkaitan dengan bisnis utama
perusahaan. Bentuk populer lain dari restrukturisasi lain yaitu
Leverage Buy Out (LBO). Dalam LBO manajemen atau pihak
eksternal membeli 100% saham perusahaan, yang sebagian besar
dibiayai dengan hutang dan menjadikannya perusahaan pribadi.
10. Strategi Internasional
Strategi internasional berhubungan dengan penjualan produk kepada
pasar diluar pasar domestik perusahaan. Strategi internasional
biasanya berusaha memanfaatkan empat peluang penting: potensi
peningkatan ukuran pasar, peluang pengembalian investai yang besar,
skala ekonomis dan pengetahuan dan potensi keunggulan lokasi.
11. Kepemimpinan Strategi
Kepemimpinan strategis efektif diperlukan untuk merumuskan dan
menerapkan strategi dengan sukses. Kepemimpinan strategis
mencakup kemampuan untuk mengantisipasi, memiliki visi dan
mempertahankan fleksibilitas, memberi wewenang kepada orang-
orang lain dalam menciptakan perubahan strategis. Tim manajemen
puncak Mengenal Manajemen Strategik terdiri dari manajer kunci
yang merumuskan dan menerapkan strategi perusahaan. Umumnya
manajer yaitu pejabat korporasi dan atau anggota dalam dewan
direktur. Manajer menentukan arah strategis perubahan dan dengan
demikian memengaruhi daya saing strategis dan kemampuannya
memperoleh keuntungan di atas rata-rata. Kepemimpinan strategis
mencakup penentuan arah strategis, pemanfaatan dan pemeliharaan
kompetensi inti, pengembangan modal manusia, pemeliharaan
budaya korporat yang efektif, penekanan praktik–praktik etis, dan
pembangunan pengendalian strategis
3.1 Transaksi Online Pertama
Belanja online ditemukan dan dirintis pada tahun 1979 oleh Michael Aldrich
di Inggris. Dia menghubungkan televisi domestik yang dimodifikasi melalui
saluran telepon ke komputer pemrosesan transaksi multi-pengguna waktu-
nyata. Sistem ini dipasarkan mulai tahun 1980 dan menawarkan sistem bisnis-
ke-bisnis yang dijual di Inggris, Irlandia, dan Spanyol. Salah satu pengalaman
belanja konsumen yang paling awal yaitu Book Stacks Unlimited, toko buku
online yang dibuat oleh Charles M. Stack pada tahun 1992. Toko Stack
dimulai sebagai papan buletin dial-up dua tahun sebelum Amazon didirikan
oleh Jeff Bezos. Pada tahun 1994, Book Stacks Unlimited pindah ke Internet
sebagai Books.com dan akhirnya diakuisisi oleh Barnes & Noble.
Transaksi online pertama yaitu , oleh beberapa laporan, ganja dijual oleh
siswa Stanford kepada siswa MIT melalui akun Arpanet di laboratorium
kecerdasan buatan mereka pada tahun 1972. Namun, transaksi belanja online
pertama di Internet berlangsung sekitar 22 tahun kemudian. Dengan tajuk "The
Internet is Open", edisi 12 Agustus 1994, New York Times mencatat
penjualan antara dua teman dari CD Sting. The Times mengatakan, "Tim
wirausahawan dunia maya muda merayakan apa yang tampaknya merupakan
transaksi ritel pertama di Internet memakai versi perangkat lunak enkripsi
data kuat yang tersedia yang dirancang untuk menjamin privasi."
Pada 1990 Tim Berners Lee, bersama dengan temannya Robert Cailliau,
menerbitkan proposal untuk membangun "proyek Hypertext" yang disebut,
"WorldWideWeb." Inspirasi untuk proyek ini dimodelkan setelah pembaca
Dynatex SGML dilisensikan oleh CERN. Pada tahun yang sama, Lee,
memakai NeXTcomputer menciptakan server web pertama dan menulis
browser web pertama. Tak lama kemudian, ia melanjutkan debut web pada
Agustus. 6, 1991 sebagai layanan yang tersedia untuk umum di Internet.
Ketika Berner's Lee memutuskan dia akan mengambil tugas mengawinkan
hypertext ke Internet, dalam melakukan hal itu, proses membawanya ke
pengembangan URL, HTML dan HTTP.
Ketika National Science Foundation mencabut pembatasan pemakaian
komersial NET pada tahun 1991, Internet dan belanja online melihat
pertumbuhan yang luar biasa. Pada bulan September 1995, NSF mulai
memungut biaya untuk mendaftarkan nama domain. 120.000 nama domain
terdaftar hadir pada waktu itu dan dalam 3 tahun jumlah itu bertambah menjadi
lebih dari 2 juta. Pada saat ini, peran NSF di Internet berakhir dan banyak
pengawasan bergeser ke sektor komersial. “Selama ratusan tahun pasar telah
tumbuh lebih kompleks dan lebih membingungkan bagi konsumen untuk
bernavigasi. Diterbitkan pada tahun 1992, jauh sebelum Internet menjadi kata
yang populer. Future Shop berpendapat bahwa teknologi informasi baru,
dikombinasikan dengan kebijakan publik yang inovatif, dapat membantu
konsumen mengatasi kebingungan itu. Sebuah manifesto masa kini dari
revolusi yang akan datang dalam e-commerce, visi Future Shop tentang
pemberdayaan konsumen masih bergema hingga hari ini. "
Sejak awal, ada banyak keraguan dan kekhawatiran dengan belanja online
tetapi pengembangan protokol keamanan-Secure Socket Layers (SSL)-
sertifikat enkripsi oleh Netscape pada tahun 1994 memberikan cara yang aman
untuk mengirimkan data melalui Internet. Peramban web dapat memeriksa dan
mengidentifikasi apakah suatu situs memiliki sertifikat SSL terotentikasi dan
berdasar itu, dapat menentukan apakah suatu situs dapat dipercaya atau
tidak.
Sekarang, protokol enkripsi SSL yaitu bagian penting dari keamanan web
dan versi 3.0 telah menjadi standar untuk sebagian besar server web saat ini.
Pasar, Pembayaran, dan Seluler, Pertengahan ‘90an untuk Hadir.
Dari pertengahan tahun sembilan puluhan ada kemajuan besar dalam
pemakaian komersial Internet. Salah satu situs e-commerce pertama yaitu
Amazon yang diluncurkan pada 1995 sebagai toko buku online dan telah
berkembang menjadi pengecer online terbesar di dunia. Toko buku bata-dan-
mortir terbatas pada sekitar 200.000 judul dan Amazon, menjadi toko online
saja, tanpa batasan fisik mampu menawarkan lebih banyak produk secara
eksponensial kepada pembelanja. Rentang Amazon sekarang mencakup tidak
hanya buku tetapi juga unduhan musik dan video, elektronik, pakaian, furnitur,
makanan, dan mainan. Amazon yaitu salah satu pengecer online pertama
yang menambahkan ulasan pengguna dengan skala penilaian untuk produk.
Ulasan pelanggan sekarang dianggap sebagai taktik media sosial paling efektif
untuk mendorong penjualan.
Kisah sukses pasar e-commerce lainnya termasuk Ebay, sebuah situs lelang
online yang memulai debutnya pada tahun 1995 dan Etsy, yang diluncurkan
pada tahun 2005 dan pada Q2 2018 melihat total penjualan barang dagangan
bruto $ 901,7 juta secara global. Akhir 1990-an juga melihat opsi platform e-
niaga baru untuk pedagang. Produk e-commerce berbasis katalog pertama
Miva diluncurkan pada tahun 1997, mencapai distribusi luas pada akhir 1990-
an.
Pada tahun 2005, Amazon mengumumkan pembuatan Amazon Prime,
keanggotaan yang menawarkan pengiriman dua hari gratis di Amerika Serikat
yang berdekatan pada semua pembelian yang memenuhi syarat dengan biaya
tahunan yang tetap. Keanggotaan dengan cepat menjadi populer, memberi
tekanan pada pedagang lain untuk menawarkan opsi pengiriman cepat dan
murah. Pada 2016, Stamps.com mengakuisisi ShippingEasy sebesar $ 50 juta,
setelah sebelumnya membeli ShipStation dan ShipWorks pada 2014.
3.2 Timeline E-commerce
3.2.1 1960-1982
1. Membuka jalan bagi perdagangan listrik yaitu pengembangan
Electronic Data Interchange (EDI). EDI menggantikan pengiriman
surat dan faks tradisional dengan transfer data digital dari satu
komputer ke komputer lainnya.
2. Mitra dagang dapat mentransfer pesanan, faktur, dan transaksi bisnis
lainnya memakai format data yang memenuhi ANSI ASC X12,
seperangkat standar utama di Amerika Utara.
3. Setelah pesanan dikirim, itu kemudian diperiksa oleh VAN (Jaringan
Nilai Tambah) dan akhirnya diarahkan ke sistem pemrosesan pesanan
penerima. EDI memungkinkan transfer data dengan mulus tanpa
campur tangan manusia.
4. Michael Aldrich, seorang penemu, inovator dan wirausahawan
Inggris dikreditkan dengan mengembangkan pendahulunya untuk
belanja online. Gagasan itu muncul saat berjalan-jalan dengan istri
dan Labrador ketika Aldrich menyesali ekspedisi belanja supermarket
mingguan mereka. Pembicaraan ini memunculkan ide untuk
menghubungkan televisi ke supermarket mereka untuk mengantarkan
bahan makanan. Segera setelah diskusi, Aldrich dengan cepat
merencanakan dan mengimplementasikan idenya.
5. Pada tahun 1979 Aldrich menghubungkan satu set televisi ke
komputer pemrosesan transaksi dengan saluran telepon dan
menciptakan apa yang ia ciptakan, "teleshopping," yang berarti
belanja jarak jauh.
3.2.2 1982-1990
1. Jelas dari awal bahwa belanja online B2B akan menguntungkan
secara komersial tetapi B2C tidak akan berhasil sampai pemakaian
PC dan World Wide Web yang kemudian menyebar luas, juga
dikenal sebagai, Internet. Pada tahun 1982, Perancis meluncurkan
prekursor ke Internet yang disebut, Minitel.
2. Layanan online memakai mesin terminal Videotex yang diakses
melalui saluran telepon. Minitel gratis untuk pelanggan telepon dan
menghubungkan jutaan pengguna ke jaringan komputer.
3. Pada tahun 1999, lebih dari 9 juta terminal Minitel telah
didistribusikan dan menghubungkan sekitar 25 juta pengguna dalam
jaringan mesin yang saling berhubungan ini. Sistem Minitel
memuncak pada tahun 1991 dan perlahan-lahan menemui
kehancurannya setelah keberhasilan Internet 3 tahun kemudian.
Akhirnya, pada 2011, France Telecom mengumumkan penutupan
sistem layanan Minitel. Sayangnya, itu tidak menjadi seperti yang
diharapkan, Internet.
3.3 Pembayaran Online Berkembang
Perusahaan e-commerce global, PayPal, memulai layanannya pada tahun 1998
dan saat ini beroperasi di 202 pasar. Perusahaan yaitu bank yang diakuisisi
yang melakukan pemrosesan pembayaran untuk vendor online, situs lelang,
dan pengguna komersial lainnya. Mereka memungkinkan pelanggan mereka
untuk mengirim, menerima, dan menyimpan dana dalam 24 mata uang di
seluruh dunia. Saat ini, PayPal mengelola lebih dari 244 juta akun, lebih dari
100 juta di antaranya aktif. Ketika semakin banyak orang mulai melakukan
bisnis online, kebutuhan akan komunikasi dan transaksi yang aman menjadi
jelas. Pada tahun 2004, Dewan Standar Keamanan Industri Kartu Pembayaran
(PCI) dibentuk untuk memastikan bisnis memenuhi kepatuhan dengan
berbagai persyaratan keamanan.
Organisasi ini dibuat untuk pengembangan, peningkatan, penyimpanan,
penyebaran dan penerapan standar keamanan untuk perlindungan data akun.
Pada 2010, platform pembayaran Square memungkinkan usaha kecil
menerima kartu debit dan kredit pada perangkat seluler. Pada Q4 2017,
volume pembayaran kotor Square yaitu $ 17,9 miliar.
3.4 Perluasan E-Commerce Pada
Perangkat Seluler
Pada tahun 2001, Amazon.com meluncurkan situs perdagangan mobile
pertamanya. Perdagangan seluler memperoleh kecepatan selama dua dekade
berikutnya, sebab semakin banyak pengguna membeli dari telapak tangan
mereka. Lebih dari sepertiga A.S. penjualan e-commerce dilakukan pada
perangkat seluler pada tahun 2017, menurut eMarketer Inc. Perusahaan riset
itu memperkirakan penjualan ponsel akan meningkat sepertiga pada 2018-
mencapai lebih dari $ 200 miliar-dan memperkirakan bahwa pada 2020
penjualan ponsel akan mencapai 50%. Baik konsumen dan pembeli bisnis
beralih ke perangkat seluler untuk penelitian produk dan kupon, dengan
keterlibatan melalui media sosial menjadi semakin populer. Sementara
pembeli bisnis mengharapkan fitur konsumen seperti desain responsif yang
bergerak dari desktop ke laptop ke tablet ke ponsel dengan fitur yang
konsisten, pembeli B2B menuntut fokus yang lebih kuat untuk menemukan
detail produk, harga, dan membantu dengan cepat.
4.1 E-Bisnis
Begitu banyak definisi tentang e-business yang terdapat dalam literatur dan
internet. Berikut ini yaitu beberapa di antaranya:
1. E-business yaitu praktek pelaksanaan dan pengelolaan proses bisnis
utama seperti perancangan produk, pengelolaan pasokan bahan baku,
manufaktur, penjualan, pemenuhan pesanan, dan penyediaan servis
melalui pemakaian teknologi komunikasi, komputer, dan data yang
telah terkomputerisasi
2. E-business meliputi semua hal yang harus dilakukan memakai
teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk melakukan kegiatan
bisnis antar organisasi maupun dari organisasi ke konsumen
3. pemakaian internet dan teknologi digital lainnya untuk komunikasi,
koordinasi, dan manajemen organisasi
4. E-business yaitu mengenai pemakaian teknologi internet untuk
melakukan transformasi proses bisnis yang dilakukan. Bentuk e-
business yang paling mudah terlihat yaitu pembelian barang secara
online baik retail maupun grosir (Shurety, 1999).
5. Definisi e-business menurut IBM yaitu sebuah pendekatan yang
aman, fleksibel, dan terintegrasi untuk memberikan nilai bisnis yang
berbeda dengan mengkombinasikan system dan proses yang
menjalankan operasi bisnis utama dengan pemanfaatan teknologi
internet (Stoole, 2000).
Dengan kata lain, e-business merupakan aktivitas dalam menjalin relasi
dengan konsumen dan pertukaran data dalam satu perusahaan dengan
memanfaatkan jaringan internet. E-business bisa juga disebut sebagai
perluasan e-commerce, sebab di dalamnya tidak hanya melakukan pembelian
dan pembayaran barang, tetapi juga pelayanan konsumen, sehingga dapat
diartikan juga sebagai kolaborasi dengan konsumen dengan memakai
elektronik sebagai alat transaksinya.
4.2 Content dan Manfaat E-Bisnis
Berikut content pada E-business di perusahaan yang berbisnis memakai
digital sebagai ujung tombak sebagai berikut:
1. Customer Relationship Management (CRM)
Sistem kustomisasi real time yang memanajemen kustomer dan
melakukan personalisasi produk dan servis berdasar keinginan
customer atau menyangkut hubungan antara perusahaan dengan
konsumen yang meliputi: Sales, pemasaran, data-data penjualan dan
pelayanan, anggapan dari konsumen.
2. Enterprise Resource Planning (ERP)
Sistem informasi pendukung e-business, yang menyediakan berbagai
macam kebutuhan perusahaan seperti supply chain, CRM, marketing,
warehouse, shipping, dan payment, serta mampu melakukan
otomatisasi proses bisnis atau menyangkut hubungan dalam-internal
perusahaan ini , yang meliputi: Production planning, integrated
logistics, Accounting and Finance, Human Resource, Sales and
distribution, order management.
3. Enterprise Aplication Program (EAI)
Merupakan konsep integrasi berbagai proses bisnis dengan
memperbolehkan mereka saling bertukar data berbasis message. EAI
berfungsi sebagai penghubung ERP dengan SCM atau ERP dengan
CRM.
4. Supply Chain Management (SCM)
Manajemen rantai supply secara otomatis terkomputerisasi. SCM
menyangkut hubungan antara perusahaan dengan supplier.
Adapun manfaat dari implementasi pada sebuah e-business yaitu sebagai
berikut:
1. Meningkatkan kinerja operasional perusahaan.
2. Meningkatkan peluang akses ke pasar, pemasok dan pendanaan yang
sangat luas.
3. Meningkatkan efisiensi perusahaan.
4. Mempermudah pengelolaan asset perusahaan.
5. Meningkatkan kualitas layanan terhadap pelanggan.
6. Meningkatkan komunikasi seluruh stakeholders.
7. Mengatasi kesenjangan digital.
8. Media mempromosikan kompetensi perusahaan.
9. Memperlancar transaksi bisnis.
10. Sarana penyebaran informasi secara luas.
4.3 Model Bisnis Lazada vs Tokopedia
Beberapa perusahaan e-commerce yang hadir di Indonesia, sama-sama
menampilkan produk dagangan di website mereka. Namun, tahukah Anda
bahwa terdapat bisnis model yang berbeda dari perusahaan e-commerce
ini . Sebut saja Lazada, perusahaan ini menawarkan produk yang dijual
secara retail online atau Business To Consumer (B2C), dengan memiliki
gudang barang sendiri. Sedangkan untuk bisnis model Consumer to Consumer
36 Strategi Bisnis E-commerce
(C2C), perusahaan e-commerce hanya menyediakan platform atau sebagai
jembatan bertemunya penjual dan pembeli dalam satu platform.
C2C konsep yang diusung beberapa perusahaan e-commerce seperti
Tokopedia dan Bukalapak. Baik B2C maupun C2C, masing-masing e-
commerce ini tentu memiliki kelebihan serta layanan unggulan yang
ditawarkan oleh perusahaan Sebastian Sieber, Chief Marketing Officer (CMO)
Lazada mengatakan, kelebihan B2C ialah perusahaan memiliki kontrol yang
kuat terhadap barang yang akan dijual hingga menyediakan layanan
pengiriman sendiri. Apabila terjadi hal-hal yang tidak diharapkan pada saat
transaksi, misalnya kesalahan dalam pengiriman barang, maka perusahaan
bertanggungjawab untuk me-replace barang ini . Seperti yang terjadi pada
akhir Juni lalu, seorang pelanggan kedapatan mendapatkan salah satu merk
sabun, padahal ia memesan iPhone 6 Plus di Lazada. Lazada menyampaikan
bahwa hal itu merupakan kesalahan individu atau human error pada
operasional rantai suplai. "Kami bertanggungjawab, kami melindungi
konsumen dengan mengganti produk ini ," kata Sebastian. Lazada juga
memiliki layanan marketplace, yang memungkinkan pengguna untuk
berjualan melalui platform Lazada, tentunya dengan menyertakan identitas
secara jelas untuk keamanan konsumen. Lazada Indonesia mengakui bila
beberapa barang memang didatangkan dari negara luar, misalnya China.
Meskipun barang impor, perusahaan memastikan bahwa pelanggan tidak akan
terkena biaya tambahan yang membebani pihak konsumen.
4.4 Aplikasi di dalam E-Business
Evolusi warga informasi sering dibandingkan dengan Revolusi Industri
dalam hal konsekuensinya. pemakaian teknologi informasi dan komunikasi
memberikan kesempatan untuk memperluas kemampuan individu dan
organisasi untuk bertindak, untuk memperkuat kontak lintas batas, dan untuk
mengembangkan warga terbuka dengan orisinalitas dan variasi budaya.
sebab perubahan teknologi dan perkembangan ekonomi, faktor informasi
menjadi lebih signifikan daripada faktor produksi. Banyak perusahaan dan
organisasi telah memindahkan proses bisnis mereka ke Web dan mewujudkan
hubungan pelanggan dengan bantuan sarana elektronik informasi dan
komunikasi, yang mengarah ke bisnis elektronik jangka.
Bab 4 E-Commerce & E-Bisnis 37
E-business berarti memulai, mengatur, dan menjalankan proses bisnis
elektronik; dengan kata lain, bertukar layanan dengan bantuan jaringan
komunikasi publik atau pribadi, termasuk Internet, untuk mencapai nilai
tambah baik di dalam perusahaan (bisnis), lembaga publik (administrasi), serta
orang-orang (konsumen) dapat menjadi penyedia layanan dan konsumen
layanan. Yang penting yaitu hubungan e-business menghasilkan nilai
tambah, yang dapat berbentuk kontribusi moneter.
4.4.1 Faktor yang Mendorong Berkembangnya E-Business
Tuntutan customer dewasa ini akan pelayanan yang lebih baik dalam proses,
kinerja dan harga telah mendorong e-business dalam meningkatkan transaksi
pembelian dan penjualan.
Garret dan Parrot (2005) menyebutkan ada 10 (sepuluh) trend utama yang
mendorong e-business, yaitu:
1. Kebutuhan akan kecepatan.
2. Keinginan untuk melayani diri sendiri (self service).
3. Kebutuhan akan nilai terbaik.
4. Keinginan untuk peningkatan proses visibilitas.
5. Kebutuhan customer servis yang sempurna.
6. Fokus pada arsitektur usaha terpadu.
7. Keinginan untuk aplikasi wireless.
8. Kebutuhan akan pemusatan infrastruktur.
9. Fokus pada kemitraan dan outsorcing.
10. Keinginan untuk distribusi virtual.
Saat ini telah berkembang banyak software yang mendukung e-business dalam
membantu mengelola perusahaan. Secara garis besar sistem pengelolaan e-
business perusahaan terdiri dari Enterprise Business System dan Functional
Business System.
4.4.2 Enterprise Business System
Enterprise business system terdiri dari Customer Relationship Management
(CRM), Supply Chain Management (SCM), Enterprise Resource Planning
(ERP), Enterprise Collaboration Systems (ECS), Enterprise Application
Integration (EAI) dan Transaction Processing System (TPS). Arsitektur
38 Strategi Bisnis E-commerce
aplikasi perusahaan menggambarkan hubungan internal dari aplikasi major
cross-functional perusahaan yang saat ini sudah banyak diterapkan di
perusahaa-perusahaan.
1. Customer Relationship Management (CRM)
Tujuan utama dari CRM yaitu untuk lebih mengenal dan mengerti setiap
konsumen sehingga dapat diketahui tindakan/perlakuan apa yang perlu
diberikan untuk dapat lebih meningkatkan royalitas konsumen dan keuntungan
perusahaan. CRM menjadi sangat penting sebab berhubungan langsung
dengan konsumen untuk mendapatkan dana dari kegiatan penjualan baik
barang maupun jasa. Saat ini konsumen dapat dengan sangat mudah untuk
mencari informasi perusahaan lain dalam industri yang sama dan berpindah ke
pesaing. Sehingga CRM tidak hanya bagaimana perusahaan mendapatkan
pelanggan baru, tetapi lebih kepada bagaimana meningkatkan kepuasan
pelanggan dan mempertahankannya. Keunggulan dalam CRM merupakan
keunggulan kompetitif bagi suatu perusahaan. CRM yaitu pendekatan
terintegrasi dalam mengelola hubungan konsumen melalui kombinasi tiga
komponen pent


0 Komentar