komunikasi organisasi 3

 




luran yang dipakai . 

Dalam pembelajaran dapat memakai  alat-alat bantu 

pembelajaran atau media pembelajaran, yang disebut dalam 

komponen komunikasi yaitu  saluran.” Sehingga sangat 

jelas, bahwa suatu proses pembelajaran merupakan proses 

komunikasi yang bersinambungan antara penerima pesan 

dan pemberi pesan.

Pengajar perlu mengetahui dasar-dasar komunikasi dan 

keterampilan dasar mengajar dalam proses pembelajaran. 

Seorang pengajar biasanya mampu berkomunikasi secara 

baik dengan siapa pun, baik dengan pembelajarnya, maupun 

dengan sesama koleganya. Sehingga pengolahan komunikasi           

yang efektif dan efisien sangat diperlukan bagi pengajar 

maupun pembelajar.

Komunikasi sebagai suatu proses memiliki  faktor-

faktor yang mempengaruhi komunikasi sehingga proses 

komunikasi dapat berjalan secara lancar. Kelancaran dalam 

berkomunikasi dipengaruhi beberapa faktor, antara lain:

1. Faktor Pengetahuan

Semakin luas pengetahuan yang dimiliki seseorang, 

semakin banyak perbendaharaan kata yang dimiliki 

sehingga mempermudah berkomunikasi dengan lancar.

2. Faktor Pengalaman

Semakin banyak pengalaman yang dimiliki seseorang 

menyebabkan terbiasa untuk menghadapi sesuatu. 

Orang yang sering atau terbiasa menghadapi massa, 

sering berbicara di muka umum, tentu akan lancar 

berbicara dalam berbagai keadaan.

3. Faktor Intelegensi

Orang yang intelegensinya rendah biasanya kurang 

lancar dalam berbicara sebab  kurang memiliki 

perbendaharaan kata dan bahasa yang baik. Bahkan 

cara berbicaranya terputus-putus, antara kata yang satu 

dengan yang lain tidak ada relevansinya.

4. Faktor Kepribadian

Orang yang memiliki sifat pemalu dan kurang bergaul, 

biasanya kurang lancar bebicara dibandingkan orang 

yang pandai bergaul.

5. Faktor Biologis

Disebabkan oleh gangguan organ-organ berbicara 

sehingga memicu  gangguan dalam komunikasi.

         

berdasar  keterangan di atas, faktor-faktor di atas 

sangat berpengaruh pada proses komunikasi. Komunikasi 

memerlukan tempat, dinamis, menghasilkan perubahan 

dalam usaha mencapai hasil, melibatkan interaksi bersama, 

serta melibatkan suatu kelompok.

Menurut Marsetio Donosepoetro yang dikutip oleh Fitrah 

(2012) mengemukakan bahwa dalam proses komunikasi ada 

beberapa ketentuan, antara lain:

sebab  komunikasi memiliki  suatu maksud, maka 

suatu messege atau stimulus selalu ditujukan kepada 

sekumpulan orang tertentu. Ini disebut penerima yang 

terntetu.

Komunikator berkeinginan memicu  suatu 

respon kepada penerima yang sesuai dengan maksud 

yang dibawakan oleh messege atau stimulus tertentu. Suatu 

komunikasi dinyatakan berhasil jika respon yang timbul 

pada penerima, sesuai dengan maksud komunikasi.

Pengirim pesan melakukan encode, yaitu mem-

formulasikan pesan yang akan disampaikannya dalam 

bentuk kode yang sedapat mungkin dapat ditafsirkan oleh 

penerima pesan. Penerima pesan kemudian menafsirkan atau 

men-decode kode yang disampaikan oleh pengirim pesan. 

Berhasil tidaknya komunikasi atau tercapai tidaknya tujuan 

komunikasi tergantung dari ketiga komponen ini .

Dengan demikian proses komunikasi dapat berlangsung 

satu arah dan dua arah. Komunikasi yang dianggap efektif 

yaitu  komunikasi yang memicu  arus informasi dua 

arah, yaitu dengan munculnya feedback dari pihak penerima 

pesan. Dalam proses komunikasi yang baik akan terjadi 

tahapan pemaknaan terhadap pesan (meaning) yang akan 

disampaikan oleh komunikator, kemudian komunikator 

melakukan proses encoding, yaitu interpretasi atau 

86          

mempersepsikan makna dari pesan tadi, dan selanjutnya 

dikirim kepada komunikan melalui channel yang dipilih. 

Pihak komunikan menerima informasi dari pengirim dengan 

melakukan proses decoding, yaitu menginterpretasi pesan 

yang diterima, dan kemudian memahaminya sesuai dengan 

maksud komunikator. Kesesuaian pemahaman antara 

komunikan dengan komunikator akan memicu  respon 

yang disebut dengan umpan balik.

Komunikasi yang terjadi di dalam sekolah disebut 

dengan komunikasi internal. Komunikasi ini terjadi antara 

anggota yang terlibat dalam hubungan kerjasama di sekolah 

untuk mencapai tujuan bersama, yaitu lulusan yang bermutu. 

Komunikasi ini dapat bersifat resmi maupun tidak resmi.

Komunikasi antara Kepala Sekolah dengan Guru

Komunikasi ini terjadi secara vertikal, maka arah 

komunikasi datang dari atas dan dari bawah, atau komunikasi 

ke bawah dan ke atas.

Komunikasi ke bawah:

Pemberian petunjuk, memberi  tugas, pengarahan, 

penjelasan tentang pedoman pelaksanaan tugas, menjelaskan 

tentang tata kerja dan sebagainya. memberi  perintah, 

untuk melaksanakan tugas di luar rutinitas, yang belum 

disebutkan dalam petunjuk pembagian tugas, dan perintah-

perintah itu.

memberi  informasi, baik secara lisan maupun tulisan 

melalui pengumuman maupun buku keliling atau edaran. 

Pemberian pujian atau hadiah kepada guru yang telah 

melaksanakan tugas dengan baik. Seringkali, tujuan yang 

dilakukan dengan komunikasi formal dapat dibantu dengan 

komunikasi tidak formal seperti kunjungan ke rumah, 

bermain bulu tangkis bersama, dll.

         

Komunikasi antara Kepala Sekolah dengan Tata Usaha

Jenis komunikasi kedinasan seperti halnya guru 

yang berwujud pemberian petunjuk, pemberian perintah, 

pemberian informasi, pemberian teguran ataupun pujian.

Komunikasi antara Kepala Sekolah dengan Siswa

Hal ini dapat dilakukan secara tertulis (pengumuman, 

edaran, teguran, sanksi, dll.) maupun secara lisan (pengu-

muman, teguran, dan peringatan).

Komunikasi antara Guru dengan Guru

Hubungan kedinasan dapat berupa pertemuan dalam 

rapat sekolah, bekerjasama dalam membimbing kelompok, 

menyelesaikan tugas kelompok, dll. Hubungan tidak 

formal antar guru selain dimaksudkan untuk melancarkan 

pelaksanaan tugas bersama juga untuk mempererat 

kekeluargaan.

Komunikasi antara Guru dengan Tata Usaha

Jenis komunikasi yang dijalin banyak pada hal yang 

bersifat tidak formal, seperti dalam bentuk pertemuan dan 

kunjungan. Dalam kedinasan, komunikasi diarahkan pada 

usaha kerjasama dalam mencapai tujuan bersama.

Komunikasi antara Guru dengan Siswa

Komunikasi berlangsung secara formal di dalam kelas 

dalam bentuk proses belajar mengajar, dan interaksi di luar 

dan di dalam kelas sebagai ayah dan ibu di sekolah dan anak-

anaknya.

Komunikasi antara Siswa dengan Pegawai Tata Usaha

Komunikasi berbentuk beberapa urusan yang dapat 

diselesaikan oleh siswa pada pegawai TU, misalnya surat-        

surat keterangan, pembayaran SPP, pengambilan buku 

presensi, buku kelas, dll.

Komunikasi antara Siswa dengan Siswa

Hal ini dapat menekankan komunikasi yang bersifat 

formal (namun  bukan dinas) yaitu di dalam kelas dalam 

situasi belajar (dalam kerja kelompok atau diskusi), namun  

lebih banyak yang bersifat non formal.

Hubungan Sekolah dengan Orang Tua Siswa dan Warga 

warga 

Hubungan komunikasi ini dapat dilakukan melalui 

1. Secara Individual

a. Orang tua datang ke sekolah untuk berkonsultasi 

maupun untuk pemecahan masalah anaknya.

b. Orang tua menyampaikan saran-saran bahkan 

sumbangan untuk kemajuan sekolah.

c. Para Tokoh Pendidikan dan anggota warga  

lainnya dalam upaya peningkatan mutu dan 

“merebut” tempat pada sekolah yang lebih tinggi.

d. Para Pejabat dalam bidang keamanan untuk 

peningkatan ketahanan sekolah. Seperti, penyuluhan 

tentang narkoba dan miras.

e. Para Profesional, secara sukarela membantu sekolah 

demi kepentingan anaknya.

Hubungan Sekolah dengan Alumni

Hubungan ini bermaksud agar alumni menyampaikan 

pengalaman keberhasilannya untuk memotivasi atau 

menularkan pengetahuannya untuk penyegaran dan 

tambahan wawasan bukan hanya untuk para siswa namun  

juga para guru dan warga sekolah lainnya.

         

Hubungan dengan Dunia Usaha/Dunia Kerja

1. Mengundang tokoh yang berhasil untuk datang ke 

sekolah dalam memotivasi semua pihak untuk berbuat 

serupa.

2. Mengirim para anak didik ke dunia usaha/dunia kerja.

Hubungan dengan Instansi Lain

1. Hubungan dengan sekolah lain

Hubungan ini dapat dibina dengan MGMP, MKS, MGP, 

K3S, K3M (Kelompok Kerja Kepala Madrasah).

2. Hubungan dengan lembaga/badan-badan pemerintahan 

swasta

Sebagai contoh: kerjasama dengan bank dalam rangka 

penggalangan dana “gemar menabung” pelajar.

Komunikasi Efektif dalam Pembelajaran

Kegagalan pembelajaran sering dijumpai sebab 

lemahnya sistem komunikasi. Untuk itu, pendidik perlu 

mengembangkan pola komunikasi yang efektif dalam proses 

pembelajaran. Komunikasi yang baik merupakan komunikasi 

yang transaksional atau hubungan timbal balik 

Oleh sebab  itu, untuk mencapai hasil belajar yang 

optimal, dianjurkan agar pendidik membiasakan diri 

memakai  komunikasi banyak arah atau komunikasi 

sebagai transaksi, yaitu komunikasi yang tidak hanya 

melibatkan interaksi dinamis antara pendidik dengan peserta 

didik, namun  juga melibatkan interaksi dinamis antara peserta 

didik yang satu dengan peserta didik lainnya.        

Pembelajaran sebagai proses komunikasi dilakukan 

secara sengaja dan terencana, sebab  memiliki tujuan yang 

telah ditetapkan terlebih dahulu. Agar pesan pembelajaran 

yang ingin ditransformasikan dapat sampai dengan baik, 

maka perlu mendesain pesan pembelajaran ini  dengan 

memperhatikan prinsip-prinsip yaitu kesiapan dan motivasi, 

menarik, sisiwa aktif, pengulangan, umpan balik, serta 

mendesain materi sejelas mungkin agar materi pelajaran yang 

diterima peserta belajar tidak memicu  kebingungan 

atau bias dalam pemahaman, maka sedapat mungkin harus 

dihindari materi-materi yang tidak relevan dengan topik 

yang dibicarakan.

Desain pesan pembelajaran merupakan tahapan yang 

penting untuk dilakukan oleh pengajar, agar proses belajar 

mengajar dapat berlangung secara efektif. Dengan mendesain 

materi kuliah terlebih dahulu, akan memudahkan dosen/

guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas.

Komunikasi dikatakan efektif jika  ada  aliran 

informasi dua arah antara komunikator dan komunikan 

dan informasi ini  sama-sama direspon sesuai dengan 

harapan kedua pelaku komunikasi ini . Setidaknya 

ada  lima aspek yang perlu dipahami dalam membangun 

komunikasi yang efektif, yaitu: Kejelasan, bahwa dalam 

komunikasi harus memakai  bahasa dan mengemas 

informasi secara jelas, sehingga mudah diterima dan dipahami 

oleh komunikan. Ketepatan, Ketepatan atau akurasi ini 

menyangkut pemakaian  bahasa yang benar dan kebenaran 

informasi yang disampaikan. Konteks, Konteks maksudnya 

yaitu  bahwa bahasa dan informasi yang disampaikan harus 

sesuai dengan keadaan dan lingkungan dimana komunikasi 

itu terjadi. Alur, Bahasa dan informasi yang akan disajikan 

harus disusun dengan alur atau sistematika yang jelas, 

sehingga pihak yang menerima informasi cepat tanggap. 

         

Budaya, Dalam berkomunikasi harus menyesuaikan dengan 

budaya orang yang diajak berkomunikasi, baik dalam 

pemakaian  bahasa verbal maupun nonverbal, agar tidak 

memicu  kesalahan persepsi. 

Berkomunikasi efektif berarti bahwa komunikator dan 

komunikan sama-sama memiliki pengertian yang sama 

tentang suatu pesan, atau sering disebut dengan “the 

communication is in tune”. Agar komunikasi dapat berjalan 

secara efektif, harus dipenuhi beberapa syarat : 

1. Menciptakan suasana komunikasi yang menguntungkan 

memakai  bahasa yang mudah ditangkap dan 

dimengerti. 

2. Pesan yang disampaikan dapat menggugah perhatian 

atau minat bagi pihak komunikan

3. Pesan dapat menggugah kepentingan komunikan yang 

dapat menguntungkan

4. Pesan dapat menumbuhkan suatu penghargaan bagi 

pihak komunikan.

Terkait dengan proses pembelajaran, komunikasi 

dikatakan efektif jika pesan yang dalam hal ini yaitu  

materi pelajaran dapat diterima dan dipahami, serta 

memicu  umpan balik yang positif. Komunikasi efektif 

dalam pembelajaran harus didukung dengan keterampilan 

komunikasi antar pribadi yang harus dimiliki oleh seorang 

pengajar.

Dalam kegiatan belajar mengajar, komunikasi antar 

pribadi merupakan suatu keharusan, agar terjadi hubungan 

yang harmonis antara pengajar dengan peserta belajar.

Keefektifan komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar ini 

sangat tergantung dari kedua belah pihak. tetapi  sebab            

pengajar yang memegang kendali kelas, maka tanggung 

jawab terjadinya komunikasi dalam kelas yang sehat dan 

efektif terletak pada tangan pengajar.

Model Komunikasi Efektif dalam Pendidikan

Dalam hal ini, akan dijelaskan mengenai model-model 

komunikasi yang efektif dalam proses pembelajaran 

yang dihubungkan dengan teori belajar. Adapun model 

komunikasi dalam pendidikan yang dikutip oleh Uniwa 

(2012) yaitu  sebagai berikut.

Model Mekanistik

Model komunikasi mekanistis terdiri dari one way 

communication dan two way communication. Salah satu contoh 

model komunikasi mekanistis tipe one way communication 

yaitu  metode ceramah di dalam proses pembelajaran. Yaitu 

guru menyampaikan materi dan peserta didik menyimaknya 

dengan baik. Di dalam metode ini komunikan (peserta didik) 

akan bersikap pasif. sebab  mereka hanya mendengar dan 

menghafal materi yang telah disampaikan oleh guru ini . 

jika  guru ingin memakai  metode ceramah, maka 

guru ini  harus mengusai keterampilan-keterampilan 

sebagai berikut:

a. Dalam menyampaikan materi, guru harus menguasai 

materi ini  sebaik mungkin. Hindari membaca buku 

terlalu sering. sebab  hal ini  membuat peserta didik 

tidak yakin dengan kemampuan yang dimiliki oleh sang 

guru.

b. Show the best performance ketika tampil di depan kelas. 

sebab  jika  guru memberi  representasi yang 

baik kepada peserta didiknya, maka para peserta 

didiknya itu akan menginterpretasi sang guru dengan 

baik. Begitupun sebaliknya. Guru yang memberi  

        

representasi yang buruk, maka para peserta didiknya 

akan menginterpretasi yang kurang baik pula dari diri 

guru ini . Jadi, dalam hal ini pencitraan image positif 

dari seorang guru menjadi hal yang harus diperhatikan 

agar tujuan pembelajaran berhasil.

pemakaian  model komunikasi mekanistik mampu 

merangsang siswa lebih aktif, agresif sebab  rasa ingin 

tahu akan lebih besar. Namun dalam penyampaian dalam 

pembelajaran juga harus tepat, sehingga model pembelajaran 

ini akan terasa pengaruhnya terhadap siswa.

Model Interaksional

a. Terjadi feedback atau umpan balik. Komunikasi yang 

berlangsung bersifat dua arah dan ada dialog, di mana 

setiap partisipan memiliki peran ganda, dalam arti pada 

satu saat bertindak sebagai komunikator, pada saat yang 

lain bertindak sebagai komunikan.

b. Komunikasi berlangsung dua arah dari pengirim dan 

kepada penerima dan dari penerima kepada pengirim. 

Proses melingkar ini menunjukkan bahwa komunikasi 

selalu berlangsung. Bahwa model ini menempatkan 

sumber dan penerima memiliki  kedudukan yang 

sederajat. Satu elemen yang penting bagi model 

interkasional yaitu  umpan balik (feedback), atau 

tanggapan terhadap suatu pesan.

c. Dalam perspektif interaksionalisme seorang individu 

merupakan suatu penggabungan antara individualisma 

dan warga , artinya individu yang menggabungkan 

potensi kemanusiaannya melalui interaksi sosialnya. 

Sebagai contoh, pada saat mata pelajaran kesenian. 

Guru dan peserta didik harus sama-sama memiliki 

ketertarikan terhadap seni ini . jika  ketertarikan 

atau kecenderungan antara guru dan peserta didik           

itu telah sama maka akan ada  irisan kesamaan 

karakteristik antara guru dan peserta didik, yaitu 

menyenangi kesenian. Jika hal ini telah tercipta maka 

proses pembelajaran akan mudah dilaksanakan dan 

tujuan pembelajaran akan mudah tercapai.

Model interaksional sangat ideal dipakai  dalam 

pembelajaran di kelas. Model interaksional memungkinkan 

adanya interaksi dalam kelas baik antara siswa dengan 

guru, ataupun siswa dengan siswa itu sendiri dan siswa 

dengan lingkungannya, maka proses pembelajaran akan 

terasa lebih hidup. Dan siswa pun akan merasa puas atas 

semua pertanyaan dan jawaban dari guru yang dirasa belum 

dimengerti. Maka model interaksional perlu ada dalam 

pembelajaran.

Model Psikologis

a. Model komunikasi psikologis mempelajari perilaku 

individu, termasuk perilaku belajar, merupakan totalitas 

penghayatan dan aktivitas yang lahir sebagai hasil akhir 

saling pengaruh antara berbagai gejala, seperti perhatian, 

pengamatan, ingatan, pikiran dan motif.

b. Model komunikasi psikologis yaitu memahami 

perkembangan perilaku apa saja yang telah diperoleh 

peserta didik sesudah  mengikuti pembelajaran tertentu.

c. Media menjadi stimulus dari luar diri khalayak yang 

akan menyebabkan terjadinya perubahan sikap.

d. Psikologi yaitu  ilmu yang mempelajari tingkah 

laku atau kepribadian manusia. Korelasinya dengan 

pembelajaran psikologi yaitu  salah satu cara untuk 

menganalisis kepribadian atau tingkah laku peserta didik 

agar tercapai tujuan pembelajaran yaitu behaviour change.

         

Model komunikasi psikologis menerangkan bahwa 

dalam proses komunikasi, yang terlibat bukan hanya faktor 

fisik semata, tapi aspek psikologis setiap individu turut 

memegang peranan penting dalam proses komunikasi. 

Keadaan psikologis seorang individu akan mempengaruhi 

semua aspek kehidupannya. Salah satunya aspek pendidikan, 

yaitu kegiatan belajar. Sebagai contoh, guru hendaknya 

tidak memaksakan diri untuk menyampaikan semua materi 

ketika ia melihat kondisi psikologis peserta didiknya tidak 

mendukung. Hendaknya guru ini  berkomunikasi 

dengan peserta didiknya sehingga ia dapat menganalisis 

masalah apa yang sedang terjadi dan bagaimanakah 

penanganannya. Jadi, guru harus mampu berkomunikasi 

secara psikologis dengan peserta didiknya. Agar tujuan 

pembelajaran yaitu behaviour change ini  dapat tercapai.

Model Pragmatis

Model pragmatis ini berkaitan dengan kompleksitas 

waktu. Model pragmatis memiliki dua arah unsur yang 

dipandang amat penting, yaitu:

1. Tindakan atau perilaku individu, yang dipandang 

sebagai unsur fundamental fenomenan komunikasi; 

inipun dianggap sebagai ‘Lokus’ komunikasi yang 

akibatnya komunikasi dipandang sama atau identik 

dengan perilaku itu sendiri.

2. Unsur waktu yang dipandang sebagai dimensi 

keempat dalam gambar ini muncul akibat dari kedua 

unsur itu sendiri. Tindakan atau perilaku individu 

dipandang terjadi dalam suatu rangkaian peristiwa yang 

berkesinambungan, sehingga keberurutan tindakan atau 

perilaku individu itu menjadi penting 

Model komunikasi ini akan efektif dalam memecahkan 

kendala belajar bila di guru dapat mendesain, memanfaatkan, 

dan mengelolanya dengan baik. Guru dapat memanfaatkan 

kondisi atau keadaan kelas dengan efektif dan efisien jika  

guru dapat memanfaatkan model komunikasi ini dalam 

proses pembelajaran. jika  model komunikasi pragmatis 

ini dapat diterapkan dalam proses pembelajaran melalui 

metode diskusi, maka ini akan mempermudah guru dalam 

menyampaikan materi dan tentunya mempermudah peserta 

didik dalam menyerap materi pembelajaran. Penerapam 

model komunikasi pragmatis dalam metode diskusi 

ini memiliki korelasi dengan keterampilan guru dalam 

memakai  model komunikasi mekanistis, psikologis, 

dan interaksional.

Hambatan dalam Komunikasi Pendidikan

Dalam proses pembelajaran, ada beberapa faktor yang 

menjadi hambatan proses komunikasi atau dikenal dengan 

istilah barriers atau noises. Hambatan-hambatan ini  

yaitu :

1. Faktor internal

Hambatan yang berasal dari dalam diri penerima pesan 

atau pembelajar itu sendiri, berupa: 

a. Hambatan psikologis

Hambatan ini meliputi minat, sikap, pendapat, 

kepercayaan, intelegensi, dan pengetahuan. 

Pembelajar yang senang terhadap mata pelajaran, 

topik, serta pengajarnya tentu lain belajarnya 

dibandingkan dengan pembelajar yang benci atau 

tidak menyukai semua itu. 

         

b. Hambatan fisik

Hambatan ini meliputi kelelahan, sakit, 

keterbatasan daya indera, dan cacat tubuh.Seorang 

pengajar perlu untuk tidak memaksakan pesan 

yang disampaikan harus diterima dengan cepat 

oleh pembelajar. Guru perlu melihat kondisi di 

kelas tentang hal-hal yang dapat menghambat proses 

penerimaan pesan.

2. Faktor eksternal

Merupakan hambatan yang berasal dari pembelajar, 

seperti:

a. Hambatan kultural

Hambatan ini meliputi membedakan adat istiadat, 

norma-norma sosial, kepercayaan, dan nilai-nilai 

panutan. Perbedaan adat-istiadat, norma sosial dan 

kepercayaan kadang-kadang dapat menjadi sumber 

salah paham.

b. Hambatan lingkungan

Merupakan hambatan yang ditimbulkan oleh situasi 

dan kondisi keadaan sekitar. Proses pembelajaran 

ditempat yang tenang, sejuk, dan nyaman, tentu 

akan berbeda hasilnya jika dibandingkan proses yang 

dilakukan di kelas yang bising, panas dan berjubel.

Adapun istilah-istilah hambatan dalam komunikasi 

efektif menurut Ron Ludlow & Fergus Panton yang dikutip 

oleh Hanifa (2012 yaitu sebagai berikut:

a. Status effect

Adanya perbedaaan pengaruh status sosial yang 

dimiliki setiap manusia. Misalnya karyawan dengan 

status sosial yang lebih rendah harus tunduk dan patuh 

pada semua perintah yang diberikan atasan. Maka         

karyawan ini  tidak dapat atau takut mengemukakan 

aspirasi atau pendapatnya.

b. Semantic Problems

Faktor semantik menyangkut bahasa yang 

dipergunakan komunikator sebagai alat untuk 

menyalurkan pikiran dan perasaannya kepada 

komunikan. Demi kelancaran komunikasi, seorang 

komunikator harus benar-benar memperhatikan 

gangguan ini, sebab kesalahan pengucapan atau kesalahan 

dalam penulisan dapat memicu  salah pengertian 

(misunderstanding) atau penafsiran (misinterpretation) yang 

pada gilirannya bisa memicu  salah komunikasi 

(miscommunication). Misalnya kesalahan pengucapan 

bahasa dan salah penafsiran seperti contoh : pengucapan 

demonstrasi menjadi demokrasi, kedelai menjadi keledai, 

dan lain-lain.

c. Perceptual Distorsion

Perceptual distorsion dapat disebabkan sebab  

perbedaan cara pandang yang sempit pada diri sendiri 

dan perbedaaan cara berpikir serta cara mengerti yang 

sempit terhadap orang lain. Sehingga dalam komunikasi 

terjadi perbedaan persepsi dan wawasan atau cara 

pandang antara satu dengan yang lainnya.

d. Cultural Differences

Hambatan yang terjadi sebab  disebabkan adanya 

perbedaan kebudayaan, agama, dan lingkungan sosial. 

Dalam suatu organisasi ada  beberapa suku, ras, 

dan bahasa yang berbeda.Sehingga ada beberapa kata-

kata yang memiliki arti berbeda di tiap suku. Seperti 

contoh: kata “jangan” dalam bahasa Indonesia artinya 

tidak boleh, namun  orang suku Jawa mengartikan kata 

ini  sebagai suatu jenis makanan berupa sup.

        

e. Physical Distractions

Hambatan ini disebabkan oleh gangguan lingkungan 

fisik terhadap proses berlangsungnya komunikasi. 

Contohnya: suara riuh orang-orang atau kebisingan, 

suara hujan atau petir, dan cahaya yang kurang jelas.

f. Poor Choice of Communication Channels

yaitu  gangguan yang disebabkan pada media yang 

dipergunakan dalam melancarkan komunikasi. Contoh 

dalam kehidupan sehari-hari, misalnya: sambungan 

telepon yang terputus-putus, suara radio yang hilang 

dan muncul, gambar yang kabur pada pesawat televisi, 

atau huruf ketikan yang buram pada surat, sehingga 

informasi tidak dapat ditangkap dan dimengerti dengan 

jelas.

g. No Feed back

Hambatan ini  yaitu  ketika seorang sender 

mengirimkan pesan kepada receiver namun  tidak ada 

respon dan tanggapan dari receiver. Maka yang terjadi 

yaitu  komunikasi satu arah yang sia-sia. Seperti contoh: 

seorang manajer menerangkan suatu gagasan yang 

ditujukan kepada para karyawan. Dalam penerapan 

gagasan ini  para karyawan tidak memberi  

tanggapan atau respon. Dengan kata lain tidak peduli 

dengan gagasan yang disampaikan seorang manajer.

Berbagai jenis hambatan ini , baik pada diri pengajar 

maupun pada pembelajar, dapat mengakibatkan proses 

pembelajaran seringkali berlangsung secara tidak efektif 

untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Maka bagi para 

pengajar perlu memerhatikan dan mengantisipasi hal-hal 

ini .

          

Mengatasi Hambatan Komunikasi dalam Pembelajaran

Dengan berbagai hambatan di atas, baik dari dalam diri 

pengajar maupun pembelajar, baik sewaktu-waktu men-

encode (proses penuangan pesan maupun men-decode-nya 

(proses penafsiran), seringkali berlangsung secara tidak 

efektif atau kurang mencapai hasil yang diinginkan. Maka 

untuk mengatasi hambatan-hambatan ini , diperlukan 

berbagai alat dan media yang dapat berfungsi sebagai sarana 

yang dipakai  untuk menyalurkan pesan.

Menurut Hamalik (1982: 22) menyatakan bahwa media 

komunikasi yaitu  suatu media atau alat bantu yang 

dipakai  oleh suatu organisasi guna tercapainya efisiensi 

dan efektivitas kerja dengan hasil yang maksimal. sedang  

media pendidikan yaitu  alat, metode, dan tehnik yang 

dipakai  dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi 

dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan 

dan pengajaran di sekolah. Adapun ciri-ciri dari media 

pendidikan yaitu  sebagai berikut:

 - Media pendidikan identik dengan pengertian keperagaan.

 - Tekanan utama terletak pada benda atau hal-hal yang 

bisa dilihat dan didengar.

 - dipakai  dalam rangka komunikasi dalam pengajaran, 

antara guru dan siswa.

 - Merupakan semacam alat bantu belajar mengajar, baik 

dalam kelas maupun di luar kelas.

 - Merupakan “perantara” (medium, media) dan dipakai  

dalam rangka pendidikan.

 - Sebagai alat dan sebagai tehnik yang sangat erat 

pertaliannya dengan metode ajar.

Dari sini dapat dikatakan, posisi media berfungsi 

membantu mengatasi hambatan-hambatan ini . 

Misalnya, perbedaan gaya belajar, minat, intelegensi, 

        

keterbatasan daya ingat, cacat tubuh, atau hambatan jarak 

geografis, jarak waktu dan lain-lain dapat dibantu dan diatasi 

dengan pemanfaatan media pembelajaran.

Dengan memakai  media pembelajaran secara tepat 

dan bervariasi, seorang pengajar dapat mengatasi sikap pasif 

pembelajar. Maka fungsi media pembelajar yaitu  untuk:

 - memicu  kegairahan belajar bagi pembelajar

 - Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara 

pembelajar dengan lingkungan kenyataan, dan

 - Memungkinkan pembelajar dapat belajar sendiri-sendiri 

menurut kemampuan dan minatnya.

Secara umum kegunaan media pembelajaran dalam 

proses pembelajaran seperti yang dikutip oleh Sanaky (2011: 

15), sebagai berikut:

 - Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat 

verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan).

 - Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, 

seperti : 1)   Obyek yang terlalu besar, dapat digantiakn 

dengan realita, gambar, film bingkai, film, atau model. 

2) Obyek yang kecil-kecil dibantu dengan proyektor 

mikro, film bingkai, film, atau gambar. 3). Gerak yang 

terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan 

timelapse atau highspeed phtography. 4). Kejadian atau 

peristiwa yang terjadi di masa lalu, dapat ditampilkan 

lagi lewat rekaman film, video, DVC, film bingkai, foto, 

maupun secara verbal. 5) Objek yang terlalu kompleks 

(mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, 

dan lain-lain. 6). Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, 

gempa bumi, iklim, dan lain-lain) dapat divisualkan 

dalam bentuk film, film bingkai, gambar, dan lain-lain.

102          

Dengan memakai  media pembelajaran secara tepat 

dan bervariasi, dapat diatasi sikap pasif anak didik. Maka 

posisi media pembelajaran sangat berguna. Selain itu, dengan 

sikap yang unik pada tiap pembelajar ditambah lagi dengan 

lingkungan serta pengalaman yang berbeda, sementara 

kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk 

setiap pembelajar, pengajar akan banyak mengalami 

kesulitan, bilamana semuanya itu diatasi sendiri. Masalah 

ini dapat diatasi pengajar dengan memakai  media 

pembelajaran yang berfungsi untuk:

1. memberi  perangsang yang sama

2. Mempersamakan pengalaman, dan

3. memicu  persepsi yang sama

Dengan demikian, pengajar harus banyak latihan 

membuat serta memakai  media pembelajaran jika  

ingin menjadi pengajar yang profesional.

Peranan Media Komunikasi dalam Pendidikan

Ada beberapa media yang dapat dipakai  dalam 

komunikasi antara sekolah dengan warga . Media ini 

meliputi:

1. Media Langsung

a. Rapat-rapat formal yang diselenggarakan sekolah 

dengan mengundang orang tua siswa dan tokoh-

tokoh warga . Dalam rapat ini disampaikan 

program sekolah dalam upaya peningkatan kegiatan 

dan mutu pendidikan.

b. Pekan pendidikan

Pada saat ini sekolah menampilkan prestasi dan 

kreasi para siswa sebagai sarana promosi sekolah.

c. Hari ulang tahun sekolah

         

Acara ini dapat dilaksanakan dengan melibatkan 

semua pihak.

d. Karyawisata, widyawisata gerak jalan atau sepeda 

santai bersama, dan lain-lain.

e. Kunjungan rumah (Home Visit) untuk mengetahui 

lebih jauh tentang situasi rumah anak didik tertentu. 

2. Media Tidak Langsung

Sekolah mengadakan hubungan dengan warga  

melalui:

 - Media cetak berupa: bulletin atau majalah sekolah, 

Koran, brosur, leaflet, atau booklet.

 - Media elektronika: telepon, siaran radio dan televisi, 

video kaset, slide, dan computer.

Kiat Sukses Komunikasi Pendidikan

 - Teknik Bicara Efektif

1. memakai  Bahasa yang Efektif

2. Kejelasan

3. memakai  bahasa yang lazim dan konkrit, dan 

menjelaskan gayanya dengan memberi  petunjuk.

4. memakai  kata-kata yang lazim.

5. Kata-kata yang dipakai  yaitu  disesuaikan 

dengan komunikannya.

6. Gunakan kata-kata konkret

7. Bahasa yang konkrit memilki arti khusus atau lebih 

terbatas.

8. Pemberian petunjuk

Jelaslah bahwa sebuah gaya akan mempermudah 

seseorang menyimak dan mengikuti fikiran komunikator.

104          

 - Kelugasan

Gaya bahasa yang baik itu yaitu  hidup dan lugas.

Bahasa yang lugas tertarik kepada rasa dan membuat 

kesan yang tak terlupakan.

 - Ketepatan

Bahasa yang jelas dan lugas mungkin masih belum tepat 

jika bahasa mengganggu rasa atau perasaan penyimak.

 - Kiat-kiat pemakaian  gaya bahasa yang efektif

• Jangan menggayakan bahasa secara berlebihan.

• Integrasikan perangkat-perangkat ilmu gaya bahasa, 

namun  gunakan pengendali.

• Pertimbangkan pemakaian  perangkat-perangkat 

ilmu gaya bahasa saat mengembangkan kalimat 

terbuka, pernyataan gagasan utama, dan kesimpulan. 

sebab  permulaan yang baik yaitu  berarti 

terselesaikanya setengah pekerjaan.

• Gunakan kata-kata biasa yang pendek dengan cara 

unik. jika  istilah teknik terlalu sulit dimengerti 

atau susah dipakai, gunakan kiasan untuk 

menyampaikan gagasan.

• Menggayakan bahasa untuk berhemat. Ketika 

kalimat-kalimat atau frase terlalu panjang atau 

rumit, pertimbangkan penyusunan beberapa kalimat 

dengan memakai  antithesis atau suspensi.

• Amati pemakaian  gaya bahasa orang lain. Pada saat 

anda menyimak radio dan televisi, serta membaca 

surat kabar, majalah dan jurnal perdagangan, carilah 

pesan yang digayakan secara efektif.

• Praktekkan pengayaan pesan-pesan anda. 

Aktifkanlah mengkaji cara-cara memasukkan 

         

beragam teknik ilmu gaya bahasa ke dalam presentasi 

anda.

 - Mendengarkan Dengan Efektif

Unsur pertama dalam proses mendengarkan yaitu  

mendengar yang merupakan proses fisiologis otomatik 

penerimaan rangsangan pendengaran (aural stimuli). Dalam 

tahap inilah gangguan fisik pada alat pendengaran seseorang 

dapat memicu  kesulitan dalam proses mendengarkan. 

Meskipun kemampuan memproses informasi yang empat 

kali lebih cepat daripada rata-rata orang bicara tampaknya 

merupakan keuntungan, ternyata itu merupakan masalah 

dalam arti bahwa tiga perempat bagian dari mendengarkan 

merupakan “waktu luang”. Hal ini berarti bahwa kita mampu 

menangkap apa yang kita dengar jauh lebih cepat daripada 

kemampuan membicara melisankan pikirannya. Kenyataan 

ini tampaknya dapat menjelaskan temuan bahwa berbicara 

lebih menarik daripada mendengarkan.

Memperhatikan rangsangan di lingkungan kita berarti 

memusatkan kesadaran kita pada rangsangan khusus 

tertentu. Indera penerima kita secara konstan dihujani sekian 

banyak rangsangan sehingga kita tidak mungkin menanggapi 

semuanya sekaligus pada saat yang sama. Sel khusus dalam 

sisten syaraf kita (saraf penghambat) berfungsi membuang 

sejumlah sensasi yang datang, menjauhkan sensasi-sensasi 

ini  dari kesadaran kita.

Memahami biasanya diartikan sebagai proses pemberian 

makna pada kata yang kita dengar, yang sesuai dengan 

makna yang dimaksudkan oleh si pengirim pesan.

Ada dua macam jenis memori, yakni memori jangka 

pendek (MJpe) dan memori jangka panjang (MJpa).Pada 

dasarnya perbedaan antara MJpe dan MJpa yaitu  jumlah 

pengulangan dan pelatihan yang terjadi pada suatu informasi           

tertentu dan kemudahanya untuk menyesuaikan informasi 

ini  dengan informasi yang telah disimpan.

 - Ketrampilan Berbicara

ada  tiga situasi berbicara antara lain:

Interaktif, yaitu percakapan secara tatap muka atau 

berbicara lewat telepon yang memungkinkan adanya 

pergantian antara berbicara dan mendengarkan dan juga 

memungkinkan kita meminta klarisfikasi, pengulangan, 

atau kita dapat meminta lawan berbicara memperlambat 

tempo berbicara dari lawan berbicara.

Semiaktif, yaitu ketrampilan berbicara yang biasanya 

dipakai  dalam pidato di hadapan umum secara 

langsung. Dalam situasi ini audien memandang tidak 

dapat melakukan interupsi terhadap pembicaraan, 

namun pembicara dapat melihat reaksi pendengar dari 

ekspresi wajah bahsa tubuh mereka.

Non interaktif, yaitu ketrampilan berbicara secara tidak 

langsung misalnya melalui radio atau televisi.

 Dalam pendidikan khususnya pembelajaran 

tidak terlepas dari komunikasi yang dipakai  untuk 

menyampaikan pesan. Untuk menciptakan proses 

komunikasi yang efektif, pendidik harus memahami konsep 

dasar komunikasi pendidikan. Komunikasi pendidikan atau 

yang disebut humas pendidikan yaitu suatu proses yang 

lebih menekankan kepada hubungan sedang  komunikasi 

lebih menekankan kepada bentuk hubungan penyampaian 

informasi. Komunikasi pendidikan bukan hanya terjadi pada 

di sekolah saja, tetapi  dapat menyangkut semua bentuk 

komunikasi tentang masalah pendidikan. 

Adapun pentingnya komunikasi pendidikan dapat 

diterangkan sebagai berikut:

        

1. Merupakan kegiatan yang sangat diperlukan dalam 

semua pelaksanaan pekerjaan guna memiliki sarana 

untuk mengenalkan diri kepada warga  luas tentang 

apa yang sedang dan akan dikerjakan.

2. Merupakan alat untuk menyebarkan gagasan kepada 

orang lain.

3. Dapat dipakai  sebagai sarana untuk memperoleh 

bantuan yang diperlukan dari orang atau badan lain.

4. Mendorong usaha seseorang atau suatu badan untuk 

membuka diri agar diberikan masukan dengan kritik 

dan saran dari orang lain.

5. Dapat memenuhi keingintahuan manusia dalam rangka 

memnuhi naluri untuk sekaku berkembang.

jika  proses pembelajaran yaitu  komunikasi, maka, 

pertama, pesan yang akan dikomunikasikan yaitu  isi 

pelajaran yang ada  dalam kurikulum. Kedua, sumber 

pesan, dapat saja pengajar, pembelajar, penulis buku, ataupun 

orang lain. Pada posisi ini, pembelajar dapat saja sebagai 

sumber pesan dalam proses pembelajaran dan pengajar 

dapat menerima informasi dari pembelajar. Komunikasi 

yang terjadi yaitu  komunikasi timbal balik dan posisi 

pengajar tentu saja sebagai penerima pesan.Ketiga, penerima 

pesan yaitu  pembelajar. Dalam proses belajar dapat saja 

pembelajar sebagai penerima pesan dan juga sebagai pemberi 

pesan kepada pengajar. Keempat, saluran yang dipakai . 

Dalam pembelajaran dapat memakai  alat-alat bantu 

pembelajaran atau media pembelajaran, yang disebut dalam 

komponen komunikasi yaitu  saluran.

Komunikasi yang terjadi di dalam sekolah disebut 

dengan komunikasi internal. Komunikasi ini terjadi antara 

anggota yang terlibat dalam hubungan kerjasama di sekolah 

untuk mencapai tujuan bersama, yaitu lulusan yang bermutu.          

Selain itu, komunikasi sekolah juga melakukan hubungan 

dengan warga  untuk meningkatkan kualitas sekolah.

Terkait dengan proses pembelajaran, komunikasi 

dikatakan efektif jika pesan yang dalam hal ini yaitu  

materi pelajaran dapat diterima dan dipahami, serta 

memicu  umpan balik yang positif. Komunikasi efektif 

dalam pembelajaran harus didukung dengan keterampilan 

komunikasi antar pribadi yang harus dimiliki oleh seorang 

pengajar.

Namun seringkali ada  hambatan-hambatan dalam 

komunikasi pendidikan. Contoh hambatan yang muncul 

dalam sekolah yaitu  hambatan yang berasal dari faktor 

internal dan eksternal. Faktor internal meliputi hambatan 

psikologis dan fisik. sedang , hambatan eksternal meliputi 

hambatan kultural dan lingkungan.Maka untuk mengatasi 

hambatan-hambatan ini , diperlukan berbagai alat dan 

media yang dapat berfungsi sebagai sarana yang dipakai  

untuk menyalurkan pesan.

Tiga Pola Komunikasi dalam Proses Belajar Mengajar

Guru sebagai tenaga profesional di bidang  pendidikan, 

disamping memahami hal-hal yang bersifat filosofis dan 

konseptual, juga harus mengetahui dan melaksanakan hal-

hal yang bersifat teknis. Hal-hal yang bersifat teknis ini, 

terutama kegiatan mengelola dan melaksanakan interaksi 

belajar mengajar.

Dalam proses pendidikan sering kita jumpai kegagalan-

kegagalan,hal ini biasanya disebab kan lemahnya sistem 

komunikasi. Untuk itu,pendidik perlu mengembangkan pola 

komunikasi efektif dalam proses belajar mengajar. Komunikasi 

pendidikan yang penulis maksudkan disini yaitu  hubungan 

atau interaksi antara pendidik dengan peserta didik pada saat 

         109

proses belajar mengajar berlangsung,atau dengan istilah lain 

yaitu hubungan aktif antara pendidik dengan peserta didik.

Ada tiga pola komunikasi yang dapat dipakai  untuk 

mengembangkan interaksi dinamis antara guru dengan siswa 

yaitu:

1. Komunikasi sebagai aksi atau komunikasi satu arah

Dalam komunikasi ini guru berperan sebagai 

pemberi aksi dan siswa sebagai penerima aksi. Guru 

aktif dan siswa pasif. Ceramah pada dasarnya yaitu  

komunikasi satu arah,atau komunikasi sebagai aksi. 

Komunikasi jenis ini kurang banyak menghidupkan 

kegiatan siswa belajar.

2. Komunukasi sebagai interaksi atau komunikasi dua arah.

Pada komunikasi ini guru dan siswa dapat berperan 

sama yaitu pemberi aksi dan penerima aksi. Di sini, sudah 

terlihat hubungan dua arah, namun  terbatas antara guru 

dan pelajar secara indivudual. Antara pelajar dan pelajar 

tidak ada hubungan. Pelajar tidak dapat berdiskusi 

dangan teman atau bertanya sesama temannya. Keduanya 

dapat saling memberi dan menerima. Komunikasi ini 

lebih baik dari pada yang pertama, sebab kegiatan guru 

dan kegiatan siswa relatif sama.

3. Komunikasi banyak arah atau komunikasi sebagai 

transaksi

Komunikasi ini tidak hanya melibatkan interaksi 

yang dinamis antara gurudenan siswa namun  juga 

melibatkan interaksi yang dinamis antara siswa yang 

satu dengan yang lainnya. Proses belajar mengajar 

dengan pola komunikasi ini mengarah kepada proses 

pengajaran yang mengembangkan kegiatan siswa yang 

optimal, sehingga menumbuhkan siswa belajar aktif. 

110          

Diskusi dan simulasi merupakan strategi yang dapat 

mengembangkan komunikasi ini (Nana Sudjana,1989).

Dalam kegiatan mengajar, siswa memerlukan sesuatu 

yang memungkinkan dia berkomunikasi secara baik dengan 

guru, teman, maupun dengan ligkungannya. Oleh sebab  

itu, dalam proses belajar mengajar ada  dua hal yang 

ikut menentukan keberhasilannya yaitu pengaturan proses 

belajar mengajar dan pengajaran itu sendiri yang keduanya 

memiliki  ketergantungan untuk menciptakan situasi 

komunikasi yang baik yang memungkinkan siswa untuk 

belajar.

Selain itu, masih ada  pula aspek lainnya yang perlu 

mendapat perhatian seorang guru, yakni menumbuhkan 

atau menciptakan nuansa saling menghargai di lingkungan 

sekolah. Saling menghargai  akan membuat seseorang merasa 

bahwa dirinya merasa nyaman dan akan berbalik menghargai 

orang yang telah memberinya penghargaan. 

Mengawali komunikasi dengan sebuah rasa saling 

menghargai dapat dilakukan diawal sebelum proses belajar 

mengajar dimulai. Seorang guru akan sukses berkomunikasi 

dengan siswa bila dia melakukannya dengan penuh respek 

terhadap siswa. Jika hal ini dilakukan, maka dengan 

sendirinya siswa juga akan menaruh respek terhadap guru. 

Gunakanlah identitas anda sebagai seorang pendidik bukan 

pengajar, hilangkan semua atribut dan anggaplah mereka 

semua seperti anak kandung di sekolah.  

Selain itu, guru juga harus memiliki rasa Empati, yakni 

suatu sikap maupn kemampuan untuk menempatkan diri 

terhadap situasi yang sedang dirasakan oleh orang lain. 

Seorang guru dituntut untuk mampu menjadi pendengan 

dan mengerti apa yang sedang dirasakan oleh anak didiknya. 

Menjadi teman curhat, mempu membaca gerak tubuh siswa. 

Guru yang baik yaitu  guru yang tidak meminta siswa untuk 

         

mengerti kondisi gurunya.  Guru yang baik yaitu  guru yang 

mampu mengerti kondisi anak didiknya. Mengerti psikologis 

setiap siswa, memahami dan berusaha untuk mencarikan 

solusi untuk siswa yang bersangkutan. Merangkul semua 

siswa seolah mereka yaitu  teman yaitu  seorang guru 

panutan bagi setiap anak didiknya. (***)


MANAJEMEN ORGANISASI 

PENDIDIKAN

Menurut asal katanya, Management berasal dari kata 

latin, yaitu “manus” yang artinya “to control by 

hand” atau “gain result”. Kata manajemen mungkin 

juga berasal dari bahasa Italia maneggiare yang berarti 

“mengendalikan,” Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa 

Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang 

berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan 

kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa 

Italia. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa 

Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni 

melaksanakan dan mengatur.

Manajemen dapat didefinisikan sebagai “proses 

perencanaan, pengorganisasian, pengisian staf, pemimpinan, 

dan pengontrolan untuk optimasi pemakaian  sumber-

sumber dan pelaksanaan tugas-tugas dalam mencapai tujuan 

organisasi secara efektif dan efisien”. Manajemen yaitu  

Suatu Proses dalam rangka mencapai tujuan dengan bekerja 

bersama melalui orang-orang dan sumber daya organisasi 

lainnya.

Menurut Mary Parker Follet Manajemen yaitu  sebagai 

seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi 

ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan 

mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi

114          

Menurut Ricky W. Griffin Manajemen yaitu  

sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, 

pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk 

mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti 

bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, 

sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan 

secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

Menurut Drs. Oey Liang Lee Manajemen yaitu  seni 

dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, 

pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia 

untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Menurut Prof. Eiji Ogawa Manajemen yaitu  

Perencanaan, Pengimplementasian dan Pengendalian 

kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang 

dilakukan oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu 

telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat 

disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang 

berubah.

Dari beberapa definisi menurut asal kata dan definisi 

dari pendapat ahli, maka dapat ditarik kesimpulan mengenai 

apa yang dimaksud dengan managemen. Manajemen yaitu  

Proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan 

pengawasan dalam mengelola sumber daya yang berupa 

man, money, materials, method, machines, market, minute dan 

information untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien.

Umumnya ada  4 (empat) fungsi dari manajemen, 

yakni : 

1. Perencanaan (planning)

Perencanaan dilakukan untuk menentukan target 

dari tujuan organisasi ataupun bisa juga perusahaan 

secara keseluruhan dan untuk memikirkan cara terbaik 

untuk mencapai tujuan yang ditetapkan atau definisi 

         

dari planning ini sebagai proses dalam menyusun tujuan 

maupun sasaran organisasi yang memperlihatkan cara-

cara pencapaian target atau tujuan yang telah di tetapkan 

sebelumnya.

2. Pengorganisasian (organizing)

Yaitu membagi-bagi kegiatan yang asalnya besar 

menjadi bagian-bagian kegiatan kecil. Pengorganisasian 

dapat memudahkan seorang manajer dalam melakukan 

pengawasan. Dengan melakukan pengorganisasian akan 

lebih efisien dan efektif dalam mencapai target atau 

tujuan suatu organisasi.

3. Pelaksanaan (actuating)

Yaitu suatu proses penggerakan tenaga kerja untuk 

melakukan kegiatan pencapaian tujuan sehingga dapat 

terwujud efisiensi proses dan efektivitas dari hasil kerja. 

Fungsi ini dapat memotivasi tenaga pekerja untuk bekerja 

secara sungguh-sungguh agar tujuan dari organisasi atau 

perusahaan dapat tercapai secara efektif.

4. Pengendalian (controlling)

Dapat di artikan sebagai keseluruhan upaya 

pengamatan pelaksanaan kegiatan operasional untuk 

menjamin bahwa seluruh kegiatan ini  telah 

sesuai dengan rencana yang dirumuskan sebelumnya. 

Pengawasan didalam manajemen yaitu merupakan 

fungsi yang terakhir dalam sistem manajemen khususnya 

manajemen pendidikan. Atau aktivitas dalam menilai 

kinerja berdasar  rencana yang telah dirumuskan 

sebelumnya untuk kemudian dibuat perubahan atau 

perbaikan jika memang diperlukan.

Manajemen memiliki beberapa asas. Penguasaan 

terhadap asas-asas manajemen penting artinya agar diperoleh 

pemahaman yang tepat sehingga diimplementasikan tidak 

          

terjadi kesalahan. Berikut ini yaitu  beberapa asas manajemen 

yang penting.

1. Pembagian Kerja

Mengingat keterbatasan yang ada pada manusia, 

misalnya masalah waktu, pengetahuan, kemampuan, 

dan perhatiannya, pembagian kerja sangat diperlukan 

sesuai dengan keahlian masing-masing orang. Sekarang 

ini manusia tidak mungkin mampu mengerjakan semua 

tugas secara sendirian. Pembagian tugas memberi 

kesempatan untuk optimalisasi kinerja sehingga 

membawa hasil sebagaimana diharapkan.

2. Pendelegasian Wewenang

Dengan kejelasan adanya job description, secara 

tidak langsung masing-masing personal sudah memiliki 

wewenang. Dari wewenang akan timbul tanggung jawab.

3. Penegakan disiplin

Peraturan, norma-norma, perintah dari atasan 

dan mungkin perjanjian, harus di taati, dihormati dan 

dilaksanakan. Ini merupakan bagian dari penegakan 

disiplin. Tanpa adanya kedisiplinan, kinerja akan 

menjadi kacau.

4. Kesatuan perintah

Semua personel harus tahu dan mengerti bahwa 

mereka hanya mau menerima dan melaksanakan 

perintah atasan langsung.

5. Kesatuan arah

Setiap karyawan tahu benar aktivitas yang dilakukan 

menuju ke satu arah yang telah ditentukan.

         

6. Kepentingan umum di atas kepentingan pribadi

Pekerjaan dari suatu lembaga atau organisasi tentu 

harus dikedepankan dan dilakukan sesuai dengan 

ketentuan yang berlaku, jangan sampai kepentingan 

pribadi yang diutamakan dalam sebuah organisasi. Jika 

ini yang terjadi, organisasi akan hancur.

7. Pemberian gaji yang wajar

Pemberian gaji kepada semua karyawan harus 

sesuai dengan norma yang ada dengan pertimbangan 

di seimbangkan dengan berat atau ringannya tanggung 

jawab. Pemberian gaji yang tidak wajar akan berimpllikasi 

pada ketidaknormalan organisasi.

8. Sentralisasi

Pada hakikatnya, wewenang berada pada top leader 

sehingga jika  terjadi ketidakberesan terhadap suatu 

pekerjaan, maka dialah yang harus bertanggung jawab 

sebab jika  tidak, akan terjadi pelemparan wewenang. 

Masing-masing akan lepas tanggung jawab.

9. Keteraturan

Maksudnya yaitu  keteraturan lalu lintas barang, 

perintah, surat, dan penempatan personel yang sesuai 

dengan keahliannya.

10. Keadilan

Pemegang asas ini yaitu  pimpinan. Dia dituntut 

menerapkan keadilan kepada karyawan tanpa ada 

pandang bulu dan dalam memberi  sanksi atau hadiah 

harus sebanding dengan keadaannya.

11. Rantai Hierarki

Saluran perintah mengalir dari atas kebawah harus 

sesuai dengan mata rantai vertikal dan tegas, dalam arti 

          

tidak boleh melompat atau putus pada suatu posisi yang 

seharusnya dilewati.

12. Inisiatif

Ada inisiatif para karyawan secara sadar untuk 

penyelesaian tugas-tugas yang diembannya tanpa ada 

perintah ataupun kontrol.

13. Kesatuan

Yaitu kesatuan dan kekompakan dalam melaksanakan 

tugas dan aktivitas lain sehingga diharapkan dapat 

memberi  hasil yang optimal.

14. Kestabilan masa jabatan

Asas ini diilhami oleh pernyataan bahwa pengalaman 

yaitu  guru yang paling baik. Karyawan yang memiliki 

masa kerja yang cukup lama, tentunya makin mantap 

tugas-tugas yang dikerjakan dan makin baik kualitas 

serta prestasi yang dicapai. Hal ini bukan berarti tidak 

pernah ada mutasi sebab tanpa ada mutasi, juga akan 

memicu  kejenuhan.

Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan

1. Ruang lingkup berdasar  wilayah kerja 

Jika di tinjauan dari wilayah kerjanya maka ruang 

lingkup manajemen pendidikan dapat dibedakan 

menjadi :

Manajemen pendidikan seluruh negara yaitu  

majejemen pendidikan untuk tingkat nasional ini 

ditangani bukan hanya dengan pelaksanaan pelatihan 

pendidikan di dalam sekolah saja, tetapi  pendidikan 

luar sekolah juga, penyelenggaraan pelatihan, pengayaan 

penelitian, maupun pendidikan yang meliputi 

kebudayaan dan kesenian secara nasional.

         

Manajemen pendidikan dalam satu provinsi yaitu  

ruang lingkupnya yang meliputi wilayah kerja satu 

sebaras provinsi saja, yang dimana pelaksanaannya 

dibantu oleh petugas manajemen pendidikan yang 

berada di kabupaten dan di kecamatan.

Manajemen pendidikan dalam satu kabupaten atau 

kota yaitu  ruang lingkupnya hanya meliputi wilayah 

kerja satu kabupaten ataupun satu kota saja.

Manajemen pendidikan satu unit kerja yaitu  

Manajemen ini hanya di titik beratkan pada satu unit kerja 

yang langsung dalam menangani pekerjaan mendidik.

Manajemen kelas yaitu  sebagai suatu kesatuan 

kegiatan yang terkecil dalam manajemen pendidikan 

yang menjadi inti dari semua jenis manajemen 

pendidikan.

2. Ruang lingkup menurut objek garapan

Jika ditinjau berdasar  objek garapan, dapat meliputi:

 - Manajemen siswa.

 - Manajemen personil-personil sekolah.

 - Manajemen kurikulum.

 - Manajemen prasarana atau material.

 - Manajemen ketata usahaan sekolah atau tata laksana 

pendidikan.

 - Manajemen anggaran.

 - Manajemen lembaga atau organisasi pendidikan.

 - Manajemen hubungan warga  atau manajemen 

kominikasi pendidikan.

3. Menurut fungsi atau urutan kegiatannya

 - Merencanakan.

 - Mengorganisasikan.          

 - Mengarahkan.

 - Mengkoordinasikan.

 - Mengkomunikasikan.

 - Mengawasai ataupun mengevaluasi.

4. Menurut pelaksana

Jika dilaihan dalam liungkungan kelas guru itu 

sebagai administator. Guru haruslah melaksanakan 

kegiatan-kegiatan manajemen, dengan pengertian bahwa 

manajemen yaitu pengelolaan, maka guru bertindak 

sebagai seorang manajer di kelas yang di pimpinnya.

Dilihat dari pengertian manajemen dan pengertian 

pendidikan diatas, maka kita dapat mendefinisikan 

Manajemen Pendidikan sebagai suatu Proses perencanaan, 

pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam 

mengelola sumber daya yang berupa man, money, materials, 

method, machines, market, minute dan information untuk 

mencapai tujuan yang efektif dan efisien dalam bidang 

pendidikan.

Komunikasi dalam manajemen pendidikan, sebagaimana 

paparan diatas, sangat penting perannya dalam rangka 

mencapai tujuan pendidikan. Dalam rangka pelaksanaan 

komunikasi, kepala sekolah memiliki peranan yang sangat 

menentukan. Ia seharusnya selalu memberi  motivasi, 

dorongan, dan ajakan untuk senantiasa memberi  yang 

terbaik bagi lembaga pendidikannya. Komunikasi yang 

dilakukan secara intensif dan berkelanjutan akan berimplikasi 

kuat pada pribadi guru, karyawan dan juga para siswa untuk 

selalu berusaha menjadi yang terbaik.

         

Objek Kajian Manajemen pendidikan

Objek atau sumber daya yang menjadi kajian dalam 

manajemen pendidikan ada tujuh , yaitu :

1. Man

Man atau manusia yaitu  unsur terpenting 

yang perlu dikelola dalam manajemen pendidikan, 

pengelolaan yang biasa dilakukan misalnya dengan 

mengorganisasikan manusia dengan melihat apa yang 

menjadi keahlian orang ini .

2. Money

Money atau uang dimaksudkan untuk mengelola 

pemdanaan atau pembiayaan secara efisien sehingga 

tidak terjadi pemborosan dalam suatu lembaga 

pendidikan.

3. Materials

Materials atau bahan materi merupakan aspek yang 

tidak kalah penting dalam manajemen pendidikan, 

melalui pengelolaan material maka bisa terbentuk 

kurikulum yang berisi panduan dasar untuk mentranfer 

ilmu dari guru ke siswa.

4. Method

Pengelolaan metode juga harus dilakukan dengan 

baik, metode yang dipakai  untuk mengajar guru di 

sekolah satu dengan guru di sekolah lain tidak sama 

sebab  tergantung pada kesiapan siswa yang diajar.

5. Machines

Pengelolaan mesin bertujuan untuk dapat mengelola 

mesin yang dipakai  untuk mendukung proses belajar 

mengajar supaya dapat dipakai  sebaik mungkin dan 

tidak cepat mengalami kerusakan, untuk orang yang 

          

mengelola mesin biasanya harus orang yang benar-benar 

tau cara merawat mesin ini  dengan baik.

6. Market

Market atau pasar yaitu  salah satu kunci yang 

menentukan sekolah atau lembaga pendidikan ini  

menjadi lembaga pendidikan yang besar atau kecil, 

pasar yang dimaksud yaitu  warga  secara luas, 

sasaran yang dituju yaitu  warga  yang berniat 

menyekolahkan putra putri mereka.

7. Minutes

Minutes atau waktu perlu dikelola dengan baik 

sebab  waktu belajar peserta didik di sekolah sangat 

terbatas, sehingga perlu pengelolaan yang baik supaya 

waktu belajar mengajar menjadi lebih efisien.

Tujuan Manajemen Pendidikan

Tujuan manajemen pendidikan tidak akan lepas dari tujuan 

pendidikan nasional, yaitu  bertujuan untuk mengembangkan 

kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa 

yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan 

bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta 

didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa 

kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, 

berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara 

yang demokratis serta bertanggung jawab. Manajemen 

pendidikan juga mendukung dan memfasilitasi kegiatan 

pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung. 

Kegiatan pendidikan yang didukung dengan manajemen 

pendidikan yang baik, akan mendapatkan hasil yang baik 

sehingga tujuan pendidikan yang ditargetkan dapat tercapai.

         123

Meski demikian, sebab  ruang lingkup pendidikan itu 

sangat luas, maka manajemen pendidikan memiliki berbagai 

macam perspektif  sesuai dengan lingkup yang dipakai .

Sebagaimana organisasi pada umumnya, maka organisasi 

pendidikan, juga memiliki  sifat dasar organisasi yang 

memiliki hubungan antar manusia yang memainkan peran 

utama. sebab nya harus ada kebebasan dan fleksibilitas yang 

memadai disatu sisi serta diperlukan disiplin dan kesopanan 

di sisi lain lembaga pendidikan. Artinya manajemen 

pendidikan menerapkan tindakan praktis untuk memastikan 

sistem bekerja dan mencapai tujuan dari sebuah institusi 

pendidikan.

Dalam menajemen pendidikan, Kepala Sekolah 

memegang peran penting, yakni mampu menciptakan suatu 

sistem manajemen yang dapat menunjang terlaksananya 

pendidikan yang berkualitas, sebagaimana yang menjadi 

harapan dan cita-cita warga .  (***)

124          

         125

BAB VI

PENDIDIKAN SEBAGAI 

PROSES KOMUNIKASI 

Dalam suatu proses pendidikan memerlukan  

komunikasi yang baik, sehingga apa yang 

disampaikan, dalam hal ini materi pelajaran, oleh 

komunikator (guru) kepada komunikan (siswa) bisa dicerna 

oleh siswa dengan optimal, sehingga tujuan pendidikan yang 

ingin dicapai bisa terwujud. Tidak mungkin bila komunikasi 

dilakukan tidak baik maka hasilnya akan bagus. 

Hal ini sejalan dengan fungsi dan tujuan pendidikan 

nasional yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 

20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas bab II Pasal 3 berbunyi : 

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan 

dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang 

bermartabat, bertujuan untuk berkembangnya potensi 

peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan 

bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, 

sehat, berilmu, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara 

yang demokratis serta bertanggung jawab. 

Untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah 

dicanangkan itu tidak mungkin terwujud bila tidak dibarengi 

dengan faktor lain. Salah satunya yaitu  komunikasi. 

Tentunya masih banyak faktor lain seperti kualitas SDM 

guru, sarana, kebijakan peme- rintah, anggaran, laboratorium 

dan lainnya. Terkait komunikasi dalam pendidikan, ada 

sejumlah orang yang berperan yakni guru dan siswa. Ini 

126          

harus dilihat secara menyeluruh. Guru merupakan orang 

yang dianggap mampu mentransfer materi ajar, gagasan, 

wawasan lainnya kepada siswa haruslah dipandang sebagai 

sebuah proses belajar mengajar. namun  guru juga tidak boleh 

anti kritik. Justru dengan kritik dan saran itu akan menambah 

wawasan lain dan umpan balik dalam belajar akan semakin 

hidup dan menyenangkan. Jangan sampai guru memiliki 

sifat otoriter atas semua kebijakan di sekolah saat mengajar. 

Jangan jadikan siswa sebagai objek. Justru sebaliknya, siswa 

harus dijadikan subjek dalam sebuah pembelajaran. Disinilah 

pentingnya seorang guru memiliki komunikasi yang lancar, 

baik dan mampu menggerakkan siswa untuk melakukan 

interaksi. Membuat suasana belajar menyenangkan, nyaman, 

dan tak tertekan. 

Tujuan Komunikasi dalam Proses Pendidikan

 Pada hakikatnya tujuan komunikasi itu yaitu  bagaimana 

bisa dan mampu merubah suatu sikap (attitude), pendapat 

(opinion), perilaku (behavior), ataupun perubahan secara sosial 

(social change). Yang ini sama halnya dalam dunia pendidikan, 

komunikasi dapat merubah suatu sikap , perilkau seorang 

murid ataupun seorang guru baik itu dalam dunia sekolah 

ataupun di luar lingkungan sekolah, terjalinnya komuniakasi 

dalam proses pembelajaran sehingga akan tercapainya tujuan 

penidikan yang efektif dan efisien.

Fungsi umum komunikasi baik dalam system pendidikan 

ataupun tidak yaitu  sebagai informatif, edukatif, persuasif, 

dan rekreatif (entertainment) (Effendy, 1981:26). Maksudnya 

secara singkat ialah komunikasi berfungsi memberi 

keterangan, memberi data atau fakta yang berguna bagi 

peserta didik sehingga dalam proses pendidikan dapat 

berlangsung dengan baik dan efisien. Di samping itu, 

komunikasi juga berfungsi, mendidik warga  ataupun 

         127

peserta didik, mendidik setiap orang dalam menuju 

pencapaian kedewasaan bermandiri. 

Seseorang bisa banyak tahu sebab  banyak mendengar, 

banyak membaca dan banyak berkomunikasi. Berikutnya 

yaitu  fungsi persuasif, maksudnya ialah bahwa komunikasi 

sanggup “membujuk” orang untuk berperilaku sesuai dengan 

kehendak yang diinginkan oleh komunikator. sedang  

yang terakhir ialah fungsi hiburan. Ia dapat menghibur orang 

pada saat yang memungkinkan. Mendengarkan dongeng, 

membaca bacaan ringan, yaitu  contohnya. 

Peran Teknologi Komunikasi dalam Pendidikan 

Kegiatan pembelajaran yang efektif memerlukan suatu 

media yang mendukung penyerapan informasi sebanyak-

banyakanya. Seiring dengan perkembangan jaman, maka 

teknologi informasi berperan penting sebagai sarana untuk 

mendapatkan sumber informasi sebanyak-banyaknya yang 

berhubungan dengan materi pelajaran yang diajarkan. 

Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya 

pemakaian  TIK ada lima pergeseran dalam proses 

pembelajaran yaitu: 1. dari pelatihan ke penampilan, 2. dari 

ruang kelas ke di mana dan kapan saja, 3. dari kertas ke “on 

line” atau saluran, 4. fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, 

5. dari waktu siklus ke waktu nyata. Komunikasi sebagai 

media pendidikan dilakukan dengan memakai  media-

media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, 

e-mail, dan sebagainya. Interaksi antara guru dan siswa 

tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka namun  

juga dilakukan dengan memakai  media-media ini  

(Rosenberg, 2001).

Peningkatan kualitas pembelajaran dapat dilakukan 

dengan memakai  media teknologi pendidikan, yaitu 

dengan cara mencari dan mengidentifikasi permasalahan yang 

128          

dihadapi dalam belajar kemudian dicarikan pemecahannya 

melalui aplikasi Teknologi Informasi yang sesuai.Upaya 

pemecahan permasalahan pendidikan terutama masalah 

yang berhubungan dengan kualitas pembelajaran, dapat 

ditempuh dengan cara pemakaian  berbagai sumber belajar 

dan pemakaian  media pembelajaran yang berfungsi sebagai 

alat bantu dalam meningkatkan kadar hasil belajar peserta 

didik. Teknologi informasi dipakai  sebagai media untuk 

mempermudah pencarian informasi ini . Pedoman 

komunikasi yang baik yaitu, Teliti tujuan sebenarnya dalam 

setiap berkomunikasi, Pertimbangkan keadaan fisik dan 

fisikhis orang lain dalam berkomunikasi, Konsultasikan 

dengan berbagai pihak setiap proses manejemen mulai 

dari merencanakan sampai evaluasi, Perhatikan tekanan 

nada dan eksperesi wajah sesuai dengan isi pesan yang 

disampaikan. Perhatikan konsistensi dalam berkomunikasi, 

Jadilah pendengar yang baik dalam berkomunikasi. Siapa 

pun orangnya, sama-sama mengakui pentingnya komunikasi 

dalam manajemen sebuah organisasi–baik kecil maupun 

besar. Dengan keyakinan seperti itulah akhirnya komunikasi 

yang intensif dalam merencanakan, mengatur, menjalani 

dan mengevaluasi program-program di dalam organisasi 

tidak dibudayakan. Mandeknya arus komunikasi antara 

berbagai komponen organisasi yang telah akut menyebabkan 

berbagai kemungkinan buruk terhadap kemajuan dari 

organisas itu sendiri. Fungsi dan peranan organisasi menjadi 

pudar dan hilang. sebab  memang komunikasi efektif tidak 

dibangun secara bertahap, konflik dari berbagai kepentingan 

membuyarkan kebermaknaan organisasi ini . Mereka 

yang merasa memiliki power kemudian bisa bersikap 

menekan dan mengintimidasi komponen yang lemah. Dari 

sini pula makna kebersamaan dalam berorganisasi menjadi 

buyar dengan sendirinya.

         129

Konsep Dasar Komunikasi Pendidikan

Kegiatan pembelajaran merupakan proses transformasi 

pesan edukatif berupa materi belajar dari sumber belajar 

kepada pembelajar. Dalam pembelajaran terjadi proses 

komunikasi untuk menyampaikan pesan dari pendidik 

kepada peserta didik dengan tujuan agar pesan dapat 

diterima dengan baik dan berpengaruh terhadap pemahaman 

serta perubahan tingkah laku. Hal ini diwujudkan sebagai 

upaya meningkatkan sumber daya manusia yang tidak dapat 

terlepas dari peningkatan kualitas pendidikan. Kualitas 

pendidikan yang dipengaruhi proses belajar dimana sangat 

bergantung pada efektifitas proses komunikasi yang terjadi 

dalam pembelajaran ini .

Kualitas pembelajaran dipengaruhi oleh efektif tidaknya 

komunikasi yang terjadi di dalamnya. Komunikasi dikatakan 

efektif jika  komunikasi yang terjadi memicu  arus 

informasi dua arah, yaitu dengan munculnya feedback 

dari pihak penerima pesan. Komunikasi efektif dalam 

pembelajaran merupakan proses transformasi pesan berupa 

ilmu pengetahuan dan teknologi dari pendidik kepada peserta 

didik, dimana peserta didik mampu memahami maksud 

pesan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, sehingga 

menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta 

memicu  perubahan tingkah laku menjadi lebih baik.

Dalam mewujudkan komunikasi pendidikan yang 

efektif dalam pembelajaran, guru dituntut untuk berperan 

dan bertanggungjawab sehingga pengajar dituntut memiliki 

kemampuan berkomunikasi yang baik agar menghasilkan 

proses pembelajaran yang efektif. Pendidik perlu menyadari 

akan hal ini, yaitu bahwa di dalam melaksanakan 

kegiatan belajar dan pembelajaran, sebenarnya dia sedang 

melaksanakan kegiatan komunikasi. Oleh sebab  itu, guru 

perlu selalu memilih dan memakai  kata-kata yang sesuai 

130          

dengan pengalaman murid-muridnya, agar dapat dimengerti 

dengan baik oleh mereka, sehingga pesan pembelajaran yang 

disampaikan dapat diterima dengan baik.

Menurut Gurnitowati dan Maliki (2003) yang dikutip oleh 

Warsita (2008: 96) menyatakan: “Seseorang berkomunikasi 

dengan memakai  kata-kata, dengan kualitas 

suaranya, dengan badannya, isyarat (gesture), dan raut 

muka (expression). Selain itu, seseorang tidak pernah tidak 

berkomunikasi. Dengan demikian, komunikasi merupakan 

proses menyampaikan pesan dari seseorang kepada orang 

lain sehingga diperoleh pengertian yang sama.” Oleh sebab  

itu, komunikasi yaitu  pertukaran informasi dari beberapa 

pihak yang menghasilkan pengertian, kesepakatan, dan 

tindakan bersama (Rogers & Kincaid, 1981: 55) yang dikutip 

oleh Warsita (2008: 96).

Tindakan komunikasi dapat dilakukan secara verbal 

yaitu dengan memakai  kata-kata baik lisan dan atau 

tulisan maupun secara nonverbal dalam bentuk isyarat 

(gesture), sikap, tingkah laku, gambar-gambar dan sebagainya.

Tindakan komunikasi juga dapat dilakukan secara langsung 

seperti berbicara tatap muka, berbicara melalui telepon dan 

lain-lain. Komunikasi juga dapat dilakukan secara tidak 

langsung dengan memakai  media atau peralatan 

tertentu, seperti penyampaian informasi melalui surat, surat 

kabar, majalah, radio, TV, internet dan lain-lain.

Prinsip dasar dari komunikasi manusia yaitu  bahwa 

transfer ide-ide antara individu memiliki  sifat sama 

(homophilous). Homophili yaitu  tingkat dimana individu-

individu yang berinteraksi memiliki  ciri-ciri yang 

sama, seperti kepercayaan, pendidikan, status sosial, dan 

kesenangan lainnya. Sebaliknya heteropili yaitu  derajat 

sampai di mana pasangan yang berint

eraksi itu memiliki 

sifat yang tidak sama. Meskipun demikian, ada  

         131

kecenderungan yang kuat untuk memilih seseorang yang 

paling mirip dengan dirinya atau disebut homopili. Misalnya, 

sifat individu yang sama, tinggal atau bekerja berdekatan, 

dan tertarik oleh kesenangan yang sama. Keadaan fisik dan 

sosial yang dekat ini membuat komunikasi homopili lebih 

memungkinkan terjadinya difusi. Komunikasi akan lebih 

efektif jika individu memiliki  homopili (Arifin, 2011:304).

Komunikasi berlaku dalam kehidupan sehari-hari yang 

mencakup segala bidang.Salah satunya yaitu  pendidikan. 

Komunikasi pendidikan atau yang disebut humas pendidikan 

yaitu suatu proses yang lebih menekankan kepada hubungan 

sedang  komunikasi lebih menekankan kepada bentuk 

hubungan penyampaian informasi. Dalam hal ini dapat 

diartikan sama sekedar untuk memudahkan pembatasan 

permasalahan.

Komunikasi pendidikan merupakan sebuah proses dan 

kegiatan komunikasi yang dirancang secara khusus untuk 

tujuan meningkatkan nilai tambah bagi pihak sasaran, yang 

sebenarnya dalam banyak hal yaitu  untuk meningkatkan 

literasi pada banyak bidang yang bernuansa teknologi, 

komunikasi, dan informasi.[2] Komunikasi pendidikan yang 

dimaksud yaitu  komunikasi yang sudah merambah atau 

menyentuh dunia pendidikan dengan segala aspeknya.

Komunikasi pendidikan akan menunjukan arah proses 

komunikasi sosial atasrealitas pendidikan. Sebagaimana 

dikatakan teoretis sosiologi pengetahuan Peter L. Berger 

dan Thomas Luckman dalam Social Construction Of 

Reality. Realitas itu dikonstruksi oleh makna-makna yang 

dipertukarkan dalam tindakan dan interaksi individu-

induvidu. Secara sederhana komunikasi dapat diartikan 

sebagai komunikasi yang terjadi dalam suasana pendidikan. 

Dengan demikian komunikasi pendidikan yaitu  proses 

perjalanan pesan atau informasi yang merambah bidang atau 

132          

peristiwa-peristiwa pendidikan. Di sini komunikasi tidak 

lagi bebas atau netra, namun  dikendalikan dan dikondisikan 

untuk tujuan-tujuan pendidikan, proses pembelajaran pada 

hakekatnya yaitu  proses komunikasi, penyampaian pesan 

dari pengantar ke penerima. Komponen pendidikan yaitu  

semua hal yang berkaitan dengan jalanya proses pendidikan 

jika salah satu komponen pendidikan tidak ada, maka proses 

pendidikan tidak akan bisah dilaksanakan.

Dalam pembelajaran, pesan atau informasi yang 

disampaikan dapat berupa pengetahuan, keahlian, ide, 

pengalaman, dan sebagainya. Melalui proses komunikasi, 

agar tidak terjadi kesalahan dalam proses penyampaian 

pesan, perlu dipakai  sarana yang dapat membantu proses 

komunikasi. Dalam pembelajaran di kelas, sarana/fasilitas 

yang dipakai  untuk memperlancar proses pembelajaran 

disebut dengan media pembelajaran. 

Komponen Komunikasi dalam Proses Pembelajaran

Komponen komunikasi dalam proses pembelajaran 

dapat diraikan sebagai berikut :

• Pesan, dalam proses pembelajaran yaitu  guru

• Sumber pesan, dalam proses pembelajaran berupa materi 

pembelajaran

• Saluran atau media, alat bantu pembelajaran

• Penerima pesan, siswa (pembelajar)

• Dalam proses pembelajaran, pengajar perlu mengetahui 

dasar komunikasi dan keterampilan dasar mengajar. Ada 

delapan keterampilan dasar mengajar, yaitu :

1. Keterampilan bertanya.

2. Memberi penguatan.

3. Mengadakan variasi.

         133

4. Menjelaskan.

5. Membuka dan menutup pelajaran.

6. Membimbing diskusi kelompok kecil.

7. Mengelola kelas.

8. Mengajar kelompok kecil dan individual.

Dalam proses mengajar, perlu dilakukan pemberian tugas 

kepada siswa. Hal ini dilakukan sebab tugas dapat membuat 

proses belajar menjadi menyenangkan, efektif, dan efisien. 

Tugas dapat pula memberi kesempatan kepada siswa untuk 

menerima informasi baru, mengaplikasikan, menganalisis, 

bahkan mengevaluasi informasi ini . Manfaat lain dari 

pemberian tugas yaitu  menciptakan proses pembelajaran 

yang berpusat pada pembelajar. Ada tiga peran yang dapat 

dilakukan pengajar dalam rangka pemberian tugas :

• Pengajar sebagai perencana.

• Pengajar sebagai fasilitator.

• Pengajar sebagai evaluator.

Berikut ini beberapa teknik komunikasi pembelajaran 

yang efektif:

• Analisis peserat didik.

• Kuasai peserta didik.

• Menguasai materi pembelajaran.

• Menguasai metode dan strategi pembelajaran yang 

efektif.

• Menguasai media dan cara-cara memakai nya.

• Percaya diri dan jadi diri sendiri.

• Bersikap humanis.

• Enjoy dengan penampilan sendiri.

• Proses Penuangan Pesan, Hambatan, Cara Mengatasi 

Hambatan Komunikasi dalam Pembelajaran.

134          

Masalah merupakan suatu kondisi yang memiliki potensi 

untuk memicu  kerugian luar biasa atau menghasilkan 

keuntungan luar biasa. Jadi pemecahan masalah berarti 

tindakan memberi  respon terhadap masalah untuk 

menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang 

keuntungannya. Oleh sebab  itu masalah penting untuk 

dipecahkan. Keputusan yaitu  pemilihan suatu strategi 

atau tindakan. Pengambilan keputusan yaitu  tindakan 

memilih strategi atau aksi yang manajer yang diyakini akan 

memberi  solusi terbaik atas masalah ini .

Proses Penuangan Pesan

Aktivitas yang dilakukan dalam penuangan pesan 

berupa materi pelajaran, yaitu  : mengenal pasti sumber-

sumber pengetahuan yang akan disampaikan/dituangkan 

mempertimbangkan kelemahan dan kekuatan sumber 

(accurate) pesan dapat dituangkan dengan simbol-simbol 

komunikasi (verbal, non-verbal, visual, dan audio-visual).

Dalam proses penafsiran pesan, adakalanya berhasil 

dan tidak berhasil. Keberhasilan penafsiran terjadi sebab  

kemampuan, keseriusan, kecepatan memahami pesan 

yang dilihat, didengar, dan diamati. sedang  kegagalan 

penafsiran pesan dapat disebabkan oleh kurangnya 

kemampuan, kurangnya keseriusan dalam menerima dan 

memahami pesan yang dilihat, didengar, dan diamati.

Komunikasi dalam Belajar Mengajar

Proses pembelajaran pada hakikatnya yaitu  proses 

komunikasi, penyampaian pesan dari pengantar kepenerima. 

Pesan yang disampaikan berupa isi atau ajaran yang ditujukan 

kedalam simbol-simbol komunikasi, baik verbal (kata-kata 

dan tulisan) maupun non verbal. Proses ini dinamakan 

         135

encoding. Penafsiran symbol-simbol komunikasi ini  

oleh siswa dinamakan decoding.

Komunikasi merupakan suatu proses, bukan sesuatu 

yang bersifat statis. Komunikasi memerlukan tempat, 

dinamis, menghasilkan perubahan dalam usaha mencapai 

hasil, melibatkan interaksi bersama, serta melibatkan suatu 

kelompok.  Terkait dengan proses pembelajaran, komunikasi 

dikatakan efektif jika pesan yang dalam hal ini yaitu  materi 

pelajaran dapat diterima dan dipahami, serta memicu  

umpan balik yang positif oleh mahasiswa. 

Komunikasi efektif dalam pembelajaran harus didukung 

dengan keterampilan komunikasi antar pribadi yang harus 

dimiliki oleh seorang dosen. Komunikasi antar pribadi 

merupakan komunikasi yang berlangsung secara informal 

antara dua orang individu. Komunikasi ini berlangsung 

dari hati ke hati, sebab  diantara keduabelah pihak ada  

hubungan saling mempercayai. Komunikasi antar pribadi 

akan berlangsung efektif jika  pihak yang berkomunikasi 

menguasai keterampilan komunikasi antar pribadi.

Dalam kegiatan belajar mengajar, komunikasi antar 

pribadi merupakan suatu keharusan, agar terjadi hubungan 

yang harmonis antara pengajar dengan peserta belajar. 

Keefektifan komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar ini 

sangat tergantung dari kedua belah pihak. tetapi  sebab  

pengajar yang memegang kendali kelas, maka tanggung 

jawab terjadinya komunikasi dalam kelas yang sehat dan 

efektif terletak pada tangan pengajar. Keberhasilan pengajar 

dalam mengemban tanggung jawab ini  dipengaruhi 

oleh keterampilannya dalam melakukan komunikasi ini.

Pembelajaran sebagai subset dari proses pendidikan 

harus mampu memberi  kontribusi terhadap peningkatan 

kualitas pendidikan, yang pada ujungnya akan berpengaruh 

terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.         

Agar pembelajaran dapat mendukung peningkatan mutu 

pendidikan, maka dalam proses pembelajaran harus 

terjadi komunikasi yang efektif, yang mampu memberi  

kefahaman mendalam kepada peserta didik atas pesan atau 

materi belajar.

Komunikasi efektif dalam pembelajaran merupakan 

proses transformasi pesan berupa ilmu pengetahuan dan 

teknologi dari pendidik kepada peserta didik, dimana peserta 

didik mampu memahami maksud pesan sesuai dengan tujuan 

yang telah ditentukan, sehingga menambah wawasan ilmu 

pengetahuan dan teknologi serta memicu  perubahan 

tingkah laku menjadi lebih baik. Pengajar yaitu  pihak 

yang paling bertanggungjawab terhadap berlangsungnya 

komunikasi yang efektif dalam pembelajaran, sehingga 

dosen sebagai pengajar dituntut memiliki kemampuan 

berkomunikasi yang baik agar menghasilkan proses 

pembelajaran yang efektif.

Ada tiga pola komunikasi yang dapat dipakai  untuk 

mengembangkan interaksi dinamis antara guru dengan siswa 

a. Komunikasi sebagai aksi atau komunikasi satu arah. 

Dalam komunikasi ini guru guru berperan sebagai 

pemberi aksi dan siswa sebagai penerima aksi. Guru 

aktif dan siswa pasif. Ceramah pada dasarnya yaitu  

komunikasi satu arah atau komunikasi sebagai satu arah 

atau komunikasi sebagai aksi. Komunikasi seperti ini 

kurang banyak menghidupkan kegiatan mahasiswa.

b. Komunikasi sebagai interaksi atau komunikasi dua arah. 

Pada komunikasi ini guru dan siswa memiliki peran 

yang sama yaitu pemberi dan penerima aksi (informasi). 

Komunikasi ini lebih baik dari yang pertama, sebab 

kegiatan guru kegiatan guru dan siswa relatif sama.

         

c. Komunikasi banyak arah atau komunikasi sebagai 

transaksi. Komunikasi yang tidak hanya melibatkan 

interaksi dinamis antara guru dengan siswa namun  juga 

melibatkan interaksi yang dinamis antara siswa yang satu 

dengan siswa yang lain. Kegiata semacan ini mengarah 

pada proses pembelajaran yang mengarahkan pada 

pembelajaran yang mengembangkan kegiatan siswa 

yang oftimal sehingga menumbuhkan siswa belajar 

aktif. Diskusi simulasi merupakan strategi yang dapat 

mengembangkan komunikasi ini



Posting Komentar

0 Komentar