manajemen pendidikan 1

 





PERANCANGAN DATA BASE SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN 

DENGAN DBMS MICROSOFT (ACCES DAN SQL SERVER)) 

 

Hal mendasar dari struktur database yaitu  model data, yaitu 

sekumpulan cara untuk mendeskripsikan berbagai data, hubungannya 

satu sama lain, semantiknya, serta batasan konsistensi. Untuk 

memperlihatkan konsep dari model data, berikut ini akan diuraikan dua 

model data yang paling populer, yaitu Model ERD (Entity Relationship 

Diagram) dan Model Relasional. Keduanya menyediakan cara untuk 

mendeskripsikan perancangan database pada peringkat logika. Selain 

model data relasional dan ERD, sebenarnya ada banyak model data lain, 

seperti Hierarkhis, Jaringan, dan Berorientasi Objek, dengan berbagai 

keunggulan dan kekurangan masing-masing. 


Model ERD 

Model ERD (entity relationship diagram) dibuat berdasar  

anggapan bahwa dunia nyata terdiri dari koleksi objek-toobjek dasar yang 

dinamakan entitas (entity) serta hubungan (relationship) antara entitas-

entitas itu. Entitas yaitu  “sesuatu” atau “objek” pada dunia nyata yang 

dapat dibedakan antara satu dengan yang lainnya, yang bermanfaat bagi 

aplikasi yang akan kembangkan. Sebagai contoh, setiap orang yaitu  

entitas dan rekening bank dapat dipertimbangkan sebagai sebuah 

entitas.  

Entitas dalam database dideskripsikan berdasar  atributnya. 

Sebagai contoh, nomor rekening membedakan suatu rekening yaitu  

milik seseorang yang menyimpan uangnya dengan rekening milik orang 

lain di suatu bank tertentu dan nomor-nomor rekening ini  

merupakan atribut dari entitas rekening yang bersangkutan. Dalam hal 

ini, nomor rekening secara unik membedakan sebuah rekening dengan 

rekening yang lainnya. Beberapa rekening mungkin memiliki saldo yang 

sama, namun  mereka pasti memiliki nomor rekening yang berbeda. 

Relationship yaitu  hubungan antara beberapa entitas. Sebagai 

contoh, mahasiswa “memiliki” arangtua, “memiliki” menjelaskan 

hubungan tertentu antara memakai  dengan orangtuanya. Dalam hal 

ini, himpunan semua entitas dengan tipe yang sama dan himpunan 

semua hubungan antar entitas dirujuk sebagai himpunan entitas (entity 

set) dan himpunan relasi (relationship set). Secara skematik, database 

dapat dideskripsikan secara grafis dengan ERD yang memiliki komponen-

komponen utama sebagai berikut:  

• Empat-persegi-panjang, yang menggambarkan himpunan 

entitas.  

• Elips, yang menggambarkan atribut.  

• Jajaran genjang, yang menggambarkan relasi/hubungan 

antarentitas.  

• Garis, yang menyatukan atribut-atribut pada entitas tertentu 

serta menyatukan entitas-entitas dalam suatu relasi tertentu.  

 

 

Gambar 1.1: Penggambaran Diagram ER 

 

Sebagai contoh, Gambar 1.1 menunjukkan Diagram ER yang 

menggambarkan hubungan antara entitas memakai  dengan 

Matakuliah. Model pada Gambar 1.1 di atas yaitu  model 

penggambaran Diagram ER secara umum. Penggambaran itu belum 

memperlihatkan kardinalitas, yaitu jumlah suatu entitas yang 

berhubungan dengan entitas yang lainnya. 

 

1.2 Model Data Relasional 

Model database relasional memakai  sekumpulan tabel 

berdimensi dua (biasa disebut tabel) yang merupakan tempat data 

disimpan. Masing-masing tabel dalam model database relasional terdiri 

dari baris dan kolom. Selain itu pada model database relasional juga 

terdapat istilah key (kunci). Key yaitu  satu atau gabungan beberapa 

atribut yang dapat membedakan semua baris data dalam tabel secara 

unik. Artinya jika suatu atribut dijadikan key,  maka tidak boleh ada dua 

atau lebih baris dengan nilai yang sama untuk kolom ini . Ada tiga 

macam key yang dapat diterapkan pada suatu tabel, yaitu: 

 Superkey, yaitu merupakan satu atau lebih atribut yang dapat 

membedakan setiap baris data dalam sebuah tabel secara unik. 

 Candidat-Key, yaitu merupakan kumpulan atribut minimal yang 

dapat membedakan setiap baris data dalam sebuah tabel secara 

unik. Sebuah candidat-key tidak boleh berisi atribut atau  

kumpulan atribut yang telah menjadi super-key. 

 Primary-Key, yaitu merupakan candidat-key yang unik yang 

dipakai  sebagai acuan dan kunci utama. Perhatikan struktur 

dan contoh data pada Tabel memakai , Matakuliah, dan Kuliah 

(representasi dari hubungan mengambil antara entitas 

memakai  dan Matakuliah pada Diagram ER – Gambar 1.1).  

 

Ketiga tabel di atas memperlihatkan seorang memakai  yang 

mengambil beberapa matakuliah, misalnya Riyanto (NIM=123456) 

mengambil matakuliah Jaringan Syaraf Tiruan (No_MK=110011) dan 

mendapatkan indeks nilai B, dan juga mengambil matakuliah Sistem 

Pendukung Keputusan (No_MK=120012) dan mendapatkan nilai A.  

 

Gambar 1.2: Satu memakai  mengambil beberapa matakuliah 

 

Di sisi yang lain, ada beberapa memakai  yang mengambil satu 

matakuliah yang sama, misalnya Riyanto (NIM=123456) dan Sugiharti 

(NIM=123458) mengambil matakuliah yang sama, yaitu Jaringan Syaraf 

Tiruan (No_MK=110011) dan keduanya mendapatkan indeks nilai B.  

 


Model relasional yaitu  contoh model berbasis record. 

Dinamakan seperti itu karena database memiliki struktur record 

berformat tertentu dimana masing-masing isinya memiliki tipe-tipe yang 

berbeda, misalnya tipe data untuk NIM yaitu  string[8] tentu berbeda 

dengan tipe data untuk Nama yang mungkin juga bertipe data string 

yang panjangnya tidak ditentukan, bergantung pada komputer tempat 

aplikasi diimplementasikan). Dalam hal ini, setiap kolom pada tabel-

tabel mencerminkan atribut-atribut entitas yang bersangkutan yang 

sering di jumpai di model konseptual ERD.  

Dapat dilihat bahwa tabel-tabel dapat disimpan dalam file-file. 

Sebagai contoh, karakter-karakter khusus, misalnya tanda koma “,” 

mungkin dapat dipakai  untuk memisahkan atribut-atribut yang 

berbeda dalam suatu record, dan karakter-karakter khusus yang lainnya 

dapat dipakai  untuk memisahkan suatu record dengan record yang 

lainnya. Model relasional menyembunyikan implementasi aras rendah 

database dari pengembang dan pengguna aplikasi basis. 

Model relasional yaitu  abstraksi pada peringkat yang lebih 

rendah dari ERD. Perancang database umumnya pertama kali 

memakai  ERD kemudian menerjemahkannya ke model relasional 

untuk kemudian diimplementasikan di sistem database yang dipakai .  

 

1.3 Keunggulan Database Relasional 

Pendekatan database menawarkan keunggulan-keunggulan 

dibandingkan sistem pemrosesan berkas tradisional. Keunggulan-

keunggulan yang dimaksud yaitu  sebagai berikut:  

1) Kemandirian Program dan Data. Pemisahan deskripsi data (meta 

data) dari program aplikasi yang memakai  data ini  

dinamakan kemandirian data (data independence). Dengan 

pendekatan database, deskripsi data disimpan di lokasi terpusat 

yang dinamakan repository. Karakteristik sistem database ini 

mengijinkan organisasi data berubah (sampai batas-batas 

tertentu) tanpa mempengaruhi program aplikasi yang 

memproses data ini  (tidak memerlukan pemrograman 

ulang – reprogramming) .  

2) Mengurangi Pengulangan Data (Redundansi) yang Tidak Periu. 

Sasaran perancangan dengan pendekatan database yaitu  

menyatukan berkas-berkas data pada suatu struktur logika yang 

tunggal. Setiap fakta primer direkam pada hanya satu tempat di 

database. Misalnya, dari contoh di atas, IP seorang memakai  

hanya tersimpan pada Tabel memakai . Pendekatan database 

tentu saja tidak menghilangkan redundansi data sama sekali, 

namun  ia mengijinkan perancang secara hati-hati mengendalikan 

redundansi. Sebagai contoh (Lihat Gambar 1.4) setiap NIM pada 

Tabel Pengambilan Matakuliah harus berpasangan dengan NIM 

pada Tabel memakai . Hal ini menegaskan bahwa ada relasi 

antara Tabel memakai  dan Tabel Pengambilan Matakuliah.  

3) Memperbaiki Konsistensi Data. Dengan mengendalikan 

redundansi, secara dramatis mengurangi kesempatan untuk 

terjadinya ketidakkonsistenan data. Misalnya, pada Tabel 

memakai , setiap NIM berpasangan dengan nama memakai  

tertentu. Jika ingin merubah nama memakai  tertentu, maka 

cukup melakukannya hanya pada Tabel memakai . Pada tabel 

Kuliah, tidak ditemukan kolom nama sehingga – seperti 

diungkapkan sebelumnya – tidak perlu merubah nama 

memakai  pada tabel ini  karena hal itu telah terwakili 

dengan perubahan nama pada tabel memakai .  

4) Memperbaiki Kesempatan Berbagi Data (Data Sharing). 

Database dirancang untuk berbagi sumberdaya data dalam 

organisasi. Pengguna dengan hak tertentu (yang diatur 

sebelumnya oleh administrator database) dapat mengakses 

bagian tertentu dalam database, di manapun pengguna ini  

berada dalam organisasi.  

5) Menambah Produktivitas Pengembangan Program Aplikasi. 

Salah satu keunggulan pendekatan database yaitu  

pengurangan waktu dan biaya untuk mengembangkan aplikasi 

bisnis yang baru. Ada 2 alasan yang memungkinkan aplikasi 

database dikembangkan dengan cara yang lebih cepat 

dibandingkan aplikasi yang mengakses berkas data pada 

pendekatan tradisional, yaitu:  

 Dengan mengasumsikan bahwa database telah dirancang 

dan diimplementasikan, pemrogram cukup berkonsentrasi 

pada fungsi spesifik yang dibutuhkan oleh aplikasi baru 

tanpa perlu memusingkan perancangan berkas data atau 

rincian implementasi aras rendah.  

 Sistem manajemen database menyediakan sejumlah tool 

seperti pembuatan form dan generator laporan (report 

generator) dan bahasa tingkat tinggi dapat 

mengotomatisasi beberapa aktivitas perancangan database 

dan implementasinya.  

6) Memaksakan Standar. Saat pendekatan database 

diimplementasikan dengan dukungan manajemen secara penuh, 

administrasi data dan administrasi database dapat dilakukan 

oleh seseorang yang memang ditunjuk untuk hal itu. Dengan 

pengelolaan database pada satu tangan, ia dapat diberi 

tanggung jawab untuk memaksakan standar database untuk 

keseluruhan organisasi. Standar yang dimaksud antara lain 

yaitu : tata cara penamaan, standar kualitas data, serta 

prosedur yang seragam untuk mengakses, memperbaharui, 

serta melindungi data. Repository memungkinkan administrator 

database memaksakan standar itu dengan sekumpulan kakas 

yang berdaya guna.  

7) Memperbaiki Kualitas Data. Kualitas data yang rendah selama ini 

telah menjadi pusat perhatian dalam organisasi-organisasi skala 

besar. Pendekatan database menyediakan sejumlah kakas dan 

proses untuk memperbaiki kualitas data. Dua diantaranya 

yaitu :  

 Perancang database dapat menspesifikasi batasan-batasan 

integritas (untuk memelihara konsistensi data) yang dapat 

dipaksakan oleh sistem database.  

 Salah satu sasaran dari data warehousing yaitu  

meletakkan hanya data-data yang berkualitas pada data 

warehouse.  

8) Memperbaiki Akses Data. Dengan database bertipe relasional, 

pengguna tanpa pengetahuan dan pengalaman pemrograman 

dapat memanggil dan menampilkan data-data tertentu sesuai 

hak yang dimilikinya, meskipun cara mendapatkannya mungkin 

melewati batas-batas departemen dimana pengguna itu berada. 

Suatu cara untuk melakukannya yaitu  hanya dengan 

menuliskan pernyataan-pernyataan SOL yang implementasinya 

dilakukan oleh sistem database, tanpa pengguna perlu tahu 

teknik-teknik algoritma-algoritma yang diadaptasi dan 

diimplementasi sistem database untuk mendapatkan data-data 

itu.  

9) Mengurangi Biaya Pemeliharaan Program. Data yang tersimpan 

harus diubah karena beberapa alasan: tipe data baru 

ditambahkan, format data berubah, dan sebagainya. Pada 

sistem pemrosesan berkas, deskripsi data dan logika untuk 

mengakses data bersatu dalam suatu program aplikasi. 

Akibatnya, perubahan format data dan metoda akses data akan 

mengakibatkan pemrogram harus merubah program. 

 

1.4 Bahasa Database 

Sistem database menyediakan bahasa untuk mendefinisikan 

database (data definition language – DDL) dan memanipulasi database 

(data manipulation language – DML) untuk melakukan operasi-operasi 

tertentu pada database. Dalam prakteknya, kedua jenis bahasa 

database itu tidak benar-benar dapat dipisahkan secara tegas. Saat ini 

keduanya merupakan bagian dari bahasa database tunggal yang disebut 

SQL (structured query language) yang merupakan bahasa database 

standar untuk database bertipe relasional. 

 

1.4.1 DDL (Data Definition Language) 

Pada umumnya mendefinisikan skema database dengan 

sekumpulan definisi yang diekspresikan dengan bahasa khusus yang 

dinamakan DDL (Data Definition Language). Sebagai contoh, tabel 

memakai  mungkin didefinisikan dengan cara berikut:  

 

create table memakai   

(NIM char(8), Nama char(30), IP real)  

 

Eksekusi pernyataan DDL di atas menciptakan tabel memakai . Sebagai 

tambahan, pernyataan di atas juga menciptakan apa yang dinamakan 

kamus data (data dictionary). Kamus data yaitu  suatu himpunan dari 

metadata (suatu data yang menerangkan data lainnya). Skema tabel 

yaitu  suatu contoh dari metadata. Sistem database akan membaca 

kamus data sebelum membaca atau memodifikasi data yang 

sebenarnya.  

  

Menentukan spesifikasi struktur tempat penyimpanan dan 

metode akses memakai  pernyataan khusus DDL dinamakan data 

Storage and Definition Language. Pernyataan-pernyataan ini 

mendefinisikan rincian implementasi skema database, yang pada 

umumnya tersembunyi dari pengguna.  

Data yang tersimpan pada database biasanya memiliki batasan-

batasan (constraint) tertentu (Misalnya nilai IP tidak boleh lebih kecil 

dari 0 dan tidak boleh lebih besar dari 4). Dalam hal ini DDL dapat 

dipakai  untuk menentukan batasan-batasan database ini , 

sistem database memeriksa batasan-batasan saat database disisipkan 

dan diperbaharui.  

 

1.4.2 DML (Data Manipulation Language) 

DML (Data Manipulation Language) yaitu  bahasa yang 

memungkinkan pengguna untuk mengakses atau memanipulasi data 

dalam sistem database yang bertipe relasional. Pada dasarnya ada 2 

jenis DML, yaitu: 

 DML Prosedural yang menghendaki pengguna untuk 

menspesifikasi data apa yang diperlukan dan bagaimana cara 

mendapatkan data itu. Ini dapat dilakukan dengan bahasa-

bahasa pemrograman yang mampu mengakses database 

(Misalnya: PHP dan ASP).  

 DML Deklaratif (DML Non Prosedural) yang menghendaki 

pengguna untuk menspesifikasi data apa yang diperlukan tanpa 

harus menspesifikasi bagaimana caranya mendapatkannya. 

Contoh dari DML Non Prosedural ini yaitu  SOL (Structured 

Query Language).  

DML Deklaratif pada umumnya relatif mudah dipelajari dan 

dipakai  dibandingkan DML Prosedural karena tidak harus 

menentukan bagaimana caranya mendapatkan data yang dibutuhkan, 

sistem database relasional akan menentukan sendiri cara-cara yang 

efisien untuk mendapatkan data ini , menyangkut algoritma yang 

akan dipakai , strategi-strategi untuk mengoptimalkan kinerja proses, 

dan sebagainya. Manipulasi data pada database umumnya meliputi hal-

hal sebagai berikut ini.  

a. Pemanggilan informasi yang tersimpan pada database (query).  

b. Penambahan informasi baru pada database.  

c. Penghapusan informasi yang tidak diperlukan lagi pada 

database.  

d. Modifikasi informasi yang ada pada database.  

 

1.5 Perintah SQL 

SQL (dibaca “ess-que-el”) dipakai  untuk berkomunikasi 

dengan database. Menurut ANSI (American National Standards 

Institute), SQL merupakan bahasa standar untuk sistem manajemen 

database relasional. Perintah SQL dipakai  untuk melakukan tugas-

tugas seperti perbaruan data, atau mengambil data dari database. 

Beberapa sistem manajemen database relasional umum yang 

memakai  SQL yaitu : Oracle, Sybase, Microsoft SQL Server, 

Access, MySQL dan lain-lain. Meskipun sebagian besar sistem database 

memakai  SQL, kebanyakan dari mereka juga memiliki ekstensi 

tambahan milik mereka sendiri yang biasanya hanya dipakai  pada 

sistem mereka. Meskipun demikian, perintah-perintah SQL standar 

seperti Select, Insert, Update, Delete, Create dan Drop, dapat 

dipakai  pada seluruh sistem database relasional yang ada saat ini. 

Pada bab ini akan dibahas dasar-dasar perintah SQL serta penggunaanya 

dalam operasi database. 

Lebih lanjut, query yaitu  pernyataan yang meminta 

pemanggilan informasi tertentu dari database. Sebagian dari DML 

dinamakan bahasa query. Meskipun tidak terlalu tepat, orang sering 

menyebut seluruh DML sebagai bahasa query. Suatu pernyataan query 

untuk menampilkan data-data memakai  yang memiliki IP (indeks 

prestasi) lebih besar atau sama dengan 2.75 yaitu  sebagai berikut:  

 

SELECT * FROM memakai  WHERE IP >= 2.75  

 

Perhatikan! Pada pernyataan SOL di atas hanya menyebutkan informasi-

informasi yang dibutuhkan dan tidak menyebutkan bagaimana caranya 

mendapatkannya. Pada dasarnya pernyataan SOL di atas oleh kompiler 

akan diterjemahkan ke algoritma-algoritma tertentu yang 

memungkinkan akses paling efisien pada database. Berikut disajikan 

beberapa perintah SQL yang akan dibahas pada bab ini. 

 


 11 

1.5.1 Perintah SQL Dasar 

• SELECT, dipakai  untuk memfilter atribut-atribut dari relasi 

(tabel) berdasar  kondisi yang mengikutinya. 

• FROM, dipakai  untuk menunjukkan dari relasi mana data 

yang akan difilter. 

• WHERE, dipakai  untuk membuat suatu kondisi. 

• GROUP BY, dipakai  untuk mengelompokkan data 

berdasar  atribut tertentu. 

• HAVING, dipakai  untuk mendukung klausa GROUP BY, yakni 

untuk menentukan kondisi bagi klausa GROUP BY. 

• AVG, dipakai  untuk menghitung rata-rata. 

• COUNT, dipakai  untuk menghitung cacah data. 

• MAX, dipakai  untuk memperoleh nilai terbesar 

• MIN, dipakai  untuk memperoleh nilai terkecil. 

• SUM, dipakai  untuk memperoleh jumlahan data. 

• Dan berbagai perintah SQL lainnya. 

 

1.5.2 Sub-Query 

Subquery berarti query di dalam query. Dengan memakai  

subquery, hasil query akan menjadi bagian dari query lain. Subquery 

terletak di dalam klausa WHERE atau HAVING. Pada klausa WHERE, 

subquery dipakai  untuk memilih baris-baris tertentu, yang kemudian 

dipakai  oleh query. Sedangkan pada klausa HAVING, subquery 

dipakai  untuk memilih kelompok baris, yang kemudian dipakai  

oleh query. 

• EXISTS, dipakai  untuk memeriksa keadaan baris yang 

dihasilkan query terhadap yang dihasilkan oleh subquery. 

• ANY, dipakai  berkaitan dengan subquery, hampir mirip 

dengan memilih namun  dengan operasi OR (lihat contoh 

penerapan perintah ANY di bagian pembahasan). 

• ALL, dipakai  untuk melakukan pembandingan dengan 

subquery. Kondisi dengan ALL menghasilkan nilai true jika 

subquery tidak menghasilkan apapun atau jika pembandingan 

menghasilkan true untuk setiap nilai query terhadap hasil 

subquery. 

 


1.5.3 Perintah SQL untuk Banyak Tabel 

Perintah SQL ini dipakai  untuk menggabungkan informasi dari 

berbagai tabel yang terhubung. Perintah yang dimaksud diantaranya 

yaitu  sebagai berikut. 

• UNION, merupakan operator yang dipakai  untuk 

menggabungkan hasil query. 

• JOIN, dipakai  untuk menggabungkan dua tabel atau lebih 

dengan hasil berupa gabungan dari kolom-kolom yang berasal 

dari tabel-tabel ini . Pada JOIN sederhana, tabel-tabel 

digabungkan dan didasarkan pada pencocokan antara kolom 

pada tabel yang berbeda. Ada beberapa perintah JOIN pada 

Access, yakni INNER JOIN, LEFT JOIN, dan RIGHT JOIN. 

 

 Membuat Database SIM 

Perpustakaan dengan 

Microsoft Access 

 

 

 

Pada bab ini akan dibahas langkah perancangan database untuk 

aplikasi Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan (SIM Perpus) dengan 

Microsoft Access (selanjutnya disebut “Access”). 

 

2.1 Daftar Informasi Yang Dibutuhkan 

Langkah awal dalam perancangan suatu database yaitu  

mengumpulkan terlebih dahulu segala informasi yang berkenaan dengan 

sistem database yang akan dirancang. berdasar  informasi-informasi 

yang ada inilah selanjutnya dilakukan beberapa normalisasi sehingga 

menjadi tabel awal rancangan. Dari tabel awal yang di dapat, dilakukan 

analisis ulang, apakah sudah normal? Jika belum lakukan tahap 

normalisasi berikutnya sampai terbentuk rancangan daftar tabel yang 

benar-benar sudah normal, setelah itu baru diimplementasikan ke dalam 

aplikasi penyedia layanan database, seperti Microsoft Access, Interbase, 

Microsoft SQL Server dan lain-lain. namun  dalam hal ini kita 

memakai  Microsoft Access. Berikut yaitu  beberapa informasi 

minimal yang dapat dikumpulkan berkenaan dengan SIM Perpustakaan 

Kampus. 

 

Tabel 2.1: Daftar Informasi Tentang Perpustakaan 

Judul Buku 

Deskripsi Buku 

Kode Buku 

Kode Penerbit 

Kode Pengarang 

Tahun Terbit 

ISBN 

Kota Terbit 

Nama Pengarang 

No. Telpon Pengarang  

Nama Penerbit 

Jenis Buku 

Jumlah Buku 

No. DCC 

Tgl. Pinjam 

Tgl. Kembali 

Tgl. Harus Kembali 

Denda 

NIM Anggota 

Nama Anggota 

No. Anggota 

Alamat Anggota 

Fakultas 

Jurusan 

Prodi 

Angkatan 

JenisKelamin 

 

2.2 Rancangan Tabel SIM Perpustakaan 

berdasar  informasi yang didapat dan dilakukan proses 

normalisasi maka dihasilkan daftar rancangan tabel berikut ini. 

 

TB.SIRKULASI 

 

TB.DAFTAR_BUKU 

Field Tipe Ket Field Tipe Ket 

Kode_Buku Number(10) + Kode_buku Number(10) * 

No_Anggota Number(10) + ISBN Text(20) +,U 

Tgl_Pinjam Date      

Tgl_Harus_kembali Date      

Tgl_Kembali Date      

Denda Number(10)     

      

TB.INFO_BUKU TB.JENIS_BUKU 

Field Tipe Ket Field Tipe Ket 

ISBN Text(20) * Kode_DCC Text(20) * 

DCC Text(20)   Jenis_Buku Text(50)   

Judul Text(100)      

Deskripsi Text(255)     

Kode_Pengarang Number(10) +    

Kode_Penerbit Number(10) +    

Tahun_Terbit Number(4)      

      

  

TB.ANGGOTA 

 

TB.PRODI 

Field Tipe Ket Field Tipe Ket 

No_Anggota Number(10) * Kode_Prodi Number(10) * 

NIM Text(20)   Nama_prodi Text(50)   

Nama Text(40)   Jurusan Text(50)   

Alamat Text(100)   Fakultas Text(50)   

Jenis_kelamin Number(1) 0=P; 

1=L;    

Anggkatan Number(4)      

Kode_Prodi Number(10) +    

      

TB.PENGARANG TB.PENERBIT 

Field Tipe Ket Field Tipe Ket 

Kode Number(2) * Kode Number(10) * 

Nama Text(50)   Nama Text(50)   

No_Telpon Text(30)  Kota Text(50)   

Keterangan :       

* : Primary key.   

+ : Foreign Key.   

U : Unique key. 

 

2.3 Membuat Database Aplikasi SIM Perpustakaan 

Untuk membuat database baru yang masih kosong, langkahnya 

yaitu  sebagai berikut: 

1) Jalankan program aplikasi Access (dalam hal ini Microsoft Access 

2007), akses menu Featuring. 

2) Pada bagian New Blank Database, klik ikon Blank  Database 

seperti yang ditunjukkan Gambar 2.1. 

 

 

Gambar 2.1: Bagian New Blank Database 

 

3) Setelah halaman Blank Database, klik tombol   untuk 

menentukan direktori simpan database yang akan dibuat. 

 

 

Gambar 2.2: Kotak dialog Blank Database 

 

4) Setelah muncul kotak dialog File New Database (Gambar 2.3), 

arahkan ke direktori simpan yang diinginkan (misal “e:\Lantip\”) 

dan tentukan nama file database yang akan dibuat (misal 

“dbperpus”), klik tombol [OK]. 

 

 

Gambar 2.3: Kotak dialog File New Database 

 

5) Jika tidak ada kesalahan, maka Anda akan dibawa kembali ke 

halaman Blank Database dengan konfigurasi direktori dan nama 

yang telah ditentukan. Perhatikan Gambar 2.4 berikut ini. 

 

 

Gambar 2.4: Halaman Blank Database setelah dikonfigurasi 

 

6) Jika berhasil, maka di header halaman utama Access akan 

muncul nama database “dbperpus” seperti Gambar 2.5 berikut 

ini.  

 

 

Gambar 2.5: Header halaman utama Access 

 

2.4 Tabel dan Tipe Data 

Setelah selesai membuata database baru yang masih kosong, 

langkah berikutnya yaitu   membuat tabel pada databasesesuai 

rancangan telah ditetapkan. Sebelum lebih teknis membuat tabel, 

berikut yaitu  istilah-istilah yang dipakai  dalam pembuatan tabel 

pada Access: 

 Field, tempat dimana data atau informasi dalam kelompok yang 

sama atau sejenis dimasukkan. Field pada umumnya tersimpan 

dalam bentuk kolom secara vertikal pada tabel. 

 Record, merupakan data lengkap dalam jumlah tunggal, yang 

biasanya tersimpan dalam bentuk baris secara horisontal pada 

tabel. 

Sedangkan, berikut ini yaitu  daftar  tipe data yang dipakai  

untuk membuat tabel dalam Access:  

 Text, dapat menerima huruf, angka, spasi, dan tanda baca. Sebuah 

data berisi jenis data teks dapat menampung hingga 255 karakter 

atau sebanyak lebar yang kita tentukan dalam property FieldSize. 

 Memo, dapat menerima teks apa saja sebagai catatan atau 

keterangan dengan panjang maksimal 65535 karakter. 

 Number, berisi data bilangan yang dipakai  untuk perhitungan 

matematis. 

 Date/Time, hanya dapat menerima tanggal/waktu. Berisi nilai data 

tanggal dan waktu untuk tahun 100 sampai dengan 9999. 

 Currency, berisi nilai uang dan data bilangan yang dipakai  dalam 

perhitungan matematis terhadap data dengan 1 sampai 4 angka di 

belakang tanda desimal. Tipe data ini memiliki ketelitian sampai 15 

digit disebelah kiri dan 4 digit di sebelah kanan tanda desimal. 

 AutoNumber, berisi bilangan yang berurutan atau bilangan acak 

yang unik yang secara otomatis diberikan oleh Access jika record 

baru ditambahkan dalam tabel. Tipe data ini dapat diubah-ubah 

nilainya oleh user. Properti Fieldsize dari tipe data ini dapat berupa 

Long Integer atau Replication ID. 

 Yes/No, berisi nilai YES atau NO, atau field yang hanya memiliki dua 

kemungkinan nilai (Yes/No, True/False, atau On/Off) tergantung 

kasus yang ditangani. Pada implementasinya, kolom Jenis Kelamin 

juga bisa dipakai  tipe ini, misalkan Yes untuk “Laki-laki” dan No 

untuk “Perempuan”). 

 OLE Object, berisi objek yang dikaitkan (linked) atau disisipkan 

(embedded) ke dalam tabel Access.  

 Hyperlink, dapat diisi dengan alamat hyperlink (URL) agar bisa 

terkait dengan object atau data yang tersimpan di lokasi tertentu. 

 Lookup Wizard, memungkinkan kita untuk memilih nilai dari tabel 

lain atau dari daftar nilai yang didefinisikan sendiri dengan 

memakai  list box  atau combo box. 

 

2.5 Membuat Tabel Baru  

Dalam Access tersedia beberapa fasilitas untuk membuat tabel 

baru, yaitu Create Table in Design View, Create Table in by Using 

Wizard, dan Create Table in by Entering Data. namun  dalam hal ini akan 

dipakai  fasilitas Create Table in Design View. Adapun langkahnya 

yaitu  sebagai berikut : 

1) Buka file database yang telah kita buat (dbperpus.accdb), kemudian 

pada tab Create, klik ikon Table Design. 

 

 

Gambar 2.6: Ikon Table Design pada tab Create 

 

2) Setelah muncul jendela Table Design View, lakukan pendefinisian 

struktur tabel dengan cara mengisi nama kolom (field name) dengan 

panjang maksimum 64 karakter, tipe data (data type) dan 

keterangan (bila ada). 

 

 

Gambar 2.7: Proses membuat tabel tAnggota 

 

3) Setelah seluruh kolom didefinisikan, langkah selanjutnya yaitu  

menetapkan kunci utama (primary key), yaitu dengan menyorot 

horisontal kolom yang dimaksud, kemudian klik ikon tombol  yang 

ada di bagian atas. 

 

 

Gambar 2.8: Proses penentuan primary key 

 

4) Jika diperlukan, Anda dapat mengisi Field Property yang ada di 

bawahnya. Tampilan Field Property berbeda-beda untuk tiap kolom, 

tergantung pada tipe datanya. Berikut ini beberapa properti yang 

ada dalam Access: 

 Field Size, dipakai  untuk menentukan lebar maksimum untuk 

data yang disimpan dalam suatu field. Field size diperuntukkan 

bagi tipe data Text, Number dan AutoNumber. 

 Format, dipakai  untuk mengatur tampilan angka, tanggal, 

waktu dan teks yang ditampilkan di layar maupun printer. Anda 

dapat memakai  salah satu format yang telah terdefinisi 

atau membuat sendiri memakai  simbol-simbol format. 

Properti format berbeda-beda untuk setiap tipe data. 

 Input Mask, dipakai  untuk menentukan tampilan pada saat 

data dimasukkan, juga dipakai  untuk mengendalikan nilai 

yang dapat dimasukkan. 

 Decimal Places, untuk menentukan jumlah angka desimal yang 

ditentukan. 

 Caption, untuk menampilkan informasi yang berguna untuk user 

sebagai judul kolom atau laporan. 


 Default Value, dipakai  untuk menentukan nilai yang otomatis 

diisikan ke dalam suatu kolom ketika record baru diinputkan. 

Properti ini tidak berlaku untuk jenis data AutoNumber dan OLE 

Object. 

 Validation Rule, dipakai  untuk membatasi atau memasukkan 

data pada kolom tertentu. 

 Validation Text, dipakai  untuk menampilkan keterangan atau 

pesan apabila data yang dimasukkan tidak sesuai dengan 

batasan data yang telah ditentukan pada kolom tertentu. 

 Required, dipakai  untuk menentukan apakah sebuah kolom 

harus diisi atau tidak. Jika dipilih Yes, maka setiap kali 

mengisikan record baru, Anda harus mengisikan nilai ke dalam 

kolom ini. Jika isinya No, Anda boleh mengosongkannya. 

 Allow zero Length, dipakai  untuk menentukan validitas data 

dalam sebuah kolom. Bernilai Yes, jika data ini  dianggap 

VALID, dan No jika jika dianggap TIDAK VALID. Properti ini hanya 

berlaku untuk tipe data Text, Memo dan Hyperlink. 

 Indexed, dipakai  untuk membuat index pada kolom tertentu. 

 Dan berbagai atribut properti lainnya dapat Anda pelajari 

sendiri. Gambar 2.9 berikut ini merupakan tampilan Field 

Properties. 

 

 

Gambar 2.9: Bagian Field Properties 

 

5) Setelah selesai melakukan pendefinisian struktur tabel, simpanlah 

hasil pendefinisian ini  dengan cara mengklik ikon tombol . 

Setelah muncul kotak dialog Save As, masukkan nama tabel (misal 

“tAnggota”) dan klik tombol [OK]. 

 

 

Gambar 2.10: Proses simpan tabel “tAnggota” 

 

6) Dengan cara yang sama, dapat dibuat tabel lain yang diperlukan 

dalam database yang bersangkutan. Berikut yaitu  tabel-tabel yang 

telah dibuat untuk aplikasi SIM Perpus. 

 

 

Gambar 2.11: Struktur tabel tAnggota dan tDaftar_Buku 

 

 

Gambar 2.12: Struktur tabel tInfo_Buku dan tJenis_Buku 

 

 

Gambar 2.13: Struktur tabel tPenerbit dan tPengarang 

 

 

Gambar 2.14: Struktur tabel tProdi dan tSirkulasi 

 

2.6 Membuat dan Mengatur Hubungan Antar Tabel 

Pada saat merancang suatu sistem informasi yang memerlukan 

database yang besar, Anda mungkin perlu mengaitkan atau membuat 

hubungan antara suatu tabel dengan tabel lainnya. Dengan tujuan agar 

database yang dirancang bisa lebih efisien dan efektif. 

 

2.6.1 Membuat Hubungan Antar Tabel 

Hubungan antar tabel bekerja dengan mencocokkan data dalam 

kolom kunci, biasanya berupa kolom yang memiliki tipe data yang sama 

pada kedua tabel yang memiliki hubungan. Pada umumnya, kolom-

kolom yang bersesuaian ini yaitu  primary key pada tabel yang satu, 

yang memberikan identitas unik bagi tiap record dalam tabel ini  

dan foreign key pada tabel yang lainnya. Untuk membuat hubungan 

antar tabel, langkahnya yaitu  sebagai berikut : 

1) Pastikan file database yang tabelnya akan dihubungkan telah aktif, 

kemudian dari tab menu Database Tools klik ikon Relationships. 

2) Setelah muncul kotak dialog Show Table akan ditampilkan, klik dan 

pilih nama tabel yang ingin dihubungkan. Kemudian klik tombol 

[Add]. Untuk memilih beberapa tabel sekaligus, lakukan pemilihan 

sambil menekan tombol [Ctrl] pada keyboard Anda. 

 

 

Gambar 2.15: Kotak dialog Show Table 

 

3) Klik tombol [Close], untuk menutup kotak dialog Show Table diatas, 

sedangkan jika ingin kotak dialog ini tampil kembali, pilih menu tab 

Relationships Tools dan klik ikon tombol [Show Table]. 

 

 

Gambar 2.16: Ikon tombol [Show Table] 

 

4) Untuk membuat hubungan antar tabel, Anda cukup tekan-geser 

(drag) nama kolom yang ingin gunakan sebagai kunci penghubung 

ke posisi nama kolom pada tabel yang diinginkan. Sebagai contoh 

drag kolom No_Anggota yang berada pada tabel tAnggota ke posisi 

kolom No_Anggota yang berada pada tabel tSirkulasi.  

 

 

Gambar 2.17: Kotak dialog Edit Relationships 

 

5) Setelah muncul kotak dialog Edit Relationships, pastikan nama 

kolom yang akan dijadikan kunci penghubung sudah sesuai, klik 

tombol perintah [Create]. Untuk relasi antar tabel yang lain dapat 

dilakukan dengan langkah yang sama. Gambar 2.18 berikut ini 

merupakan tampilan hubungan antar-tabel yang terlibat dalam 

database dbperpus.accdb. 

 

Gambar 2.18: Relasi antar tabel pada jendela Relationships 

 

2.6.2 Mengatur Hubungan Antar  Tabel 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, hubungan antar tabel 

dihubungkan oleh kolom penghubung. Apabila diperlukan, Anda dapat 

mengatur hubungan antar tabel ini  dengan memakai  langkah 

sebagai berikut: 

1. Pada jendela Relationships yang sedang ditampilkan, pilih dann klik 

dua kali (double clicked) garis penghubung antar tabel yang ingin 

diatur. Misalkan garis yang menghubungkan kolom No_Anggota 

pada tabel tAnggota dan kolom No_Anggota yang berada pada 

tabel tSirkulasi.  

2. Setelah muncul kotak dialog Edit Relationships, Anda dapat 

mengubah kolom penghubung yang sekarang dipakai  dengan 

kolom penghubung yang lain, kemudian klik tombol [OK].  

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pengaturan 

hubungan antar tabel yaitu  sebagai berikut. 

1) Apabila Anda memberi tanda CENTANG pada opsi Enforce 

Referential Integrity, maka tanda jenis hubungan antar tabel akan 

ditampilkan. Contoh hubungan ONE-TO-MANY (hubungan antara 

tabel tAnggota dan tSirkulasi) ditunjukkan seperti Gambar 2.17 di 

atas. 

2) Anda dapat melakukan dua pengecualian terhadap REFERENTIAL 

INTEGRITY, yakni dengan memilih atau klik pada opsi berikut ini : 

 Cascade Update Related Fields, perubahan record pada kolom 

PRIMARY KEY (TABEL SUMBER) secara otomatis akan 

mengubah nilai pada record-record yang bersesuaian pada 

kolom FOREIGN KEY (TABEL TUJUAN yang memiliki hubungan 

dengan TABEL SUMBER). 

 Cascade Delete Related Records, penghapusan record pada 

TABEL SUMBER secara otomatis akan menghapus record-record 

yang bersesuaian pada TABEL TUJUAN. 

3) Gambar 2.19 berikut ini merupakan hubungan antar tabel yang 

menunjukkan jenis hubungan antar tabel penyusun aplikasi SIM 

Perpus. 

 

 

Gambar 2.19: Jenis hubungan antar tabel pada jendela Relationships 

 

2.7 Penggunaan SQL melalui Fitur Query 

Access menawarkan metode fleksibel dalam pengambilan data 

yang memungkinkan Anda mencari informasi yang dibutuhkan untuk 

menjawab pertanyaan tertentu. Filter memungkinkan Anda 

mengeluarkan data yang tidak relevan, memberi Anda tampilan yang 

jelas terhadap data yang diinginkan. Sebagaimana struktur tabel diatas, 

sebelum dibahas perintah SQL, berikut disajikan beberapa contoh data 

(record) pada masing-masing tabel yang akan dipakai  uji coba 

penerapan perintah SQL. 

 

 

 

 Untuk lebih memahami tentang perintah SQL, berikut ini 

disajikan beberapa contoh penerapan SQL pada satu tabel, nested SQL 

atau subquery, dan SQL pada multi tabel. Untuk memulai memakai  

perintah SQL, langkah awal yang perlu dilakukan yaitu  sebagai berikut: 

1) Pada tab menu Create, klik ikon tombol [Query Design]. 

2) Setelah muncul jendela Query (biasanya diberi nama “Query1”) 

yang dibarengi kotak dialog Show Table, klik tombol [Close]. 

 

 

3) Pada jendela Query, klik kanan dan pilih menu SQL VIEW sehingga 

jendela Query berubah menjadi SQL EDITOR dengan perintah awal 

yang muncul, yaitu “SELECT”. Melalui jendela Query-SQL EDITOR 

inilah perintah SQL diketik dan dieksekusi. 

 

 

 

2.7.1 Penerapan SQL pada Satu Tabel 

1) Menampilkan seluruh data yang ada pada tabel tAnggota yang 

diurutkan berdasar  kolom Nama. 

SELECT *  

FROM tAnggota  

ORDER BY Nama; 

 

 

Untuk menghindari penulisan ulang kode SQL yang telah diketik, 

Anda dapat menyimpan perintah SQL ini  dalam bentuk 

Query. Caranya, cukup klik kanan bagian header jendela Query dan 

pilih menu Save. Setelah muncul kotak dialog Save As, masukkan 

nama Query yang diinginkan (misal “qrAnggota1”) dan klik tombol 

[OK]. 

 

 

Gambar 2.31: Proses simpan SQL dalam bentuk Query pada Access 

 

Jika tidak terjadi kesalahan, maka akan muncul nama Query yang 

disimpan dalam daftar komponen Query. 

 

 

2) Menampilkan data Nama, NIM dan Jenis Kelamin yang ada pada 

tabel tAnggota dengan mengganti nilai 1 (satu) menjadi “Laki-laki” 

dan 0 (nol) menjadi “Perempuan”, dan diurutkan berdasar  

kolom Nama, kemudian simpan dengan nama “qrAnggotaJK”. 

SELECT Nama, NIM, iif(Jenis_Kelamin=1, 'Laki-laki', 

'Perempuan') AS JK  

FROM tAnggota  

ORDER BY Nama; 

Output: 

 

3) Menampilkan data Nama, NIM, Angkatan dan Alamat yang ada 

pada tabel tAnggota yang memenuhi kondisi Tahun Angkatan 

Ganjil dan diurutkan berdasar  kolom Nama dan Angkatan, 

kemudian simpan dengan nama “qrAnggotaThnGanjil”. 

SELECT Nama, NIM,  Angkatan, Alamat   

FROM tAnggota  

Where (Angkatan mod 2 = 1)  

ORDER BY Nama, Angkatan; 

Output: 

 

 

4) Menampilkan jumlah anggota yang dikelompokkan berdasar  

kolom Jenis_Kelamin, kemudian simpan dengan nama 

“qrAnggotaRekapJK”. 

SELECT iif(Jenis_Kelamin=1, 'Laki-laki', 'Perempuan') 

AS JK, COUNT(*) as Total  

FROM tAnggota  

GROUP BY Jenis_Kelamin; 

Output: 

 

Gambar 2.35: Hasil eksekusi query qrAnggotaRekapJK 

 

5) Menampilkan data Kota yang ada di dalam tabel Penerbit yang 

jumlahnya lebih dari 1 (satu),kemudian simpan dengan nama 

“qrPenerbitRekapKota” . 

SELECT Kota, Count(*) AS Total  

FROM tPenerbit  

GROUP BY Kota  

Having Count(*)>1; 

Output: 

 

Gambar 2.36: Hasil eksekusi query qrPenerbitRekapKota 

 

6) Menampilkan data Kode, Nama dan Kota yang ada di dalam tabel 

tPenerbit yang memenuhi kondisi dalam kota ini  (Yogyakarta 

dan Sleman) terdapat lebih dari satu penerbit, kemudian simpan 

dengan nama “qrPenerbitKota1”. 

SELECT *  

FROM tPenerbit  

Where Kota in ('Yogyakarta', 'Sleman'); 

Output: 

 

Gambar 2.37: Hasil eksekusi query qrPenerbitKota1 

 

7) Menampilkan data Kode_Buku dan total berapa kali dipinjam 

dalam tabel tSirkulasi, kemudian simpan dengan nama 

“qrSirkulasiQty”. 

SELECT Kode_Buku, Count(*) as Tot_Dipinjam  

FROM tSirkulasi  

GROUP BY Kode_Buku; 

Output: 

 

Gambar 2.38: Hasil eksekusi query qrSirkulasiQty 

 

8) Menampilkan seluruh data pada tabel tInfo_Buku yang judulnya 

mengandung kata “pendidikan”, kemudian simpan dengan nama 

“qrInfoBukuFilter”. 

SELECT *  

FROM tInfo_buku  

WHERE judul LIKE "*pendidikan*"; 

Output: 

 

Gambar 2.39: Hasil eksekusi query qrInfoBukuFilter 

 

9) Menampilkan 40 persen teratas dari seluruh informasi yang ada 

pada tabel tInfo_Buku. 

SELECT TOP 40 PERCENT *  

FROM tInfo_Buku; 

Output: 

 

Gambar 2.40: Hasil eksekusi query qrInfoBukuTop40 

 

10) Menyimpan seluruh isi tabel tInfo_Buku dengan nama yang lain, 

biasanya dipakai  untuk membuat temporary table, kemudian 

simpan dengan nama “qrTempInfoBuku”. 

SELECT *  

FROM tInfo_Buku AS Temp_InfoBuku; 

Output: 

 

Gambar 2.41: Hasil eksekusi query qrTempInfoBuku 

 

2.7.2 Penerapan Nested SQL (Sub-Query) 

1) Menampilkan data Kode, Nama dan Kota yang ada di dalam tabel 

tPenerbit yang memenuhi kondisi dalam kota ini  (Yogyakarta 

dan Sleman) terdapat lebih dari satu penerbit, kemudian simpan 

dengan nama “qrPenerbitKota2”. 

SELECT Kode, Nama, Kota  

FROM tPenerbit  

WHERE Kota in (SELECT Kota FROM tPenerbit GROUP BY 

Kota HAVING Count(*)>1); 

Output: 

 

Gambar 2.42: Hasil eksekusi query qrPenerbitKota2 

 

2) Menampilkan informasi buku terbaru (dalam hal ini diwakili oleh 

Judul dan Tahun Terbit), dengan membandingkan tahun terbit  

dengan semua tahun terbit yang lain, tahun terbit yang paling besar 

yang ditampilkan, kemudian simpan dengan nama 

“qrInfoBukuBaru”. 

SELECT Judul, Tahun_Terbit  

FROM tInfo_Buku  

WHERE Tahun_terbit>=all(SELECT Tahun_Terbit FROM 

tInfo_Buku); 

Atau 

SELECT Judul, Tahun_Terbit  

FROM tInfo_Buku  

WHERE Tahun_terbit>=(SELECT MAX(Tahun_Terbit) FROM 

tInfo_Buku); 

Output: 

 

Gambar 2.43: Hasil eksekusi query qrInfoBukuBaru 

 

3) Menampilkan data Judul dan Tahun Terbit, dengan 

membandingkan Tahun Terbit buku tertentu dengan semua Tahun 

Terbit yang lain, yang ditampilkan SELAIN TAHUN TERBIT TERKECIL 

(selain 2009), kemudian simpan dengan nama 

“qrInfoBukuMoreANY”. 

SELECT Judul, Tahun_Terbit  

FROM tInfo_Buku  

WHERE Tahun_Terbit>ANY(SELECT Tahun_terbit FROM 

tInfo_Buku); 

Output: 

Gambar 2.44: Hasil eksekusi query qrInfoBukuMoreANY 

(Menampilkan data SELAIN TAHUN TERBIT TERKECIL) 

 

4) Menampilkan data Judul dan tahun Terbit, dengan 

membandingkan tahun terbit buku tertentu dengan semua tahun 

terbit yang lain, yang ditampilkan SELAIN TAHUN TERBIT TERBESAR 

(selain 2014), kemudian simpan dengan nama 

“qrInfoBukuLessANY”. 

SELECT Judul, Tahun_Terbit  

FROM tInfo_Buku  

WHERE Tahun_Terbit<ANY(SELECT Tahun_terbit FROM 

tInfo_Buku); 

Output: 

 

Gambar 2.45: Hasil eksekusi query qrInfoBukuLessANY 

(Menampilkan data SELAIN TAHUN TERBIT TERBESAR) 

 

5) Menampilkan data Kode dan Nama dari tabel tPengarang yang 

kode pengarang ini  ada di dalam tabel tInfo_Buku, kemudian 

simpan dengan nama “qrPengarangExist”. 

SELECT Kode, Nama 

FROM tPengarang  

WHERE EXISTS(SELECT * FROM tInfo_Buku WHERE Kode = 

tInfo_Buku.Kode); 

Atau 

SELECT Kode, Nama 

FROM tPengarang  

WHERE Kode IN (SELECT Kode_Pengarang FROM tInfo_Buku); 

Output: 

 

Gambar 2.46: Hasil eksekusi query qrPengarangExist 

 

2.7.3 Penerapan SQL pada Multi Tabel 

1) Menampilkan informasi Judul beserta Penerbitnya yang berasal dari 

penggabungan dua tabel (tPenerbit dan tInfo_Buku) dengan 

kondisi data Kode_Penerbit dari kedua tabel tadi sama. 

SELECT a.ISBN, a.Judul, b.Nama as Penerbit 

FROM tPenerbit b INNER JOIN tInfo_Buku a 

ON b.Kode = a.Kode_Penerbit; 

Output: 

 

Gambar 2.47: Hasil eksekusi query qrInnerBukuPenerbit 

2) Menampilkan data Judul, ISBN, Pengarang, Penerbit, dan Tahun 

Terbit yang berasal dari penggabungan tiga tabel (tPenerbit, 

tPengarang dan tInfo_Buku) dengan kondisi data pada kolom 

tPenerbit.Kode sama dengan data pada kolom 

tInfo_Buku.Kode_Penerbit, dan kolom 

tInfo_Buku.Kode_Pengarang sama dengan pada kolom 

tPengarang.Kode, kemudian simpan dengan nama 

“qrInnerBukuPengarangPenerbit”. 

SELECT  a.Judul, a.ISBN, b.Nama as Pengarang, c.Nama 

as Penerbit, a.Tahun_Terbit 

FROM tPengarang b INNER JOIN (tPenerbit c INNER JOIN 

tInfo_buku a ON c.Kode = a.Kode_Penerbit) ON b.Kode = 

a.Kode_Pengarang  

ORDER BY b.Nama; 

Output: 

 

Gambar 2.48: Hasil eksekusi query qrInnerBukuPengarangPenerbit 

 

3) Menampilkan data Judul, ISBN dan Penerbit yang berasal dari 

penggabungan dua tabel (tabel tPenerbit dan tInfo_Buku) dengan 

metode LEFT JOIN. Metode ini akan menampilkan seluruh data 

yang ada pada LEFT TABLE (tabel tPenerbit) meskipun TIDAK ADA 

di RIGHT TABLE (tabel tInfo_Buku). Simpan query ini dengan nama 

“qrBukuPenerbitLeftJoin”. 

SELECT a.Judul, a.ISBN, b.Nama as Penerbit  

FROM tPenerbit b 

LEFT JOIN tInfo_Buku a ON b.Kode=a.Kode_Penerbit  

ORDER BY a.Judul 

Output: 

Gambar 2.49: Hasil eksekusi query qrBukuPenerbitLeftJoin 

 

4) Menampilkan data Judul, ISBN dan Penerbit yang berasal dari 

penggabungan dua tabel (tabel tPenerbit dan tInfo_Buku) dengan 

metode RIGHT JOIN. Metode ini akan menampilkan seluruh data 

yang ada pada RIGHT TABLE (tabel tInfo_Buku) meskipun TIDAK 

ADA di LEFT TABLE (tabel tPenerbit). Simpan query ini dengan 

nama “qrBukuPenerbitRightJoin”. 

SELECT a.Judul, a.ISBN, b.Nama as Penerbit  

FROM tPenerbit b 

RIGHT JOIN tInfo_Buku a ON b.Kode=a.Kode_Penerbit 

ORDER BY a.Judul 

Output: 

 

Gambar 2.50: Hasil eksekusi query qrBukuPenerbitRightJoin 

Gambar 2.51 berikut ini merupakan daftar tabel dan query yang 

telah dibuat. Anda tidak perlu mengikuti materi dengan mengetik ulang 

satu per satu, Anda dapat memanfaatkan file latihan yang ada di dalam 

CD Penyerta buku ini, tepatnya di dalam file “dbperpus.accdb”. 

 

 

Gambar 2.51: Daftar (a) tabel dan (b) query yang telah dibuat 

  

 Membuat Form dan 

Laporan dengan Microsoft 

Access 

 

 

  

Dalam Access, form dipakai  untuk memudahkan 

pengguna dalam melakukan pengolahan data, seperti: penyisipan 

(insert), pengubahan atau perbaharuan (update), penghapusan 

(delete) data, dan mengontrol alur aplikasi (application flow). 

Sama dengan tabel dan query, terdapat beberapa cara untuk 

membuat form, di antaranya yaitu :  

a. Create form in Design view, memungkinkan membuat 

form sesuai keinginan, yaitu dengan memasang beberapa 

komponen yang diinginkan secara manual sesuai 

kebutuhan. Cara ini relatif rumit dan memerlukan banyak 

proses.  

b. Create form by using wizard, memungkinkan membuat 

form dengan cepat. Dengan cara ini, Anda cukup 

melakukan pemilihan nama tabel yang ingin akan diolah 

memakai  form, kemudian memilih kolom mana saja 

yang perlu ditampilkan pada form. 

 

Report dalam Access dipakai  untuk membuat laporan. 

Laporan merupakan representasi dari hasil pengolahan data dari 

tabel dan/ query yang telah dibuat. Sama dengan form, report 

juga bisa dibuat dalam 2 cara, yaitu Design View dan Wizard. Kita 

akan membuat laporan dengan wizard. Misalkan laporan yang 

diinginkan yaitu  daftar anggota perpustakaan. 

 

3.2 Membuat Form 

Dalam hal ini, akan dibuat form memakai  cara wizard. 

Misalkan form untuk anggota perpustakaan. Berikut yaitu  

langkah pembuatan form pada Microsoft Access: 

1) Akses menu tab Create, pilih ikon tombol [More Forms], pilih 

menu tombol [Form Wizard]. 

 

 

Gambar 3.1: Menu untuk membuat form 

 

2) Setelah tampil kotak dialog pemilihan kolom dari tabel (atau 

queries) yang diinginkan. Tabel atau queries bisa dipilih lebih 

dari satu. 

 

Gambar 3.2: Kotak dialog pemilihan field 

 

3) Pilih tAnggota dan pilih kolom-kolom yang ingin ditampilkan 

pada form. Jika dipilih semua, klik tombol . 

 

Gambar 3.3: Kotak dialog pemilihan field (field sudah dipilih) 

 

4) Klik tombol [Next], maka akan ditampilkan kotak dialog layout 

form, pilih opsi Columnar (untuk opsi yang lain bisa dicoba 

sendiri). 

 

Gambar 3.4: Kotak dialog layout form 

 

5) Klik tombol [Next], maka akan ditampilkan kotak dialog style 

form dan pilih salah satu style, misalkan International. 

 

 

Gambar 3.5: Kotak dialog style form 

6) Klik tombol [Next], maka akan ditampilkan kotak dialog title 

form. Misalkan kita masukkan Form Data Anggota. 

 

Gambar 3.6: Kotak dialog title form 

 

7) Setelah tombol [Finish] diklik, maka akan ditampilkan Form 

Anggota Perpustakaan seperti Gambar 3.7 berikut ini. 

 

 

Gambar 3.7: Form Anggota Perpustakaan 

  Jika diperhatikan, pada kolom Kode_Prodi, pengguna 

mungkin masih kesulitan untuk mengisinya, karena harus 

mengingat Kode Prodi Anggota yang bersangkutan. Kolom 

Kode_Prodi dapat diubah sedemikian rupa agar Form Data 

Anggota lebih nyaman dioperasikan (user friendly).  

 

3.2.1 Mengubah Text Box Menjadi Combo Box 

Dalam hal ini akan dirapikan tampilannya dan juga kolom 

Kode_Prodi akan diubah menjadi Combo Box yang berisi data dari 

tabel Prodi. Berikut yaitu  langkah-langkahnya : 

1) Klik kanan bagian header Form Anggota Perpustakaan dan 

pilih menu Design View. 

 

 

Gambar 3.8: Mengakses Form dalam format design view 

 

2) Setelah tampilan form dalam format desaign view, ubah 

caption No_Anggota (menjadi No. Anggota), Jenis_Kelamin 

(menjadi Jenis Kelamin), dan Kode_Prodi (menjadi Program 

Studi). 

 

 

Gambar 3.9: Perubahan caption Form Anggota Perpustakaan 

 

3) Klik kanan komponen text box Kode_Prodi, kemudian pilih 

Change To > Combo Box. 

 

 

Gambar 3.10: Menu Change To | Combo Box 

 

4) Gambar 3.11 menunjukkan hasil perubahan komponen text 

box Kode_Prodi menjadi komponen combo box. 

 

 

Gambar 3.11: Perubahan menjadi Combo Box 

 

5) Langkah selanjutnya yaitu  melakukan klik kanan ke 

komponen Kode_Prodi | Properties. Maka akan ditampilkan 

Jendela Properti Combo Box seperti Gambar 3.12 berikut ini. 

 

Gambar 3.12: Properti komponen combo box Kode_Prodi 

6) Masukkan nilai “Kode_Prodi” untuk kolom Control Source, 

“2” (dua) untuk kolom Column Count dan klik kolom Row 

Source, maka akan ditampilkan kotak dialog Show Table. 

 

 

Gambar 3.13: Kotak dialog Show Table 

 

7) Pilih tabel tProdi, klik tombol [Add], kemudian klik tombol 

[Close]. Setelah tampil jendela Query Builder, lakukan 

langkah seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3.14. 

 

Gambar 3.14: Jendela Query Builder 

 

8) Klik tombol  pada bagian kiri-atas Access dan klik tombol 

Close (kotak silang pojok kanan atas) jendela Query Builder. 

9) Klik tombol Close (kotak silang pojok kanan atas ) Form 

Anggota Perpustakaan. Jika tidak terjadi kesalahan, maka 

akan ditampilkan kembali jendela Property komponen combo 

box Kode_Prodi seperti Gambar 3.15 berikut ini. 

 

Gambar 3.15: Jendela Property komponen text box Kode_Prodi 


10) Gambar 3.16 menunjukkan hasil perubahan Form Anggota 

Perpustakaan. Dapat dilihat bahwa, pada kolom Kode_Prodi, 

selain Kode_Prodi juga ditampilkan Nama_Prodi sesuai kode, 

sehingga pengoperasiannya menjadi lebih nyaman. 

 

Gambar 3.16: Form Anggota Perpustakaan Setelah Perubahan 

 

3.2.2 Mengubah Text Box Menjadi Option Group 

Langkah selanjutnya yaitu  mengubah komponen text box 

Jenis_Kelamin menjadi komponen option group. Langkah awal 

yang perlu dilakukan yaitu  kembali ke format design view (lihat 

lagi Gambar 3.8), kemudian ikuti langkah-langkah berikut ini: 

1) Hapus komponen label dan text box Jenis_Kelamin sehingga 

tampilannya menjadi seperti Gambar 3.17. 

 


 

Gambar 3.17: Form Anggota Perpustakaan Tanpa Kolom Jenis 

Kelamin 

 

2) Tambahkan komponen option group ke dalam form. Caranya, 

akses tab menu Design dan klik komponen option group. 

 

 

Gambar 3.18: Komponen option group pada tab menu Design 

 

3) Tekan dan tahan (drag) komponen option group ke bagian 

bawah form (di bawah komponen text box Kode_Prodi) 

sehingga membentuk persegi panjang. 

4) Setelah muncul kotak dialog Option Group Wizard (OGW), 

masukkan nama label ke dalam kolom yang tersedia, dalam 


hal ini “Laki-laki” dan “Perempuan”. Klik tombol [Next] untuk 

melanjutkan. 

 

 

Gambar 3.19: Proses tambah komponen option group ke dalam 

form 

 

5) Setelah muncul kotak dialog OGW: Default Choice, pilih opsi 

“Yes, the default choice is:” dan pilih opsi “Laki-laki”. Klik 

tombol [Next] untuk melanjutkan. 

 

 

Gambar 3.20: Kotak dialog OGW: Default Choice 


6) Setelah muncul kotak dialog OGW: Value of Option, isi 1 

(satu) untuk opsi “Laki-laki” dan 0 (nol) untuk “Perempuan”. 

Klik tombol [Next] untuk melanjutkan. 

 

 

Gambar 3.21: Kotak dialog OGW: Value of Option 

7) Setelah muncul kotak dialog OGW: Save or Store, pilih opsi 

“Store the value in this field:” dan pilih opsi kolom 

“Jenis_Kelamin”. Klik tombol [Next] untuk melanjutkan. 

 


 

Gambar 3.22: Kotak dialog OGW: Save or Store 

 

8) Setelah muncul kotak dialog OGW: Type and Style of Control, 

pilih opsi “Option buttons” untuk tipe, dan pilih opsi “Etched” 

untuk style. Klik tombol [Next] untuk melanjutkan. 

 

 

Gambar 3.23: Kotak dialog OGW: Save or Style of Control 


9) Setelah muncul kotak dialog OGW: Caption of Option Group, 

ketik “Jenis Kelamin. Klik tombol [Finish] untuk mengakhiri. 

 

 

Gambar 3.24: Kotak dialog OGW: Caption of Option Group 

 

10) Gambar 3.25 menunjukkan komponen option group dalam 

Form Anggota Perpustakaan. 

 

 

Gambar 3.25: Komponen option group dalam form 

 

11) Langkah selanjutnya yaitu  menaruh komponen option group 

di bawah komponen text box Alamat. Caranya, pilih 


komponen text box Angkatan dan Kode_Prodi, akses tab 

menu Arrange dan klik ikon tombol Remove. Tujuannya agar 

kedua komponen text box ini  bisa digeser ke bawah. 

Perhatikan ilustrasinya pada Gambar 3.26. 

 

 

Gambar 3.26: Proses menggeser text box Angkatan dan 

Kode_Prodi 

12) Langkah selanjutnya yaitu  menggeser komponen option 

group ke atas (di bawah text box Alamat). Perhatikan 

ilustrasinya pada Gambar 3.27. 

 

 

Gambar 3.27: Proses menggeser option group ke atas 

 


13) Agar lebih serasi, hapus teks “Jenis Kelamin” pada komponen 

option group, kemudian tambahkan komponen label dan beri 

caption “Jenis Kelamin. 

 

Gambar 3.28: Proses menambahkan komponen label 

 

14) Terakhir, kecilkan dan atur komponen option group sehingga 

menjadi rapi seperti Gambar 3.29. 

 

 

Gambar 3.29: Tampilan akhir Form Anggota Perpustakaan 

 

Dengan cara yang sama, Anda dapat membuat form untuk 

tabel lainnya (selain tAnggota). Selamat mencoba! 

 

3.3 Membuat Report 

Pada bagian ini akan dibahas cara membuat laporan 

dengan wizard. Misalkan laporan yang diinginkan yaitu  Laporan 


Sirkulasi Perpustakaan yang ditampilkan berdasar  data 

Anggota. Berikut yaitu  langkah-langkahnya: 

 

 

Gambar 3.30: Ikon tombol Report Wizard 

 

1) Dari tab menu Create, klik ikon tombol Report Wizard pada 

Gambar 3.30, maka akan ditampilkan kotak dialog pemilihan 

kolom-kolom dari satu atau banyak tabel seperti yang 

ditunjukkan pada Gambar 3.31. Karena laporan ini melibatkan 

seluruh tabel yang ada, maka perlu dengan urut dan teliti 

dalam memilih kolom-kolom yang akan ditampilkan sebagai 

laporan. Pertama, pilih tabel tSirkulasi (No_Anggota) dan 

tAnggota (Nama, Alamat, Angkatan). 

 

 

Gambar 3.31: Pemilihan kolom pada tabel tSirkulasi dan tAnggota 

 

2) Berikutnya, pilih tabel tProdi (Nama_Prodi) dan tSirkulasi 

(Kode_Buku). 


 

Gambar 3.32: Pemilihan kolom pada tabel tProdi dan tSirkulasi 

 

3) Selanjutnya, pilih tabel tInfo_Buku (Judul) dan tPengarang 

(Nama). 

 

 

Gambar 3.33: Pemilihan kolom pada tabel tInfo_Buku dan 

tPengarang 

 

4) Terakhir, pilih tabel tPenerbit (Nama) dan tSirkulasi 

(Tgl_Pinjam, Tgl_Harus_Kembali, Tgl_Kembali, Denda). 

 

 

Gambar 3.34: Pemilihan kolom pada tabel tPenerbit dan tSirkulasi 


5) Klik tombol [Next], maka akan ditampilkan jendela 

pengegrupan berdasar  tabel tertentu, dalam hal ini kita 

pilih by tAnggota (lihat Gambar 3.35). 

 

 

Gambar 3.35: Jendela Report Wizard: Group By the Table 

  

6) Klik tombol Next, maka akan ditampilkan jendela tambahan 

pengegrupan berdasar  kolom tertentu, biarkan saja dan 

klik tombol [Next]. 

 

Gambar 3.36: Jendela Report Wizard: Group By the Field 


7) Klik tombol [Next], maka akan ditampilkan jendela 

pengurutan berdasar  kolom tertentu, misalkan 

Tgl_Harus_Kembali, No_Anggota, dan Judul. 

 

Gambar 3.37: Jendela Report Wizard: Order By the Field 

 

8) Klik tombol Next, maka akan ditampilkan jendela layout 

laporan, pilih Stepped dan Portrait, serta beri tanda centang 

opsi Adjust the field width so all fields fit on a page. 


 

Gambar 3.38: Jendela Report Wizard: Layout and Orientation 

 

9) Kemudian klik tombol [Next], maka akan ditampilkan jendela 

style laporan, misalkan kita pilih Northwind. 

 

 

Gambar 3.39: Jendela Report Wizard: Style 

 

10) Klik tombol [Next], maka akan ditampilkan jendela untuk 

menentukan judul laporan, ketik “Laporan Sirkulasi 

Perpustakaan”. Karena masih akan diedit/rapikan, pilih opsi 

Modify the report’s design dan klik tombol [Finish] untuk 

mengakhiri. 

 

Gambar 3.40: Jendela Report Wizard: Title 

 

11) Gambar 3.41 berikut ini merupakan halaman desain Laporan 

Sirkulasi Perpustakaan.  

 

 

Gambar 3.41: Halaman desain Laporan Sirkulasi Perpustakaan 


12) Lakukan modifikasi sesuai selera sehingga Laporan Sirkulasi 

Perpustakaan semakin rapi dan layak disajikan, misalkan 

seperti Gambar 3.42.  

 

Gambar 3.42: Halaman desain akhir Laporan Sirkulasi 

Perpustakaan 

 

13) Gambar 3.43 berikut ini merupakan halaman Laporan 

Sirkulasi Perpustakaan.  

 


 

Gambar 3.43: Potongan halaman Laporan Sirkulasi Perpustakaan 

 

Demikian materi pembuatan report dalam Access, untuk 

halaman laporan lainnya, Anda dapat bereksperimen sendiri. 

  


 Instalasi Microsoft SQL 

Server dan Konfigurasinya 

 

 

Pada bab ini akan dibahas langkah-langkah instalasi Microsoft 

SQL Server (selanjutnya disebut SQL Server) dan konfigurasinya, 

termasuk konfigurasi firewall yang berhubungan dengan pengaksesan 

port. Di buku ini akan dipakai  Microsoft SQL Server 20


Posting Komentar

0 Komentar