luran yang dipakai .
Dalam pembelajaran dapat memakai alat-alat bantu
pembelajaran atau media pembelajaran, yang disebut dalam
komponen komunikasi yaitu saluran.” Sehingga sangat
jelas, bahwa suatu proses pembelajaran merupakan proses
komunikasi yang bersinambungan antara penerima pesan
dan pemberi pesan.
Pengajar perlu mengetahui dasar-dasar komunikasi dan
keterampilan dasar mengajar dalam proses pembelajaran.
Seorang pengajar biasanya mampu berkomunikasi secara
baik dengan siapa pun, baik dengan pembelajarnya, maupun
dengan sesama koleganya. Sehingga pengolahan komunikasi
yang efektif dan efisien sangat diperlukan bagi pengajar
maupun pembelajar.
Komunikasi sebagai suatu proses memiliki faktor-
faktor yang mempengaruhi komunikasi sehingga proses
komunikasi dapat berjalan secara lancar. Kelancaran dalam
berkomunikasi dipengaruhi beberapa faktor, antara lain:
1. Faktor Pengetahuan
Semakin luas pengetahuan yang dimiliki seseorang,
semakin banyak perbendaharaan kata yang dimiliki
sehingga mempermudah berkomunikasi dengan lancar.
2. Faktor Pengalaman
Semakin banyak pengalaman yang dimiliki seseorang
menyebabkan terbiasa untuk menghadapi sesuatu.
Orang yang sering atau terbiasa menghadapi massa,
sering berbicara di muka umum, tentu akan lancar
berbicara dalam berbagai keadaan.
3. Faktor Intelegensi
Orang yang intelegensinya rendah biasanya kurang
lancar dalam berbicara sebab kurang memiliki
perbendaharaan kata dan bahasa yang baik. Bahkan
cara berbicaranya terputus-putus, antara kata yang satu
dengan yang lain tidak ada relevansinya.
4. Faktor Kepribadian
Orang yang memiliki sifat pemalu dan kurang bergaul,
biasanya kurang lancar bebicara dibandingkan orang
yang pandai bergaul.
5. Faktor Biologis
Disebabkan oleh gangguan organ-organ berbicara
sehingga memicu gangguan dalam komunikasi.
berdasar keterangan di atas, faktor-faktor di atas
sangat berpengaruh pada proses komunikasi. Komunikasi
memerlukan tempat, dinamis, menghasilkan perubahan
dalam usaha mencapai hasil, melibatkan interaksi bersama,
serta melibatkan suatu kelompok.
Menurut Marsetio Donosepoetro yang dikutip oleh Fitrah
(2012) mengemukakan bahwa dalam proses komunikasi ada
beberapa ketentuan, antara lain:
sebab komunikasi memiliki suatu maksud, maka
suatu messege atau stimulus selalu ditujukan kepada
sekumpulan orang tertentu. Ini disebut penerima yang
terntetu.
Komunikator berkeinginan memicu suatu
respon kepada penerima yang sesuai dengan maksud
yang dibawakan oleh messege atau stimulus tertentu. Suatu
komunikasi dinyatakan berhasil jika respon yang timbul
pada penerima, sesuai dengan maksud komunikasi.
Pengirim pesan melakukan encode, yaitu mem-
formulasikan pesan yang akan disampaikannya dalam
bentuk kode yang sedapat mungkin dapat ditafsirkan oleh
penerima pesan. Penerima pesan kemudian menafsirkan atau
men-decode kode yang disampaikan oleh pengirim pesan.
Berhasil tidaknya komunikasi atau tercapai tidaknya tujuan
komunikasi tergantung dari ketiga komponen ini .
Dengan demikian proses komunikasi dapat berlangsung
satu arah dan dua arah. Komunikasi yang dianggap efektif
yaitu komunikasi yang memicu arus informasi dua
arah, yaitu dengan munculnya feedback dari pihak penerima
pesan. Dalam proses komunikasi yang baik akan terjadi
tahapan pemaknaan terhadap pesan (meaning) yang akan
disampaikan oleh komunikator, kemudian komunikator
melakukan proses encoding, yaitu interpretasi atau
86
mempersepsikan makna dari pesan tadi, dan selanjutnya
dikirim kepada komunikan melalui channel yang dipilih.
Pihak komunikan menerima informasi dari pengirim dengan
melakukan proses decoding, yaitu menginterpretasi pesan
yang diterima, dan kemudian memahaminya sesuai dengan
maksud komunikator. Kesesuaian pemahaman antara
komunikan dengan komunikator akan memicu respon
yang disebut dengan umpan balik.
Komunikasi yang terjadi di dalam sekolah disebut
dengan komunikasi internal. Komunikasi ini terjadi antara
anggota yang terlibat dalam hubungan kerjasama di sekolah
untuk mencapai tujuan bersama, yaitu lulusan yang bermutu.
Komunikasi ini dapat bersifat resmi maupun tidak resmi.
Komunikasi antara Kepala Sekolah dengan Guru
Komunikasi ini terjadi secara vertikal, maka arah
komunikasi datang dari atas dan dari bawah, atau komunikasi
ke bawah dan ke atas.
Komunikasi ke bawah:
Pemberian petunjuk, memberi tugas, pengarahan,
penjelasan tentang pedoman pelaksanaan tugas, menjelaskan
tentang tata kerja dan sebagainya. memberi perintah,
untuk melaksanakan tugas di luar rutinitas, yang belum
disebutkan dalam petunjuk pembagian tugas, dan perintah-
perintah itu.
memberi informasi, baik secara lisan maupun tulisan
melalui pengumuman maupun buku keliling atau edaran.
Pemberian pujian atau hadiah kepada guru yang telah
melaksanakan tugas dengan baik. Seringkali, tujuan yang
dilakukan dengan komunikasi formal dapat dibantu dengan
komunikasi tidak formal seperti kunjungan ke rumah,
bermain bulu tangkis bersama, dll.
Komunikasi antara Kepala Sekolah dengan Tata Usaha
Jenis komunikasi kedinasan seperti halnya guru
yang berwujud pemberian petunjuk, pemberian perintah,
pemberian informasi, pemberian teguran ataupun pujian.
Komunikasi antara Kepala Sekolah dengan Siswa
Hal ini dapat dilakukan secara tertulis (pengumuman,
edaran, teguran, sanksi, dll.) maupun secara lisan (pengu-
muman, teguran, dan peringatan).
Komunikasi antara Guru dengan Guru
Hubungan kedinasan dapat berupa pertemuan dalam
rapat sekolah, bekerjasama dalam membimbing kelompok,
menyelesaikan tugas kelompok, dll. Hubungan tidak
formal antar guru selain dimaksudkan untuk melancarkan
pelaksanaan tugas bersama juga untuk mempererat
kekeluargaan.
Komunikasi antara Guru dengan Tata Usaha
Jenis komunikasi yang dijalin banyak pada hal yang
bersifat tidak formal, seperti dalam bentuk pertemuan dan
kunjungan. Dalam kedinasan, komunikasi diarahkan pada
usaha kerjasama dalam mencapai tujuan bersama.
Komunikasi antara Guru dengan Siswa
Komunikasi berlangsung secara formal di dalam kelas
dalam bentuk proses belajar mengajar, dan interaksi di luar
dan di dalam kelas sebagai ayah dan ibu di sekolah dan anak-
anaknya.
Komunikasi antara Siswa dengan Pegawai Tata Usaha
Komunikasi berbentuk beberapa urusan yang dapat
diselesaikan oleh siswa pada pegawai TU, misalnya surat-
surat keterangan, pembayaran SPP, pengambilan buku
presensi, buku kelas, dll.
Komunikasi antara Siswa dengan Siswa
Hal ini dapat menekankan komunikasi yang bersifat
formal (namun bukan dinas) yaitu di dalam kelas dalam
situasi belajar (dalam kerja kelompok atau diskusi), namun
lebih banyak yang bersifat non formal.
Hubungan Sekolah dengan Orang Tua Siswa dan Warga
warga
Hubungan komunikasi ini dapat dilakukan melalui
1. Secara Individual
a. Orang tua datang ke sekolah untuk berkonsultasi
maupun untuk pemecahan masalah anaknya.
b. Orang tua menyampaikan saran-saran bahkan
sumbangan untuk kemajuan sekolah.
c. Para Tokoh Pendidikan dan anggota warga
lainnya dalam upaya peningkatan mutu dan
“merebut” tempat pada sekolah yang lebih tinggi.
d. Para Pejabat dalam bidang keamanan untuk
peningkatan ketahanan sekolah. Seperti, penyuluhan
tentang narkoba dan miras.
e. Para Profesional, secara sukarela membantu sekolah
demi kepentingan anaknya.
Hubungan Sekolah dengan Alumni
Hubungan ini bermaksud agar alumni menyampaikan
pengalaman keberhasilannya untuk memotivasi atau
menularkan pengetahuannya untuk penyegaran dan
tambahan wawasan bukan hanya untuk para siswa namun
juga para guru dan warga sekolah lainnya.
Hubungan dengan Dunia Usaha/Dunia Kerja
1. Mengundang tokoh yang berhasil untuk datang ke
sekolah dalam memotivasi semua pihak untuk berbuat
serupa.
2. Mengirim para anak didik ke dunia usaha/dunia kerja.
Hubungan dengan Instansi Lain
1. Hubungan dengan sekolah lain
Hubungan ini dapat dibina dengan MGMP, MKS, MGP,
K3S, K3M (Kelompok Kerja Kepala Madrasah).
2. Hubungan dengan lembaga/badan-badan pemerintahan
swasta
Sebagai contoh: kerjasama dengan bank dalam rangka
penggalangan dana “gemar menabung” pelajar.
Komunikasi Efektif dalam Pembelajaran
Kegagalan pembelajaran sering dijumpai sebab
lemahnya sistem komunikasi. Untuk itu, pendidik perlu
mengembangkan pola komunikasi yang efektif dalam proses
pembelajaran. Komunikasi yang baik merupakan komunikasi
yang transaksional atau hubungan timbal balik
Oleh sebab itu, untuk mencapai hasil belajar yang
optimal, dianjurkan agar pendidik membiasakan diri
memakai komunikasi banyak arah atau komunikasi
sebagai transaksi, yaitu komunikasi yang tidak hanya
melibatkan interaksi dinamis antara pendidik dengan peserta
didik, namun juga melibatkan interaksi dinamis antara peserta
didik yang satu dengan peserta didik lainnya.
Pembelajaran sebagai proses komunikasi dilakukan
secara sengaja dan terencana, sebab memiliki tujuan yang
telah ditetapkan terlebih dahulu. Agar pesan pembelajaran
yang ingin ditransformasikan dapat sampai dengan baik,
maka perlu mendesain pesan pembelajaran ini dengan
memperhatikan prinsip-prinsip yaitu kesiapan dan motivasi,
menarik, sisiwa aktif, pengulangan, umpan balik, serta
mendesain materi sejelas mungkin agar materi pelajaran yang
diterima peserta belajar tidak memicu kebingungan
atau bias dalam pemahaman, maka sedapat mungkin harus
dihindari materi-materi yang tidak relevan dengan topik
yang dibicarakan.
Desain pesan pembelajaran merupakan tahapan yang
penting untuk dilakukan oleh pengajar, agar proses belajar
mengajar dapat berlangung secara efektif. Dengan mendesain
materi kuliah terlebih dahulu, akan memudahkan dosen/
guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas.
Komunikasi dikatakan efektif jika ada aliran
informasi dua arah antara komunikator dan komunikan
dan informasi ini sama-sama direspon sesuai dengan
harapan kedua pelaku komunikasi ini . Setidaknya
ada lima aspek yang perlu dipahami dalam membangun
komunikasi yang efektif, yaitu: Kejelasan, bahwa dalam
komunikasi harus memakai bahasa dan mengemas
informasi secara jelas, sehingga mudah diterima dan dipahami
oleh komunikan. Ketepatan, Ketepatan atau akurasi ini
menyangkut pemakaian bahasa yang benar dan kebenaran
informasi yang disampaikan. Konteks, Konteks maksudnya
yaitu bahwa bahasa dan informasi yang disampaikan harus
sesuai dengan keadaan dan lingkungan dimana komunikasi
itu terjadi. Alur, Bahasa dan informasi yang akan disajikan
harus disusun dengan alur atau sistematika yang jelas,
sehingga pihak yang menerima informasi cepat tanggap.
Budaya, Dalam berkomunikasi harus menyesuaikan dengan
budaya orang yang diajak berkomunikasi, baik dalam
pemakaian bahasa verbal maupun nonverbal, agar tidak
memicu kesalahan persepsi.
Berkomunikasi efektif berarti bahwa komunikator dan
komunikan sama-sama memiliki pengertian yang sama
tentang suatu pesan, atau sering disebut dengan “the
communication is in tune”. Agar komunikasi dapat berjalan
secara efektif, harus dipenuhi beberapa syarat :
1. Menciptakan suasana komunikasi yang menguntungkan
memakai bahasa yang mudah ditangkap dan
dimengerti.
2. Pesan yang disampaikan dapat menggugah perhatian
atau minat bagi pihak komunikan
3. Pesan dapat menggugah kepentingan komunikan yang
dapat menguntungkan
4. Pesan dapat menumbuhkan suatu penghargaan bagi
pihak komunikan.
Terkait dengan proses pembelajaran, komunikasi
dikatakan efektif jika pesan yang dalam hal ini yaitu
materi pelajaran dapat diterima dan dipahami, serta
memicu umpan balik yang positif. Komunikasi efektif
dalam pembelajaran harus didukung dengan keterampilan
komunikasi antar pribadi yang harus dimiliki oleh seorang
pengajar.
Dalam kegiatan belajar mengajar, komunikasi antar
pribadi merupakan suatu keharusan, agar terjadi hubungan
yang harmonis antara pengajar dengan peserta belajar.
Keefektifan komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar ini
sangat tergantung dari kedua belah pihak. tetapi sebab
pengajar yang memegang kendali kelas, maka tanggung
jawab terjadinya komunikasi dalam kelas yang sehat dan
efektif terletak pada tangan pengajar.
Model Komunikasi Efektif dalam Pendidikan
Dalam hal ini, akan dijelaskan mengenai model-model
komunikasi yang efektif dalam proses pembelajaran
yang dihubungkan dengan teori belajar. Adapun model
komunikasi dalam pendidikan yang dikutip oleh Uniwa
(2012) yaitu sebagai berikut.
Model Mekanistik
Model komunikasi mekanistis terdiri dari one way
communication dan two way communication. Salah satu contoh
model komunikasi mekanistis tipe one way communication
yaitu metode ceramah di dalam proses pembelajaran. Yaitu
guru menyampaikan materi dan peserta didik menyimaknya
dengan baik. Di dalam metode ini komunikan (peserta didik)
akan bersikap pasif. sebab mereka hanya mendengar dan
menghafal materi yang telah disampaikan oleh guru ini .
jika guru ingin memakai metode ceramah, maka
guru ini harus mengusai keterampilan-keterampilan
sebagai berikut:
a. Dalam menyampaikan materi, guru harus menguasai
materi ini sebaik mungkin. Hindari membaca buku
terlalu sering. sebab hal ini membuat peserta didik
tidak yakin dengan kemampuan yang dimiliki oleh sang
guru.
b. Show the best performance ketika tampil di depan kelas.
sebab jika guru memberi representasi yang
baik kepada peserta didiknya, maka para peserta
didiknya itu akan menginterpretasi sang guru dengan
baik. Begitupun sebaliknya. Guru yang memberi
representasi yang buruk, maka para peserta didiknya
akan menginterpretasi yang kurang baik pula dari diri
guru ini . Jadi, dalam hal ini pencitraan image positif
dari seorang guru menjadi hal yang harus diperhatikan
agar tujuan pembelajaran berhasil.
pemakaian model komunikasi mekanistik mampu
merangsang siswa lebih aktif, agresif sebab rasa ingin
tahu akan lebih besar. Namun dalam penyampaian dalam
pembelajaran juga harus tepat, sehingga model pembelajaran
ini akan terasa pengaruhnya terhadap siswa.
Model Interaksional
a. Terjadi feedback atau umpan balik. Komunikasi yang
berlangsung bersifat dua arah dan ada dialog, di mana
setiap partisipan memiliki peran ganda, dalam arti pada
satu saat bertindak sebagai komunikator, pada saat yang
lain bertindak sebagai komunikan.
b. Komunikasi berlangsung dua arah dari pengirim dan
kepada penerima dan dari penerima kepada pengirim.
Proses melingkar ini menunjukkan bahwa komunikasi
selalu berlangsung. Bahwa model ini menempatkan
sumber dan penerima memiliki kedudukan yang
sederajat. Satu elemen yang penting bagi model
interkasional yaitu umpan balik (feedback), atau
tanggapan terhadap suatu pesan.
c. Dalam perspektif interaksionalisme seorang individu
merupakan suatu penggabungan antara individualisma
dan warga , artinya individu yang menggabungkan
potensi kemanusiaannya melalui interaksi sosialnya.
Sebagai contoh, pada saat mata pelajaran kesenian.
Guru dan peserta didik harus sama-sama memiliki
ketertarikan terhadap seni ini . jika ketertarikan
atau kecenderungan antara guru dan peserta didik
itu telah sama maka akan ada irisan kesamaan
karakteristik antara guru dan peserta didik, yaitu
menyenangi kesenian. Jika hal ini telah tercipta maka
proses pembelajaran akan mudah dilaksanakan dan
tujuan pembelajaran akan mudah tercapai.
Model interaksional sangat ideal dipakai dalam
pembelajaran di kelas. Model interaksional memungkinkan
adanya interaksi dalam kelas baik antara siswa dengan
guru, ataupun siswa dengan siswa itu sendiri dan siswa
dengan lingkungannya, maka proses pembelajaran akan
terasa lebih hidup. Dan siswa pun akan merasa puas atas
semua pertanyaan dan jawaban dari guru yang dirasa belum
dimengerti. Maka model interaksional perlu ada dalam
pembelajaran.
Model Psikologis
a. Model komunikasi psikologis mempelajari perilaku
individu, termasuk perilaku belajar, merupakan totalitas
penghayatan dan aktivitas yang lahir sebagai hasil akhir
saling pengaruh antara berbagai gejala, seperti perhatian,
pengamatan, ingatan, pikiran dan motif.
b. Model komunikasi psikologis yaitu memahami
perkembangan perilaku apa saja yang telah diperoleh
peserta didik sesudah mengikuti pembelajaran tertentu.
c. Media menjadi stimulus dari luar diri khalayak yang
akan menyebabkan terjadinya perubahan sikap.
d. Psikologi yaitu ilmu yang mempelajari tingkah
laku atau kepribadian manusia. Korelasinya dengan
pembelajaran psikologi yaitu salah satu cara untuk
menganalisis kepribadian atau tingkah laku peserta didik
agar tercapai tujuan pembelajaran yaitu behaviour change.
Model komunikasi psikologis menerangkan bahwa
dalam proses komunikasi, yang terlibat bukan hanya faktor
fisik semata, tapi aspek psikologis setiap individu turut
memegang peranan penting dalam proses komunikasi.
Keadaan psikologis seorang individu akan mempengaruhi
semua aspek kehidupannya. Salah satunya aspek pendidikan,
yaitu kegiatan belajar. Sebagai contoh, guru hendaknya
tidak memaksakan diri untuk menyampaikan semua materi
ketika ia melihat kondisi psikologis peserta didiknya tidak
mendukung. Hendaknya guru ini berkomunikasi
dengan peserta didiknya sehingga ia dapat menganalisis
masalah apa yang sedang terjadi dan bagaimanakah
penanganannya. Jadi, guru harus mampu berkomunikasi
secara psikologis dengan peserta didiknya. Agar tujuan
pembelajaran yaitu behaviour change ini dapat tercapai.
Model Pragmatis
Model pragmatis ini berkaitan dengan kompleksitas
waktu. Model pragmatis memiliki dua arah unsur yang
dipandang amat penting, yaitu:
1. Tindakan atau perilaku individu, yang dipandang
sebagai unsur fundamental fenomenan komunikasi;
inipun dianggap sebagai ‘Lokus’ komunikasi yang
akibatnya komunikasi dipandang sama atau identik
dengan perilaku itu sendiri.
2. Unsur waktu yang dipandang sebagai dimensi
keempat dalam gambar ini muncul akibat dari kedua
unsur itu sendiri. Tindakan atau perilaku individu
dipandang terjadi dalam suatu rangkaian peristiwa yang
berkesinambungan, sehingga keberurutan tindakan atau
perilaku individu itu menjadi penting
Model komunikasi ini akan efektif dalam memecahkan
kendala belajar bila di guru dapat mendesain, memanfaatkan,
dan mengelolanya dengan baik. Guru dapat memanfaatkan
kondisi atau keadaan kelas dengan efektif dan efisien jika
guru dapat memanfaatkan model komunikasi ini dalam
proses pembelajaran. jika model komunikasi pragmatis
ini dapat diterapkan dalam proses pembelajaran melalui
metode diskusi, maka ini akan mempermudah guru dalam
menyampaikan materi dan tentunya mempermudah peserta
didik dalam menyerap materi pembelajaran. Penerapam
model komunikasi pragmatis dalam metode diskusi
ini memiliki korelasi dengan keterampilan guru dalam
memakai model komunikasi mekanistis, psikologis,
dan interaksional.
Hambatan dalam Komunikasi Pendidikan
Dalam proses pembelajaran, ada beberapa faktor yang
menjadi hambatan proses komunikasi atau dikenal dengan
istilah barriers atau noises. Hambatan-hambatan ini
yaitu :
1. Faktor internal
Hambatan yang berasal dari dalam diri penerima pesan
atau pembelajar itu sendiri, berupa:
a. Hambatan psikologis
Hambatan ini meliputi minat, sikap, pendapat,
kepercayaan, intelegensi, dan pengetahuan.
Pembelajar yang senang terhadap mata pelajaran,
topik, serta pengajarnya tentu lain belajarnya
dibandingkan dengan pembelajar yang benci atau
tidak menyukai semua itu.
b. Hambatan fisik
Hambatan ini meliputi kelelahan, sakit,
keterbatasan daya indera, dan cacat tubuh.Seorang
pengajar perlu untuk tidak memaksakan pesan
yang disampaikan harus diterima dengan cepat
oleh pembelajar. Guru perlu melihat kondisi di
kelas tentang hal-hal yang dapat menghambat proses
penerimaan pesan.
2. Faktor eksternal
Merupakan hambatan yang berasal dari pembelajar,
seperti:
a. Hambatan kultural
Hambatan ini meliputi membedakan adat istiadat,
norma-norma sosial, kepercayaan, dan nilai-nilai
panutan. Perbedaan adat-istiadat, norma sosial dan
kepercayaan kadang-kadang dapat menjadi sumber
salah paham.
b. Hambatan lingkungan
Merupakan hambatan yang ditimbulkan oleh situasi
dan kondisi keadaan sekitar. Proses pembelajaran
ditempat yang tenang, sejuk, dan nyaman, tentu
akan berbeda hasilnya jika dibandingkan proses yang
dilakukan di kelas yang bising, panas dan berjubel.
Adapun istilah-istilah hambatan dalam komunikasi
efektif menurut Ron Ludlow & Fergus Panton yang dikutip
oleh Hanifa (2012 yaitu sebagai berikut:
a. Status effect
Adanya perbedaaan pengaruh status sosial yang
dimiliki setiap manusia. Misalnya karyawan dengan
status sosial yang lebih rendah harus tunduk dan patuh
pada semua perintah yang diberikan atasan. Maka
karyawan ini tidak dapat atau takut mengemukakan
aspirasi atau pendapatnya.
b. Semantic Problems
Faktor semantik menyangkut bahasa yang
dipergunakan komunikator sebagai alat untuk
menyalurkan pikiran dan perasaannya kepada
komunikan. Demi kelancaran komunikasi, seorang
komunikator harus benar-benar memperhatikan
gangguan ini, sebab kesalahan pengucapan atau kesalahan
dalam penulisan dapat memicu salah pengertian
(misunderstanding) atau penafsiran (misinterpretation) yang
pada gilirannya bisa memicu salah komunikasi
(miscommunication). Misalnya kesalahan pengucapan
bahasa dan salah penafsiran seperti contoh : pengucapan
demonstrasi menjadi demokrasi, kedelai menjadi keledai,
dan lain-lain.
c. Perceptual Distorsion
Perceptual distorsion dapat disebabkan sebab
perbedaan cara pandang yang sempit pada diri sendiri
dan perbedaaan cara berpikir serta cara mengerti yang
sempit terhadap orang lain. Sehingga dalam komunikasi
terjadi perbedaan persepsi dan wawasan atau cara
pandang antara satu dengan yang lainnya.
d. Cultural Differences
Hambatan yang terjadi sebab disebabkan adanya
perbedaan kebudayaan, agama, dan lingkungan sosial.
Dalam suatu organisasi ada beberapa suku, ras,
dan bahasa yang berbeda.Sehingga ada beberapa kata-
kata yang memiliki arti berbeda di tiap suku. Seperti
contoh: kata “jangan” dalam bahasa Indonesia artinya
tidak boleh, namun orang suku Jawa mengartikan kata
ini sebagai suatu jenis makanan berupa sup.
e. Physical Distractions
Hambatan ini disebabkan oleh gangguan lingkungan
fisik terhadap proses berlangsungnya komunikasi.
Contohnya: suara riuh orang-orang atau kebisingan,
suara hujan atau petir, dan cahaya yang kurang jelas.
f. Poor Choice of Communication Channels
yaitu gangguan yang disebabkan pada media yang
dipergunakan dalam melancarkan komunikasi. Contoh
dalam kehidupan sehari-hari, misalnya: sambungan
telepon yang terputus-putus, suara radio yang hilang
dan muncul, gambar yang kabur pada pesawat televisi,
atau huruf ketikan yang buram pada surat, sehingga
informasi tidak dapat ditangkap dan dimengerti dengan
jelas.
g. No Feed back
Hambatan ini yaitu ketika seorang sender
mengirimkan pesan kepada receiver namun tidak ada
respon dan tanggapan dari receiver. Maka yang terjadi
yaitu komunikasi satu arah yang sia-sia. Seperti contoh:
seorang manajer menerangkan suatu gagasan yang
ditujukan kepada para karyawan. Dalam penerapan
gagasan ini para karyawan tidak memberi
tanggapan atau respon. Dengan kata lain tidak peduli
dengan gagasan yang disampaikan seorang manajer.
Berbagai jenis hambatan ini , baik pada diri pengajar
maupun pada pembelajar, dapat mengakibatkan proses
pembelajaran seringkali berlangsung secara tidak efektif
untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Maka bagi para
pengajar perlu memerhatikan dan mengantisipasi hal-hal
ini .
Mengatasi Hambatan Komunikasi dalam Pembelajaran
Dengan berbagai hambatan di atas, baik dari dalam diri
pengajar maupun pembelajar, baik sewaktu-waktu men-
encode (proses penuangan pesan maupun men-decode-nya
(proses penafsiran), seringkali berlangsung secara tidak
efektif atau kurang mencapai hasil yang diinginkan. Maka
untuk mengatasi hambatan-hambatan ini , diperlukan
berbagai alat dan media yang dapat berfungsi sebagai sarana
yang dipakai untuk menyalurkan pesan.
Menurut Hamalik (1982: 22) menyatakan bahwa media
komunikasi yaitu suatu media atau alat bantu yang
dipakai oleh suatu organisasi guna tercapainya efisiensi
dan efektivitas kerja dengan hasil yang maksimal. sedang
media pendidikan yaitu alat, metode, dan tehnik yang
dipakai dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi
dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan
dan pengajaran di sekolah. Adapun ciri-ciri dari media
pendidikan yaitu sebagai berikut:
- Media pendidikan identik dengan pengertian keperagaan.
- Tekanan utama terletak pada benda atau hal-hal yang
bisa dilihat dan didengar.
- dipakai dalam rangka komunikasi dalam pengajaran,
antara guru dan siswa.
- Merupakan semacam alat bantu belajar mengajar, baik
dalam kelas maupun di luar kelas.
- Merupakan “perantara” (medium, media) dan dipakai
dalam rangka pendidikan.
- Sebagai alat dan sebagai tehnik yang sangat erat
pertaliannya dengan metode ajar.
Dari sini dapat dikatakan, posisi media berfungsi
membantu mengatasi hambatan-hambatan ini .
Misalnya, perbedaan gaya belajar, minat, intelegensi,
keterbatasan daya ingat, cacat tubuh, atau hambatan jarak
geografis, jarak waktu dan lain-lain dapat dibantu dan diatasi
dengan pemanfaatan media pembelajaran.
Dengan memakai media pembelajaran secara tepat
dan bervariasi, seorang pengajar dapat mengatasi sikap pasif
pembelajar. Maka fungsi media pembelajar yaitu untuk:
- memicu kegairahan belajar bagi pembelajar
- Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara
pembelajar dengan lingkungan kenyataan, dan
- Memungkinkan pembelajar dapat belajar sendiri-sendiri
menurut kemampuan dan minatnya.
Secara umum kegunaan media pembelajaran dalam
proses pembelajaran seperti yang dikutip oleh Sanaky (2011:
15), sebagai berikut:
- Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat
verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan).
- Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera,
seperti : 1) Obyek yang terlalu besar, dapat digantiakn
dengan realita, gambar, film bingkai, film, atau model.
2) Obyek yang kecil-kecil dibantu dengan proyektor
mikro, film bingkai, film, atau gambar. 3). Gerak yang
terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan
timelapse atau highspeed phtography. 4). Kejadian atau
peristiwa yang terjadi di masa lalu, dapat ditampilkan
lagi lewat rekaman film, video, DVC, film bingkai, foto,
maupun secara verbal. 5) Objek yang terlalu kompleks
(mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram,
dan lain-lain. 6). Konsep yang terlalu luas (gunung berapi,
gempa bumi, iklim, dan lain-lain) dapat divisualkan
dalam bentuk film, film bingkai, gambar, dan lain-lain.
102
Dengan memakai media pembelajaran secara tepat
dan bervariasi, dapat diatasi sikap pasif anak didik. Maka
posisi media pembelajaran sangat berguna. Selain itu, dengan
sikap yang unik pada tiap pembelajar ditambah lagi dengan
lingkungan serta pengalaman yang berbeda, sementara
kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk
setiap pembelajar, pengajar akan banyak mengalami
kesulitan, bilamana semuanya itu diatasi sendiri. Masalah
ini dapat diatasi pengajar dengan memakai media
pembelajaran yang berfungsi untuk:
1. memberi perangsang yang sama
2. Mempersamakan pengalaman, dan
3. memicu persepsi yang sama
Dengan demikian, pengajar harus banyak latihan
membuat serta memakai media pembelajaran jika
ingin menjadi pengajar yang profesional.
Peranan Media Komunikasi dalam Pendidikan
Ada beberapa media yang dapat dipakai dalam
komunikasi antara sekolah dengan warga . Media ini
meliputi:
1. Media Langsung
a. Rapat-rapat formal yang diselenggarakan sekolah
dengan mengundang orang tua siswa dan tokoh-
tokoh warga . Dalam rapat ini disampaikan
program sekolah dalam upaya peningkatan kegiatan
dan mutu pendidikan.
b. Pekan pendidikan
Pada saat ini sekolah menampilkan prestasi dan
kreasi para siswa sebagai sarana promosi sekolah.
c. Hari ulang tahun sekolah
Acara ini dapat dilaksanakan dengan melibatkan
semua pihak.
d. Karyawisata, widyawisata gerak jalan atau sepeda
santai bersama, dan lain-lain.
e. Kunjungan rumah (Home Visit) untuk mengetahui
lebih jauh tentang situasi rumah anak didik tertentu.
2. Media Tidak Langsung
Sekolah mengadakan hubungan dengan warga
melalui:
- Media cetak berupa: bulletin atau majalah sekolah,
Koran, brosur, leaflet, atau booklet.
- Media elektronika: telepon, siaran radio dan televisi,
video kaset, slide, dan computer.
Kiat Sukses Komunikasi Pendidikan
- Teknik Bicara Efektif
1. memakai Bahasa yang Efektif
2. Kejelasan
3. memakai bahasa yang lazim dan konkrit, dan
menjelaskan gayanya dengan memberi petunjuk.
4. memakai kata-kata yang lazim.
5. Kata-kata yang dipakai yaitu disesuaikan
dengan komunikannya.
6. Gunakan kata-kata konkret
7. Bahasa yang konkrit memilki arti khusus atau lebih
terbatas.
8. Pemberian petunjuk
Jelaslah bahwa sebuah gaya akan mempermudah
seseorang menyimak dan mengikuti fikiran komunikator.
104
- Kelugasan
Gaya bahasa yang baik itu yaitu hidup dan lugas.
Bahasa yang lugas tertarik kepada rasa dan membuat
kesan yang tak terlupakan.
- Ketepatan
Bahasa yang jelas dan lugas mungkin masih belum tepat
jika bahasa mengganggu rasa atau perasaan penyimak.
- Kiat-kiat pemakaian gaya bahasa yang efektif
• Jangan menggayakan bahasa secara berlebihan.
• Integrasikan perangkat-perangkat ilmu gaya bahasa,
namun gunakan pengendali.
• Pertimbangkan pemakaian perangkat-perangkat
ilmu gaya bahasa saat mengembangkan kalimat
terbuka, pernyataan gagasan utama, dan kesimpulan.
sebab permulaan yang baik yaitu berarti
terselesaikanya setengah pekerjaan.
• Gunakan kata-kata biasa yang pendek dengan cara
unik. jika istilah teknik terlalu sulit dimengerti
atau susah dipakai, gunakan kiasan untuk
menyampaikan gagasan.
• Menggayakan bahasa untuk berhemat. Ketika
kalimat-kalimat atau frase terlalu panjang atau
rumit, pertimbangkan penyusunan beberapa kalimat
dengan memakai antithesis atau suspensi.
• Amati pemakaian gaya bahasa orang lain. Pada saat
anda menyimak radio dan televisi, serta membaca
surat kabar, majalah dan jurnal perdagangan, carilah
pesan yang digayakan secara efektif.
• Praktekkan pengayaan pesan-pesan anda.
Aktifkanlah mengkaji cara-cara memasukkan
beragam teknik ilmu gaya bahasa ke dalam presentasi
anda.
- Mendengarkan Dengan Efektif
Unsur pertama dalam proses mendengarkan yaitu
mendengar yang merupakan proses fisiologis otomatik
penerimaan rangsangan pendengaran (aural stimuli). Dalam
tahap inilah gangguan fisik pada alat pendengaran seseorang
dapat memicu kesulitan dalam proses mendengarkan.
Meskipun kemampuan memproses informasi yang empat
kali lebih cepat daripada rata-rata orang bicara tampaknya
merupakan keuntungan, ternyata itu merupakan masalah
dalam arti bahwa tiga perempat bagian dari mendengarkan
merupakan “waktu luang”. Hal ini berarti bahwa kita mampu
menangkap apa yang kita dengar jauh lebih cepat daripada
kemampuan membicara melisankan pikirannya. Kenyataan
ini tampaknya dapat menjelaskan temuan bahwa berbicara
lebih menarik daripada mendengarkan.
Memperhatikan rangsangan di lingkungan kita berarti
memusatkan kesadaran kita pada rangsangan khusus
tertentu. Indera penerima kita secara konstan dihujani sekian
banyak rangsangan sehingga kita tidak mungkin menanggapi
semuanya sekaligus pada saat yang sama. Sel khusus dalam
sisten syaraf kita (saraf penghambat) berfungsi membuang
sejumlah sensasi yang datang, menjauhkan sensasi-sensasi
ini dari kesadaran kita.
Memahami biasanya diartikan sebagai proses pemberian
makna pada kata yang kita dengar, yang sesuai dengan
makna yang dimaksudkan oleh si pengirim pesan.
Ada dua macam jenis memori, yakni memori jangka
pendek (MJpe) dan memori jangka panjang (MJpa).Pada
dasarnya perbedaan antara MJpe dan MJpa yaitu jumlah
pengulangan dan pelatihan yang terjadi pada suatu informasi
tertentu dan kemudahanya untuk menyesuaikan informasi
ini dengan informasi yang telah disimpan.
- Ketrampilan Berbicara
ada tiga situasi berbicara antara lain:
Interaktif, yaitu percakapan secara tatap muka atau
berbicara lewat telepon yang memungkinkan adanya
pergantian antara berbicara dan mendengarkan dan juga
memungkinkan kita meminta klarisfikasi, pengulangan,
atau kita dapat meminta lawan berbicara memperlambat
tempo berbicara dari lawan berbicara.
Semiaktif, yaitu ketrampilan berbicara yang biasanya
dipakai dalam pidato di hadapan umum secara
langsung. Dalam situasi ini audien memandang tidak
dapat melakukan interupsi terhadap pembicaraan,
namun pembicara dapat melihat reaksi pendengar dari
ekspresi wajah bahsa tubuh mereka.
Non interaktif, yaitu ketrampilan berbicara secara tidak
langsung misalnya melalui radio atau televisi.
Dalam pendidikan khususnya pembelajaran
tidak terlepas dari komunikasi yang dipakai untuk
menyampaikan pesan. Untuk menciptakan proses
komunikasi yang efektif, pendidik harus memahami konsep
dasar komunikasi pendidikan. Komunikasi pendidikan atau
yang disebut humas pendidikan yaitu suatu proses yang
lebih menekankan kepada hubungan sedang komunikasi
lebih menekankan kepada bentuk hubungan penyampaian
informasi. Komunikasi pendidikan bukan hanya terjadi pada
di sekolah saja, tetapi dapat menyangkut semua bentuk
komunikasi tentang masalah pendidikan.
Adapun pentingnya komunikasi pendidikan dapat
diterangkan sebagai berikut:
1. Merupakan kegiatan yang sangat diperlukan dalam
semua pelaksanaan pekerjaan guna memiliki sarana
untuk mengenalkan diri kepada warga luas tentang
apa yang sedang dan akan dikerjakan.
2. Merupakan alat untuk menyebarkan gagasan kepada
orang lain.
3. Dapat dipakai sebagai sarana untuk memperoleh
bantuan yang diperlukan dari orang atau badan lain.
4. Mendorong usaha seseorang atau suatu badan untuk
membuka diri agar diberikan masukan dengan kritik
dan saran dari orang lain.
5. Dapat memenuhi keingintahuan manusia dalam rangka
memnuhi naluri untuk sekaku berkembang.
jika proses pembelajaran yaitu komunikasi, maka,
pertama, pesan yang akan dikomunikasikan yaitu isi
pelajaran yang ada dalam kurikulum. Kedua, sumber
pesan, dapat saja pengajar, pembelajar, penulis buku, ataupun
orang lain. Pada posisi ini, pembelajar dapat saja sebagai
sumber pesan dalam proses pembelajaran dan pengajar
dapat menerima informasi dari pembelajar. Komunikasi
yang terjadi yaitu komunikasi timbal balik dan posisi
pengajar tentu saja sebagai penerima pesan.Ketiga, penerima
pesan yaitu pembelajar. Dalam proses belajar dapat saja
pembelajar sebagai penerima pesan dan juga sebagai pemberi
pesan kepada pengajar. Keempat, saluran yang dipakai .
Dalam pembelajaran dapat memakai alat-alat bantu
pembelajaran atau media pembelajaran, yang disebut dalam
komponen komunikasi yaitu saluran.
Komunikasi yang terjadi di dalam sekolah disebut
dengan komunikasi internal. Komunikasi ini terjadi antara
anggota yang terlibat dalam hubungan kerjasama di sekolah
untuk mencapai tujuan bersama, yaitu lulusan yang bermutu.
Selain itu, komunikasi sekolah juga melakukan hubungan
dengan warga untuk meningkatkan kualitas sekolah.
Terkait dengan proses pembelajaran, komunikasi
dikatakan efektif jika pesan yang dalam hal ini yaitu
materi pelajaran dapat diterima dan dipahami, serta
memicu umpan balik yang positif. Komunikasi efektif
dalam pembelajaran harus didukung dengan keterampilan
komunikasi antar pribadi yang harus dimiliki oleh seorang
pengajar.
Namun seringkali ada hambatan-hambatan dalam
komunikasi pendidikan. Contoh hambatan yang muncul
dalam sekolah yaitu hambatan yang berasal dari faktor
internal dan eksternal. Faktor internal meliputi hambatan
psikologis dan fisik. sedang , hambatan eksternal meliputi
hambatan kultural dan lingkungan.Maka untuk mengatasi
hambatan-hambatan ini , diperlukan berbagai alat dan
media yang dapat berfungsi sebagai sarana yang dipakai
untuk menyalurkan pesan.
Tiga Pola Komunikasi dalam Proses Belajar Mengajar
Guru sebagai tenaga profesional di bidang pendidikan,
disamping memahami hal-hal yang bersifat filosofis dan
konseptual, juga harus mengetahui dan melaksanakan hal-
hal yang bersifat teknis. Hal-hal yang bersifat teknis ini,
terutama kegiatan mengelola dan melaksanakan interaksi
belajar mengajar.
Dalam proses pendidikan sering kita jumpai kegagalan-
kegagalan,hal ini biasanya disebab kan lemahnya sistem
komunikasi. Untuk itu,pendidik perlu mengembangkan pola
komunikasi efektif dalam proses belajar mengajar. Komunikasi
pendidikan yang penulis maksudkan disini yaitu hubungan
atau interaksi antara pendidik dengan peserta didik pada saat
109
proses belajar mengajar berlangsung,atau dengan istilah lain
yaitu hubungan aktif antara pendidik dengan peserta didik.
Ada tiga pola komunikasi yang dapat dipakai untuk
mengembangkan interaksi dinamis antara guru dengan siswa
yaitu:
1. Komunikasi sebagai aksi atau komunikasi satu arah
Dalam komunikasi ini guru berperan sebagai
pemberi aksi dan siswa sebagai penerima aksi. Guru
aktif dan siswa pasif. Ceramah pada dasarnya yaitu
komunikasi satu arah,atau komunikasi sebagai aksi.
Komunikasi jenis ini kurang banyak menghidupkan
kegiatan siswa belajar.
2. Komunukasi sebagai interaksi atau komunikasi dua arah.
Pada komunikasi ini guru dan siswa dapat berperan
sama yaitu pemberi aksi dan penerima aksi. Di sini, sudah
terlihat hubungan dua arah, namun terbatas antara guru
dan pelajar secara indivudual. Antara pelajar dan pelajar
tidak ada hubungan. Pelajar tidak dapat berdiskusi
dangan teman atau bertanya sesama temannya. Keduanya
dapat saling memberi dan menerima. Komunikasi ini
lebih baik dari pada yang pertama, sebab kegiatan guru
dan kegiatan siswa relatif sama.
3. Komunikasi banyak arah atau komunikasi sebagai
transaksi
Komunikasi ini tidak hanya melibatkan interaksi
yang dinamis antara gurudenan siswa namun juga
melibatkan interaksi yang dinamis antara siswa yang
satu dengan yang lainnya. Proses belajar mengajar
dengan pola komunikasi ini mengarah kepada proses
pengajaran yang mengembangkan kegiatan siswa yang
optimal, sehingga menumbuhkan siswa belajar aktif.
110
Diskusi dan simulasi merupakan strategi yang dapat
mengembangkan komunikasi ini (Nana Sudjana,1989).
Dalam kegiatan mengajar, siswa memerlukan sesuatu
yang memungkinkan dia berkomunikasi secara baik dengan
guru, teman, maupun dengan ligkungannya. Oleh sebab
itu, dalam proses belajar mengajar ada dua hal yang
ikut menentukan keberhasilannya yaitu pengaturan proses
belajar mengajar dan pengajaran itu sendiri yang keduanya
memiliki ketergantungan untuk menciptakan situasi
komunikasi yang baik yang memungkinkan siswa untuk
belajar.
Selain itu, masih ada pula aspek lainnya yang perlu
mendapat perhatian seorang guru, yakni menumbuhkan
atau menciptakan nuansa saling menghargai di lingkungan
sekolah. Saling menghargai akan membuat seseorang merasa
bahwa dirinya merasa nyaman dan akan berbalik menghargai
orang yang telah memberinya penghargaan.
Mengawali komunikasi dengan sebuah rasa saling
menghargai dapat dilakukan diawal sebelum proses belajar
mengajar dimulai. Seorang guru akan sukses berkomunikasi
dengan siswa bila dia melakukannya dengan penuh respek
terhadap siswa. Jika hal ini dilakukan, maka dengan
sendirinya siswa juga akan menaruh respek terhadap guru.
Gunakanlah identitas anda sebagai seorang pendidik bukan
pengajar, hilangkan semua atribut dan anggaplah mereka
semua seperti anak kandung di sekolah.
Selain itu, guru juga harus memiliki rasa Empati, yakni
suatu sikap maupn kemampuan untuk menempatkan diri
terhadap situasi yang sedang dirasakan oleh orang lain.
Seorang guru dituntut untuk mampu menjadi pendengan
dan mengerti apa yang sedang dirasakan oleh anak didiknya.
Menjadi teman curhat, mempu membaca gerak tubuh siswa.
Guru yang baik yaitu guru yang tidak meminta siswa untuk
mengerti kondisi gurunya. Guru yang baik yaitu guru yang
mampu mengerti kondisi anak didiknya. Mengerti psikologis
setiap siswa, memahami dan berusaha untuk mencarikan
solusi untuk siswa yang bersangkutan. Merangkul semua
siswa seolah mereka yaitu teman yaitu seorang guru
panutan bagi setiap anak didiknya. (***)
MANAJEMEN ORGANISASI
PENDIDIKAN
Menurut asal katanya, Management berasal dari kata
latin, yaitu “manus” yang artinya “to control by
hand” atau “gain result”. Kata manajemen mungkin
juga berasal dari bahasa Italia maneggiare yang berarti
“mengendalikan,” Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa
Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang
berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan
kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa
Italia. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa
Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni
melaksanakan dan mengatur.
Manajemen dapat didefinisikan sebagai “proses
perencanaan, pengorganisasian, pengisian staf, pemimpinan,
dan pengontrolan untuk optimasi pemakaian sumber-
sumber dan pelaksanaan tugas-tugas dalam mencapai tujuan
organisasi secara efektif dan efisien”. Manajemen yaitu
Suatu Proses dalam rangka mencapai tujuan dengan bekerja
bersama melalui orang-orang dan sumber daya organisasi
lainnya.
Menurut Mary Parker Follet Manajemen yaitu sebagai
seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi
ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan
mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi
114
Menurut Ricky W. Griffin Manajemen yaitu
sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk
mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti
bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan,
sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan
secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
Menurut Drs. Oey Liang Lee Manajemen yaitu seni
dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan,
pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Menurut Prof. Eiji Ogawa Manajemen yaitu
Perencanaan, Pengimplementasian dan Pengendalian
kegiatan-kegiatan termasuk system pembuatan barang yang
dilakukan oleh organisasi usaha dengan terlebih dahulu
telah menetapkan sasaran-sasaran untuk kerja yang dapat
disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang
berubah.
Dari beberapa definisi menurut asal kata dan definisi
dari pendapat ahli, maka dapat ditarik kesimpulan mengenai
apa yang dimaksud dengan managemen. Manajemen yaitu
Proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan
pengawasan dalam mengelola sumber daya yang berupa
man, money, materials, method, machines, market, minute dan
information untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien.
Umumnya ada 4 (empat) fungsi dari manajemen,
yakni :
1. Perencanaan (planning)
Perencanaan dilakukan untuk menentukan target
dari tujuan organisasi ataupun bisa juga perusahaan
secara keseluruhan dan untuk memikirkan cara terbaik
untuk mencapai tujuan yang ditetapkan atau definisi
dari planning ini sebagai proses dalam menyusun tujuan
maupun sasaran organisasi yang memperlihatkan cara-
cara pencapaian target atau tujuan yang telah di tetapkan
sebelumnya.
2. Pengorganisasian (organizing)
Yaitu membagi-bagi kegiatan yang asalnya besar
menjadi bagian-bagian kegiatan kecil. Pengorganisasian
dapat memudahkan seorang manajer dalam melakukan
pengawasan. Dengan melakukan pengorganisasian akan
lebih efisien dan efektif dalam mencapai target atau
tujuan suatu organisasi.
3. Pelaksanaan (actuating)
Yaitu suatu proses penggerakan tenaga kerja untuk
melakukan kegiatan pencapaian tujuan sehingga dapat
terwujud efisiensi proses dan efektivitas dari hasil kerja.
Fungsi ini dapat memotivasi tenaga pekerja untuk bekerja
secara sungguh-sungguh agar tujuan dari organisasi atau
perusahaan dapat tercapai secara efektif.
4. Pengendalian (controlling)
Dapat di artikan sebagai keseluruhan upaya
pengamatan pelaksanaan kegiatan operasional untuk
menjamin bahwa seluruh kegiatan ini telah
sesuai dengan rencana yang dirumuskan sebelumnya.
Pengawasan didalam manajemen yaitu merupakan
fungsi yang terakhir dalam sistem manajemen khususnya
manajemen pendidikan. Atau aktivitas dalam menilai
kinerja berdasar rencana yang telah dirumuskan
sebelumnya untuk kemudian dibuat perubahan atau
perbaikan jika memang diperlukan.
Manajemen memiliki beberapa asas. Penguasaan
terhadap asas-asas manajemen penting artinya agar diperoleh
pemahaman yang tepat sehingga diimplementasikan tidak
terjadi kesalahan. Berikut ini yaitu beberapa asas manajemen
yang penting.
1. Pembagian Kerja
Mengingat keterbatasan yang ada pada manusia,
misalnya masalah waktu, pengetahuan, kemampuan,
dan perhatiannya, pembagian kerja sangat diperlukan
sesuai dengan keahlian masing-masing orang. Sekarang
ini manusia tidak mungkin mampu mengerjakan semua
tugas secara sendirian. Pembagian tugas memberi
kesempatan untuk optimalisasi kinerja sehingga
membawa hasil sebagaimana diharapkan.
2. Pendelegasian Wewenang
Dengan kejelasan adanya job description, secara
tidak langsung masing-masing personal sudah memiliki
wewenang. Dari wewenang akan timbul tanggung jawab.
3. Penegakan disiplin
Peraturan, norma-norma, perintah dari atasan
dan mungkin perjanjian, harus di taati, dihormati dan
dilaksanakan. Ini merupakan bagian dari penegakan
disiplin. Tanpa adanya kedisiplinan, kinerja akan
menjadi kacau.
4. Kesatuan perintah
Semua personel harus tahu dan mengerti bahwa
mereka hanya mau menerima dan melaksanakan
perintah atasan langsung.
5. Kesatuan arah
Setiap karyawan tahu benar aktivitas yang dilakukan
menuju ke satu arah yang telah ditentukan.
6. Kepentingan umum di atas kepentingan pribadi
Pekerjaan dari suatu lembaga atau organisasi tentu
harus dikedepankan dan dilakukan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku, jangan sampai kepentingan
pribadi yang diutamakan dalam sebuah organisasi. Jika
ini yang terjadi, organisasi akan hancur.
7. Pemberian gaji yang wajar
Pemberian gaji kepada semua karyawan harus
sesuai dengan norma yang ada dengan pertimbangan
di seimbangkan dengan berat atau ringannya tanggung
jawab. Pemberian gaji yang tidak wajar akan berimpllikasi
pada ketidaknormalan organisasi.
8. Sentralisasi
Pada hakikatnya, wewenang berada pada top leader
sehingga jika terjadi ketidakberesan terhadap suatu
pekerjaan, maka dialah yang harus bertanggung jawab
sebab jika tidak, akan terjadi pelemparan wewenang.
Masing-masing akan lepas tanggung jawab.
9. Keteraturan
Maksudnya yaitu keteraturan lalu lintas barang,
perintah, surat, dan penempatan personel yang sesuai
dengan keahliannya.
10. Keadilan
Pemegang asas ini yaitu pimpinan. Dia dituntut
menerapkan keadilan kepada karyawan tanpa ada
pandang bulu dan dalam memberi sanksi atau hadiah
harus sebanding dengan keadaannya.
11. Rantai Hierarki
Saluran perintah mengalir dari atas kebawah harus
sesuai dengan mata rantai vertikal dan tegas, dalam arti
tidak boleh melompat atau putus pada suatu posisi yang
seharusnya dilewati.
12. Inisiatif
Ada inisiatif para karyawan secara sadar untuk
penyelesaian tugas-tugas yang diembannya tanpa ada
perintah ataupun kontrol.
13. Kesatuan
Yaitu kesatuan dan kekompakan dalam melaksanakan
tugas dan aktivitas lain sehingga diharapkan dapat
memberi hasil yang optimal.
14. Kestabilan masa jabatan
Asas ini diilhami oleh pernyataan bahwa pengalaman
yaitu guru yang paling baik. Karyawan yang memiliki
masa kerja yang cukup lama, tentunya makin mantap
tugas-tugas yang dikerjakan dan makin baik kualitas
serta prestasi yang dicapai. Hal ini bukan berarti tidak
pernah ada mutasi sebab tanpa ada mutasi, juga akan
memicu kejenuhan.
Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan
1. Ruang lingkup berdasar wilayah kerja
Jika di tinjauan dari wilayah kerjanya maka ruang
lingkup manajemen pendidikan dapat dibedakan
menjadi :
Manajemen pendidikan seluruh negara yaitu
majejemen pendidikan untuk tingkat nasional ini
ditangani bukan hanya dengan pelaksanaan pelatihan
pendidikan di dalam sekolah saja, tetapi pendidikan
luar sekolah juga, penyelenggaraan pelatihan, pengayaan
penelitian, maupun pendidikan yang meliputi
kebudayaan dan kesenian secara nasional.
Manajemen pendidikan dalam satu provinsi yaitu
ruang lingkupnya yang meliputi wilayah kerja satu
sebaras provinsi saja, yang dimana pelaksanaannya
dibantu oleh petugas manajemen pendidikan yang
berada di kabupaten dan di kecamatan.
Manajemen pendidikan dalam satu kabupaten atau
kota yaitu ruang lingkupnya hanya meliputi wilayah
kerja satu kabupaten ataupun satu kota saja.
Manajemen pendidikan satu unit kerja yaitu
Manajemen ini hanya di titik beratkan pada satu unit kerja
yang langsung dalam menangani pekerjaan mendidik.
Manajemen kelas yaitu sebagai suatu kesatuan
kegiatan yang terkecil dalam manajemen pendidikan
yang menjadi inti dari semua jenis manajemen
pendidikan.
2. Ruang lingkup menurut objek garapan
Jika ditinjau berdasar objek garapan, dapat meliputi:
- Manajemen siswa.
- Manajemen personil-personil sekolah.
- Manajemen kurikulum.
- Manajemen prasarana atau material.
- Manajemen ketata usahaan sekolah atau tata laksana
pendidikan.
- Manajemen anggaran.
- Manajemen lembaga atau organisasi pendidikan.
- Manajemen hubungan warga atau manajemen
kominikasi pendidikan.
3. Menurut fungsi atau urutan kegiatannya
- Merencanakan.
- Mengorganisasikan.
- Mengarahkan.
- Mengkoordinasikan.
- Mengkomunikasikan.
- Mengawasai ataupun mengevaluasi.
4. Menurut pelaksana
Jika dilaihan dalam liungkungan kelas guru itu
sebagai administator. Guru haruslah melaksanakan
kegiatan-kegiatan manajemen, dengan pengertian bahwa
manajemen yaitu pengelolaan, maka guru bertindak
sebagai seorang manajer di kelas yang di pimpinnya.
Dilihat dari pengertian manajemen dan pengertian
pendidikan diatas, maka kita dapat mendefinisikan
Manajemen Pendidikan sebagai suatu Proses perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam
mengelola sumber daya yang berupa man, money, materials,
method, machines, market, minute dan information untuk
mencapai tujuan yang efektif dan efisien dalam bidang
pendidikan.
Komunikasi dalam manajemen pendidikan, sebagaimana
paparan diatas, sangat penting perannya dalam rangka
mencapai tujuan pendidikan. Dalam rangka pelaksanaan
komunikasi, kepala sekolah memiliki peranan yang sangat
menentukan. Ia seharusnya selalu memberi motivasi,
dorongan, dan ajakan untuk senantiasa memberi yang
terbaik bagi lembaga pendidikannya. Komunikasi yang
dilakukan secara intensif dan berkelanjutan akan berimplikasi
kuat pada pribadi guru, karyawan dan juga para siswa untuk
selalu berusaha menjadi yang terbaik.
Objek Kajian Manajemen pendidikan
Objek atau sumber daya yang menjadi kajian dalam
manajemen pendidikan ada tujuh , yaitu :
1. Man
Man atau manusia yaitu unsur terpenting
yang perlu dikelola dalam manajemen pendidikan,
pengelolaan yang biasa dilakukan misalnya dengan
mengorganisasikan manusia dengan melihat apa yang
menjadi keahlian orang ini .
2. Money
Money atau uang dimaksudkan untuk mengelola
pemdanaan atau pembiayaan secara efisien sehingga
tidak terjadi pemborosan dalam suatu lembaga
pendidikan.
3. Materials
Materials atau bahan materi merupakan aspek yang
tidak kalah penting dalam manajemen pendidikan,
melalui pengelolaan material maka bisa terbentuk
kurikulum yang berisi panduan dasar untuk mentranfer
ilmu dari guru ke siswa.
4. Method
Pengelolaan metode juga harus dilakukan dengan
baik, metode yang dipakai untuk mengajar guru di
sekolah satu dengan guru di sekolah lain tidak sama
sebab tergantung pada kesiapan siswa yang diajar.
5. Machines
Pengelolaan mesin bertujuan untuk dapat mengelola
mesin yang dipakai untuk mendukung proses belajar
mengajar supaya dapat dipakai sebaik mungkin dan
tidak cepat mengalami kerusakan, untuk orang yang
mengelola mesin biasanya harus orang yang benar-benar
tau cara merawat mesin ini dengan baik.
6. Market
Market atau pasar yaitu salah satu kunci yang
menentukan sekolah atau lembaga pendidikan ini
menjadi lembaga pendidikan yang besar atau kecil,
pasar yang dimaksud yaitu warga secara luas,
sasaran yang dituju yaitu warga yang berniat
menyekolahkan putra putri mereka.
7. Minutes
Minutes atau waktu perlu dikelola dengan baik
sebab waktu belajar peserta didik di sekolah sangat
terbatas, sehingga perlu pengelolaan yang baik supaya
waktu belajar mengajar menjadi lebih efisien.
Tujuan Manajemen Pendidikan
Tujuan manajemen pendidikan tidak akan lepas dari tujuan
pendidikan nasional, yaitu bertujuan untuk mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa
yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara
yang demokratis serta bertanggung jawab. Manajemen
pendidikan juga mendukung dan memfasilitasi kegiatan
pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kegiatan pendidikan yang didukung dengan manajemen
pendidikan yang baik, akan mendapatkan hasil yang baik
sehingga tujuan pendidikan yang ditargetkan dapat tercapai.
123
Meski demikian, sebab ruang lingkup pendidikan itu
sangat luas, maka manajemen pendidikan memiliki berbagai
macam perspektif sesuai dengan lingkup yang dipakai .
Sebagaimana organisasi pada umumnya, maka organisasi
pendidikan, juga memiliki sifat dasar organisasi yang
memiliki hubungan antar manusia yang memainkan peran
utama. sebab nya harus ada kebebasan dan fleksibilitas yang
memadai disatu sisi serta diperlukan disiplin dan kesopanan
di sisi lain lembaga pendidikan. Artinya manajemen
pendidikan menerapkan tindakan praktis untuk memastikan
sistem bekerja dan mencapai tujuan dari sebuah institusi
pendidikan.
Dalam menajemen pendidikan, Kepala Sekolah
memegang peran penting, yakni mampu menciptakan suatu
sistem manajemen yang dapat menunjang terlaksananya
pendidikan yang berkualitas, sebagaimana yang menjadi
harapan dan cita-cita warga . (***)
124
125
BAB VI
PENDIDIKAN SEBAGAI
PROSES KOMUNIKASI
Dalam suatu proses pendidikan memerlukan
komunikasi yang baik, sehingga apa yang
disampaikan, dalam hal ini materi pelajaran, oleh
komunikator (guru) kepada komunikan (siswa) bisa dicerna
oleh siswa dengan optimal, sehingga tujuan pendidikan yang
ingin dicapai bisa terwujud. Tidak mungkin bila komunikasi
dilakukan tidak baik maka hasilnya akan bagus.
Hal ini sejalan dengan fungsi dan tujuan pendidikan
nasional yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor
20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas bab II Pasal 3 berbunyi :
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan
dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermartabat, bertujuan untuk berkembangnya potensi
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara
yang demokratis serta bertanggung jawab.
Untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah
dicanangkan itu tidak mungkin terwujud bila tidak dibarengi
dengan faktor lain. Salah satunya yaitu komunikasi.
Tentunya masih banyak faktor lain seperti kualitas SDM
guru, sarana, kebijakan peme- rintah, anggaran, laboratorium
dan lainnya. Terkait komunikasi dalam pendidikan, ada
sejumlah orang yang berperan yakni guru dan siswa. Ini
126
harus dilihat secara menyeluruh. Guru merupakan orang
yang dianggap mampu mentransfer materi ajar, gagasan,
wawasan lainnya kepada siswa haruslah dipandang sebagai
sebuah proses belajar mengajar. namun guru juga tidak boleh
anti kritik. Justru dengan kritik dan saran itu akan menambah
wawasan lain dan umpan balik dalam belajar akan semakin
hidup dan menyenangkan. Jangan sampai guru memiliki
sifat otoriter atas semua kebijakan di sekolah saat mengajar.
Jangan jadikan siswa sebagai objek. Justru sebaliknya, siswa
harus dijadikan subjek dalam sebuah pembelajaran. Disinilah
pentingnya seorang guru memiliki komunikasi yang lancar,
baik dan mampu menggerakkan siswa untuk melakukan
interaksi. Membuat suasana belajar menyenangkan, nyaman,
dan tak tertekan.
Tujuan Komunikasi dalam Proses Pendidikan
Pada hakikatnya tujuan komunikasi itu yaitu bagaimana
bisa dan mampu merubah suatu sikap (attitude), pendapat
(opinion), perilaku (behavior), ataupun perubahan secara sosial
(social change). Yang ini sama halnya dalam dunia pendidikan,
komunikasi dapat merubah suatu sikap , perilkau seorang
murid ataupun seorang guru baik itu dalam dunia sekolah
ataupun di luar lingkungan sekolah, terjalinnya komuniakasi
dalam proses pembelajaran sehingga akan tercapainya tujuan
penidikan yang efektif dan efisien.
Fungsi umum komunikasi baik dalam system pendidikan
ataupun tidak yaitu sebagai informatif, edukatif, persuasif,
dan rekreatif (entertainment) (Effendy, 1981:26). Maksudnya
secara singkat ialah komunikasi berfungsi memberi
keterangan, memberi data atau fakta yang berguna bagi
peserta didik sehingga dalam proses pendidikan dapat
berlangsung dengan baik dan efisien. Di samping itu,
komunikasi juga berfungsi, mendidik warga ataupun
127
peserta didik, mendidik setiap orang dalam menuju
pencapaian kedewasaan bermandiri.
Seseorang bisa banyak tahu sebab banyak mendengar,
banyak membaca dan banyak berkomunikasi. Berikutnya
yaitu fungsi persuasif, maksudnya ialah bahwa komunikasi
sanggup “membujuk” orang untuk berperilaku sesuai dengan
kehendak yang diinginkan oleh komunikator. sedang
yang terakhir ialah fungsi hiburan. Ia dapat menghibur orang
pada saat yang memungkinkan. Mendengarkan dongeng,
membaca bacaan ringan, yaitu contohnya.
Peran Teknologi Komunikasi dalam Pendidikan
Kegiatan pembelajaran yang efektif memerlukan suatu
media yang mendukung penyerapan informasi sebanyak-
banyakanya. Seiring dengan perkembangan jaman, maka
teknologi informasi berperan penting sebagai sarana untuk
mendapatkan sumber informasi sebanyak-banyaknya yang
berhubungan dengan materi pelajaran yang diajarkan.
Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya
pemakaian TIK ada lima pergeseran dalam proses
pembelajaran yaitu: 1. dari pelatihan ke penampilan, 2. dari
ruang kelas ke di mana dan kapan saja, 3. dari kertas ke “on
line” atau saluran, 4. fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja,
5. dari waktu siklus ke waktu nyata. Komunikasi sebagai
media pendidikan dilakukan dengan memakai media-
media komunikasi seperti telepon, komputer, internet,
e-mail, dan sebagainya. Interaksi antara guru dan siswa
tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka namun
juga dilakukan dengan memakai media-media ini
(Rosenberg, 2001).
Peningkatan kualitas pembelajaran dapat dilakukan
dengan memakai media teknologi pendidikan, yaitu
dengan cara mencari dan mengidentifikasi permasalahan yang
128
dihadapi dalam belajar kemudian dicarikan pemecahannya
melalui aplikasi Teknologi Informasi yang sesuai.Upaya
pemecahan permasalahan pendidikan terutama masalah
yang berhubungan dengan kualitas pembelajaran, dapat
ditempuh dengan cara pemakaian berbagai sumber belajar
dan pemakaian media pembelajaran yang berfungsi sebagai
alat bantu dalam meningkatkan kadar hasil belajar peserta
didik. Teknologi informasi dipakai sebagai media untuk
mempermudah pencarian informasi ini . Pedoman
komunikasi yang baik yaitu, Teliti tujuan sebenarnya dalam
setiap berkomunikasi, Pertimbangkan keadaan fisik dan
fisikhis orang lain dalam berkomunikasi, Konsultasikan
dengan berbagai pihak setiap proses manejemen mulai
dari merencanakan sampai evaluasi, Perhatikan tekanan
nada dan eksperesi wajah sesuai dengan isi pesan yang
disampaikan. Perhatikan konsistensi dalam berkomunikasi,
Jadilah pendengar yang baik dalam berkomunikasi. Siapa
pun orangnya, sama-sama mengakui pentingnya komunikasi
dalam manajemen sebuah organisasi–baik kecil maupun
besar. Dengan keyakinan seperti itulah akhirnya komunikasi
yang intensif dalam merencanakan, mengatur, menjalani
dan mengevaluasi program-program di dalam organisasi
tidak dibudayakan. Mandeknya arus komunikasi antara
berbagai komponen organisasi yang telah akut menyebabkan
berbagai kemungkinan buruk terhadap kemajuan dari
organisas itu sendiri. Fungsi dan peranan organisasi menjadi
pudar dan hilang. sebab memang komunikasi efektif tidak
dibangun secara bertahap, konflik dari berbagai kepentingan
membuyarkan kebermaknaan organisasi ini . Mereka
yang merasa memiliki power kemudian bisa bersikap
menekan dan mengintimidasi komponen yang lemah. Dari
sini pula makna kebersamaan dalam berorganisasi menjadi
buyar dengan sendirinya.
129
Konsep Dasar Komunikasi Pendidikan
Kegiatan pembelajaran merupakan proses transformasi
pesan edukatif berupa materi belajar dari sumber belajar
kepada pembelajar. Dalam pembelajaran terjadi proses
komunikasi untuk menyampaikan pesan dari pendidik
kepada peserta didik dengan tujuan agar pesan dapat
diterima dengan baik dan berpengaruh terhadap pemahaman
serta perubahan tingkah laku. Hal ini diwujudkan sebagai
upaya meningkatkan sumber daya manusia yang tidak dapat
terlepas dari peningkatan kualitas pendidikan. Kualitas
pendidikan yang dipengaruhi proses belajar dimana sangat
bergantung pada efektifitas proses komunikasi yang terjadi
dalam pembelajaran ini .
Kualitas pembelajaran dipengaruhi oleh efektif tidaknya
komunikasi yang terjadi di dalamnya. Komunikasi dikatakan
efektif jika komunikasi yang terjadi memicu arus
informasi dua arah, yaitu dengan munculnya feedback
dari pihak penerima pesan. Komunikasi efektif dalam
pembelajaran merupakan proses transformasi pesan berupa
ilmu pengetahuan dan teknologi dari pendidik kepada peserta
didik, dimana peserta didik mampu memahami maksud
pesan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, sehingga
menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta
memicu perubahan tingkah laku menjadi lebih baik.
Dalam mewujudkan komunikasi pendidikan yang
efektif dalam pembelajaran, guru dituntut untuk berperan
dan bertanggungjawab sehingga pengajar dituntut memiliki
kemampuan berkomunikasi yang baik agar menghasilkan
proses pembelajaran yang efektif. Pendidik perlu menyadari
akan hal ini, yaitu bahwa di dalam melaksanakan
kegiatan belajar dan pembelajaran, sebenarnya dia sedang
melaksanakan kegiatan komunikasi. Oleh sebab itu, guru
perlu selalu memilih dan memakai kata-kata yang sesuai
130
dengan pengalaman murid-muridnya, agar dapat dimengerti
dengan baik oleh mereka, sehingga pesan pembelajaran yang
disampaikan dapat diterima dengan baik.
Menurut Gurnitowati dan Maliki (2003) yang dikutip oleh
Warsita (2008: 96) menyatakan: “Seseorang berkomunikasi
dengan memakai kata-kata, dengan kualitas
suaranya, dengan badannya, isyarat (gesture), dan raut
muka (expression). Selain itu, seseorang tidak pernah tidak
berkomunikasi. Dengan demikian, komunikasi merupakan
proses menyampaikan pesan dari seseorang kepada orang
lain sehingga diperoleh pengertian yang sama.” Oleh sebab
itu, komunikasi yaitu pertukaran informasi dari beberapa
pihak yang menghasilkan pengertian, kesepakatan, dan
tindakan bersama (Rogers & Kincaid, 1981: 55) yang dikutip
oleh Warsita (2008: 96).
Tindakan komunikasi dapat dilakukan secara verbal
yaitu dengan memakai kata-kata baik lisan dan atau
tulisan maupun secara nonverbal dalam bentuk isyarat
(gesture), sikap, tingkah laku, gambar-gambar dan sebagainya.
Tindakan komunikasi juga dapat dilakukan secara langsung
seperti berbicara tatap muka, berbicara melalui telepon dan
lain-lain. Komunikasi juga dapat dilakukan secara tidak
langsung dengan memakai media atau peralatan
tertentu, seperti penyampaian informasi melalui surat, surat
kabar, majalah, radio, TV, internet dan lain-lain.
Prinsip dasar dari komunikasi manusia yaitu bahwa
transfer ide-ide antara individu memiliki sifat sama
(homophilous). Homophili yaitu tingkat dimana individu-
individu yang berinteraksi memiliki ciri-ciri yang
sama, seperti kepercayaan, pendidikan, status sosial, dan
kesenangan lainnya. Sebaliknya heteropili yaitu derajat
sampai di mana pasangan yang berint
eraksi itu memiliki
sifat yang tidak sama. Meskipun demikian, ada
131
kecenderungan yang kuat untuk memilih seseorang yang
paling mirip dengan dirinya atau disebut homopili. Misalnya,
sifat individu yang sama, tinggal atau bekerja berdekatan,
dan tertarik oleh kesenangan yang sama. Keadaan fisik dan
sosial yang dekat ini membuat komunikasi homopili lebih
memungkinkan terjadinya difusi. Komunikasi akan lebih
efektif jika individu memiliki homopili (Arifin, 2011:304).
Komunikasi berlaku dalam kehidupan sehari-hari yang
mencakup segala bidang.Salah satunya yaitu pendidikan.
Komunikasi pendidikan atau yang disebut humas pendidikan
yaitu suatu proses yang lebih menekankan kepada hubungan
sedang komunikasi lebih menekankan kepada bentuk
hubungan penyampaian informasi. Dalam hal ini dapat
diartikan sama sekedar untuk memudahkan pembatasan
permasalahan.
Komunikasi pendidikan merupakan sebuah proses dan
kegiatan komunikasi yang dirancang secara khusus untuk
tujuan meningkatkan nilai tambah bagi pihak sasaran, yang
sebenarnya dalam banyak hal yaitu untuk meningkatkan
literasi pada banyak bidang yang bernuansa teknologi,
komunikasi, dan informasi.[2] Komunikasi pendidikan yang
dimaksud yaitu komunikasi yang sudah merambah atau
menyentuh dunia pendidikan dengan segala aspeknya.
Komunikasi pendidikan akan menunjukan arah proses
komunikasi sosial atasrealitas pendidikan. Sebagaimana
dikatakan teoretis sosiologi pengetahuan Peter L. Berger
dan Thomas Luckman dalam Social Construction Of
Reality. Realitas itu dikonstruksi oleh makna-makna yang
dipertukarkan dalam tindakan dan interaksi individu-
induvidu. Secara sederhana komunikasi dapat diartikan
sebagai komunikasi yang terjadi dalam suasana pendidikan.
Dengan demikian komunikasi pendidikan yaitu proses
perjalanan pesan atau informasi yang merambah bidang atau
132
peristiwa-peristiwa pendidikan. Di sini komunikasi tidak
lagi bebas atau netra, namun dikendalikan dan dikondisikan
untuk tujuan-tujuan pendidikan, proses pembelajaran pada
hakekatnya yaitu proses komunikasi, penyampaian pesan
dari pengantar ke penerima. Komponen pendidikan yaitu
semua hal yang berkaitan dengan jalanya proses pendidikan
jika salah satu komponen pendidikan tidak ada, maka proses
pendidikan tidak akan bisah dilaksanakan.
Dalam pembelajaran, pesan atau informasi yang
disampaikan dapat berupa pengetahuan, keahlian, ide,
pengalaman, dan sebagainya. Melalui proses komunikasi,
agar tidak terjadi kesalahan dalam proses penyampaian
pesan, perlu dipakai sarana yang dapat membantu proses
komunikasi. Dalam pembelajaran di kelas, sarana/fasilitas
yang dipakai untuk memperlancar proses pembelajaran
disebut dengan media pembelajaran.
Komponen Komunikasi dalam Proses Pembelajaran
Komponen komunikasi dalam proses pembelajaran
dapat diraikan sebagai berikut :
• Pesan, dalam proses pembelajaran yaitu guru
• Sumber pesan, dalam proses pembelajaran berupa materi
pembelajaran
• Saluran atau media, alat bantu pembelajaran
• Penerima pesan, siswa (pembelajar)
• Dalam proses pembelajaran, pengajar perlu mengetahui
dasar komunikasi dan keterampilan dasar mengajar. Ada
delapan keterampilan dasar mengajar, yaitu :
1. Keterampilan bertanya.
2. Memberi penguatan.
3. Mengadakan variasi.
133
4. Menjelaskan.
5. Membuka dan menutup pelajaran.
6. Membimbing diskusi kelompok kecil.
7. Mengelola kelas.
8. Mengajar kelompok kecil dan individual.
Dalam proses mengajar, perlu dilakukan pemberian tugas
kepada siswa. Hal ini dilakukan sebab tugas dapat membuat
proses belajar menjadi menyenangkan, efektif, dan efisien.
Tugas dapat pula memberi kesempatan kepada siswa untuk
menerima informasi baru, mengaplikasikan, menganalisis,
bahkan mengevaluasi informasi ini . Manfaat lain dari
pemberian tugas yaitu menciptakan proses pembelajaran
yang berpusat pada pembelajar. Ada tiga peran yang dapat
dilakukan pengajar dalam rangka pemberian tugas :
• Pengajar sebagai perencana.
• Pengajar sebagai fasilitator.
• Pengajar sebagai evaluator.
Berikut ini beberapa teknik komunikasi pembelajaran
yang efektif:
• Analisis peserat didik.
• Kuasai peserta didik.
• Menguasai materi pembelajaran.
• Menguasai metode dan strategi pembelajaran yang
efektif.
• Menguasai media dan cara-cara memakai nya.
• Percaya diri dan jadi diri sendiri.
• Bersikap humanis.
• Enjoy dengan penampilan sendiri.
• Proses Penuangan Pesan, Hambatan, Cara Mengatasi
Hambatan Komunikasi dalam Pembelajaran.
134
Masalah merupakan suatu kondisi yang memiliki potensi
untuk memicu kerugian luar biasa atau menghasilkan
keuntungan luar biasa. Jadi pemecahan masalah berarti
tindakan memberi respon terhadap masalah untuk
menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang
keuntungannya. Oleh sebab itu masalah penting untuk
dipecahkan. Keputusan yaitu pemilihan suatu strategi
atau tindakan. Pengambilan keputusan yaitu tindakan
memilih strategi atau aksi yang manajer yang diyakini akan
memberi solusi terbaik atas masalah ini .
Proses Penuangan Pesan
Aktivitas yang dilakukan dalam penuangan pesan
berupa materi pelajaran, yaitu : mengenal pasti sumber-
sumber pengetahuan yang akan disampaikan/dituangkan
mempertimbangkan kelemahan dan kekuatan sumber
(accurate) pesan dapat dituangkan dengan simbol-simbol
komunikasi (verbal, non-verbal, visual, dan audio-visual).
Dalam proses penafsiran pesan, adakalanya berhasil
dan tidak berhasil. Keberhasilan penafsiran terjadi sebab
kemampuan, keseriusan, kecepatan memahami pesan
yang dilihat, didengar, dan diamati. sedang kegagalan
penafsiran pesan dapat disebabkan oleh kurangnya
kemampuan, kurangnya keseriusan dalam menerima dan
memahami pesan yang dilihat, didengar, dan diamati.
Komunikasi dalam Belajar Mengajar
Proses pembelajaran pada hakikatnya yaitu proses
komunikasi, penyampaian pesan dari pengantar kepenerima.
Pesan yang disampaikan berupa isi atau ajaran yang ditujukan
kedalam simbol-simbol komunikasi, baik verbal (kata-kata
dan tulisan) maupun non verbal. Proses ini dinamakan
135
encoding. Penafsiran symbol-simbol komunikasi ini
oleh siswa dinamakan decoding.
Komunikasi merupakan suatu proses, bukan sesuatu
yang bersifat statis. Komunikasi memerlukan tempat,
dinamis, menghasilkan perubahan dalam usaha mencapai
hasil, melibatkan interaksi bersama, serta melibatkan suatu
kelompok. Terkait dengan proses pembelajaran, komunikasi
dikatakan efektif jika pesan yang dalam hal ini yaitu materi
pelajaran dapat diterima dan dipahami, serta memicu
umpan balik yang positif oleh mahasiswa.
Komunikasi efektif dalam pembelajaran harus didukung
dengan keterampilan komunikasi antar pribadi yang harus
dimiliki oleh seorang dosen. Komunikasi antar pribadi
merupakan komunikasi yang berlangsung secara informal
antara dua orang individu. Komunikasi ini berlangsung
dari hati ke hati, sebab diantara keduabelah pihak ada
hubungan saling mempercayai. Komunikasi antar pribadi
akan berlangsung efektif jika pihak yang berkomunikasi
menguasai keterampilan komunikasi antar pribadi.
Dalam kegiatan belajar mengajar, komunikasi antar
pribadi merupakan suatu keharusan, agar terjadi hubungan
yang harmonis antara pengajar dengan peserta belajar.
Keefektifan komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar ini
sangat tergantung dari kedua belah pihak. tetapi sebab
pengajar yang memegang kendali kelas, maka tanggung
jawab terjadinya komunikasi dalam kelas yang sehat dan
efektif terletak pada tangan pengajar. Keberhasilan pengajar
dalam mengemban tanggung jawab ini dipengaruhi
oleh keterampilannya dalam melakukan komunikasi ini.
Pembelajaran sebagai subset dari proses pendidikan
harus mampu memberi kontribusi terhadap peningkatan
kualitas pendidikan, yang pada ujungnya akan berpengaruh
terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Agar pembelajaran dapat mendukung peningkatan mutu
pendidikan, maka dalam proses pembelajaran harus
terjadi komunikasi yang efektif, yang mampu memberi
kefahaman mendalam kepada peserta didik atas pesan atau
materi belajar.
Komunikasi efektif dalam pembelajaran merupakan
proses transformasi pesan berupa ilmu pengetahuan dan
teknologi dari pendidik kepada peserta didik, dimana peserta
didik mampu memahami maksud pesan sesuai dengan tujuan
yang telah ditentukan, sehingga menambah wawasan ilmu
pengetahuan dan teknologi serta memicu perubahan
tingkah laku menjadi lebih baik. Pengajar yaitu pihak
yang paling bertanggungjawab terhadap berlangsungnya
komunikasi yang efektif dalam pembelajaran, sehingga
dosen sebagai pengajar dituntut memiliki kemampuan
berkomunikasi yang baik agar menghasilkan proses
pembelajaran yang efektif.
Ada tiga pola komunikasi yang dapat dipakai untuk
mengembangkan interaksi dinamis antara guru dengan siswa
a. Komunikasi sebagai aksi atau komunikasi satu arah.
Dalam komunikasi ini guru guru berperan sebagai
pemberi aksi dan siswa sebagai penerima aksi. Guru
aktif dan siswa pasif. Ceramah pada dasarnya yaitu
komunikasi satu arah atau komunikasi sebagai satu arah
atau komunikasi sebagai aksi. Komunikasi seperti ini
kurang banyak menghidupkan kegiatan mahasiswa.
b. Komunikasi sebagai interaksi atau komunikasi dua arah.
Pada komunikasi ini guru dan siswa memiliki peran
yang sama yaitu pemberi dan penerima aksi (informasi).
Komunikasi ini lebih baik dari yang pertama, sebab
kegiatan guru kegiatan guru dan siswa relatif sama.
c. Komunikasi banyak arah atau komunikasi sebagai
transaksi. Komunikasi yang tidak hanya melibatkan
interaksi dinamis antara guru dengan siswa namun juga
melibatkan interaksi yang dinamis antara siswa yang satu
dengan siswa yang lain. Kegiata semacan ini mengarah
pada proses pembelajaran yang mengarahkan pada
pembelajaran yang mengembangkan kegiatan siswa
yang oftimal sehingga menumbuhkan siswa belajar
aktif. Diskusi simulasi merupakan strategi yang dapat
mengembangkan komunikasi ini



0 Komentar