bisnis e-commerce 2

 



ing, yaitu manusia, proses dan teknologi.  

Menurut O’Brien (2002) CRM merupakan kegiatan untuk mengelola seluruh 

hubungan konsumen yang melibatkan dua tujuan terkait, yaitu: 

a. Untuk menyediakan organisasi dan karyawan yang berhubungan 

langsung dengan konsumen sebuah pandangan yang lengkap dari 

setiap konsumen pada setiap poin penting meliputi semua saluran 

(channel), 

b. Untuk menyediakan konsumen sebuah pandangan yang lengkap 

mengenai perusahaan dan saluran yang diperluas. 

c. Sedangkan tiga fase hubungan antara bisnis dan konsumen yaitu  

sebagai berikut yaitu: 

d. Acquire (memperoleh konsumen), bisnis tergantung kepada software 

dan database untuk membantu memperoleh konsumen baru dengan 

melakukan pengelolaan kontak, prospek penjualan, penjualan, 

pemasaran langsung dan pemenuhan permintaan. 

e. Enhance (meningkatkan konsumen), software CRM membantu 

menjaga konsumen selalu senang melalui dukungan pelayanan yang 


 

sangat responsif, tim penjualan dan pelayanan khusus dengan rekan 

bisnis yang terhubung. 

f. Retain (mempertahankan konsumen), software CRM membantu 

perusahaan secara proaktif mengidentifikasi dan memberikan kepada 

konsumen yang loyal dan menguntungkan untuk dipertahankan serta 

memperluas bisnis perusahaan melalui targeted marketing dan 

relationship marketing programs. 

Contoh penerapan CRM di indonesia yaitu  apa yang telah dilakukan oleh PT 

Nutrifood Indonesia, perusahaan yang dikenal dengan produknya, antara lain 

NutriSari dan Tropicana Slim yang memakai  software Microsoft CRM. 

Dengan software ini PT. Nutrifood Indonesia semakin efektif merespon 

keluhan pelanggan sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan dan 

meningkatkan penjualan. Pada mulanya selama bertahun-tahun CRM 

dilakukan secara manual, yaitu dengan cara keluhan yang disampaikan yang 

umumnya melalui telpon dicatat di atas kertas oleh petugas, baru kemudian 

dimasukkan ke database untuk ditindaklanjuti. Penanganan keluhan seperti ini 

memiliki kelemahan sebab  tergantung ketelitian karyawan dalam mencatat 

dan mengirimkan pesan keluhan kepada brand managerdan unit lainnya Saat 

ini dengan aplikasi Microsoft CRM, begitu customer selesai telepon ke 

customer call center Nutrifood, e-mail pemberitahuan dan alur kerja 

(workflow) penyelesaian keluhan berjalan secara otomatis, sehingga semua 

orang yang terkait di Nutrifood langsung tahu.  

Proses kerja makin efisien dan bisa lebih baik mendeteksi dan menanggapi 

masalah yang ada. Selain otomatisasi dan efisiensi penanganan keluhan, 

manfaat lain didapat yaitu  kecepatan dalam proses pencarian data pelanggan 

dari database. Sebagai contoh, jika sebelumnya perlu waktu sekitar dua jam 

untuk mencari nama-nama konsumen yang akan dikirimi majalah internal, kini 

hanya memakan waktu 15 menit. Selain itu, dulu untuk memenuhi permintaan 

bagian riset di lapangan mengenai list candidate for research perlu waktu 

sampai dua jam, sekarang hanya memakan waktu sekitar 10 menit. Kehadiran 

Microsoft CRM, bukan hanya digunakan untuk penanganan keluhan saja, 

melainkan dapat digunakan oleh bagian marketing dan promosi untuk 

mengembangkan dan mengeksekusi berbagai strategi marketing. Sehingga 

nantinya akan terintegrasi marketing communications dengan CRM. 

Ujungnya, pelanggan pun makin menjadi raja yang puas, dan penjualan bisa 

meningkat. 


 

2. Supply Chain Management (SCM) 

SCM yaitu  sistem lintas fungsi dalam perusahaan yang memakai  

teknologi informasi untuk membantu dalam mendukung dan mengelola 

hubungan antara beberapa proses kunci bisnis perusahaan dengan pemasok, 

konsumen dan rekan bisnis. Tujuan CRM yaitu  untuk menciptakan 

kecepatan, efisiensi dan jaringan yang murah dari hubungan bisnis, atau rantai 

pasokan untuk mendapatkan produk dari konsep ke pasar. (O’Brien, 2002) 

Menurut Heizer dan Rander (2004) dalam Siagian (2005) SCM merupakan 

kegiatan pengelolaan kegiatan-kegiatan dalam rangka memperoleh bahan 

mentah menjadi barang dalam proses atau barang setengah jadi dan barang jadi 

kemudian mengirimkan barang ini  ke konsumen melalui proses 

distribusi.  

Contoh penerapan SCM di Indonesia yaitu  penerapan SCM pada PT Frisian 

Flag Indonesia (FFI). FFI memulai operasinya di Indonesia tahun 1971, 

memproduksi dan memasarkan produk berbagai jenis susu, mulai dari susu 

bubuk, susu cair siap minum, hingga susu kental manis sebagai produk 

andalannya. FFI merupakan bagian dari Grup Royal Friesland Foods 

(sebelumnya Friesland Coberco Dairy Foods) yang berkantor pusat di 

Belanda. Tujuh-delapan tahun lalu sistem inti yang digunakan FFI untuk 

menopang proses bisnis (termasuk produksi) di perusahaan susu masih bersifat 

semiotomatis, dengan mengimplementasi Prism sebagai sistem back office.  

Sistem ini dipakai untuk penjadwalan produksi ataupun purchasing order. 

Akan tetapi FFI tidak mengimplementasi modul Material Resources Planning 

(MRP), sehingga monitoring pengadaan barang mesti dicek langsung oleh user 

ke sistem. Setelah itu, user dari bagian pengadaan memutuskan kapan 

pengadaan bahan mentahnya harus dilakukan. Sementara itu, untuk keperluan 

logistik hingga transportasi ditambahkan submodul tersendiri ke dalam Prism. 

Untuk memperoleh pelaporan, semua data harus dipindahkan ke aplikasi 

keuangan yang dipakai FFI.  

Untuk menggabungkan laporan dan sejumlah simulasi yang dianggap penting 

(seperti manajemen akuntansi), harus dikonversi ke format spreadsheet. 

Sementara sistem yang ada cenderung untuk melakukan pencatatan, 

ketimbang proses pengolahan yang lebih kompleks. Akibat belum 

terintegrasinya sistem secara otomatis ini , beragam persoalan pun 

muncul. Mulai dari pengadaan, produksi hingga pengiriman dan penjualan 

produk. Sharing informasi tidak berjalan mulus dan perencanaan kolaboratif 


 

pun terhambat. Padahal, masalah kecepatan dan ketepatan data dalam 

informasi yang hendak disajikan merupakan sesuatu yang sangat penting. 

Tanpa sistem yang terintegrasi dan otomatis, penyajian informasi berjalan 

lambat.  

Begitu pula penyusunan laporan dan simulasi prediksi untuk jangka waktu 

tertentu tidak mudah dilakukan. Hal ini disebabkan semua data harus di-

download, kemudian diolah dengan program lain yang digunakan oleh bagian 

yang bersangkutan. Untuk mengatasi masalah yang muncul FFI berinisiatif 

untuk mengaplikasi electronic-Supply Chain Management (e-SCM) yang 

berjalan paralel dengan ERP. “Tahap awal penerapan e-SCM di FFI 

diparalelkan dengan penerapan ERP. Tujuannya untuk mendapatkan beberapa 

keuntungan pada saat yang bersamaan. Pembenahan dan modernisasi sistem di 

FFI mulai dilakukan pada 2003, sejalan dengan penggabungan (merger) ketiga 

unit usaha yakni FFI, Foremost Indonesia, dan Tesori Mulia. FFI melakukan 

konsolidasi aplikasi bisnis yang digunakan dan infrastrukturnya, mulai dari 

server, jaringan, fasilitas e-mail dan infrastruktur TI lainnya. Tim TI juga 

membentuk unit help-desk untuk melayani user dengan memakai  aplikasi 

yang dibangun sendiri.  

Selain itu dilakukan pula pengembangan dan penerapan sistem secondary 

salesberbasis Web untuk sekitar 150 distributor yang tersebar di seluruh 

Indonesia. Aplikasi itu untuk mendukung aktivitas distributor dalam 

melakukan transaksi penjualan pada pelanggan mereka. Selain itu digunakan 

aplikasi Business Analyzer berbasis Oracle untuk keperluan finansial dan 

penjualan. Dukungan TI ditingkatkan untuk kedua pabrik FFI di Pasar Rebo 

dan Ciracas, serta cabang-cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Terutama 

pada cabang besar yang terhubung memakai  fasilitas Multi Protocol 

Label Switching (MPLS) dari XL. Redundansi dilakukan pada Local Area 

Network (LAN) dan antara cabang dan kantor pusat. Dengan begitu, jika 

terjadi gangguan pada salah satu koneksi, secara otomatis perangkat switch 

over akan bekerja. Pasalnya, perusahaan ini memakai  dua network 

provider yang berbeda.  

Tujuannya supaya tidak ada interupsi akibat terputusnya koneksi. Fasilitas 

remote access diberikan FFI kepada kalangan mobile user. Sementara itu, 

untuk meningkatkan keamanan (jaringan), selain memakai  Virtual 

Private Network (VPN), juga diterapkan token card seperti yang lazim 

digunakan pelaku transaksi e-Banking. Untuk berhubungan dengan para mitra 

bisnis (terutama kalangan key account seperti hypermarket dan supermarket), 


 

FFI menerapkan sistem Collaborative Planning, Forecasting and 

Replenishment (CPFR). Proses integrasi dilakukan bertahap untuk masing-

masing mitra usaha. Di tahap awal difokuskan pada key account besar, seperti 

Carrefour dan Giant.  

Penerapan CPFR memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, antara lain 

berupa peningkatan service level, pertumbuhan penjualan melalui penurunan 

rasio lost sales akibat kekurangan stok, pengendalian working capital terkait 

stok, dan peningkatan akurasi peramalan (forecast). Saat ini FFI dalam tahap 

akhir penerapan sistem traceability dengan memakai  pemindai bar code 

dan teknologi Radio Frequency Identification (RFID). Mencakup tahapan 

mulai dari bahan baku yang diterima dari pemasok, kemudian dimasukkan ke 

dalam proses produksi, sampai menjadi barang jadi. Sistem ini mendukung 

pelacakan jika terjadi gangguan pada material atau hal lainnya. RFID 

diperlukan sebab  label bar code yang ada tidak bisa menyimpan data dinamis, 

dan tidak bisa diperbarui selama proses produksi yang juga membutuhkan 

suhu tinggi.  

Oleh sebab  itu, FFI membangun jaringan wireless di seluruh pabriknya, 

sehingga data yang diterima pemindai bar code dapat segera masuk ke dalam 

database. Pengembangan ke depan SCM di FFI antara lain: penyiapan 

antarmuka (interface) dan pertukaran data (data interchange) dengan mitra 

usaha, pembangunan web store, pemakaian  PDA untuk para sales-nya, 

penyiapan sistem e-procurement dan e-marketplace, serta beragam platform 

kolaborasi lainnya.  

3. Enterprise Resource Planning (ERP) 

ERP merupakan sistem informasi yang berperan mengintegrasikan dan 

mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, 

produksimaupun distribusi di perusahaan manufaktur maupun jasa. ERP 

yaitu  tulang punggung teknologi e-business, transaksi perusahaan kerangka 

kerja yang luas dengan link ke pemrosesan order penjualan, manajemen 

persediaan dan control, produksi dan perencanaan distribusi, dan finance 

(O’Brien, 2002). Karakter Sistem ERP sering disebut sebagai Back Office 

System yang mengindikasikan bahwa pelanggan dan publik secara umum tidak 

dilibatkan dalam sistem ini. Berikut yaitu  contoh bagan penerapan ERP 

dalam industri manufacturing.  


 

Contoh penerapan ERP di Indonesia yaitu  PT Frisian Flag Indonesia (FFI). 

Pada 2005, FFI mulai mengimplementasi sebuah sistem ERP baru, yaitu SAP 

untuk menggantikan Prism sebab  sudah tidak bisa lagi menopang 

kelangsungan bisnis. SAP yaitu  perusahaan yang memiliki pangsa pasar 

(marketshare) terbesar di dunia untuk software ERP. Tahap awal, 

implementasi dilakukan pada fungsi SDM dengan modul struktur organisasi, 

personalia, time management dan payroll. Kemudian secara regional 

diterapkan secara bersama-sama modul penjualan, distribusi, produksi, 

finansial, dan lainnya. Namun beberapa fungsi seperti Secondary Sales dan 

Plant Maintenance belum memakai  ERP ini.  

Aplikasi ini didukung infrastruktur yang memadai, berupa: firewall, switch, 

wireless dan network device lainnya dengan memakai  Cisco, serta server 

dan workstation yang andal. Untuk mendukung kelangsungan bisnis dibangun 

pula sistem disaster recovery. Aplikasi ini mempunyai sarana pendukung 

supaya aplikasi kritikal tetap berjalan jika terjadi ancaman yang berbentuk 

bencana di kantor pusat.  

Sebelum menerapkan ERP, persiapan dilakukan dengan melengkapi master 

data para pemasok, pelanggan, hingga material, juga data pendukung, seperti 

Lead Time, Safety Stock, Order Point, Delivery Window Time, dan informasi 

lainnya.Untuk melakukan pertukaran data secara elektronis antara sistem FFI 

dan para logistic provider dipakai aplikasi middleware (EAI). Alur proses dari 

FFI ke logistic provider ini meliputi: pengiriman produk jadi (finished goods) 

dari pabrik ke Main Distribution Centre (MDC), lalu dari MDC ke gudang 

cabang, dan seterusnya hingga ada bukti penerimaan barang dari pelanggan. 

Sistem bar code diterapkan pada barang jadi, dengan demikian setiap bagian 

produksi menghasilkan barang jadi, secara otomatis dihasilkan pula label bar 

code yang ditempelkan di setiap valet barang jadi. Hal ini untuk mengurangi 

proses entry data, sehingga mempercepat proses dan meningkatkan akurasi, 

terutama saat mengirimkan barang dari pabrik ke MDC.  

4. Enterprise Collaboration Systems (ECS) 

Enterprise collaboration systems (ECS) yaitu  sistem informasi lintas 

fungsional untuk meningkatkan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi di 

antara anggota dari tim bisnis dan kelompok kerja (O’brien, 2002). ECS 

memakai  alat groupware, internet, intranet, extranet dan jaringan 

komputer lainnya. Tujuan utama ECS yaitu  memungkinkan anggota bekerja 


 

bersama dengan lebih mudah dan effektif, sehingga menolong pengguna 

dengan cara: 

1. Komunikasi, saling memberi informasi sesama anggota tim. 

2. Koordinasi, koordinasi hasil tugas pribadi dan sumberdaya dengan 

sesama anggota tim. 

3. Kolaborasi, bekerja sama dalam proyek kerjasama dan tugas-tugas 

lainnya. 

Kemampuan dan potensi internet, intranet dan ekstranet mendorong kebutuhan 

akan alat kolaborasi perusahaan yang lebih baik dalam bisnis. Beberapa contoh 

software alat kolaborasi perusahaan yang diterapkan oleh Bank Sinarmas 

(www.banksinarmas.com) dalam menjalankan bisnisnya yaitu  sebagai 

berikut: 

1. Alat komunikasi elektronik yang memungkinkan secara elektronik 

pengiriman pesan, dokumen, file dalam data, suara, dan multimedia 

memakai  jaringan computer. Alat-alat yang digunakan di 

antaranya: 

a. E-Mail digunakan oleh sesama pegawai dan manajemen bank 

sinar mas dalam berkomunikasi untuk menunjang kegiatan 

perusahaan. Email juga dapat digunakan nasabah dan calon 

nasabah untuk konfirmasi, pertanyaan, komplain dan lain 

sebagainya. 

b. Voice mail digunakan untuk transaksi valas dan treasury 

(peminjaman dana dengan bank lain). 

c. Web publishing informasi merupakan web site Bank Sinar Mas 

yang menyajikan informasi dan fitur-fitur layanan. 

d. Fax 

e. Telepon digunakan untuk komunikasi antar karyawan bank sinar 

mas maupun nasabah dan calon nasabah. Voip digunakan hanya 

untuk kalangan internal bank sinar mas dalam berkomunikasi. 

2. Alat konferensi elektronik digunakan oleh sekelompok orang dalam 

melakukan komunikasi dan kolaborasi untuk bekerja bersama. 

Metode konferensi yang beragam memungkinkan angota tim dan 

group kerja pada lokasi yang berbeda dapat bertukar pikiran/ide 


 

secara interaktif pada waktu yang sama atau pada waktu yang 

berbeda. Alat konferensi elektronik yang digunakan bank sinar mas 

di antaranya yaitu : 

a. Forum diskusi, antar karyawan dalam divisi memakai  portal 

intranet 

b. Pertemuan/rapat secara elektronik, memakai  chating tools 

internal bank sinar mas. 

3. Alat manajemen kerja kolaboratif, membantu dalam menyelesaikan 

atau mengatur aktivitas kelompok kerja. Alat manajemen kerja 

kolaboratif yang digunakan bank sinar mas di antaranya yaitu : 

a. System aliran kerja, berupa standard operating procedure (SOP), 

ketentuan dan prosedur kerja (KDPK) serta standard operation 

manual (SOM) 

b. Calendering, berupa penjadwalan berbagai macam laporan 

dengan system reminder. 

c. Task and project management, berupa pemdivisi tugas ke setiap 

divisi serta akses data dan informasi terbatas sesuai divisi dan 

kewenangan personal. 

d. Knowledge manajemen, berupa transfer knowledge baik tacit 

maupun explicitmelalui telpon, portal  

e. intranet, internal chat, email (contoh: economic review) dan lain-

lain. 

f. Document sharing berupa rekening online yang di-sharing antar 

cabang atau divisi, tapi akses data sesuai dengan kewenangan 

g. Sebagai gambaran klasifikasi groupware yang bekerja bersama 

dapat memakai  Grudin’s Time Space Matrix yang 

dikembangkan oleh Grudins, berdasar : 

h. Kapan partisipan bekerja, pada waktu yang sama atau berbeda 

(known or unknown times) 

i. Di mana partisipan bekerja, pada tempat yang sama atau berbeda 

(known or unknown place). 

  

 

5. Enterprise Application Integration (EAI) 

pemakaian  software EAI memungkinkan aplikasi dari proses e-business 

dapat saling terhubung, aplikasi bagian back office dan front office akan 

terhubung secara sempurna. Menurut Sudewa (2004) sebuah perusahaan 

berskala besar di Indonesia akan memiliki lebih dari satu aplikasi perangkat 

lunak, sehingga diperlukan EAI.  

Sebuah bank berukuran sedang di Indonesia paling tidak akan memiliki satu 

perangkat lunak untuk: 

1. CIS (Customer Information System) 

2. Sistem Branch Teller 

3. Sistem Credit Card 

4. Sistem Loan 

5. Sistem Giro (Corporate Banking) 

6. Sistem Tabungan (Consumer Banking) 

7. Internet Banking 

8. Customer Relationship Management (CRM) 

9. Accounting 

10. Procurement 

11. Human Resources 

Dalam industri perbankan di Bank Sinar Mas digunakan software Temenos 

dan S-one yang menghubungkan beberapa sistem tertentu dengan fungsi yang 

berbeda. Dari beberapa sistem yang tertera dalam daftar di atas hanya sistem 

human resource yang belum terintegrasi dengan sistem lainnya memakai  

software Temenos dan S-one. Contoh pemakaian  sistem EAI di industri 

manufakturing yaitu  system pertukaran data secara elektronis antara sistem 

Frisian Flag Indonesia (FFI) dan para logistic provider yang memakai  

aplikasi middleware (EAI). Alur proses dari FFI ke logistic provider ini 

meliputi: pengiriman produk jadi (finished goods) dari pabrik ke Main 

Distribution Centre (MDC), lalu dari MDC ke gudang cabang, dan seterusnya 

hingga ada bukti penerimaan barang dari pelanggan. 

6.  Transaction Processing System (TPS) 

TPS yaitu  sistem informasi lintas fungsional yang memproses data yang 

dihasilkan dari kejadian transaksi bisnis (O’Brien, 2002). Di Indonesia TPS 

dikembangkan untuk memproses data-data dalam jumlah besar untuk transaksi 


 

bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS merupakan sistem tanpa 

batas yang memungkinkan organisasi berinteraksi dengan lilngkungan 

eksternal. sebab  manajer melihat data-data yang dihasilkan oleh TPS untuk 

memperbaharui informasi setiap menit mengenai apa yang terjadi di 

perusahaan. dalam industri rirel di Indonesia TPS memproses data transaksi 

bisnis, seperti penjualan, pembelian, dan perubahan persediaan/inventori, 

termasuk juga membuat pernyataan konsumen, cek gaji karyawan, kuitansi 

penjualan, order pembelian, formulir pajak, dan rekening keuangan.  

 

4.5 Perbedaan E-Commerce dan E-

Business 

E-commerce tidak lain yaitu  membeli dan menjual barang di seluruh web. 

Sebaliknya, e-business sedikit berbeda sebab  tidak terbatas pada, transaksi 

komersial, tetapi juga menyediakan layanan lainnya. Ini yaitu  dua mode yang 

muncul dalam berbisnis, yang semakin penting dengan berlalunya waktu. 

Lewatlah sudah hari-hari, ketika Anda harus pergi ke pasar untuk membeli 

satu item. Saat ini Anda hanya perlu melakukan pemesanan online, dan barang 

itu akan datang kepada Anda dalam beberapa menit. Belanja online semakin 

populer, hanya sebab  kesederhanaan dan kenyamanannya. Ini hanya mungkin 

sebab  dua jaringan elektronik, yaitu, sebagai e-commerce dan e-business. E-

commerce dan E-business memiliki awalan yang sama yaitu “E” yang 

memiliki arti elektronik.  

Maksud dari elektronik ini  merupakan aktivitas transaksi yang dilakukan 

dengan memakai  perangkat elektronik atau digital. E-commerce dan e-

business juga memiliki tujuan utama yang sama, yaitu untuk mengembangkan 

dan memajukan perusahaan. E-commerce serta e-business merupakan salah 

satu terobosan yang digunakan untuk mendongkrak penjualan melalui 

pemasaran dan sebagai sarana untuk mempromosikan produk berbasis online. 

E-commerce berkaitan dengan transaksi perusahaan dengan pelanggan, klien, 

atau pemasoknya. Sebaliknya, e-business mengacu pada melakukan industri, 

perdagangan, dan perdagangan, dengan bantuan teknologi informasi dan 

komunikasi.  

 

 

commerce yaitu  komponen utama dari e-bisnis, e-commerce termasuk 

transaksi yang terkait dengan uang, tetapi e-bisnis termasuk moneter serta 

kegiatan serumpun. E-commerce memiliki pendekatan ekstrovert yang 

mencakup pelanggan, pemasok, distributor, dan lain-lain. Di sisi lain, e-bisnis 

memiliki pendekatan ambivert yang mencakup proses internal maupun 

eksternal. E-commerce membutuhkan situs web yang dapat mewakili bisnis. 

Sebaliknya, e-bisnis memerlukan situs web, manajemen hubungan pelanggan, 

dan perencanaan sumber daya perusahaan untuk menjalankan bisnis melalui 

internet. E-commerce memakai  internet untuk terhubung dengan seluruh 

dunia. Berbeda dengan e-bisnis, internet, intranet dan extranet digunakan untuk 

menghubungkan dengan para pihak. 

  

 

 

 

5.1 Memulai Memasarkan Bisnis Dalam 

di E-Commerce 

Teknologi berkembang dengan sangat pesat saat ini menyebabkan strategi 

bisnis maupun penjualan sebagai ujung tombak semua bisnis menjadi semakin 

mengarah kepada penguasaan dan pemakaian  teknologi. Tidak dapat 

dipungkiri peranan teknologi menjadi sangat dominan bagi perkembangan 

perusahaan yang bergerak di E-commerce. Dari mulai untuk peningkatan 

penjualan, transaksi, kinerja perusahaan, sampai pada alasan efisiensi dan 

efektivitas. Bisnis apapun bentuknya, membutuhkan penjualan agar tetap 

survive. Scottish Enterprise, sebuah konsultan manajemen berkantor pusat di 

Glasgow Skotlandia, menuliskan beberapa tips meningkatkan penjualan 

memakai  peralatan e-bisnis. E-business sendiri dalam website ini  di 

definisikan sebagai proses bisnis yang memakai  teknologi informasi dan 

komunikasi untuk mencapai perubahan dan pertumbuhan bagi perusahaan. 

Salah satu bagian yang diberikan di antaranya melalui online marketing guna 

memperoleh pelanggan dan meningkatkan pelayanan pada pelanggan yang 

telah ada (existing customer). Memberikan pedoman untuk keberhasilan 

aktivitas ini. Pada planning (perencanaan), pebisnis diminta memikirkan teknik 

yang akan digunakan pada website e-commerce untuk menarik pelanggan 

52 Strategi Bisnis E-commerce 

 

potensial dan membuat mereka datang kembali. Tentang teknik apa yang akan 

dijalani, email marketing, sms (short massages services) marketing, 

mempromosikan website, iklan dan sponsorship, community building, 

promosi penjualan, bagaimana memasarkan produk dan jasa pada web 

merupakan beberapa subjek yang penting diketahui pada bagian planning ini. 

Email marketing merupakan cara cepat, fleksibel untuk menyampaikan pesan 

pemasaran dalam bentuk newsletters atau penawaran khusus, tanpa time lag 

dan biaya di bagian printing. Kekurangannya, kemungkinan kecil file di-

download secara cepat oleh target. Disamping itu spam (sampah di file) sering 

mengganggu target. Oleh sebab  itu pastikan bahwa email dikirimkan hanya 

kepada orang yang mau menerimanya. Peraturan dari The Privacy and 

Electronic Communication Regulation terakhir di Desember 2003 berisi 

bahwa seseorang hanya bisa membidik orang yang telah setuju untuk 

dikontak. 

SMS marketing dapat memberikan rate hebat, sebab  dewasa ini SMS telah 

digunakan sebagai salah satu peralatan dunia bisnis. Informasi dapat 

dikirimkan ke sekelompok orang secara cepat dan nyaman. Hanya saja sms 

terbatas dalam hal jumlah karakter. 

Mempromosikan web bisa melalui direct navigation dengan jalan 

mengikutsertakan nama web pada bahan-bahan cetak seperti business card dan 

surat. Cara lainnya dengan web referrals email marketing, menyertakan alamat 

web pada email footers, iklan online atau membuka forum diskusi online 

sehingga orang tertarik membuka web. Berpromosi selanjutnya juga bisa 

dengan solusi search engines. Subjek penting lain yang dibahas pada web 

Scottish di bagian ini  yaitu  tentang jalan memasarkan produk dan jasa di 

web. Selain memakai  jasa orang yang profesional di bidang IT dan 

designer, perlu upaya membuat content fokus terhadap pelanggan. Untuk 

mempererat hubungan dengan pelanggan bisa dibuat semacam web 

interactive, membuat katalog yang memberikan kesempatan pada pengunjung 

web memberikan kesan dan saran.  

 

 

5.2 Manajemen Pemasaran di E-

Commerce dalam Website 

Membangun strategi e-business harus menetapkan tujuan website e-commerce 

yang akan dikelola. Membuat tujuan jangan terlalu sempit, buatlah tujuan yang 

terfokus. Misal anda ingin berfokus untuk tujuan fashion e-commerce maka 

fokuskan website e-commerce anda kepada fashion.  

Menurut Canada’s Business and Consumer Site di dalam tujuan anda harus 

mengidentifikasi bahwa target konsumen bisa terbagi menjadi tiga: 

1. Konsumen dengan penghasilan kebawah 

2. Konsumen dengan penghasilan menengah kebawah 

3. Konsumen dengan penghasilan menengah keatas 

Selanjutnya menerapkan strategi sebagai berikut 

1. Mengidentifikasi wilayah dan konsumen 

2. Mengidentifikasi kebutuhan konsumen dalam wilayah ini  

3. Promosi E-commerce 

4. Membuat kepuasan konsumen yang memakai  produk pasa situs 

e-commerce anda 

Taktik ini tergantung strategi yang telah disusun dan di buat maka dengan 

penyusunan strategi taktik pun tercipta, misal strategi anda yaitu  mencari 

target visitor website e-commerce anda untuk penjualan maka taktik anda 

bagaimana mengoptimalkan SEO di website dengan mengikuti kaidah yang 

ada. Misal juga Anda ingin mempunyai pelanggan yang loyal sehingga dapat 

menjadi vendor anda, maka cara ini bisa diterapkan dengan membangun 

TRUST di dalam Website E-commerce anda. Jika melakukan tiga tahapan 

pemasaran website ini  beberapa catatan penting yaitu  Strategi bukanlah 

tujuan namun strategi yaitu  cara untuk mencapai tujuan, sedangkan taktik 

yaitu  cara agar strategi terlaksana. 

Strategi yaitu  bagaimana cara agar memenangkan perang sedangkan taktik 

bagaimana cara agar memenangkan pertempuran. Pemasaran setiap website e-

commerce pastinya berbeda namun tetap untuk mencapai tujuan sales yang 


 

baik. Ada baiknya situs e-commerce ketika baru di bangun menetapkan tujuan 

terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan, dengan website management. 

Secara umum, website (web) dipahami sebagai sekumpulan halaman yang 

terdiri dari beberapa laman yang berisi informasi dalam bentuk digital baik itu 

teks, gambar, animasi yang disediakan melalui jalur internet sehingga dapat 

diakses dari seluruh dunia yang memiliki koneksi internet. Website awalnya 

merupakan suatu layanan sajian informasi yang memakai  konsep 

hyperlink, yang memudahkan surfer atau pengguna internet melakukan 

penelusuran informasi di internet. Informasi yang disajikan dengan web 

memakai  konsep multimedia, informasi dapat disajikan dengan 

memakai  banyak media, seperti teks, gambar, animasi, suara, atau film. 

Sejumlah definisi atau pengertian website menurut para ahli dapat dillihat, 

website yaitu  kumpulan halaman web yang saling terhubung dan file-filenya 

saling terkait. Web terdiri dari page atau halaman, dan kumpulan halaman 

yang dinamakan homepage. Homepage berada pada posisi teratas, dengan 

halaman-halaman terkait berada di bawahnya. Biasanya setiap halaman di 

bawah homepage disebut child page, yang berisi hyperlink ke halaman lain 

dalam web (Gregorius, 2000). Website merupakan fasilitas internet yang 

menghubungkan dokumen dalam lingkup lokal maupun jarak jauh. Dokumen 

pada website disebut dengan web page dan link dalam website memungkinkan 

pengguna bisa berpindah dari satu page ke page lain (hyper text), baik di antara 

page yang disimpan dalam server yang sama maupun server diseluruh dunia. 

Pages diakses dan dibaca melalui browser. 

berdasar  pengertian website menurut para ahli di atas dan penjelasan 

berkaitan dengan unsur-unsur pembangun website dan sifatnya dapat 

disimpulkan bahwa website yaitu  kumpulan halaman-halaman yang 

digunakan untuk menampilkan informasi, gambar gerak, suara, dan atau 

gabungan dari semuanya itu baik yang bersifat statis maupun dinamis yang 

membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait di mana masing-

masing dihubungkan dengan link-link. 

  

 

5.3 Marketplace Management E-

Commerce 

Seperti tokopedia, bukkalapak, shopee, blibli, dan lain-lain, marketplace ini 

tentunya memiliki tujuan utamanya yaitu menjadi wadah antara penjual dan 

pembeli untuk bertransaksi jual beli secara online dengan aman. Marketplace 

ini sudah ada sejak lama dan setiap tahunnya akan selalu ramai warga  

membahas marketplace itu sendiri. Untuk itu ada beberapa pengertian 

marketplace menurut para ahli ilmu marketing, di antaranya:  

Menurut Brunn, Jensen dan Skoovgard (2002) bahwa marketplace itu dibagi 

menjadi 2, yaitu marketplace horizontal dan marketplace vertikal. 

1. Marketplace Horizontal: dikategorikan berdasar  dari produk yang 

dijualnya yang biasanya bisa dijangkau oleh banyak konsumen 

umum. Contoh produknya seperti gadget, pakaian, accessories, 

makanan, dan lain-lain. Dengan contoh produk seperti itu 

dikategorikan sebab  harga produk yang masih dapat dijangkau oleh 

konsumen biasa. 

2. Marketplace Vertikal: dikategorikan bedasarkan produk khusus yang 

dijual hanya untuk memenuhi kebutuhan khusus pada perusahaan 

lain. Contohnya saja seperti penjualan bahan baku, penjualan beton, 

penjualan baja, penjualan logam, dan lain-lain. Tentu saja produk 

yang dijuala pada kategori ini untuk memenuhi kebutuhan industri 

perusahaan lainnya.  

Marketplace ini merupakan salah satu perdagangan melalui media elektronik. 

Pengertian perdagangan elektronik itu sendiri yaitu  penyebaran, pembelian, 

penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet 

atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. Tentu saja masih ada 

banyak lagi yang dapat mendefinisikan tentang marketplace ini sesuai 

pengetahuan ilmu marketing yang dikuasai. Untuk itu bertransaksi jual beli 

melalui marketplace ini sangat baik sebab  adanya wadah untuk 

mempertemukan penjual dan pembeli secara online. Dan tentu saja 

marketplace ini membuat transaksi bisa menjadi lebih aman. 


 

Transaksi jual beli secara online ini ada baiknya untuk melalui marketplace 

sebab  adanya penengah jika terjadi sesuatu baik untuk penjual ataupun 

pembeli. Maka tidak heran di jaman sekarang persaingan antar marketplace ini 

semakin ramai dengan beragam pelayanan terbaiknya demi memuaskan 

penggunanya. Dengan begitu pemakaian  marketplace sebagai wadah untuk 

bertransaksi secara online ini sangat baik sebagai media pemasaran dalam ilmu 

marketing. Marketplace: seperti yang telah dijelaskan di awal bab ini, 

marketplace merupakan Puncak dari E-commerce, marketplace biasanya 

mempunyai Sistem tersendiri yang dapat mengatur ratusan bahkan Jutaan 

Produk yang ingin dijual maupun di beli contohnya: eBay, bukalapak.com, 

dan lain-lain. 

 

5.4 Offline dan Online Marketing 

Pemasaran offline yaitu, proses transaksi penjualan barang dan jasa secara 

langsung yang di mana produsen dan konsumen bertemu dan terjadinya proses 

transaksi jual beli Pemasaran Online ( Online Marketing ) merupakan suatu 

kegiatan untuk memberikan informasi melalui media internet ( Elektronik ) 

serta proses transaksi penjualan barang dan jasa yang memakai  teknologi 

elektronik yang dapat memudahkan para konsumen, biasanya berawalan 

dengan huruf e, seperti e-mail, e-business, e-gov, e-society dan banyak lagi. 

Sedangkan Pemasaran Offline (Offline Marketing ) suatu kegiatan untuk 

memberikan informasi secara langsung atau tidak langsung dengan 2 (dua) 

perantara seperti seorang sales yang bertatap muka dengan customer dan 

produk pemasaran yang dapat dijumpai di mana target market berada, dengan 

kata lain pemasaran offline yaitu a suatu transaksi yang secara langsung 

produsen dan konsumen dapat bertemu. Apa perbedaan pemasaran offline dan 

online. Tentu sangat jelas perbedaannya, di mana pemasaran offline 

merupakan pemasaran secara langsung sedangkan pemasaran online yaitu  

pemasaran tidak langsung dengan memakai  bantuan teknologi bernama 

internet. Pemasaran langsung artinya antara pembeli atau distributor langsung 

bertatap muka dengan konsumen atau calon konsumen, sedangkan pemasaran 

tidak langsung antara konsumen dengan produsen atau distributor tak bisa 

bertemu. Bila kita ingin menganalisis lebih jauh tentang sejauh mana 

efektivitas dari pemasaran online dibandingkan dengan pemasaran offline 

mungkin akan terlihat jelas sekali bahwa pemasaran online akan lebih efektif 


 

dan efisien dibandingkan dengan pemasaran offline. Perusahaan bisa 

menghemat biaya pemasaran. Tentu hal ini  merupakan kabar gembira 

bagi perusahaan, sebab  selama ini salah satu biaya yang lumayan menyedot 

anggaran perusahaan yaitu  biaya pemasaran. Bila pemasaran dilakukan 

secara online maka biaya pemasaran bisa dipangkas sebanyak mungkin. 

Dengan target pasar yang lebih luas, tak hanya konsumen sewilayah atau satu 

negara melainkan semua konsumen yang ada di seluruh dunia bisa ikut 

menjadi target pemasaran dari perusahaan ini . 

Pemasaran melalui internet ini juga menempatkan konsumen sebagai subyek 

aktif. Bila dulu, konsumen ditempatkan sebagai subyek pasif dalam arti 

komunikasi hanya bersifat satu arah yaitu dari produsen atau distributor pada 

konsumen, namun kini pemasaran model baru dengan bantuan internet telah 

menggeser peran konsumen dari subyek pasif menjadi subyek aktif. 

Konsumen juga bisa turut andil dalam proses pemasaran ini . Dan sebagai 

konsumen yang cerdas, tentu cara kedualah yang lebih disukai dibandingkan 

dengan cara yang pertama. Jadi, di sini ternyata tak hanya produsen atau 

perusahaan saja yang diuntungkan tapi juga konsumen. 

Pemasaran interaktif atau pemasaran modern atau disebut juga dengan 

pemasaran online juga bisa menciptakan perusahaan-perusahaan langsung. 

Disadari atau tidak, sekarang ini setiap orang bisa menciptakan perusahaannya 

sendiri. Fenomena toko online yang kian hari kian menjamur merupakan salah 

satu bukti bahwa pemasaran melalui internet telah menciptakan lapangan 

pekerjaan yang baru. Kini, setiap orang bisa menciptakan toko online (contoh 

perusahaan sederhana) dengan bantuan internet dengan proses yang sangat 

mudah dan tidak berbelit-belit.  

Apa saja bentuk pemasaran online ini ? Sebagian besar perusahaan 

memiliki website pada masa sekarang ini. Tak hanya perusahaan besar bahkan 

perusahaan kecilpun juga memiliki website (toko online). Website ini  

merupakan pintu atau tempat “pertemuan” antara produsen dan konsumen. 

Produsen bisa menawarkan produk sedangkan konsumen bisa bertanya yang 

berhubungan dengan produk yang ditawarkan produsen. Untuk perusahaan 

yang masih baru berdiri dan belum memiliki website berbayar, biasanya 

mereka memakai  fasilitas blog gratisan seperti wordpress, multiply, 

dagdigdug, posterous, blogspot, blogetery, blogdetik, dll sebagai pengganti 

website. 


 

Selain website, biasanya perusahaan juga memakai  social networking 

untuk memasarkan atau mengenalkan produk mereka kepada konsumen. 

Sudah bukan hal yang langka bila pada situs jejaring social ini  banyak 

dijumpai promosi dari berbagai macam produk dan dari berbagai macam 

perusahaan. Cara lain, meski mungkin tak seefektif situs jejaring sosial dan 

website yaitu  dengan mailing list. Walau harus diakui bahwa cara ini  

kurang efektif dibandingkan dengan dua cara sebelumnya. Berikut contoh 

inovasi produk pemasaran online dan offline yang dapat anda simak.  

Contoh Produk Pemasaran Online: 

1. Media Sosial 

Tempat berkumpulnya sekelompok individu, perusahaan dan instansi 

yang memberikan segala macam info mengenai kabar terkini bisa 

berupa jasa dan produk yang dimiliki melalui website atau mobile 

app. 

2. Website 

Suatu media yang dapat anda jumpai ketika browsing mengenai 

informasi yang anda cari baik itu jasa atau produk di internet. 

3. Mobile App 

Seperti halnya website, bedanya hanya pada cara mendapatkan 

informasinya yang mengharuskan anda untuk mendownload secara 

langsung atau tidak langsung pada handphone anda. 

4. E-mail Marketing 

Suatu cara memasarkan produk atau jasa melalui pesan elektronik 

kepada customer atau group customer yang di dalamnya bisa berupa 

katalog produk, proposal, penawaran dan banyak lagi. 

5. SEO (Search Engine Optimisation) 

Suatu upaya untuk menghadirkan website diperingkat atas search 

engine agar target market anda mengetahui produk atau jasa yang 

anda tawarkan dan memesannya. 

6. ADS (Advertisement )/Iklan 

Suatu wadah yang disediakan oleh search engine atau website untuk 

memasangkan produk atau jasa anda di internet maupun elektronik. 

  

 

7. Iklan Televisi 

Iklan yang ditayangkan pada saat target market menonton televisi 

(TV) agar mengetahui produk, jasa dan pengumuman pada iklan. 

8. Iklan Radio 

Audio visual yang dikemas sedemikian rupa agar pendengar radio 

dapat mengerti apa yang disampaikan iklan pada saat jeda siaran. 

9. Iklan Video 

Video yang ditampilkan di media online atau elektronik, contohnya 

di youtube atau baliho. 

Contoh Produk Pemasaran Offline: 

1. Design Stationery (ATK) 

Beberapa produk yang berfungsi untuk menyampaikan informasi atau 

memperkenalkan jasa atau produk mengenai individu, perusahaan 

dan instansi, contoh: kartu nama, flayer, brosur dan banyak lagi. 

2. Design Gimmick (Merchandise/Aksesoris) 

Beberapa produk pemasaran ajaib untuk memikat customer agar tidak 

melupakan jasa atau produk yang ditawarkan, contoh t-shirt, tas, jam, 

mug, packaging dan banyak lagi. 

3. Iklan baris 

Merupakan informasi berupa gambar atau tulisan yang ditempatkan 

pada suatu lembaran koran agar pembaca dapat melihat iklan yang 

biasanya berada di kolom tersendiri pada halaman koran. 

4. Baliho atau Spanduk 

Suatu media yang bisa anda jumpai dipinggir jalan, sebab  

peletakannya yang strategis dapat memberikan dampak yang besar 

pada pemasaran anda. 

5. Iklan Kendaraan 

Media iklan yang ditempatkan di kendaraan dan biasanya 

memakai  mobil atau motor yang dikemas sedemikian rupa agar 

menampilkan informasi mengenai perusahaan, produk dan jasa. 


 

5.4.1 Offline Marketing vs Online Marketing 

Pada tahun 2016 yaitu  tahun kejayaan bagi e-commerce di Indonesia. 

bagaimana tidak, pada tahun ini  banyak sekali bermunculan situs-situs e-

commerce profesional yang memanjakan warga  dalam berbelanja. namun 

meski demikian, bukan berarti pekerjaan marketing yang dilakukan oleh 

warga  sudah optimal, hal ini disebab kan pemahaman marketing itu 

sendiri oleh warga  belum merata dan masih belum matang, baik itu 

metode marketing di dunia nyata (offline) ataupun metode marketing di dunia 

maya (digital marketing). Konsep Offline marketing yaitu  metode marketing 

yang pertama kali ada dan masih digunakan sampai sekarang. Offline 

marketing identik dengan menawarkan melalui berbagai media baik cetak, 

audio maupun TV.  

Berikut perbandingan Offline Marketing vs Online Marketing dalam beberapa 

aspek seperti: kebutuhan pasar/niche, target pasar, persaingan, metode 

pemasaran, efektivitas. 

1. Kebutuhan Pasar/Niche  

Sebelum menentukan target pasar, biasanya ahli pemasaran 

mengawali pekerjaannya dari riset kebutuhan pasar. hal ini dirasa 

sangat perlu sebab  akan menjadi pondasi bagi langkah selanjutnya 

yaitu menentukan target pasar, menentukan metode pemasaran 

sampai hasil yang akan didapatkan nantinya. Dalam menentukan 

kebutuhan pasar, seorang marketing offline akan langsung terjun ke 

lapangan untuk mengetahui kebutuhan yang sebenarnya dibutuhkan 

oleh pasar/warga . hal ini biasa dilakukan dengan cara 

wawancara atau membagi kuisioner yang akan membuat waktu yang 

lebih lama namun si marketer akan mendapatkan pengalaman yang 

cukup berarti. Berbeda dengan Online Marketing, melakukan riset 

untuk menentukan kebutuhan pasar dilakukan dengan metode yang 

biasanya cukup akurat untuk mengenali pola dan mengidentifikasi 

kebutuhan pasar. contoh sederhana misalnya saja si marketer 

memakai  fasilitas Google Keyword Planner. marketer akan 

mendapatkan data yang cukup lengkap mengenai jumlah pencarian 

dari satu atau beberapa kata kunci yang telah diketikkan di mesin 

pencari google selama satu bulan terakhir. dari data yang disajikan 


 

akan dengan mudah marketer mengidentifikasi kebutuhan pasar 

mengenai produk yang berhubungan dengan kata kunci ini  pada 

satu bulan terakhir. 

2. Target Pasar 

Target pasar akan ditentukan dari beberapa faktor misalnya dari riset 

kebutuhan pasar yang telah dilakukan sebelumnya dan spesifikasi 

produk yang akan dipasarkan. dalam pemasaran offline, penjual yang 

berjualan secara offline biasanya tidak memperhitungkan target pasar 

secara mendalam. Biasanya mereka akan berpendapat, tempat yang 

strategis didukung performa toko yang tampak dari luar (bentuk fisik) 

yang mengundang calon pelanggan tertarik agar dan berharap mereka 

membeli. Lain halnya dengan target pasar untuk online marketing, 

seorang marketer dituntut untuk mempunyai data yang lengkap dan 

cukup akurat mengenai target pasar mereka. pasalnya, orang yang 

berlalu lalang di dunia maya sangat banyak bahkan seluruh dunia. hal 

ini menjadi alasan utama kenapa marketer wajib mempunyai target 

pasar yang spesifik sebagai filter agar metode marketing yang 

digunakan nantinya lebih efektif dan efisien. Contoh dari riset target 

pasar di online marketing misalnya Facebook Insight pada Facebook. 

facebook insight memberikan fasilitas yang cukup lengkap untuk 

menemukan siapa saja yang kita target sesuai kata kunci yang 

berhubungan dengan produk. misalnya seorang marketer ingin 

menjual produk susu penurun berat badan. marketer bisa melakukan 

riset terhadap seberapa banyak orang di facebook yang tertarik 

mengenai kata kunci yang dibidik yaitu "kelebihan berat badan" atau 

"tips langsing" pada demografi tertentu misalnya negara indonesia, 

daerah ibukota jakarta jenis kelamin wanita umur 25-40 tahun dengan 

pendidikan diatas SMA. 

3. Persaingan  

Pada metode offline marketing, persaingan marketing bisanya dilihat 

dari beberapa aspek misalnya: harga dan pelayanan. yang paling 

murah yaitu  yang paling laris dan yang paling baik pelayanannya 

yaitu  yang paling laris. namun berbeda pada online marketing, pada 


 

pemasaran online, persaingan bukan hanya terletak pada harga dan 

pelayanan saja, mengingat pesaingnya ada diseluruh penjuru 

negeri/penjuru dunia. Persaingan pemasaran online juga terletak pada 

seberapa lengkap konten mereka di internet. Disebab kan orang yang 

berselancar di internet rata-rata yaitu  orang yang mencari konten 

yang lengkap dan bermanfaat, baik itu untuk kebutuhan mereka atau 

hanya untuk hiburan saja. 

4. Metode Pemasaran 

Metode pemasaran offline cetak dilakukan memakai  Brosur, 

Spanduk, Baliho, Neon Box, atau apapun itu untuk melakukan 

branding dan meningkatkan performa toko dimata khalayak ramai. 

pada pemasaran ini ada 3 hal yang perlu dipikirkan secara matang 

yaitu: Desain, kualitas bahan dan strategi penyebaran/letak 

pemasangan. Metode pemasaran online bertumpu pada konten dan 

traffic. ada banyak metode pemasaran seperti email list building, 

SEO, iklan berbayar (google adwords), marketplace, forum 

komunitas, dan lain-lain. berbagai macam metode pemasaran yang 

bertebaran di internet sekarang ini bahkan tida menutup kemungkinan 

akan muncul metode-metode yang lain, namun semua itu tidak jauh 

dari tumpuan dasar itu sendiri yaitu konten dan traffic. siapa yang 

mampu menyajikan kualitas konten yang berbobot dan siapa yang 

mampu mempunyai traffic besar, dialah yang berpotensi 

penjualannya tinggi. 

5. Efektivitas  

Efektivitas pemasaran diukur dari seberapa tinggi tingkat konversi 

penjualan terhadap metode marketing yang dilakukan. di dunia nyata, 

performa sebuah iklan sulit diukur sebab  target pasar terlalu umum 

dan ada banyak faktor yang menyebabkan orang membeli. misalnya, 

pembeli membeli sebab  faktor tempat tinggalnya dekat dengan toko, 

bukan sebab  besarnya spanduk yang dipasang, dan lain-lain. di 

internet, efektivitas pemasaran dapat diukur secara akurat, mislnya 

konversi iklan terhadap ketertarikan pengunjung, konversi iklan 

terhadap penjualan ataupun konversi ketertarikan terhadap penjualan, 

semuanya dapat diukur secara akurat dan dapat dipantau secara 

berkala sehingga marketer dapat melakukan evaluasi atau 

penyesuaian terhadap iklan yang dijalankan. Dari banyak kelebihan 

online marketing yang telah disebutkan diatas, bukan berarti online 

marketing itu tida punya kekurangan. justru dengan banyaknya 

fasilitas yang diberikan, membuat marketer harus belajar secara 

mendalam dan fokus terhadap yang dipelajari sehingga iklan yang 

dijalankan optimal. namun yang juga perlu diingat, fasilitas yang 

cukup lengkap di internet bagi marketer bukan berarti melakukan 

online marketing itu murah. 

 

 

 

 

 

  


Posting Komentar

0 Komentar