ing, yaitu manusia, proses dan teknologi.
Menurut O’Brien (2002) CRM merupakan kegiatan untuk mengelola seluruh
hubungan konsumen yang melibatkan dua tujuan terkait, yaitu:
a. Untuk menyediakan organisasi dan karyawan yang berhubungan
langsung dengan konsumen sebuah pandangan yang lengkap dari
setiap konsumen pada setiap poin penting meliputi semua saluran
(channel),
b. Untuk menyediakan konsumen sebuah pandangan yang lengkap
mengenai perusahaan dan saluran yang diperluas.
c. Sedangkan tiga fase hubungan antara bisnis dan konsumen yaitu
sebagai berikut yaitu:
d. Acquire (memperoleh konsumen), bisnis tergantung kepada software
dan database untuk membantu memperoleh konsumen baru dengan
melakukan pengelolaan kontak, prospek penjualan, penjualan,
pemasaran langsung dan pemenuhan permintaan.
e. Enhance (meningkatkan konsumen), software CRM membantu
menjaga konsumen selalu senang melalui dukungan pelayanan yang
sangat responsif, tim penjualan dan pelayanan khusus dengan rekan
bisnis yang terhubung.
f. Retain (mempertahankan konsumen), software CRM membantu
perusahaan secara proaktif mengidentifikasi dan memberikan kepada
konsumen yang loyal dan menguntungkan untuk dipertahankan serta
memperluas bisnis perusahaan melalui targeted marketing dan
relationship marketing programs.
Contoh penerapan CRM di indonesia yaitu apa yang telah dilakukan oleh PT
Nutrifood Indonesia, perusahaan yang dikenal dengan produknya, antara lain
NutriSari dan Tropicana Slim yang memakai software Microsoft CRM.
Dengan software ini PT. Nutrifood Indonesia semakin efektif merespon
keluhan pelanggan sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan dan
meningkatkan penjualan. Pada mulanya selama bertahun-tahun CRM
dilakukan secara manual, yaitu dengan cara keluhan yang disampaikan yang
umumnya melalui telpon dicatat di atas kertas oleh petugas, baru kemudian
dimasukkan ke database untuk ditindaklanjuti. Penanganan keluhan seperti ini
memiliki kelemahan sebab tergantung ketelitian karyawan dalam mencatat
dan mengirimkan pesan keluhan kepada brand managerdan unit lainnya Saat
ini dengan aplikasi Microsoft CRM, begitu customer selesai telepon ke
customer call center Nutrifood, e-mail pemberitahuan dan alur kerja
(workflow) penyelesaian keluhan berjalan secara otomatis, sehingga semua
orang yang terkait di Nutrifood langsung tahu.
Proses kerja makin efisien dan bisa lebih baik mendeteksi dan menanggapi
masalah yang ada. Selain otomatisasi dan efisiensi penanganan keluhan,
manfaat lain didapat yaitu kecepatan dalam proses pencarian data pelanggan
dari database. Sebagai contoh, jika sebelumnya perlu waktu sekitar dua jam
untuk mencari nama-nama konsumen yang akan dikirimi majalah internal, kini
hanya memakan waktu 15 menit. Selain itu, dulu untuk memenuhi permintaan
bagian riset di lapangan mengenai list candidate for research perlu waktu
sampai dua jam, sekarang hanya memakan waktu sekitar 10 menit. Kehadiran
Microsoft CRM, bukan hanya digunakan untuk penanganan keluhan saja,
melainkan dapat digunakan oleh bagian marketing dan promosi untuk
mengembangkan dan mengeksekusi berbagai strategi marketing. Sehingga
nantinya akan terintegrasi marketing communications dengan CRM.
Ujungnya, pelanggan pun makin menjadi raja yang puas, dan penjualan bisa
meningkat.
2. Supply Chain Management (SCM)
SCM yaitu sistem lintas fungsi dalam perusahaan yang memakai
teknologi informasi untuk membantu dalam mendukung dan mengelola
hubungan antara beberapa proses kunci bisnis perusahaan dengan pemasok,
konsumen dan rekan bisnis. Tujuan CRM yaitu untuk menciptakan
kecepatan, efisiensi dan jaringan yang murah dari hubungan bisnis, atau rantai
pasokan untuk mendapatkan produk dari konsep ke pasar. (O’Brien, 2002)
Menurut Heizer dan Rander (2004) dalam Siagian (2005) SCM merupakan
kegiatan pengelolaan kegiatan-kegiatan dalam rangka memperoleh bahan
mentah menjadi barang dalam proses atau barang setengah jadi dan barang jadi
kemudian mengirimkan barang ini ke konsumen melalui proses
distribusi.
Contoh penerapan SCM di Indonesia yaitu penerapan SCM pada PT Frisian
Flag Indonesia (FFI). FFI memulai operasinya di Indonesia tahun 1971,
memproduksi dan memasarkan produk berbagai jenis susu, mulai dari susu
bubuk, susu cair siap minum, hingga susu kental manis sebagai produk
andalannya. FFI merupakan bagian dari Grup Royal Friesland Foods
(sebelumnya Friesland Coberco Dairy Foods) yang berkantor pusat di
Belanda. Tujuh-delapan tahun lalu sistem inti yang digunakan FFI untuk
menopang proses bisnis (termasuk produksi) di perusahaan susu masih bersifat
semiotomatis, dengan mengimplementasi Prism sebagai sistem back office.
Sistem ini dipakai untuk penjadwalan produksi ataupun purchasing order.
Akan tetapi FFI tidak mengimplementasi modul Material Resources Planning
(MRP), sehingga monitoring pengadaan barang mesti dicek langsung oleh user
ke sistem. Setelah itu, user dari bagian pengadaan memutuskan kapan
pengadaan bahan mentahnya harus dilakukan. Sementara itu, untuk keperluan
logistik hingga transportasi ditambahkan submodul tersendiri ke dalam Prism.
Untuk memperoleh pelaporan, semua data harus dipindahkan ke aplikasi
keuangan yang dipakai FFI.
Untuk menggabungkan laporan dan sejumlah simulasi yang dianggap penting
(seperti manajemen akuntansi), harus dikonversi ke format spreadsheet.
Sementara sistem yang ada cenderung untuk melakukan pencatatan,
ketimbang proses pengolahan yang lebih kompleks. Akibat belum
terintegrasinya sistem secara otomatis ini , beragam persoalan pun
muncul. Mulai dari pengadaan, produksi hingga pengiriman dan penjualan
produk. Sharing informasi tidak berjalan mulus dan perencanaan kolaboratif
pun terhambat. Padahal, masalah kecepatan dan ketepatan data dalam
informasi yang hendak disajikan merupakan sesuatu yang sangat penting.
Tanpa sistem yang terintegrasi dan otomatis, penyajian informasi berjalan
lambat.
Begitu pula penyusunan laporan dan simulasi prediksi untuk jangka waktu
tertentu tidak mudah dilakukan. Hal ini disebabkan semua data harus di-
download, kemudian diolah dengan program lain yang digunakan oleh bagian
yang bersangkutan. Untuk mengatasi masalah yang muncul FFI berinisiatif
untuk mengaplikasi electronic-Supply Chain Management (e-SCM) yang
berjalan paralel dengan ERP. “Tahap awal penerapan e-SCM di FFI
diparalelkan dengan penerapan ERP. Tujuannya untuk mendapatkan beberapa
keuntungan pada saat yang bersamaan. Pembenahan dan modernisasi sistem di
FFI mulai dilakukan pada 2003, sejalan dengan penggabungan (merger) ketiga
unit usaha yakni FFI, Foremost Indonesia, dan Tesori Mulia. FFI melakukan
konsolidasi aplikasi bisnis yang digunakan dan infrastrukturnya, mulai dari
server, jaringan, fasilitas e-mail dan infrastruktur TI lainnya. Tim TI juga
membentuk unit help-desk untuk melayani user dengan memakai aplikasi
yang dibangun sendiri.
Selain itu dilakukan pula pengembangan dan penerapan sistem secondary
salesberbasis Web untuk sekitar 150 distributor yang tersebar di seluruh
Indonesia. Aplikasi itu untuk mendukung aktivitas distributor dalam
melakukan transaksi penjualan pada pelanggan mereka. Selain itu digunakan
aplikasi Business Analyzer berbasis Oracle untuk keperluan finansial dan
penjualan. Dukungan TI ditingkatkan untuk kedua pabrik FFI di Pasar Rebo
dan Ciracas, serta cabang-cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Terutama
pada cabang besar yang terhubung memakai fasilitas Multi Protocol
Label Switching (MPLS) dari XL. Redundansi dilakukan pada Local Area
Network (LAN) dan antara cabang dan kantor pusat. Dengan begitu, jika
terjadi gangguan pada salah satu koneksi, secara otomatis perangkat switch
over akan bekerja. Pasalnya, perusahaan ini memakai dua network
provider yang berbeda.
Tujuannya supaya tidak ada interupsi akibat terputusnya koneksi. Fasilitas
remote access diberikan FFI kepada kalangan mobile user. Sementara itu,
untuk meningkatkan keamanan (jaringan), selain memakai Virtual
Private Network (VPN), juga diterapkan token card seperti yang lazim
digunakan pelaku transaksi e-Banking. Untuk berhubungan dengan para mitra
bisnis (terutama kalangan key account seperti hypermarket dan supermarket),
FFI menerapkan sistem Collaborative Planning, Forecasting and
Replenishment (CPFR). Proses integrasi dilakukan bertahap untuk masing-
masing mitra usaha. Di tahap awal difokuskan pada key account besar, seperti
Carrefour dan Giant.
Penerapan CPFR memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, antara lain
berupa peningkatan service level, pertumbuhan penjualan melalui penurunan
rasio lost sales akibat kekurangan stok, pengendalian working capital terkait
stok, dan peningkatan akurasi peramalan (forecast). Saat ini FFI dalam tahap
akhir penerapan sistem traceability dengan memakai pemindai bar code
dan teknologi Radio Frequency Identification (RFID). Mencakup tahapan
mulai dari bahan baku yang diterima dari pemasok, kemudian dimasukkan ke
dalam proses produksi, sampai menjadi barang jadi. Sistem ini mendukung
pelacakan jika terjadi gangguan pada material atau hal lainnya. RFID
diperlukan sebab label bar code yang ada tidak bisa menyimpan data dinamis,
dan tidak bisa diperbarui selama proses produksi yang juga membutuhkan
suhu tinggi.
Oleh sebab itu, FFI membangun jaringan wireless di seluruh pabriknya,
sehingga data yang diterima pemindai bar code dapat segera masuk ke dalam
database. Pengembangan ke depan SCM di FFI antara lain: penyiapan
antarmuka (interface) dan pertukaran data (data interchange) dengan mitra
usaha, pembangunan web store, pemakaian PDA untuk para sales-nya,
penyiapan sistem e-procurement dan e-marketplace, serta beragam platform
kolaborasi lainnya.
3. Enterprise Resource Planning (ERP)
ERP merupakan sistem informasi yang berperan mengintegrasikan dan
mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi,
produksimaupun distribusi di perusahaan manufaktur maupun jasa. ERP
yaitu tulang punggung teknologi e-business, transaksi perusahaan kerangka
kerja yang luas dengan link ke pemrosesan order penjualan, manajemen
persediaan dan control, produksi dan perencanaan distribusi, dan finance
(O’Brien, 2002). Karakter Sistem ERP sering disebut sebagai Back Office
System yang mengindikasikan bahwa pelanggan dan publik secara umum tidak
dilibatkan dalam sistem ini. Berikut yaitu contoh bagan penerapan ERP
dalam industri manufacturing.
Contoh penerapan ERP di Indonesia yaitu PT Frisian Flag Indonesia (FFI).
Pada 2005, FFI mulai mengimplementasi sebuah sistem ERP baru, yaitu SAP
untuk menggantikan Prism sebab sudah tidak bisa lagi menopang
kelangsungan bisnis. SAP yaitu perusahaan yang memiliki pangsa pasar
(marketshare) terbesar di dunia untuk software ERP. Tahap awal,
implementasi dilakukan pada fungsi SDM dengan modul struktur organisasi,
personalia, time management dan payroll. Kemudian secara regional
diterapkan secara bersama-sama modul penjualan, distribusi, produksi,
finansial, dan lainnya. Namun beberapa fungsi seperti Secondary Sales dan
Plant Maintenance belum memakai ERP ini.
Aplikasi ini didukung infrastruktur yang memadai, berupa: firewall, switch,
wireless dan network device lainnya dengan memakai Cisco, serta server
dan workstation yang andal. Untuk mendukung kelangsungan bisnis dibangun
pula sistem disaster recovery. Aplikasi ini mempunyai sarana pendukung
supaya aplikasi kritikal tetap berjalan jika terjadi ancaman yang berbentuk
bencana di kantor pusat.
Sebelum menerapkan ERP, persiapan dilakukan dengan melengkapi master
data para pemasok, pelanggan, hingga material, juga data pendukung, seperti
Lead Time, Safety Stock, Order Point, Delivery Window Time, dan informasi
lainnya.Untuk melakukan pertukaran data secara elektronis antara sistem FFI
dan para logistic provider dipakai aplikasi middleware (EAI). Alur proses dari
FFI ke logistic provider ini meliputi: pengiriman produk jadi (finished goods)
dari pabrik ke Main Distribution Centre (MDC), lalu dari MDC ke gudang
cabang, dan seterusnya hingga ada bukti penerimaan barang dari pelanggan.
Sistem bar code diterapkan pada barang jadi, dengan demikian setiap bagian
produksi menghasilkan barang jadi, secara otomatis dihasilkan pula label bar
code yang ditempelkan di setiap valet barang jadi. Hal ini untuk mengurangi
proses entry data, sehingga mempercepat proses dan meningkatkan akurasi,
terutama saat mengirimkan barang dari pabrik ke MDC.
4. Enterprise Collaboration Systems (ECS)
Enterprise collaboration systems (ECS) yaitu sistem informasi lintas
fungsional untuk meningkatkan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi di
antara anggota dari tim bisnis dan kelompok kerja (O’brien, 2002). ECS
memakai alat groupware, internet, intranet, extranet dan jaringan
komputer lainnya. Tujuan utama ECS yaitu memungkinkan anggota bekerja
bersama dengan lebih mudah dan effektif, sehingga menolong pengguna
dengan cara:
1. Komunikasi, saling memberi informasi sesama anggota tim.
2. Koordinasi, koordinasi hasil tugas pribadi dan sumberdaya dengan
sesama anggota tim.
3. Kolaborasi, bekerja sama dalam proyek kerjasama dan tugas-tugas
lainnya.
Kemampuan dan potensi internet, intranet dan ekstranet mendorong kebutuhan
akan alat kolaborasi perusahaan yang lebih baik dalam bisnis. Beberapa contoh
software alat kolaborasi perusahaan yang diterapkan oleh Bank Sinarmas
(www.banksinarmas.com) dalam menjalankan bisnisnya yaitu sebagai
berikut:
1. Alat komunikasi elektronik yang memungkinkan secara elektronik
pengiriman pesan, dokumen, file dalam data, suara, dan multimedia
memakai jaringan computer. Alat-alat yang digunakan di
antaranya:
a. E-Mail digunakan oleh sesama pegawai dan manajemen bank
sinar mas dalam berkomunikasi untuk menunjang kegiatan
perusahaan. Email juga dapat digunakan nasabah dan calon
nasabah untuk konfirmasi, pertanyaan, komplain dan lain
sebagainya.
b. Voice mail digunakan untuk transaksi valas dan treasury
(peminjaman dana dengan bank lain).
c. Web publishing informasi merupakan web site Bank Sinar Mas
yang menyajikan informasi dan fitur-fitur layanan.
d. Fax
e. Telepon digunakan untuk komunikasi antar karyawan bank sinar
mas maupun nasabah dan calon nasabah. Voip digunakan hanya
untuk kalangan internal bank sinar mas dalam berkomunikasi.
2. Alat konferensi elektronik digunakan oleh sekelompok orang dalam
melakukan komunikasi dan kolaborasi untuk bekerja bersama.
Metode konferensi yang beragam memungkinkan angota tim dan
group kerja pada lokasi yang berbeda dapat bertukar pikiran/ide
secara interaktif pada waktu yang sama atau pada waktu yang
berbeda. Alat konferensi elektronik yang digunakan bank sinar mas
di antaranya yaitu :
a. Forum diskusi, antar karyawan dalam divisi memakai portal
intranet
b. Pertemuan/rapat secara elektronik, memakai chating tools
internal bank sinar mas.
3. Alat manajemen kerja kolaboratif, membantu dalam menyelesaikan
atau mengatur aktivitas kelompok kerja. Alat manajemen kerja
kolaboratif yang digunakan bank sinar mas di antaranya yaitu :
a. System aliran kerja, berupa standard operating procedure (SOP),
ketentuan dan prosedur kerja (KDPK) serta standard operation
manual (SOM)
b. Calendering, berupa penjadwalan berbagai macam laporan
dengan system reminder.
c. Task and project management, berupa pemdivisi tugas ke setiap
divisi serta akses data dan informasi terbatas sesuai divisi dan
kewenangan personal.
d. Knowledge manajemen, berupa transfer knowledge baik tacit
maupun explicitmelalui telpon, portal
e. intranet, internal chat, email (contoh: economic review) dan lain-
lain.
f. Document sharing berupa rekening online yang di-sharing antar
cabang atau divisi, tapi akses data sesuai dengan kewenangan
g. Sebagai gambaran klasifikasi groupware yang bekerja bersama
dapat memakai Grudin’s Time Space Matrix yang
dikembangkan oleh Grudins, berdasar :
h. Kapan partisipan bekerja, pada waktu yang sama atau berbeda
(known or unknown times)
i. Di mana partisipan bekerja, pada tempat yang sama atau berbeda
(known or unknown place).
5. Enterprise Application Integration (EAI)
pemakaian software EAI memungkinkan aplikasi dari proses e-business
dapat saling terhubung, aplikasi bagian back office dan front office akan
terhubung secara sempurna. Menurut Sudewa (2004) sebuah perusahaan
berskala besar di Indonesia akan memiliki lebih dari satu aplikasi perangkat
lunak, sehingga diperlukan EAI.
Sebuah bank berukuran sedang di Indonesia paling tidak akan memiliki satu
perangkat lunak untuk:
1. CIS (Customer Information System)
2. Sistem Branch Teller
3. Sistem Credit Card
4. Sistem Loan
5. Sistem Giro (Corporate Banking)
6. Sistem Tabungan (Consumer Banking)
7. Internet Banking
8. Customer Relationship Management (CRM)
9. Accounting
10. Procurement
11. Human Resources
Dalam industri perbankan di Bank Sinar Mas digunakan software Temenos
dan S-one yang menghubungkan beberapa sistem tertentu dengan fungsi yang
berbeda. Dari beberapa sistem yang tertera dalam daftar di atas hanya sistem
human resource yang belum terintegrasi dengan sistem lainnya memakai
software Temenos dan S-one. Contoh pemakaian sistem EAI di industri
manufakturing yaitu system pertukaran data secara elektronis antara sistem
Frisian Flag Indonesia (FFI) dan para logistic provider yang memakai
aplikasi middleware (EAI). Alur proses dari FFI ke logistic provider ini
meliputi: pengiriman produk jadi (finished goods) dari pabrik ke Main
Distribution Centre (MDC), lalu dari MDC ke gudang cabang, dan seterusnya
hingga ada bukti penerimaan barang dari pelanggan.
6. Transaction Processing System (TPS)
TPS yaitu sistem informasi lintas fungsional yang memproses data yang
dihasilkan dari kejadian transaksi bisnis (O’Brien, 2002). Di Indonesia TPS
dikembangkan untuk memproses data-data dalam jumlah besar untuk transaksi
bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS merupakan sistem tanpa
batas yang memungkinkan organisasi berinteraksi dengan lilngkungan
eksternal. sebab manajer melihat data-data yang dihasilkan oleh TPS untuk
memperbaharui informasi setiap menit mengenai apa yang terjadi di
perusahaan. dalam industri rirel di Indonesia TPS memproses data transaksi
bisnis, seperti penjualan, pembelian, dan perubahan persediaan/inventori,
termasuk juga membuat pernyataan konsumen, cek gaji karyawan, kuitansi
penjualan, order pembelian, formulir pajak, dan rekening keuangan.
4.5 Perbedaan E-Commerce dan E-
Business
E-commerce tidak lain yaitu membeli dan menjual barang di seluruh web.
Sebaliknya, e-business sedikit berbeda sebab tidak terbatas pada, transaksi
komersial, tetapi juga menyediakan layanan lainnya. Ini yaitu dua mode yang
muncul dalam berbisnis, yang semakin penting dengan berlalunya waktu.
Lewatlah sudah hari-hari, ketika Anda harus pergi ke pasar untuk membeli
satu item. Saat ini Anda hanya perlu melakukan pemesanan online, dan barang
itu akan datang kepada Anda dalam beberapa menit. Belanja online semakin
populer, hanya sebab kesederhanaan dan kenyamanannya. Ini hanya mungkin
sebab dua jaringan elektronik, yaitu, sebagai e-commerce dan e-business. E-
commerce dan E-business memiliki awalan yang sama yaitu “E” yang
memiliki arti elektronik.
Maksud dari elektronik ini merupakan aktivitas transaksi yang dilakukan
dengan memakai perangkat elektronik atau digital. E-commerce dan e-
business juga memiliki tujuan utama yang sama, yaitu untuk mengembangkan
dan memajukan perusahaan. E-commerce serta e-business merupakan salah
satu terobosan yang digunakan untuk mendongkrak penjualan melalui
pemasaran dan sebagai sarana untuk mempromosikan produk berbasis online.
E-commerce berkaitan dengan transaksi perusahaan dengan pelanggan, klien,
atau pemasoknya. Sebaliknya, e-business mengacu pada melakukan industri,
perdagangan, dan perdagangan, dengan bantuan teknologi informasi dan
komunikasi.
commerce yaitu komponen utama dari e-bisnis, e-commerce termasuk
transaksi yang terkait dengan uang, tetapi e-bisnis termasuk moneter serta
kegiatan serumpun. E-commerce memiliki pendekatan ekstrovert yang
mencakup pelanggan, pemasok, distributor, dan lain-lain. Di sisi lain, e-bisnis
memiliki pendekatan ambivert yang mencakup proses internal maupun
eksternal. E-commerce membutuhkan situs web yang dapat mewakili bisnis.
Sebaliknya, e-bisnis memerlukan situs web, manajemen hubungan pelanggan,
dan perencanaan sumber daya perusahaan untuk menjalankan bisnis melalui
internet. E-commerce memakai internet untuk terhubung dengan seluruh
dunia. Berbeda dengan e-bisnis, internet, intranet dan extranet digunakan untuk
menghubungkan dengan para pihak.
5.1 Memulai Memasarkan Bisnis Dalam
di E-Commerce
Teknologi berkembang dengan sangat pesat saat ini menyebabkan strategi
bisnis maupun penjualan sebagai ujung tombak semua bisnis menjadi semakin
mengarah kepada penguasaan dan pemakaian teknologi. Tidak dapat
dipungkiri peranan teknologi menjadi sangat dominan bagi perkembangan
perusahaan yang bergerak di E-commerce. Dari mulai untuk peningkatan
penjualan, transaksi, kinerja perusahaan, sampai pada alasan efisiensi dan
efektivitas. Bisnis apapun bentuknya, membutuhkan penjualan agar tetap
survive. Scottish Enterprise, sebuah konsultan manajemen berkantor pusat di
Glasgow Skotlandia, menuliskan beberapa tips meningkatkan penjualan
memakai peralatan e-bisnis. E-business sendiri dalam website ini di
definisikan sebagai proses bisnis yang memakai teknologi informasi dan
komunikasi untuk mencapai perubahan dan pertumbuhan bagi perusahaan.
Salah satu bagian yang diberikan di antaranya melalui online marketing guna
memperoleh pelanggan dan meningkatkan pelayanan pada pelanggan yang
telah ada (existing customer). Memberikan pedoman untuk keberhasilan
aktivitas ini. Pada planning (perencanaan), pebisnis diminta memikirkan teknik
yang akan digunakan pada website e-commerce untuk menarik pelanggan
52 Strategi Bisnis E-commerce
potensial dan membuat mereka datang kembali. Tentang teknik apa yang akan
dijalani, email marketing, sms (short massages services) marketing,
mempromosikan website, iklan dan sponsorship, community building,
promosi penjualan, bagaimana memasarkan produk dan jasa pada web
merupakan beberapa subjek yang penting diketahui pada bagian planning ini.
Email marketing merupakan cara cepat, fleksibel untuk menyampaikan pesan
pemasaran dalam bentuk newsletters atau penawaran khusus, tanpa time lag
dan biaya di bagian printing. Kekurangannya, kemungkinan kecil file di-
download secara cepat oleh target. Disamping itu spam (sampah di file) sering
mengganggu target. Oleh sebab itu pastikan bahwa email dikirimkan hanya
kepada orang yang mau menerimanya. Peraturan dari The Privacy and
Electronic Communication Regulation terakhir di Desember 2003 berisi
bahwa seseorang hanya bisa membidik orang yang telah setuju untuk
dikontak.
SMS marketing dapat memberikan rate hebat, sebab dewasa ini SMS telah
digunakan sebagai salah satu peralatan dunia bisnis. Informasi dapat
dikirimkan ke sekelompok orang secara cepat dan nyaman. Hanya saja sms
terbatas dalam hal jumlah karakter.
Mempromosikan web bisa melalui direct navigation dengan jalan
mengikutsertakan nama web pada bahan-bahan cetak seperti business card dan
surat. Cara lainnya dengan web referrals email marketing, menyertakan alamat
web pada email footers, iklan online atau membuka forum diskusi online
sehingga orang tertarik membuka web. Berpromosi selanjutnya juga bisa
dengan solusi search engines. Subjek penting lain yang dibahas pada web
Scottish di bagian ini yaitu tentang jalan memasarkan produk dan jasa di
web. Selain memakai jasa orang yang profesional di bidang IT dan
designer, perlu upaya membuat content fokus terhadap pelanggan. Untuk
mempererat hubungan dengan pelanggan bisa dibuat semacam web
interactive, membuat katalog yang memberikan kesempatan pada pengunjung
web memberikan kesan dan saran.
5.2 Manajemen Pemasaran di E-
Commerce dalam Website
Membangun strategi e-business harus menetapkan tujuan website e-commerce
yang akan dikelola. Membuat tujuan jangan terlalu sempit, buatlah tujuan yang
terfokus. Misal anda ingin berfokus untuk tujuan fashion e-commerce maka
fokuskan website e-commerce anda kepada fashion.
Menurut Canada’s Business and Consumer Site di dalam tujuan anda harus
mengidentifikasi bahwa target konsumen bisa terbagi menjadi tiga:
1. Konsumen dengan penghasilan kebawah
2. Konsumen dengan penghasilan menengah kebawah
3. Konsumen dengan penghasilan menengah keatas
Selanjutnya menerapkan strategi sebagai berikut
1. Mengidentifikasi wilayah dan konsumen
2. Mengidentifikasi kebutuhan konsumen dalam wilayah ini
3. Promosi E-commerce
4. Membuat kepuasan konsumen yang memakai produk pasa situs
e-commerce anda
Taktik ini tergantung strategi yang telah disusun dan di buat maka dengan
penyusunan strategi taktik pun tercipta, misal strategi anda yaitu mencari
target visitor website e-commerce anda untuk penjualan maka taktik anda
bagaimana mengoptimalkan SEO di website dengan mengikuti kaidah yang
ada. Misal juga Anda ingin mempunyai pelanggan yang loyal sehingga dapat
menjadi vendor anda, maka cara ini bisa diterapkan dengan membangun
TRUST di dalam Website E-commerce anda. Jika melakukan tiga tahapan
pemasaran website ini beberapa catatan penting yaitu Strategi bukanlah
tujuan namun strategi yaitu cara untuk mencapai tujuan, sedangkan taktik
yaitu cara agar strategi terlaksana.
Strategi yaitu bagaimana cara agar memenangkan perang sedangkan taktik
bagaimana cara agar memenangkan pertempuran. Pemasaran setiap website e-
commerce pastinya berbeda namun tetap untuk mencapai tujuan sales yang
baik. Ada baiknya situs e-commerce ketika baru di bangun menetapkan tujuan
terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan, dengan website management.
Secara umum, website (web) dipahami sebagai sekumpulan halaman yang
terdiri dari beberapa laman yang berisi informasi dalam bentuk digital baik itu
teks, gambar, animasi yang disediakan melalui jalur internet sehingga dapat
diakses dari seluruh dunia yang memiliki koneksi internet. Website awalnya
merupakan suatu layanan sajian informasi yang memakai konsep
hyperlink, yang memudahkan surfer atau pengguna internet melakukan
penelusuran informasi di internet. Informasi yang disajikan dengan web
memakai konsep multimedia, informasi dapat disajikan dengan
memakai banyak media, seperti teks, gambar, animasi, suara, atau film.
Sejumlah definisi atau pengertian website menurut para ahli dapat dillihat,
website yaitu kumpulan halaman web yang saling terhubung dan file-filenya
saling terkait. Web terdiri dari page atau halaman, dan kumpulan halaman
yang dinamakan homepage. Homepage berada pada posisi teratas, dengan
halaman-halaman terkait berada di bawahnya. Biasanya setiap halaman di
bawah homepage disebut child page, yang berisi hyperlink ke halaman lain
dalam web (Gregorius, 2000). Website merupakan fasilitas internet yang
menghubungkan dokumen dalam lingkup lokal maupun jarak jauh. Dokumen
pada website disebut dengan web page dan link dalam website memungkinkan
pengguna bisa berpindah dari satu page ke page lain (hyper text), baik di antara
page yang disimpan dalam server yang sama maupun server diseluruh dunia.
Pages diakses dan dibaca melalui browser.
berdasar pengertian website menurut para ahli di atas dan penjelasan
berkaitan dengan unsur-unsur pembangun website dan sifatnya dapat
disimpulkan bahwa website yaitu kumpulan halaman-halaman yang
digunakan untuk menampilkan informasi, gambar gerak, suara, dan atau
gabungan dari semuanya itu baik yang bersifat statis maupun dinamis yang
membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait di mana masing-
masing dihubungkan dengan link-link.
5.3 Marketplace Management E-
Commerce
Seperti tokopedia, bukkalapak, shopee, blibli, dan lain-lain, marketplace ini
tentunya memiliki tujuan utamanya yaitu menjadi wadah antara penjual dan
pembeli untuk bertransaksi jual beli secara online dengan aman. Marketplace
ini sudah ada sejak lama dan setiap tahunnya akan selalu ramai warga
membahas marketplace itu sendiri. Untuk itu ada beberapa pengertian
marketplace menurut para ahli ilmu marketing, di antaranya:
Menurut Brunn, Jensen dan Skoovgard (2002) bahwa marketplace itu dibagi
menjadi 2, yaitu marketplace horizontal dan marketplace vertikal.
1. Marketplace Horizontal: dikategorikan berdasar dari produk yang
dijualnya yang biasanya bisa dijangkau oleh banyak konsumen
umum. Contoh produknya seperti gadget, pakaian, accessories,
makanan, dan lain-lain. Dengan contoh produk seperti itu
dikategorikan sebab harga produk yang masih dapat dijangkau oleh
konsumen biasa.
2. Marketplace Vertikal: dikategorikan bedasarkan produk khusus yang
dijual hanya untuk memenuhi kebutuhan khusus pada perusahaan
lain. Contohnya saja seperti penjualan bahan baku, penjualan beton,
penjualan baja, penjualan logam, dan lain-lain. Tentu saja produk
yang dijuala pada kategori ini untuk memenuhi kebutuhan industri
perusahaan lainnya.
Marketplace ini merupakan salah satu perdagangan melalui media elektronik.
Pengertian perdagangan elektronik itu sendiri yaitu penyebaran, pembelian,
penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet
atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. Tentu saja masih ada
banyak lagi yang dapat mendefinisikan tentang marketplace ini sesuai
pengetahuan ilmu marketing yang dikuasai. Untuk itu bertransaksi jual beli
melalui marketplace ini sangat baik sebab adanya wadah untuk
mempertemukan penjual dan pembeli secara online. Dan tentu saja
marketplace ini membuat transaksi bisa menjadi lebih aman.
Transaksi jual beli secara online ini ada baiknya untuk melalui marketplace
sebab adanya penengah jika terjadi sesuatu baik untuk penjual ataupun
pembeli. Maka tidak heran di jaman sekarang persaingan antar marketplace ini
semakin ramai dengan beragam pelayanan terbaiknya demi memuaskan
penggunanya. Dengan begitu pemakaian marketplace sebagai wadah untuk
bertransaksi secara online ini sangat baik sebagai media pemasaran dalam ilmu
marketing. Marketplace: seperti yang telah dijelaskan di awal bab ini,
marketplace merupakan Puncak dari E-commerce, marketplace biasanya
mempunyai Sistem tersendiri yang dapat mengatur ratusan bahkan Jutaan
Produk yang ingin dijual maupun di beli contohnya: eBay, bukalapak.com,
dan lain-lain.
5.4 Offline dan Online Marketing
Pemasaran offline yaitu, proses transaksi penjualan barang dan jasa secara
langsung yang di mana produsen dan konsumen bertemu dan terjadinya proses
transaksi jual beli Pemasaran Online ( Online Marketing ) merupakan suatu
kegiatan untuk memberikan informasi melalui media internet ( Elektronik )
serta proses transaksi penjualan barang dan jasa yang memakai teknologi
elektronik yang dapat memudahkan para konsumen, biasanya berawalan
dengan huruf e, seperti e-mail, e-business, e-gov, e-society dan banyak lagi.
Sedangkan Pemasaran Offline (Offline Marketing ) suatu kegiatan untuk
memberikan informasi secara langsung atau tidak langsung dengan 2 (dua)
perantara seperti seorang sales yang bertatap muka dengan customer dan
produk pemasaran yang dapat dijumpai di mana target market berada, dengan
kata lain pemasaran offline yaitu a suatu transaksi yang secara langsung
produsen dan konsumen dapat bertemu. Apa perbedaan pemasaran offline dan
online. Tentu sangat jelas perbedaannya, di mana pemasaran offline
merupakan pemasaran secara langsung sedangkan pemasaran online yaitu
pemasaran tidak langsung dengan memakai bantuan teknologi bernama
internet. Pemasaran langsung artinya antara pembeli atau distributor langsung
bertatap muka dengan konsumen atau calon konsumen, sedangkan pemasaran
tidak langsung antara konsumen dengan produsen atau distributor tak bisa
bertemu. Bila kita ingin menganalisis lebih jauh tentang sejauh mana
efektivitas dari pemasaran online dibandingkan dengan pemasaran offline
mungkin akan terlihat jelas sekali bahwa pemasaran online akan lebih efektif
dan efisien dibandingkan dengan pemasaran offline. Perusahaan bisa
menghemat biaya pemasaran. Tentu hal ini merupakan kabar gembira
bagi perusahaan, sebab selama ini salah satu biaya yang lumayan menyedot
anggaran perusahaan yaitu biaya pemasaran. Bila pemasaran dilakukan
secara online maka biaya pemasaran bisa dipangkas sebanyak mungkin.
Dengan target pasar yang lebih luas, tak hanya konsumen sewilayah atau satu
negara melainkan semua konsumen yang ada di seluruh dunia bisa ikut
menjadi target pemasaran dari perusahaan ini .
Pemasaran melalui internet ini juga menempatkan konsumen sebagai subyek
aktif. Bila dulu, konsumen ditempatkan sebagai subyek pasif dalam arti
komunikasi hanya bersifat satu arah yaitu dari produsen atau distributor pada
konsumen, namun kini pemasaran model baru dengan bantuan internet telah
menggeser peran konsumen dari subyek pasif menjadi subyek aktif.
Konsumen juga bisa turut andil dalam proses pemasaran ini . Dan sebagai
konsumen yang cerdas, tentu cara kedualah yang lebih disukai dibandingkan
dengan cara yang pertama. Jadi, di sini ternyata tak hanya produsen atau
perusahaan saja yang diuntungkan tapi juga konsumen.
Pemasaran interaktif atau pemasaran modern atau disebut juga dengan
pemasaran online juga bisa menciptakan perusahaan-perusahaan langsung.
Disadari atau tidak, sekarang ini setiap orang bisa menciptakan perusahaannya
sendiri. Fenomena toko online yang kian hari kian menjamur merupakan salah
satu bukti bahwa pemasaran melalui internet telah menciptakan lapangan
pekerjaan yang baru. Kini, setiap orang bisa menciptakan toko online (contoh
perusahaan sederhana) dengan bantuan internet dengan proses yang sangat
mudah dan tidak berbelit-belit.
Apa saja bentuk pemasaran online ini ? Sebagian besar perusahaan
memiliki website pada masa sekarang ini. Tak hanya perusahaan besar bahkan
perusahaan kecilpun juga memiliki website (toko online). Website ini
merupakan pintu atau tempat “pertemuan” antara produsen dan konsumen.
Produsen bisa menawarkan produk sedangkan konsumen bisa bertanya yang
berhubungan dengan produk yang ditawarkan produsen. Untuk perusahaan
yang masih baru berdiri dan belum memiliki website berbayar, biasanya
mereka memakai fasilitas blog gratisan seperti wordpress, multiply,
dagdigdug, posterous, blogspot, blogetery, blogdetik, dll sebagai pengganti
website.
Selain website, biasanya perusahaan juga memakai social networking
untuk memasarkan atau mengenalkan produk mereka kepada konsumen.
Sudah bukan hal yang langka bila pada situs jejaring social ini banyak
dijumpai promosi dari berbagai macam produk dan dari berbagai macam
perusahaan. Cara lain, meski mungkin tak seefektif situs jejaring sosial dan
website yaitu dengan mailing list. Walau harus diakui bahwa cara ini
kurang efektif dibandingkan dengan dua cara sebelumnya. Berikut contoh
inovasi produk pemasaran online dan offline yang dapat anda simak.
Contoh Produk Pemasaran Online:
1. Media Sosial
Tempat berkumpulnya sekelompok individu, perusahaan dan instansi
yang memberikan segala macam info mengenai kabar terkini bisa
berupa jasa dan produk yang dimiliki melalui website atau mobile
app.
2. Website
Suatu media yang dapat anda jumpai ketika browsing mengenai
informasi yang anda cari baik itu jasa atau produk di internet.
3. Mobile App
Seperti halnya website, bedanya hanya pada cara mendapatkan
informasinya yang mengharuskan anda untuk mendownload secara
langsung atau tidak langsung pada handphone anda.
4. E-mail Marketing
Suatu cara memasarkan produk atau jasa melalui pesan elektronik
kepada customer atau group customer yang di dalamnya bisa berupa
katalog produk, proposal, penawaran dan banyak lagi.
5. SEO (Search Engine Optimisation)
Suatu upaya untuk menghadirkan website diperingkat atas search
engine agar target market anda mengetahui produk atau jasa yang
anda tawarkan dan memesannya.
6. ADS (Advertisement )/Iklan
Suatu wadah yang disediakan oleh search engine atau website untuk
memasangkan produk atau jasa anda di internet maupun elektronik.
7. Iklan Televisi
Iklan yang ditayangkan pada saat target market menonton televisi
(TV) agar mengetahui produk, jasa dan pengumuman pada iklan.
8. Iklan Radio
Audio visual yang dikemas sedemikian rupa agar pendengar radio
dapat mengerti apa yang disampaikan iklan pada saat jeda siaran.
9. Iklan Video
Video yang ditampilkan di media online atau elektronik, contohnya
di youtube atau baliho.
Contoh Produk Pemasaran Offline:
1. Design Stationery (ATK)
Beberapa produk yang berfungsi untuk menyampaikan informasi atau
memperkenalkan jasa atau produk mengenai individu, perusahaan
dan instansi, contoh: kartu nama, flayer, brosur dan banyak lagi.
2. Design Gimmick (Merchandise/Aksesoris)
Beberapa produk pemasaran ajaib untuk memikat customer agar tidak
melupakan jasa atau produk yang ditawarkan, contoh t-shirt, tas, jam,
mug, packaging dan banyak lagi.
3. Iklan baris
Merupakan informasi berupa gambar atau tulisan yang ditempatkan
pada suatu lembaran koran agar pembaca dapat melihat iklan yang
biasanya berada di kolom tersendiri pada halaman koran.
4. Baliho atau Spanduk
Suatu media yang bisa anda jumpai dipinggir jalan, sebab
peletakannya yang strategis dapat memberikan dampak yang besar
pada pemasaran anda.
5. Iklan Kendaraan
Media iklan yang ditempatkan di kendaraan dan biasanya
memakai mobil atau motor yang dikemas sedemikian rupa agar
menampilkan informasi mengenai perusahaan, produk dan jasa.
5.4.1 Offline Marketing vs Online Marketing
Pada tahun 2016 yaitu tahun kejayaan bagi e-commerce di Indonesia.
bagaimana tidak, pada tahun ini banyak sekali bermunculan situs-situs e-
commerce profesional yang memanjakan warga dalam berbelanja. namun
meski demikian, bukan berarti pekerjaan marketing yang dilakukan oleh
warga sudah optimal, hal ini disebab kan pemahaman marketing itu
sendiri oleh warga belum merata dan masih belum matang, baik itu
metode marketing di dunia nyata (offline) ataupun metode marketing di dunia
maya (digital marketing). Konsep Offline marketing yaitu metode marketing
yang pertama kali ada dan masih digunakan sampai sekarang. Offline
marketing identik dengan menawarkan melalui berbagai media baik cetak,
audio maupun TV.
Berikut perbandingan Offline Marketing vs Online Marketing dalam beberapa
aspek seperti: kebutuhan pasar/niche, target pasar, persaingan, metode
pemasaran, efektivitas.
1. Kebutuhan Pasar/Niche
Sebelum menentukan target pasar, biasanya ahli pemasaran
mengawali pekerjaannya dari riset kebutuhan pasar. hal ini dirasa
sangat perlu sebab akan menjadi pondasi bagi langkah selanjutnya
yaitu menentukan target pasar, menentukan metode pemasaran
sampai hasil yang akan didapatkan nantinya. Dalam menentukan
kebutuhan pasar, seorang marketing offline akan langsung terjun ke
lapangan untuk mengetahui kebutuhan yang sebenarnya dibutuhkan
oleh pasar/warga . hal ini biasa dilakukan dengan cara
wawancara atau membagi kuisioner yang akan membuat waktu yang
lebih lama namun si marketer akan mendapatkan pengalaman yang
cukup berarti. Berbeda dengan Online Marketing, melakukan riset
untuk menentukan kebutuhan pasar dilakukan dengan metode yang
biasanya cukup akurat untuk mengenali pola dan mengidentifikasi
kebutuhan pasar. contoh sederhana misalnya saja si marketer
memakai fasilitas Google Keyword Planner. marketer akan
mendapatkan data yang cukup lengkap mengenai jumlah pencarian
dari satu atau beberapa kata kunci yang telah diketikkan di mesin
pencari google selama satu bulan terakhir. dari data yang disajikan
akan dengan mudah marketer mengidentifikasi kebutuhan pasar
mengenai produk yang berhubungan dengan kata kunci ini pada
satu bulan terakhir.
2. Target Pasar
Target pasar akan ditentukan dari beberapa faktor misalnya dari riset
kebutuhan pasar yang telah dilakukan sebelumnya dan spesifikasi
produk yang akan dipasarkan. dalam pemasaran offline, penjual yang
berjualan secara offline biasanya tidak memperhitungkan target pasar
secara mendalam. Biasanya mereka akan berpendapat, tempat yang
strategis didukung performa toko yang tampak dari luar (bentuk fisik)
yang mengundang calon pelanggan tertarik agar dan berharap mereka
membeli. Lain halnya dengan target pasar untuk online marketing,
seorang marketer dituntut untuk mempunyai data yang lengkap dan
cukup akurat mengenai target pasar mereka. pasalnya, orang yang
berlalu lalang di dunia maya sangat banyak bahkan seluruh dunia. hal
ini menjadi alasan utama kenapa marketer wajib mempunyai target
pasar yang spesifik sebagai filter agar metode marketing yang
digunakan nantinya lebih efektif dan efisien. Contoh dari riset target
pasar di online marketing misalnya Facebook Insight pada Facebook.
facebook insight memberikan fasilitas yang cukup lengkap untuk
menemukan siapa saja yang kita target sesuai kata kunci yang
berhubungan dengan produk. misalnya seorang marketer ingin
menjual produk susu penurun berat badan. marketer bisa melakukan
riset terhadap seberapa banyak orang di facebook yang tertarik
mengenai kata kunci yang dibidik yaitu "kelebihan berat badan" atau
"tips langsing" pada demografi tertentu misalnya negara indonesia,
daerah ibukota jakarta jenis kelamin wanita umur 25-40 tahun dengan
pendidikan diatas SMA.
3. Persaingan
Pada metode offline marketing, persaingan marketing bisanya dilihat
dari beberapa aspek misalnya: harga dan pelayanan. yang paling
murah yaitu yang paling laris dan yang paling baik pelayanannya
yaitu yang paling laris. namun berbeda pada online marketing, pada
pemasaran online, persaingan bukan hanya terletak pada harga dan
pelayanan saja, mengingat pesaingnya ada diseluruh penjuru
negeri/penjuru dunia. Persaingan pemasaran online juga terletak pada
seberapa lengkap konten mereka di internet. Disebab kan orang yang
berselancar di internet rata-rata yaitu orang yang mencari konten
yang lengkap dan bermanfaat, baik itu untuk kebutuhan mereka atau
hanya untuk hiburan saja.
4. Metode Pemasaran
Metode pemasaran offline cetak dilakukan memakai Brosur,
Spanduk, Baliho, Neon Box, atau apapun itu untuk melakukan
branding dan meningkatkan performa toko dimata khalayak ramai.
pada pemasaran ini ada 3 hal yang perlu dipikirkan secara matang
yaitu: Desain, kualitas bahan dan strategi penyebaran/letak
pemasangan. Metode pemasaran online bertumpu pada konten dan
traffic. ada banyak metode pemasaran seperti email list building,
SEO, iklan berbayar (google adwords), marketplace, forum
komunitas, dan lain-lain. berbagai macam metode pemasaran yang
bertebaran di internet sekarang ini bahkan tida menutup kemungkinan
akan muncul metode-metode yang lain, namun semua itu tidak jauh
dari tumpuan dasar itu sendiri yaitu konten dan traffic. siapa yang
mampu menyajikan kualitas konten yang berbobot dan siapa yang
mampu mempunyai traffic besar, dialah yang berpotensi
penjualannya tinggi.
5. Efektivitas
Efektivitas pemasaran diukur dari seberapa tinggi tingkat konversi
penjualan terhadap metode marketing yang dilakukan. di dunia nyata,
performa sebuah iklan sulit diukur sebab target pasar terlalu umum
dan ada banyak faktor yang menyebabkan orang membeli. misalnya,
pembeli membeli sebab faktor tempat tinggalnya dekat dengan toko,
bukan sebab besarnya spanduk yang dipasang, dan lain-lain. di
internet, efektivitas pemasaran dapat diukur secara akurat, mislnya
konversi iklan terhadap ketertarikan pengunjung, konversi iklan
terhadap penjualan ataupun konversi ketertarikan terhadap penjualan,
semuanya dapat diukur secara akurat dan dapat dipantau secara
berkala sehingga marketer dapat melakukan evaluasi atau
penyesuaian terhadap iklan yang dijalankan. Dari banyak kelebihan
online marketing yang telah disebutkan diatas, bukan berarti online
marketing itu tida punya kekurangan. justru dengan banyaknya
fasilitas yang diberikan, membuat marketer harus belajar secara
mendalam dan fokus terhadap yang dipelajari sehingga iklan yang
dijalankan optimal. namun yang juga perlu diingat, fasilitas yang
cukup lengkap di internet bagi marketer bukan berarti melakukan
online marketing itu murah.


0 Komentar